January 14, 2008

Kesehatan Pak Harto

Filed under: Uncategorized — yus @ 7:59 am

Kesehatan Pak Harto

Setelah beberapa kali dikabarkan kritis, Ahad (17/1), Pak Harto meninggal dunia pada pukul 13.10 WIB.

Menjelang Senin (14/1) dini hari, Anggota Tim Dokter Kepresidenan, dr. Cristian A. Yohanes menyatakan keadaan gawat Pak Harto sudah dilaluiseiring dengan membaiknya fungsi paru-paru. Meski demikian Pak Harto belum melampaui fase kritis.

Minggu (13/1) malam, kondisi Pak Harto semakin membaik meski masih dalam kondisi kritis.

Minggu (13/1) siang, Tim Dokter menyatakan Pak Harto sangat kritis. Sebagian besar fungsi organ vital seperti jantung, paru-paru dan ginjal sudah menurun. Hanya otak dan alat pencernaan yang masih berfungsi. Dengan kondisi itu, Tim Dokter menyatakan peluang Pak Harto untuk bertahan hidup tinggal 50:50. Ini kondisi kritis kedua sejak Pak Harto dirawat di RSPP, 4 Januari 2008.

Sabtu (12/1) pagi, Tim Dokter membantah pernyataan Menkes Siti Fadilah Supari bahwa Pak Harto menjalani kehidupan semu karena organ vital Pak Harto berfungsi dengan alat bantu. Menurut Tim Dokter, kehidupan semu terjadi bila fungsi otak mati sama sekali. Padahal fungsi otak Pak Harto masih cukup baik.

Sabtu (12/1) pagi, kondisi Pak Harto menunjukkan tanda-tanda membaik meski harus menggunakan alat bantu pernapasan. Pak Harto sudah mulai merespons pertanyaan dari Tim Dokter.

Jumat (11/1) malam, Tim Dokter memutuskan untuk menidurkan Pak Harto. Tindakan ini agar Pak Harto tak terganggu dengan alat-alat bantu yang dipasangkan ke
tubuhnya. Setelah pemasangan ventilator, kondisi Pak Harto mulai membaik.

Jumat (11/1), sejak pukul 17.00, Pak Harto kritis. Tim Dokter kepresidenan menyebut Pak Harto mengalami kegagalan multiorgan yang meliputi jantung, paru-paru, ginjal, dan otak. Tim Dokter memasang ventilator (alat bantu pernapasan) ke tubuhnya. Alat ini disambungkan ke saluran pernapasan untuk menyuplai langsung oksigen ke tubuh Pak Harto. Dengan cara ini Pak Harto tak harus bernafas melalui hidung.

Kamis (11/1) malam, kondisi Pak Harto masih kritis. Sejumlah alat bantu terpasang di tubuhnya. Pak Harto mengalami sesak nafas lantaran paru-parunya masih
berisi cairan. Ginjal tidak berfungsi dengan baik sehingga pengeluaran air seni di bawah normal.

Kamis (10/1) siang, kadar HB Pak Harto naik kembali. Tim Dokter masih menemukan adanya cairan pada paru-paru Pak Harto. Selain itu fungsi ginjal Pak Harto mengalami penurunan. Mereka memutuskan tidak memasang alat pacu jantung. Alat pacu ini akan dipasang jika kondisi Pak Harto membaik.

Rabu (10/1), Tim Dokter melakukan Thalium Scan. Hasilnya, ada satu segmen otot jantung yang tidak berfungsi (gejala afek). Tim Dokter juga mengeluarkan cairan dari dalam tubuh Pak Harto dengan alat CCVD. Diduga cairan di paru-parulah yang menyebabkan Pak Harto sesak.

Rabu (9/1) sekitar pukul 00.00 WIB, kondisi kesehatan Pak Harto tak ada kemajuan berarti. Bahkan Selasa (8/1) malam, Pak Harto mengalami sesak napas. Tim Dokter belum dapat memasang alat bantu di bagian jantung karena kesehatan Pak Harto belum membaik.

