Sunday, May 19, 2013
orang-indonesia-high-class-tapi

Gunawan

Tulisan di bawah adalah surat sahabat saya, yang meminta suratnya untuk disebarluaskan, karena menurutnya sangat perlu untuk diketahui oleh semua orang, harapannya jangan sampai terjadi lagi hal yang mengerikan di dunia penerbangan. Silakan Anda simak.

Teman-teman yang budiman,

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Tapi kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, padahal saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya. Selengkapnya »

selamanya-laskar-pelangi

Syaiful Halim

Pekan-pekan terakhir, bisa dipastikan, film “Laskar Pelangi” tengah mengharubiru seluruh penonton di tanah air. Ikal, Lintang, Kucai, Bu Mus, dan sejumlah tokoh-tokoh lain dalam buku kreasi Andrea Hirata itu, kini tengah berjuang menawarkan inspirasi menjalani hidup melalui layar perak.

Jauh sebelum membaca novel inspiratif itu, dan tentu saja, jauh sebelum film itu digarap, saya mendapati kehidupan Laskar-laskar Pelangi di daerah lain. Di hamparan Pulau Pasir Padangan – gusung yang dijadikan pemukiman seluas sekitar satu kilometer – di tengah Selat Muna, saya menjumpai anak-anak sekolah seusai Ikal dan kawan-kawan. Mereka anak-anak suku Bajo di daerah Sulawesi Tenggara.

Selengkapnya »

hampiri-aku-kembali-ramadhan

Syaiful Halim

Tanpa terasa, hari-hari menakjubkan di atas sajadah Ramadhan telah berlalu. Kaum muslim dimana-mana melantunkan takbir dan tahmid seraya menyambut kemenangan Idul Fitri. Adakah alasan untuk tidak merayakannya secara suka cita?

Ramadhan adalah kesempatan mendulang barokah, ampunan, dan percikan kesucian untuk dijauhkan dari api neraka namun didekatkan pada taman surga. Secara syariat, puasa diartikan menahan makan, minum, dan “ibadah khusus” dengan suami atau istri, sesuai firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah. Pengertian itu membidik kendali fisik.

Selengkapnya »

Billy Soemawisastra

Tampaknya sudah mulai terjadi pergeseran cita-cita di kalangan anak-anak Indonesia dan para orangtuanya, sekarang ini. Jika dulu, umumnya orangtua mencita-citakan anak-anaknya menjadi dokter atau insinyur, kini tak sedikit di antara mereka yang kepingin anaknya menjadi presenter televisi. Tak peduli apakah presenter berita atau presenter hiburan. Yang penting, tampil terkenal menjadi selebritis televisi.

Gejala ini terlihat sewaktu Liputan 6 SCTV menggelar acara Presenter Cilik selama sebulan penuh, sebagai bagian dari acara Dino’s Live atau Summer Holiday with SCTV and Dinosaurus, di Plaza Tenggara Senayan, Jakarta, 21 Juni hingga 20 Juli 2008. Acara ini terbuka untuk umum, terutama anak-anak, pengunjung Dino’s Live. Dengan hanya membayar Rp30 ribu per orang, anak-anak itu bisa tampil seperti presenter beneran. Membaca berita melalui teleprompter di depan kamera.

Selengkapnya »

akhirnya-batik-diapresiasi

Dwi Anggia

Batik, satu dari sekian banyak kekayaan budaya Indonesia. Dulu orang mengenal batik sebagai barang kuno, dan kebanyakan digunakan sebagai kain gendongan oleh ibu-ibu atau bahkan nenek kita. Jarang sekali kaum muda yang mengenakan batik. Bahkan batik hanya digunakan untuk acara-acara resmi atau acara tertentu saja.

Tapi kini, anda juga mungkin merasakan dan melihat secara langsung, batik digunakan oleh banyak kalangan. Seolah olah batik sedang berada dipuncak kejayaannya. Orang berlomba-lomba mengenakan batik, pria, wanita, tua, muda. Tidak hanya masyarakat biasa, batik juga sudah merambah kekalangan artis. Dengan berbagai macam alasan mereka menggunakan batik.

Selengkapnya »