Wednesday, May 22, 2013

Foke dan FPI

August - 8 - 2010 53 KOMENTAR
foke-dan-fpi

Yus Ariyanto

Ahli strategi militer Sun Tzu disebut-sebut menjadi pelontar pertama. Filsuf Niccolo Machiavelli terkadang dihubung-hubungkan juga. Tapi, agaknya Al Pacino, sebagai Michael Corleone di The Godfather: Part II, yang paling bertanggung jawab atas popularitas kalimat ini: keep your friends close, but your enemies closer.

Kalimat di atas menggenangi pikiran saya saat mendengar Pemprov DKI Jakarta akan menggandeng Front Pembela Islam (FPI) dalam mengamankan Jakarta sepanjang Ramadan. “Kita mengajak FPI sebagai komponen masyarakat untuk mengamankan bulan Ramadan, supaya umat Islam menjalankan ibadah lebih khusuk,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke [baca: Foke Ajak FPI Amankan Ramadan].

Langkah ini kontroversial. Dengan mengajak FPI, menurut LBH Jakarta, Foke telah memilih bersekutu dan mendukung kekerasan. “Ini kontras dengan sikap Foke terhadap masyarakat sipil yang selama ini cenderung tutup kuping dan sulit untuk menerima masukan dan kritik,” kata Direktur LBH Jakarta Nurkholis Hidayat dalam jumpa pers, Jumat lalu.

Terkait FPI, Foke juga jadi sorotan saat datang ke acara ulang tahun FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, pekan lalu. Kesan yang meruap: mesra. Ah, ingatan kita masih cukup kuat untuk menjulur sampai April silam. Di saat itu, FPI ikut dalam massa yang mempertahankan makam Mbah Priok di Jakarta Utara yang hendak digusur Satpol PP. Bentrokan meletus, darah tumpah: tiga anggota Satpol PP tewas.

Tetap bertengger dua pertanyaan ini: ada apa di balik perangkulan FPI? Siapa memperalat siapa? Seorang teman nyeletuk, “Kan aparat Pemprov sudah digaji untuk mengerjakan hal-hal seperti itu. Kok masih ngajak-ngajak pihak lain? Mau cari aman dan enak sendiri?”

Mendengar celetukan itu, saya hanya menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.  Di rumah, saya mencari-cari The Godfather: Part II, ingin melihat lagi Al Pacino mengucapkan “keep your friends…” Tidak ada. Dalam kecewa, saya membayangkan ini: Foke merangkul juga FPI demi membebaskan Jakarta dari macet dan banjir.

Wajah Baru Liputan6.com

September - 8 - 2008 92 KOMENTAR
wajah-baru-liputan6-com

Yus Ariyanto

Hari ini, genap sepekan Liputan6.com bersalin wajah. Mungkin di antara Anda telah ada yang terbiasa, barangkali ada juga yang belum.

Kami memang terus berbenah. Kata pameo lama, tak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. Kami coba mengamalkannya. Perubahan, tentu ke arah yang lebih baik, harus terus diupayakan. Dari hari ke hari. Tiada henti. Selengkapnya »

jangan-berharap-jakarta-tertib-meskipun-kita-sudah-mati

Gunawan

Pesimis memang. Tapi itulah faktanya, mungkin hampir semua penduduk Jakarta punya perasaan itu. Akibat putus asa orang jadi skeptis, masa bodoh.

“Berapa jumlah bintang di langit? Tak terhitung! Berapa banyak jalan rusak dan berlubang di Jakarta? Tak terhitung!” Selengkapnya »

malu-aku-jadi-orang-indonesia

Moh. Samsul Arifin

Bandara Soekarno-Hatta lumpuh akibat banjir di sejumlah titik Tol Sedyatmo, yang menghubungkan Jakarta dengan bandara internasional tersebut. Gerbang pertama—sekaligus wajah pertama—menuju dan keluar Indonesia itu limbung. Antara 1-3 Februari lalu, penerbangan terpaksa dialihkan ke Halim Perdanakusuma, Palembang, Semarang, Surabaya dan bahkan Singapura! Di antara 30-40 ribu penumpang yang setiap hari datang dan pergi lewat Soekarno-Hatta, sekian ribu pastilah warga negara asing. Di mana akan ditaruh muka kita?

Selengkapnya »

Hujan

December - 11 - 2007 81 KOMENTAR
hujan

Rike Amru

Saya teringat waktu melewati masa kecil di barat Sumatera. Bila hujan datang, ada luapan rasa yang membahagiakan. Hujan, menjadi saat yang seolah menyahihkan saya untuk bermanja pada ibu; memeluk atau sekadar duduk rapat-rapat di sampingnya. Hujan juga menginspirasikan hal-hal menyenangkan; membayangkan bermain, berlarian, mandi hujan bersama teman-teman di halaman rumah. Selengkapnya »

Cinta Bersemi di Udara

December - 7 - 2007 15 KOMENTAR
cinta-bersemi-di-udara

M. Samsul Arifin

Heboh hubungan asmara Pilot-Pramugari di udara. Demikian cover story sebuah koran pagi bertiras besar di Jakarta dalam dua pekan terakhir. Jumat pagi (7/12), saya membaca lagi “Pilot-Pramugari Batavia Kencan di Pesawat”. Kali ini koran itu menggunakan kesaksian seorang pengacara yang kebetulan menyaksikan pilot dan pramugari Batavia Air jurusan Jakarta-Surabaya bercengkerama sekitar 20 menit sebelum pesawat mendarat di Bandara Juanda, Surabaya. Konon, pilot dan pramugari ini sudah digrounded—tak boleh terbang. Selengkapnya »

Berbagi Ruang di Jakarta

November - 23 - 2007 10 KOMENTAR
berbagi-ruang-di-jakarta

M. Samsul Arifin

JOSE Saramago dalam novel “Blindness” melukiskan kota anonim yang dilanda kemacetan hebat gara-gara sebuah mobil mogok. Klakson mobil bersahut-sahutan seolah membentak si pengemudi agar mobil tersebut segera berjalan. Tapi, mobil itu diam di tempat. Barisan mobil di belakangnya menganak ular dan menerbitkan umpatan, syak wasangka dan stress. Selengkapnya »