Selasa (8/1), kesehatan Pak Harto menurun. Dia masih sadar, tapi lemah sekali. HB turun menjadi 7,5. Terjadi penambahan cairan di paru-paru Pak Harto. Hasil scan siang itu menunjukkan keadaan Pak Harto lebil dan bahkan mengalami sesak napas. Pak Harto menjalani pemeriksaan pergerakan otot jantung dengan radionuklir.

Minggu (6/1), Pak Harto berangsur membaik. Meski menggunakan banyak alat bantu, Pak Harto dikabarkan telah mengenali sejumlah tokoh yang membesuknya. Tim Dokter telah mengeluarkan cairan di tubuh Pak Harto dengan bantuan alat. Tekanan darah Pak Harto saat itu 100 per 50 dan HB 8,3.

Sabtu (5/1) malam, kondisi Pak Harto melemah. Penimbunan cairan dalam tubuhnya belum sepenuhnya dapat dihilangkan. Bahkan banyaknya cairan dalam tubuh Pak Harto telah memengaruhi fungsi kerja paru-paru, ginjal, dan jantung. Tim Dokter memutuskan melakukan pencucian darah untuk memulihkan kondisi Pak Harto.

Jumat (4/1) siang sekitar pukul 14.30 WIB, Pak Harto masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Terjadi penumpukan cairan di seluruh tubuh, terutama para-paru. Ini karena jantung sebelah kanan Pak Harto tak kuat memompa cairan tubuh. Selain itu, fungsi ginjal juga menurun.

***

Pak Harto mengalami gangguan kesehatan sejak 20 Juli 1999. Tim Dokter menyebutnya, tanda-tanda stroke ringan. Belum sebulan, tepatnya 14 Agustus 1999, Pak Harto terkena pendarahan usus dan dibawa ke RSPP sekitar pukul 9:00.

Agustus 2000, Pak Harto menjalani pemeriksaan paru-paru. Namun kala itu, Tim Dokter menyatakan tak ada yang luar biasa terjadi pada Pak Harto. Ia diizinkan pulang.

24 Februari 2001, Pak Harto kembali ke rumah sakit. Kali ini ia menjalani operasi usus buntu.

Juni 2001, giliran jantung Pak Harto yang bermasalah. Tim Dokter memutuskan memasang alat pacu jantung permanen yang dihubungkan dengan bilik kanan jantung untuk meningkatkan denyut jantung. Inilah awal ketergantungannya pada alat bantu.

17 Desember 2001, ia menderita radang paru-paru, sesak napas dan panas. Ditambah usianya yang sudah lanjut, penyakitnya menjadi lebih berat.

Agustus 2002, daya ingat Pak Harto menurun. Ia pun mengalami kesulitan berbicara dan membaca.

Pada 2004, muncul masalah pada saluran pencernaannya akibat pendarahan pada usus besar.

Mei 2005, pendarahan kembali terjadi pada saluran pencernaan. Fungsi sejumlah organ vital, yaitu otak, jantung, paru-paru dan ginjal pun menurun.

Penurunan kesehatan Pak Harto berlanjut pada Mei 2006. Setelah sempat dirawat sebulan di RSPP, Pak Harto diizinkan pulang. Kesehatannya membaik bahkan hingga sepanjang 2007.

9 Comments »

  1. semoga cepet sembuh yach….opa…
    semoga opa diberi maaf oleh orang2 yang telah tersakiti oleh kelakuan opa dahulu…amien….karena pintu maaf mereka adalah pintu surga untuk opa…

    Comment by ima — January 22, 2008 @ 3:55 pm

  2. bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pemimpinnya. Walaupun dosa pak Harto banyak (itu juga katanya) tapi beliau telah banyak memberikan kontribusi yang besar kepada bangsa ini. Pak Harto sedang kritis, sebaiknya kita mendoakan yang terbaik bagi beliau. Tapi jangan lupa, proses hukum harus tetap berjalan lho..!

