April 28, 2008

Hari-hari Omong Harmoko

Filed under: Politik, Tokoh — andy @ 4:01 pm

Andy Budiman

Bung, saya jadi ingat masa lalu. Saya lihat Anda di TV, bikin partai baru. Apa namanya, Bung? Maaf saya agak lupa nama partai baru Anda. Maklum, Bung, bagi saya, Anda terlalu identik dengan Golkar masa lalu.

Tapi wajah Anda tak pernah saya lupa. Jauh sebelum muncul di TV, saya masih ingat tampang Anda. Masih pakai pomade, kan? Dengan sisir rapi jali ke belakang. Ya, saya ingat wajah Anda yang klimis dan berminyak. Masih suka pakai safari kuning? (more…)

April 18, 2008

Kepada Pemeluk Teguh (Ahmadiyah)

Filed under: Politik — syamsul @ 4:44 pm
kepada-pemeluk-teguh-ahmadiyah

Moh. Samsul Arifin

Pintu yang dibuka Chairil Anwar sekarang menyempit saat pemerintah (menanggapi rekomendasi Bakor Pakem) melarang Ahmadiyah di tanah air. Ahmadiyah dinilai menodai Islam, sebab menahbiskan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan Tadzkirah sebagai kitab suci. Tak pelak lagi Ahmadiyah dicap sesat dan menyesatkan! Kini sekitar 500 ribu penganut Ahmadiyah yang tersebar sejak Manis Lor dan Pancor (Lombok Tengah) hingga Parung-Bogor harus siap-siap mengganti keyakinan jika tak mau di jidat mereka distempeli kata laknat: Tersesat.

***

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
Aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
(more…)

April 14, 2008

Slank, Generasi Biru, dan DPR yang Gagap

Filed under: Musik, Politik — anton @ 1:57 pm
slank-generasi-biru-dan-dpr-yang-gagap

Anton Bahtiar Rifa’i

Di awal dekade 1990-an, lima anak muda tampil di layar TVRI. Dengan gaya seenaknya meski agak sedikit kikuk, mereka menyanyikan lagu dalam iringan musik rock ‘n’ roll yang keras: “Memang, kantongku memang kering. Jangan menghina, yang penting bukannya maling. Memang, jaketku memang kotor. Jangan menghina, yang penting bukan koruptor……” Kelima anak muda yang tergabung dalam grup Slank itu–Bimbim (drum), Kaka (vokal), Pay (gitar), Indra (kibor), dan Bongki (bas)—tengah menyanyikan lagu Memang dari album Suit Suit He He. Saat itu, sesungguhnya publik tengah menjadi saksi: musik rock Indonesia tengah memasuki fase baru.

(more…)

Negeriku Dikoyak 1001 Partai

Filed under: Politik — syamsul @ 9:48 am
negeriku-dikoyak-1001-partai

Moh. Samsul Arifin

“Libido” yang demikian tinggi pada sejumlah tokoh untuk mendirikan parpol berpengaruh besar bagi penataan sistem kepartaian. Tiga kali pemilu di masa reformasi agaknya belum akan membikin rakyat ini menikmati “madu” demokrasi. Negeri ini terbelenggu bendera parpol. Jadi, apa yang bisa diharapkan dari 69 parpol yang berhasrat besar ikut Pemilu 2009?

(more…)

April 5, 2008

Memanfaatkan Momentum “Akbar”

Filed under: Politik, Tokoh — Merdi Sofansyah @ 10:30 pm
memanfaatkan-momentum-akbar

Merdi Sofansyah

Hari genee nggak punya blog ? Mantan ketua umum Partai Golkar, Akbar Tandjung akhirnya tak tahan juga untuk tidak merambah ranah blog (website log). Maka, lahirlah bangakbar.com yang resmi diluncurkan hari ini (5 April 2008). Dengan blognya, Bang Akbar yang juga mantan Ketua DPR, ingin membuka komunikasi yang intens sekaligus mengukur jarak masyakarat terhadap dirinya, atau bisakah dibaca sebagai langkah terobosan untuk menyambut momentum akbar  pemilihan presiden 2009 ?

(more…)

April 1, 2008

Gus Dur dan Dewa Mabuk

Filed under: Politik, Tokoh — syamsul @ 9:39 am
gus-dur-dan-dewa-mabuk

Moh. Samsul Arifin

Apa yang paling sulit ditebak di kolong langit ini? Secara teologis—setidaknya berdasarkan teologi Islam yang saya anut—ada tiga hal, yakni rezeki, jodoh dan maut. Tapi, ganti kata “apa” dengan kata “siapa”. Anda pasti pusing tujuh keliling lantaran ingin mendapat jawaban yang akurat. Namun, bagi sebagian praktisi politik atau lebih sempit lagi di kalangan santri atau Nahdliyin, jawabannya tunggal: Abdurrahman Wahid alias Gus Dur!

Gus Dur kembali menghebohkan saat hadir dalam rapat pleno yang memutuskan agar Muhaimin Iskandar, Ketua Dewan Tanfidz PKB, mundur dari jabatannya. Berembuslah satu nama yang ikut menukangi konflik di tubuh partai ini. Sang “dalang” bernama Sigid Haryo Wibisono dikabarkan dekat dengan Yenny Wahid (Sekjen PKB), yang tak lain putri Gus Dur. (more…)

February 12, 2008

Dili, Horta, dan Leo Kristi

Filed under: Luar Negeri, Perjalanan, Politik — yus @ 10:24 am
dili-horta-dan-leo-kristi

Yus Ariyanto

 

 

Saya tiba di Dili, September 1999, beberapa hari setelah kerusuhan pasca-jajak pendapat yang mengoyak Timor Timur. Jurnalis yang tersisa bisa dihitung dengan jari tangan. Rata-rata senior, sementara saya amat hijau. (more…)

February 4, 2008

Pahlawan

Filed under: Politik — zaenal @ 12:45 pm
pahlawan

Zaenal Bhakti

“Menderitalah bangsa yang membutuhkan Pahlawan…” Begitu kata seniman Jerman, Bertolt Brecht. Bangsa semacam itu adalah bangsa yang sedang berada dalam ketidakpastian. Nilai-nilai gamang, realita tak lagi sepenuhnya dapat dipahami. Dalam kekusutan dan ketidakmenentuan itu, orang kemudian melirik sesuatu yang berada di luar sana.

Sesuatu yang diimajinasikan dapat mengatasi semua kesulitan dan angkara murka. Maka pada saat itu, lahirlah sang pahlawan. Ia diperlukan untuk menjaga agar kekusutan hidup dapat diurai. Ketidakpastian dapat dijerat kembali oleh harapan baru. (more…)

January 12, 2008

Ketika “Eyang” Sakit…

Filed under: Politik, Tokoh — dwi @ 8:07 pm
ketika-eyang-sakit

Dwi Anggia

12 Mei 2006, kasus pidana mantan Presiden Soeharto ditutup oleh Kejaksaan Agung, dengan dikeluarkannya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Perkara (SKP3). (more…)

January 2, 2008

Sisi Gelap

Filed under: Luar Negeri, Politik, Tokoh — syamsul @ 12:14 pm
sisi-gelap

M. Samsul Arifin

Ada yang lupa disenggol atau dibicarakan tatkala Benazir Bhutto tewas diterjang peluru seorang penembak jitu di Rawalpindi, 27 Desember 2007 (ihwal ini masih belum menjadi simpul terang). Apa itu? Dinasti politik.

Ini adalah masa silam Pakistani People Party (Partai Rakyat Pakistan), namun juga menjadi masa depannya. Sebab ketok palu untuk melanggengkan dinasti tak pernah lekang. Kurang 72 jam dari kepergian Srikandi Pakistan, PPP menobatkan generasi ketiga Bhutto, Bilawal Bhutto Zardari sebagai ketua umum partai yang didirikan sang kakek, Zulfiqar Ali Bhutto, tahun 1957. (more…)