Thursday, May 23, 2013

Demokrasi (Sudah) Mati?

February - 3 - 2009 68 KOMENTAR
demokrasi-sudah-mati

Moh Samsul Arifin

Kematian Ketua DPRD Sumatra Utara Abdul Azis Angkat di tengah riuh rendahnya demonstrasi menuntut pembentukan Provinsi Tapanuli adalah sesuatu yang bermakna tunggal: Anarkisme kini kembali berkuasa dan dipilih sebagian masyarakat negeri ini untuk mewujudkan keinginannya.

Ada yang tumpang tindih di sini, mengapa untuk membentuk daerah administrasi baru atau memekarkan provinsi induk, jalan tak beradab yang dipilih? Demokrasi memiliki prosedur, dan tatkala prosedur memperoleh persetujuan parlemen daerah belum dikantongi, apakah jalan kekerasan menjadi absah?

Selengkapnya »

Arnie dan Dede

April - 22 - 2008 2 KOMENTAR
arnie-dan-dede

Yus Ariyanto

Ketika mulai bertugas selaku Gubernur California pada 2003, Arnold Schwarzenegger mengumumkan sepaket rencana. Ia hendak membenahi problem lingkungan hidup negara bagian tersebut. Arnie, panggilan akrab mantan binaragawan itu, lalu membangun ratusan hektare taman. Ia pun menggelontorkan jutaan dolar untuk restorasi lingkungan, manajemen air bersih, dan pemangkasan tingkat polusi.

Dan, Arnie tak segan menanam mimpi: pada 2020, pasokan listrik California berasal dari energi terbarukan. Misalnya, angin, biomassa, dan matahari. Kader Partai Republik ini percaya, derap perekonomian harus selaras dengan kebijakan ramah lingkungan. Selengkapnya »

tuan-daendels-al-fatihahku-buat-para-korbanmu

Moh. Samsul Arifin

Namanya Herman Willem Daendels. Bacalah nama ini dari buku sejarah di bangku sekolah, Anda bakal terhubung dengan “luka” yang menganga! Ya, proyek ambisius Gubernur Jenderal Hindia Belanda (1808-1811) yang merentangkan jalan antara Anyer-Panarukan itu membawa petaka bagi anak bangsa. Ada beragam data ihwal korban tewas karena kerja paksa membangun jalan yang menyusuri sedikitnya 39 kota tersebut. Selengkapnya »

sarimin-polisi-adu-punggung

Teater adalah dunia yang tak sebenarnya, tempat segala simbol berseliweran, metafora dan bahkan hiperbola bertaburan. Sebagai media kesenian, teater tak mungkin dapat dimaknai secara tunggal. Penonton yang berjubel di sekitar panggung akan menarik makna menurut kepala masing-masing. Demikian pula seharusnya, publik menarik makna dari perhelatan monolog Sarimin yang digelar di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya Sabtu pekan lalu. Selengkapnya »