Henry Sianipar
Seperti namanya, Panic Room ya berarti ruangan yang sah untuk berpanik-panik ria. Boleh lari sana-sini, bergegas ke meja satu ke sana-sini, mencatat data dengan benar di layar komputer dan memastikan sekali lagi angka-angka yang masuk dengan suara yang jelas dan terkadang tinggi. Inilah gambaran yang terjadi di Panic Room, di lantai 5 Gedung Kompas Surabaya.
Hajatan besar digelar Kompas dan SCTV untuk menghitung cepat suara Pilkada Jatim, pemilihan gubernur langsung terbesar di Indonesia. Tetapi Panic Room bukan hanya berlaku di lantai 5, rasa kepanikan juga sering menyergap di gang kecil, di samping panggung live Liputan 6 di lantai 6 Gedung Kompas. Gang Senggol yang sudah dipenuhi dengan peralatan master control menjadi lebih sempit karena pergerakan produser, presenter, PD, audio man, switcher dan kru master kontrol lain. Senggol-senggolan menjadi hal yang biasa selama siaran live all program dilakukan di gang senggol master control ini. Belum lagi harus berkali-kali terjungkal karena tersangkut kabel. Walau sudah bersikap hati-hati, belumlah cukup. (more…)
Yus Ariyanto
Primus Yustisio mendaftarkan diri sebagai calon bupati Subang, Jawa Barat. Tak ada yang keliru. Demokrasi menggaransi hak bintang sinetron ini untuk mencalonkan diri.
Tapi, kenyataan ini kian menguatkan asumsi yang secara diam-diam mekar belakangan: ah, gampang kok menjadi birokrat. Tak dibutuhkan bekal dan kemampuan khusus. Jabatan politik menjadi terkesan murahan. (more…)
Moh. Samsul Arifin
Sebuah sore jelang Pemilu 2004. Kami menjemput Arief Budiman di rumahnya di Jakarta. Saat itu Abdurrahman Wahid tengah dirawat di RSCM akibat stroke ringan. Mengetahui kawan karibnya terbaring lemah, Arief membawa kami membesuk Gus Dur. Ada keheningan di ruang Gus Dur, namun seperti biasanya ia tetap hangat pada Arief, termasuk berbicara masalah mutakhir di lanskap kebangsaan.
Saya teringat pertemuan itu. Dan terlebih lagi dengan apa yang pernah dilakukan kakak Soe Hok Gie itu tahun 1971 silam serta kini didengungkan Gus Dur selepas gugatan Muhaimin Iskandar dimenangkan PN Jakarta Selatan. Apa itu gerangan? (more…)
Dwi Anggia
Minggu, satu Juni 2008. Matahari sudah semakin tinggi, selepas Dzuhur ratusan masa mulai berdatangan di depan Istana Negara. Di beberapa titik di depan Istana, termasuk di kawasan monas, sejumlah kelompok masa yang berbeda, berkumpul. Tuntutan mereka sama. Batalkan kenaikan harga BBM, turunkan harga kebutuhan pokok, kadang-kadang ada satu dua yang berbeda, liberalisasi aset energi milik negara. Katanya, sih, agar jangan dikuasai dan dinikmati orang asing.
(more…)
Iskandar Siahaan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan 13 partai politik gagal lolos dari verifikasi administrasi. Sebab kegagalan lantaran partai-partai politik itu tidak memenuhi persyaratan sebagaimana disebut dalam Undang-undang No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD, antara lain tidak memiliki badan hukum atau tidak memiliki jumlah kepengurusan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota.
Maka, dari 64 partai politik yang mengembalikan berkas pendaftaran calon peserta pemilihan umum 2009, 51 partai berhak menjalani proses verifikasi faktual. Partai-partai ini harus bisa membuktikan, antara lain, bahwa benar pengurusnya di tingkat pusat diisi sekurang-kurangnya 30 persen perempuan atau memiliki anggota sekurang-kurangnya 1.000 atau 1/1.000 dari jumlah penduduk pada setiap kabupaten/kota di mana parpol itu berada. (more…)
Andy Budiman
Bung, saya jadi ingat masa lalu. Saya lihat Anda di TV, bikin partai baru. Apa namanya, Bung? Maaf saya agak lupa nama partai baru Anda. Maklum, Bung, bagi saya, Anda terlalu identik dengan Golkar masa lalu.
Tapi wajah Anda tak pernah saya lupa. Jauh sebelum muncul di TV, saya masih ingat tampang Anda. Masih pakai pomade, kan? Dengan sisir rapi jali ke belakang. Ya, saya ingat wajah Anda yang klimis dan berminyak. Masih suka pakai safari kuning? (more…)
Moh. Samsul Arifin
Pintu yang dibuka Chairil Anwar sekarang menyempit saat pemerintah (menanggapi rekomendasi Bakor Pakem) melarang Ahmadiyah di tanah air. Ahmadiyah dinilai menodai Islam, sebab menahbiskan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan Tadzkirah sebagai kitab suci. Tak pelak lagi Ahmadiyah dicap sesat dan menyesatkan! Kini sekitar 500 ribu penganut Ahmadiyah yang tersebar sejak Manis Lor dan Pancor (Lombok Tengah) hingga Parung-Bogor harus siap-siap mengganti keyakinan jika tak mau di jidat mereka distempeli kata laknat: Tersesat.
***
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling (more…)
Anton Bahtiar Rifa’i
Di awal dekade 1990-an, lima anak muda tampil di layar TVRI. Dengan gaya seenaknya meski agak sedikit kikuk, mereka menyanyikan lagu dalam iringan musik rock ‘n’ roll yang keras: “Memang, kantongku memang kering. Jangan menghina, yang penting bukannya maling. Memang, jaketku memang kotor. Jangan menghina, yang penting bukan koruptor……” Kelima anak muda yang tergabung dalam grup Slank itu–Bimbim (drum), Kaka (vokal), Pay (gitar), Indra (kibor), dan Bongki (bas)—tengah menyanyikan lagu Memang dari album Suit Suit He He. Saat itu, sesungguhnya publik tengah menjadi saksi: musik rock Indonesia tengah memasuki fase baru.
(more…)
Moh. Samsul Arifin
“Libido” yang demikian tinggi pada sejumlah tokoh untuk mendirikan parpol berpengaruh besar bagi penataan sistem kepartaian. Tiga kali pemilu di masa reformasi agaknya belum akan membikin rakyat ini menikmati “madu” demokrasi. Negeri ini terbelenggu bendera parpol. Jadi, apa yang bisa diharapkan dari 69 parpol yang berhasrat besar ikut Pemilu 2009?
(more…)
Merdi Sofansyah
Hari genee nggak punya blog ? Mantan ketua umum Partai Golkar, Akbar Tandjung akhirnya tak tahan juga untuk tidak merambah ranah blog (website log). Maka, lahirlah bangakbar.com yang resmi diluncurkan hari ini (5 April 2008). Dengan blognya, Bang Akbar yang juga mantan Ketua DPR, ingin membuka komunikasi yang intens sekaligus mengukur jarak masyakarat terhadap dirinya, atau bisakah dibaca sebagai langkah terobosan untuk menyambut momentum akbar pemilihan presiden 2009 ?
(more…)