    Comment by Rizki Syarief — January 22, 2008 @ 6:43 pm

  3. kalau mau sidang sakit, sebenarnya ada apa? kebetulan atau ada permainan di balik semua ini… tapi ketika cucunya menikah ia pun sehat, meskipun terlihat rapuh dan tua. mungkin biar Yang Maha Adil yang menjalankan proses hukum perdatanya.hehehe, mengingat Pak harto sudah lupa banyak hal. (masa iya?) kan, Pak Harto cukup punya jasa membangun bumi tercinta…. oh jadi inget waktu ada yang ‘nyeletuk’ “katanya sakit? kok dibawa2 kayak minta difoto wartawan/pengen masuk TV” kasian juga sakit suntik sana/i. keliatan hidup segan mati pun tak mau.

    Comment by gita devie — January 23, 2008 @ 1:55 pm

  4. Begitu detailnya dokter-dokter RSPP memeriksa mantan sang penguasa, kalau orang biasa mungkin sudah kehilangan nyawa.
    Saya berpendapat ada skenario atas sakitnya Bpk.SOEHARTO dari awal setelah berhentinya beliau dari kursi Presiden, untuk menghindari proses hukum.
    Berapa persen kemungkinan hidup beliau, dengan alat pacu jantung, dan sampai kapan akan bertahan dengan alat itu, atau mungkin akan bertahan hidup lebih panjang.
    Yang pasti semoga cepat sembuh Pak Harto, dan semoga makin panjang umur.

    Comment by YN.Wisnuardhi — January 24, 2008 @ 10:48 am

  5. Kalau saja pak harto bisa berbicara..Jan 5..6..7..and so on..Saat pak harto mengedipkan mata..saat memegang tangan sang Dr..? Mau diapain lagi saya dok..? Sudah saya bilang jgn kalian permainkan nyawa saya(sambil meremas tangan sang Dr..),biarkan saya berpulang dgn damai…Knapa mereka2 mendo’a kan agar bapak sembuh? apa kalian ingin membuat bapak tambah menderita? Knapa tidak mendo’a kan agar para Dr ini tidak mempermainkan nyawa bapak? kenapa anak2ku mau bapakmu dibuat praktek oleh para Dr ini? Kenapa tidak kalian relakan saja kepergian bapak agar bapak tidak tersiksa lagi…………. Siapa yg bisa tau apa yg pak harto ingin katakan dan rasakan…? Harapan saya semoga anak2 pak harto diampunkan dosa2nya yg tlah tega melihat orang tua yg sekarat dlm Panggung Sandiwara nya Ahmad Albar……………………….

    Comment by Dayat Aulia — January 25, 2008 @ 1:12 am

  6. saya turut berduka cita atas meninggalnya pak harto. semoga amal ibadahnya dtrima dsisi ALLAH SWT,,,,,aaaaaaaaaammmmmmmmiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnn.

    Comment by punya_transformasi — January 27, 2008 @ 5:44 pm

  7. innalilahi wainna’ilaihiroji’un, telah meninggal putra terbaik bangsa ini. saya, anda dan kita semua pasti berduka atas kepergiannya. semoga amal ibadah nya diterima disisinya, dan dihapuskan segala kesalahannya, amien….

    Comment by Rakyat indonesia — January 28, 2008 @ 8:10 am

  8. tak ada gading yang retak di muka bumi ini. bahkan kita sebagai manusia terkadang juga punya kesalahan termasuk seorang pemimpin kita Bpk.SUHARTO. TAK SEPANTASNYA KITA TETAP MENGHUJANI DISAAT BELIAU DALAM KEAADAN KRITIS MENJALANI HIDP. semoga arwah beliau ditrima di sisi ALLAH SWT DAN DIAMPUNI SEGALA DOSA-DOSANYA. Amin

    Comment by rea — January 30, 2008 @ 8:26 am

  9. SELAMAT JALAN PAK SUHARTO, DARI KAMI WARGA DESA TOMUAN HOLBUNG KECAMATAN BP MANDOGE KAB ASAHAAN SUMATERA UTARA

    Comment by daniel.simanjuntak — March 19, 2008 @ 7:42 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment