Aribowo Suprayogi
Pukul 23.00, taksi yang saya tumpangi melintasi kawasan Mustafa Centre, sebuah kawasan mall di Singapura yang selalu ramai selama 24 jam. “Hendak ke mana?” supir taksi keturunan India menyapaku dalam logat melayu yang kental. “Marina Bay Sands, tower dua,” kata saya.
Mengira saya adalah Warga negara Indonesia yang akan bermain judi di resor terpadu milik Las Vegas Sands ini, sang sopir dengan akrabnya bercerita mengenai kelakuan orang-orang Indonesia yang bermain judi di Marina Bay Sands. “Dua minggu lalu saya antar seorang wanita chinese warga negara Indonesia yang menangis di taksi saya karena kalah judi dan harus menyerahkan apartemennya,” cerita sang supir. menurutnya, sang wanita bercerita kepada anaknya di Indonesia sambil tersedu-sedu, perihal kekalahannya di meja sic po. Selengkapnya »
