Moh. Samsul Arifin
“Kalau kita bisa tidur nyenyak tiap malam tanpa rasa lapar, bersyukurlah” (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono). Seorang bocah di Makassar dipaksa bermain-main dengan el-maut karena lahir dari orangtua miskin. Aco membawa pesan tegas: Kelaparan kian dekat, mungkin sudah di sebelah kanan dan kiri rumah kita. Sedangkan Jojo menyeru dunia ini timpang. Maka datanglah ke Ethiopia, “rumah” malaikat pencabut maut. (more…)
Vincent Hakim R.
Semua berawal dari kata-kata.
Bukan hanya seseorang. Ada banyak orang yang malu dengan kondisi di negeri ini yang tak juga membaik. Bahkan makin hari, kian tidak menentu. Tapi ada juga orang yang bangga dengan kondisi negeri ini, apa pun yang terjadi, bagaimana jua situasi dan kondisinya. Baik-buruk, salah-benar – inilah negeriku. Perbedaan ekspresi atas pemahaman makna cinta negeri pun bisa menjadi salah kaprah tidak karuan.
Negeri ini sejatinya tak pernah punya kesalahan apa pun. Kecuali para penguasa dan orang-orang di sekitarnya yang ikut mendukung kekeliruan turun-temurun. Baik secara sadar atau pun tidak. Nasib orang hanya diombang-ambingkan dengan permainan kata-kata. (more…)
Gunawan
Pesimis memang. Tapi itulah faktanya, mungkin hampir semua penduduk Jakarta punya perasaan itu. Akibat putus asa orang jadi skeptis, masa bodoh.
“Berapa jumlah bintang di langit? Tak terhitung! Berapa banyak jalan rusak dan berlubang di Jakarta? Tak terhitung!” (more…)
Vincent Hakim R.
Dalam suatu kesempatan liputan ke luar negeri, saya pernah dipanggil petugas imigrasi dan diingatkan agar formulir tentang data diri diisi lengkap.
“Maaf, ini belum Anda isi,” kata perempuan petugas sambil menunjuk kolom agama.
“Apakah harus diisi?” saya bertanya dengan gaya santai sambil agak cengengesan. (more…)
Anton Bahtiar Rifa’i
Menatap 2008 dalam gundah. Adakah di sana kemungkinan-kemungkinan baru, ataukah kita hanya akan mendapati almanak menjadi lembaran-lembaran usang? Kita telah menggulung rangkaian tanggal dalam gelombang harapan yang bergemuruh, namun hanya gundah yang menepi.
Ketika di akhir tahun ini jutaan orang Indonesia berbicara tentang kemungkinan-kemungkinan –bahkan dalam bungkus ritual materialistik– Achwan Alwaris justru telah melunaskan kemungkinan hidupnya di sudut kemuraman gang sempit di kawasan Gubeng, Surabaya. Sebuah rumah petak triplek yang pengap ditempati lelaki berusia 80 tahun itu, dengan biaya sewa lima puluh ribu rupiah per bulan. Rumah itu sebenarnya tak layak disebut rumah, karena hanya ada satu ruangan dengan dipan dan lemari usang di dalamnya, serta tungku hitam di bawah jendela.
Siapakah Waris?
(more…)
Dwi Anggia
Hhhhmmm…. Saya menarik nafas panjang, ketika bangun pagi, berada di atas sebuah bukit dengan hamparan lautan hijau kebiruan di depannya. Bau air laut.
Pagi yang panas!!! Hah, ternyata bukan pagi, saya yang bangun kesiangan. Hehe...kecapean. (more…)
Vincent Hakim R.
Pergantian tahun selalu menjadi ajang pesta perayaan. Pesan biasa di balik perayaan pesta tutup dibarengi ucapan: Selamat tinggal masa lampau selamat datang tahun baru. (more…)
Gunawan
I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
Robert Sylvester Kelly, a.k.a R. Kelly, saat membuat lirik lagu I Believe I Can Fly, tentunya tidak pernah memikirkan apakah orang akan percaya bahwa dia bisa terbang? Atau malah tidak sama sekali terpikir olehnya. (more…)
Andy Budiman
Seorang pria ditikam karena keyakinannya. Di bawah terik, Udin Saefudin yang mencoba mempertahankan langgar dan rumahnya, ditikam dada kirinya oleh segerombolan orang yang datang dan menyerang atas nama kebenaran. (more…)
Zaenal Bhakti
Perlahan tapi pasti, derita korban Lumpur Lapindo semakin menciut di ruang pemberitaan media massa. Lebih delapan belas bulan berlalu, nasib mereka masih tak menentu. Sementara peristiwa-peristiwa lain hadir silih berganti, mengisi ruang-ruang utama di media massa.
(more…)