<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Rahman Andi Mangussara</title>
	<atom:link href="http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.liputan6.com</link>
	<description>Blog liputan 6 aktual tajam dan terpercaya</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 22:34:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: Harry</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-5111</link>
		<dc:creator>Harry</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 16:49:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-5111</guid>
		<description>Duh...pa Andi,fotonya ganteng buaaanget tuh...

oh...ya pa andi aku salut dengan kru lipuan 6 yang selalu menghargai para anak-anak daerah baik kontrib maupun karespondennya yang merupakan ujung tombak berita2 daerah yang tentunya tidak terjangkau oleh pusat.

salah satu contohnya : setiap berkunjung ke salah satu daerah, kru liputan 6 dari jakarta [ baik reporter trus lain2nya ga tahu apa namanya ] slalu sapa menyapa ehmmm...alias minta izin yang punya daerah gitu loh, tapi pa andi lebih mantap lagi, kalo anak2 daerah tersebut diajak liputan bareng dong supaya bertambah ilmunya.

bravo liputan 6!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Duh&#8230;pa Andi,fotonya ganteng buaaanget tuh&#8230;</p>
<p>oh&#8230;ya pa andi aku salut dengan kru lipuan 6 yang selalu menghargai para anak-anak daerah baik kontrib maupun karespondennya yang merupakan ujung tombak berita2 daerah yang tentunya tidak terjangkau oleh pusat.</p>
<p>salah satu contohnya : setiap berkunjung ke salah satu daerah, kru liputan 6 dari jakarta [ baik reporter trus lain2nya ga tahu apa namanya ] slalu sapa menyapa ehmmm&#8230;alias minta izin yang punya daerah gitu loh, tapi pa andi lebih mantap lagi, kalo anak2 daerah tersebut diajak liputan bareng dong supaya bertambah ilmunya.</p>
<p>bravo liputan 6!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: inot</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-5044</link>
		<dc:creator>inot</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 07:17:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-5044</guid>
		<description>saya setuju dengan tulisan dr p'harry widianto
'apabila penegak hukum di indonesia ini sudah berjalan dengan benar...., FPI tidak akan dibubarkan tapi membubarkan diri"

Lemahnya hukum di indonesia, kasus yang berlarut-larut.
Lolosnya para koruptor dr jeratan hukum.
jujur saja, saya tiap hr melihat berita di TV, cuma semakin nambah sakit hati pada pemimpin bangsa ini.

oh ya pa rahman andi, anda kan kepala produksi berita di liputan6.
saya cuma nimbrung saran: walau banyak aksi2 anarkis, tawuranan dsb di TV, tolong lha, imbangin pemberitaan dengan hal-hal positif lainnya, atau sedikit dikurangi penayangan adegan kekerasan tsb.Bukan hanya  informasi yg didapat masyarakat juga efeck negatif, karena banyaknya adegan2 kekerasan di Tv yg justru menjadi headline pemberitaan, dampak psikologisnya dimasyarakat mungkin yg ga masuk perhitungan redaksi.
-berita jangan hanya berita-tapi harus dipertimbangkan muatan edukasi juga.
cuma saran pa':)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju dengan tulisan dr p&#8217;harry widianto<br />
&#8216;apabila penegak hukum di indonesia ini sudah berjalan dengan benar&#8230;., FPI tidak akan dibubarkan tapi membubarkan diri&#8221;</p>
<p>Lemahnya hukum di indonesia, kasus yang berlarut-larut.<br />
Lolosnya para koruptor dr jeratan hukum.<br />
jujur saja, saya tiap hr melihat berita di TV, cuma semakin nambah sakit hati pada pemimpin bangsa ini.</p>
<p>oh ya pa rahman andi, anda kan kepala produksi berita di liputan6.<br />
saya cuma nimbrung saran: walau banyak aksi2 anarkis, tawuranan dsb di TV, tolong lha, imbangin pemberitaan dengan hal-hal positif lainnya, atau sedikit dikurangi penayangan adegan kekerasan tsb.Bukan hanya  informasi yg didapat masyarakat juga efeck negatif, karena banyaknya adegan2 kekerasan di Tv yg justru menjadi headline pemberitaan, dampak psikologisnya dimasyarakat mungkin yg ga masuk perhitungan redaksi.<br />
-berita jangan hanya berita-tapi harus dipertimbangkan muatan edukasi juga.<br />
cuma saran pa&#8217;:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry Widiato</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-3683</link>
		<dc:creator>Harry Widiato</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 08:03:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-3683</guid>
		<description>Asalamu'alaikum Wr Wb

Mas Rahman apa khabar, saya lagi iseng2 buka blognya Liputan 6 SCTV, eh jadi ikutan nimbrung.

Kalau menurut saya di dunia ini ada 4 golongan manuasia dan semua manusia akan membenci kemaksiatan tidak melihat golongan, suku, ras dan agama.

1. Manusia yang tidak setuju dengan adanya kemaksiatan tapi tidak berbuat apa2 atau dengan kata lain diam saja.

2. Manusia yang tidak setuju dengan kemaksiatan tetapi tidak setuju dengan cara kekerasan atau tidak berakal.

3. Manusia yang tidak setuju dengan kemaksiatan dan menyelesaikan dengan caranya sendiri.

4. Manusia yang setuju dengan kemaksiatan karena disitulah dia menggantungkan hidupnya.

Lantas kita berada di golongan nomor berapa ? Yang ideal adalah golongan nomor 2 karena yang berhak mengadili adalah Undang Undang Negara dengan bantuan aparat penegak hukum. Yang jadi masalah adalah ada sebagian dari penegak hukum ini bermain didalam kemaksiatan itu. Seperti menjadi beking atau menerima sebagian dari hasil kemaksiatan itu.
Apabila penegak hukum di Indonesia ini sudah berjalan dengan benar dan sesuai aturan saya rasa FPI tidak akan dibubarkan tapi akan membubarkan diri sendiri. 

Wasalalam

Harry Widianto
Sawangan Depok</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asalamu&#8217;alaikum Wr Wb</p>
<p>Mas Rahman apa khabar, saya lagi iseng2 buka blognya Liputan 6 SCTV, eh jadi ikutan nimbrung.</p>
<p>Kalau menurut saya di dunia ini ada 4 golongan manuasia dan semua manusia akan membenci kemaksiatan tidak melihat golongan, suku, ras dan agama.</p>
<p>1. Manusia yang tidak setuju dengan adanya kemaksiatan tapi tidak berbuat apa2 atau dengan kata lain diam saja.</p>
<p>2. Manusia yang tidak setuju dengan kemaksiatan tetapi tidak setuju dengan cara kekerasan atau tidak berakal.</p>
<p>3. Manusia yang tidak setuju dengan kemaksiatan dan menyelesaikan dengan caranya sendiri.</p>
<p>4. Manusia yang setuju dengan kemaksiatan karena disitulah dia menggantungkan hidupnya.</p>
<p>Lantas kita berada di golongan nomor berapa ? Yang ideal adalah golongan nomor 2 karena yang berhak mengadili adalah Undang Undang Negara dengan bantuan aparat penegak hukum. Yang jadi masalah adalah ada sebagian dari penegak hukum ini bermain didalam kemaksiatan itu. Seperti menjadi beking atau menerima sebagian dari hasil kemaksiatan itu.<br />
Apabila penegak hukum di Indonesia ini sudah berjalan dengan benar dan sesuai aturan saya rasa FPI tidak akan dibubarkan tapi akan membubarkan diri sendiri. </p>
<p>Wasalalam</p>
<p>Harry Widianto<br />
Sawangan Depok</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Masyhuri</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-3235</link>
		<dc:creator>Masyhuri</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 12:30:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-3235</guid>
		<description>wahhhh ...ngga mas...masalahnya yang saya tahu itu yang sering muncul di TV ngga ada niat sinis mas...!!cahyo ya!!
jangan pikiran negative dulu mas andi terhadap comment saya!!
lagian saya tau ko orang yang ada di liputan 6 adalah orang hebat semua!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wahhhh &#8230;ngga mas&#8230;masalahnya yang saya tahu itu yang sering muncul di TV ngga ada niat sinis mas&#8230;!!cahyo ya!!<br />
jangan pikiran negative dulu mas andi terhadap comment saya!!<br />
lagian saya tau ko orang yang ada di liputan 6 adalah orang hebat semua!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rahman mangussara</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-3234</link>
		<dc:creator>rahman mangussara</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 10:16:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-3234</guid>
		<description>Masyuri, saya menangkap kesan sinis dari repson anda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masyuri, saya menangkap kesan sinis dari repson anda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: masyhuri</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-3222</link>
		<dc:creator>masyhuri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 13:13:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-3222</guid>
		<description>ooo pemegang jabatan  berkelas juga di sctv..
bravo deh...!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ooo pemegang jabatan  berkelas juga di sctv..<br />
bravo deh&#8230;!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rahman mangussara</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-2972</link>
		<dc:creator>rahman mangussara</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 10:59:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-2972</guid>
		<description>Dobleh yang malang makasih responnya. salam kenal juga.

Untuk Si Hebat, anda bukan pembaca yang hebat. Buktinya anda tidak menyimak tulisan saya di catatan produser mengenai Munarman dan Ahmadiyah. Disana saya menyalahkan pemerintah karena lamban mengatasi Ahmadiyah sehingga berlarut-larut. 

Bagaimana pun terima kasih tanggapan anda.

tabik
rahman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dobleh yang malang makasih responnya. salam kenal juga.</p>
<p>Untuk Si Hebat, anda bukan pembaca yang hebat. Buktinya anda tidak menyimak tulisan saya di catatan produser mengenai Munarman dan Ahmadiyah. Disana saya menyalahkan pemerintah karena lamban mengatasi Ahmadiyah sehingga berlarut-larut. </p>
<p>Bagaimana pun terima kasih tanggapan anda.</p>
<p>tabik<br />
rahman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hebat</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-2913</link>
		<dc:creator>hebat</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 05:53:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-2913</guid>
		<description>Bung,

memang dalam setiap perbedaan harus ada penyelesaian, apakah bung mengikuti, sebelum insiden monas, sudah berapakali umat islam menyerukan pembubaran ahmadiyah, sudah lama bung baik dari dialog, aksi damai, sampai akhirnya ada aksi kekerasan, sebenarnya bukan FPInya yang di salahkan tetapi mekanismne pemerintahan kita yang membiarkan masalah ini terjadi, kenapa pemerintah kita tidak bisa mengambil sikap, karena pemerintah kita pun mendapatkan tekanan dari "negara - negara " yang mempunyai kepentingan terhadap negara ini dan takut atas perkembangan dan dominasi islam, dimana hal ini tidak akan pernah diliput atau dilaporkan oleh media media yg anti islam ( seperti SCTV ini ), bagaimana dengan ikut campurnya pemerintah ( kongres amerika thd kasus monas dan munir ) apakah ini juga diliput dengan netral oleh SCTV.. mungkin pertanyaan2 dan fakta - fakta yg ada hanya team sctv yang bisa menjawab...semoga masyarakat kita lebih pintar dalam memilih media yg ada, jgn sampai terprovokasi dengan pemberitaan yang tidak tajam dan tidak akurat

Terima kasih,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bung,</p>
<p>memang dalam setiap perbedaan harus ada penyelesaian, apakah bung mengikuti, sebelum insiden monas, sudah berapakali umat islam menyerukan pembubaran ahmadiyah, sudah lama bung baik dari dialog, aksi damai, sampai akhirnya ada aksi kekerasan, sebenarnya bukan FPInya yang di salahkan tetapi mekanismne pemerintahan kita yang membiarkan masalah ini terjadi, kenapa pemerintah kita tidak bisa mengambil sikap, karena pemerintah kita pun mendapatkan tekanan dari &#8220;negara - negara &#8221; yang mempunyai kepentingan terhadap negara ini dan takut atas perkembangan dan dominasi islam, dimana hal ini tidak akan pernah diliput atau dilaporkan oleh media media yg anti islam ( seperti SCTV ini ), bagaimana dengan ikut campurnya pemerintah ( kongres amerika thd kasus monas dan munir ) apakah ini juga diliput dengan netral oleh SCTV.. mungkin pertanyaan2 dan fakta - fakta yg ada hanya team sctv yang bisa menjawab&#8230;semoga masyarakat kita lebih pintar dalam memilih media yg ada, jgn sampai terprovokasi dengan pemberitaan yang tidak tajam dan tidak akurat</p>
<p>Terima kasih,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dobleh yang malang</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-2780</link>
		<dc:creator>dobleh yang malang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 12:46:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-2780</guid>
		<description>tak ada yang perlu di comment karena apapun yg abang tulis pasti ada keindahan ilmu buat kita kita. lam kenal ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tak ada yang perlu di comment karena apapun yg abang tulis pasti ada keindahan ilmu buat kita kita. lam kenal ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rahman mangussara</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-2611</link>
		<dc:creator>rahman mangussara</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 05:09:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/rahman-andi-mangussara/#comment-2611</guid>
		<description>Taufik, saya sudah resmpn komen kamu ke alamat imil secara japri. tapi kok gak ada balasan. Agatu kareba bos

tabe
rahman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Taufik, saya sudah resmpn komen kamu ke alamat imil secara japri. tapi kok gak ada balasan. Agatu kareba bos</p>
<p>tabe<br />
rahman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
