Moh. Samsul Arifin
Tak ada yang lebih sakit bagi sebuah tim yang telah bangkit, tapi kembali terperosok dalam dan jatuh. Itulah yang dialami tim Gli Azzuri di kancah Euro 2008. Kebangkitan Italia tak lepas dari kepiawaian sang kapten Gianluigi Buffon menjaga gawangnya dari serbuan pemain-pemain Rumania.
Satu momen yang membikin Italia bangkit, tak lain ketika Buffon mematahkan tendangan penalti Adrian Mutu saat Italia-Rumania berbagi angka 1-1. Selepas itu Italia percaya diri, untuk memetik harapan, yakni menyandingkan Piala Dunia dan Piala Eropa. Di pertandingan terakhir grup, Prancis ditekuknya dua gol tanpa balasan.
(more…)
Andy Budiman
Bagi dunia, ada dua kabar baik dari Amerika Serikat. Pertama, sebentar lagi kepemimpinan Bush akan segera berakhir. Kedua, calon terkuat penggantinya adalah Barack Obama.
Obama, kini menjadi magnet baru di jagad politik dunia. Jajak pendapat dalam negeri Amerika Serikat, menempatkan Obama sebagai favorit menggantikan George W. Bush yang sebentar lagi akan menjadi the lame duck president. Di luar negaranya, dunia kini harap-harap cemas menantikan terpilihnya Obama.
Bagi dunia, Obama adalah metafora wajah Amerika yang lebih ramah. Ia berjanji, segera menarik pasukan Amerika dari Irak jika terpilih sebagai presiden. Dalam diplomasi internasional, ia berjanji merangkul para “musuh” Amerika: Hugo Chavez di Venezuela, Mahmoud Ahmadinejad di Iran, dan Fidel Castro di Kuba. Kehidupan masa kecilnya di Indonesia, juga membawa harapan Obama akan mampu lebih berempati kepada dunia ketiga, khususnya negara-negara berpenduduk muslim.
Pertanyaan penting kini muncul: apakah harapan ini pantas kita tempatkan pada seorang Obama? Saya khawatir, harapan dunia khususnya kita di Indonesia, terlalu berlebihan. Ada sejumlah alasan.
(more…)
Anton Bahtiar Rifa’i
Tahun 1933, bertepatan dengan tahun Burung Air, Tibet diselimuti mendung kesedihan. Pemimpin mereka, Dalai Lama ke-13, meninggal dunia. Namun dalam keyakinan Budha Mahayana, satu dari dua sekte besar Budhisme, para pemimpin agama akan mengalami reinkarnasi dan mereka sendiri yang dapat mengendalikan prosesnya. Selama reinkarnasi Dalai Lama belum ditemukan, maka pemerintahan Tibet dipimpin oleh Wali.
Melanjutkan tradisi yang sudah berjalan selama berabad-abad, seperti terurai dalam buku Reincarnation yang ditulis wartawati Daily Mail Vicki Mackenzie, orang-orang bijak dan para petapa Budhis mulai mencari tanda-tanda datangnya dewa-raja yang akan memimpin mereka di masa yang akan datang. Suatu ketika, sang Wali pergi menuju telaga sakral, Lhamo Namtso, 140 kilometer di tenggara Lhasa, tempat “orang-orang pintar” menatap ke dalam air untuk memperoleh gambaran tentang masa depan. Saat sang Wali menatap ke telaga–sementara angin bertiup dan air telaga yang biru berubah menjadi putih—ia melihat gambaran suatu tempat, di mana pohon persik sedang berbunga dan seorang wanita menggendong bayi. Wali pun mahfum, ia telah melihat pemimpinnya di masa depan. Tahun 1950, Tenzin Gyatso atau Dalai Lama ke-14 menjadi kepala Negara dalam usia 15 tahun. (more…)
Yus Ariyanto
Asia, termasuk Malaysia, sempoyongan dihajar krisis moneter. Pada Oktober 1997, majalah Time menemui Anwar Ibrahim, Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Keuangan Malaysia. Lebih penting lagi, ia adalah “putra mahkota” Mahathir Mohamad, sang Nomor Satu.
Perbincangan mengalir. Dimulai dari penyikapan atas krisis sampai menyentuh soal persilangan pendirian di antara Anwar dan Mahathir. Sejumlah kalangan menyebut Anwar terlalu keras menabuh genderang reformasi sehingga justru seperti “duri dalam daging.” Time menjadi perpanjangan rasa ingin tahu publik: lalu, apa yang membuatnya bertahan? (more…)
Yus Ariyanto
Saya tiba di Dili, September 1999, beberapa hari setelah kerusuhan pasca-jajak pendapat yang mengoyak Timor Timur. Jurnalis yang tersisa bisa dihitung dengan jari tangan. Rata-rata senior, sementara saya amat hijau. (more…)
Yus Ariyanto
Ahad, 3 Januari 1999. Senator Robert Toricelli, Kepala Komite Rekrutmen Senator Partai Demokrat, berbicara di stasiun televisi NBC bahwa Hillary Rodham Clinton bakal maju dalam pemilihan senator New York.
Ini klaim sepihak. Seperti termuat di memoarnya, Living History, Hillary langsung memburu, “Bob, kok Anda bicara soal hidupku? Anda tahu bahwa saya tak akan maju. Tapi, kenapa Anda berbicara seperti itu?” (more…)
M. Samsul Arifin
Ada yang lupa disenggol atau dibicarakan tatkala Benazir Bhutto tewas diterjang peluru seorang penembak jitu di Rawalpindi, 27 Desember 2007 (ihwal ini masih belum menjadi simpul terang). Apa itu? Dinasti politik.
Ini adalah masa silam Pakistani People Party (Partai Rakyat Pakistan), namun juga menjadi masa depannya. Sebab ketok palu untuk melanggengkan dinasti tak pernah lekang. Kurang 72 jam dari kepergian Srikandi Pakistan, PPP menobatkan generasi ketiga Bhutto, Bilawal Bhutto Zardari sebagai ketua umum partai yang didirikan sang kakek, Zulfiqar Ali Bhutto, tahun 1957. (more…)
Andy Budiman
Rawalpindi, seolah menjadi kota kutukan bagi dinasti politik Bhutto. April 1979, Zulfikar Ali Bhutto tewas di tiang gantungan penjara Rawalpindi oleh rejim militer Zia Ul Haq. Dua puluh delapan tahun kemudian, anaknya, Benazir Bhutto, tewas dibunuh di atas kendaraan usai kampanye di Lapangan Liaqat Bagh, Rawalpindi. (more…)
Andy Budiman
Perang dunia maya, itulah yang sekarang sedang terjadi di internet, antara para blogger Indonesia dan Malaysia. Perang blog ini, bisa jadi adalah kelanjutan sejarah atas konflik yang selalu mewarnai hubungan kedua negara. Bukan hanya di tingkat pemerintahan, kecurigaan yang bahkan cenderung mengarah kebencian juga menyebar di akar rumput. (more…)
Andy Budiman
Fareed Zakaria, kolumnis Newsweek, dengan gagah berani mengumumkan berakhirnya era Amerika Serikat di panggung dunia (Newsweek Special Edition Issues 2008). Berakhir bukan berarti runtuh. Fareed mau bilang, inilah era keruntuhan Amerika sebagai negara superpower. (more…)