Saturday, May 18, 2013

Ekstasi Media

December - 16 - 2010 6 KOMENTAR
ekstasi-media

Syaiful Halim

Layar kaca kembali memperlihatkan drama realitas. Dua artis papan atas itu memenuhi undangan polisi. Puluhan pasang mata mengarah ke sebuah mobil mewah yang tiba-tiba merapat di gedung belakang Mabes Polri. Lensa kamera mengikuti pergerakan keduanya, sejak keluar dari mobil, memasuki gedung sambil bergandengan tangan, hingga memasuki gedung. Siraman lampu kilat tidak berhenti berjatuhan ke arah mereka. Teriakan-teriakan yang memanggil-manggil mereka semakin riuh.

Seketika tempat itu seperti red carpet dalam festival-festival film kelas dunia di Hollywood atau negara-negara Eropa. Yang membedakanya dengan situasi red carpet, kedua artis itu seakan berusaha tak peduli dan tidak sedikit pun mengiraukan teriakan-teriakan yang menyambutnya, atau membalas terpaan cahaya kilat dengan lambaian tangan atau senyum penuh pesona yang kerap distandarkan sebagai etika kalangan modern. Selengkapnya »

Pang Tjin Nio

February - 12 - 2010 7 KOMENTAR
pang-tjin-nio

Syaiful Halim

Sebuah perahu eretan melintasi Sungai Cisadane yang membelah Kota Tangerang, Banten. Orang-orang di atasnya berdiri sambil berharap agar perahu bisa lekas sampai. Penduduk yang bermukim di pinggiran sungai itu memang hanya mengandalkan perahu eretan sebagai sarana untuk menyeberang. Dan sebagian besar penduduk di pinggiran sungai itu adalah warga Cina Benteng. Termasuk, Pang Tjin Nio –lebih dikenal dengan nama Masnah.

Pang Tjin Nio adalah maestro kesenian gambang kromong, yang sejak remaja hingga usia senjanya mengabdikan diri pada dunia panggung. Saat ini, hanya Masnah yang sanggup menyanyikan lagu-lagu gambang kromong klasik. Selengkapnya »

menyoal-gado-gado-sang-jurnalis

Sesaat setelah buku Gado-Gado Sang Jurnalis: Rundown Wartawan Ecek-Ecek karya saya memasuki rak toko buku, seorang sahabat menyodorkan dua kritik serius. Yakni, soal pemilihan tokoh “saya” dan momen peluncurannya yang dianggap berbanding terbalik dengan kondisi sekarang.

“Kenapa juga harus sampean sendiri yang menjadi kendaraan cerita. Apa tidak khawatir buku itu bakal disebut otobiografi? Bahkan, sampean bisa dicap pemuja aliran narsis?!” Selengkapnya »

kemiskinan-dan-aroma-lumpur-lapindo

Syaiful Halim

Tidak mudah menorehkan nilai paling tepat dalam lajur Bidang Kesra untuk Kabinet Indonesia Bersatu jilid satu. Selain menyangkut pasokan data yang teramat bejibun, juga dihadang kekhawatiran soal obyektivitas. Sehingga, harap dimaklum, bila pada akhirnya saya memilih fakta “terpopuler” di mata pemirsa sebagai alasan penilaian.

09/09/2009: Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie dijadwalkan bertemu Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam kunjungan kerjanya ke Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua. Menurutnya, pertemuan itu bukan agenda utama karena kunjungan kerjanya ke Enarotali adalah untuk meresmikan dimulainya pembangunan permukiman terpadu tahap I di kampung Madi, Enarotali.

Dengan pendekatan itu, Ical berharap, mereka mau turun kembali ke kampung halamannya dan membaur dengan masyarakat lainnya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selengkapnya »

bicaralah-dengan-kata-kata

Syaiful Halim

Aku juga paham engkau bisa sampaikan maksud

Bicaralah dengan mulut dan pikiran

Agar engkau merasa lega dan terpuaskan

Atau barangkali bisa penuhi segala hasrat

Aku akan mengerti bila engkau deretkan kalimat

Aku juga bisa tersadar bila engkau bertutur tujuan

Bicaralah dengan mulut dan hati

Agar engkau merasa senang dan kegirangan

Atau mungkin bisa perlihatkan keinginan

Mohon

: bukan dengan gelegar halilintar dan kepulan asap hitam

Tangerang, 17 Juli 2009

Saya ingin menulis panjang monolog yang berkumandang di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, 16 Juli 2009 lalu. Tapi, keterbatasan memahami semiotik berbahasa menjegal niat itu. Karena, saya memang tidak mengerti apalagi mampu memaknai pesan itu. Sehingga, hanya kalimat-kalimat pendek tak bermakna juga yang muncul. Persoalan berbahasa? Selengkapnya »

Debat Facebook

August - 2 - 2009 34 KOMENTAR
debat-facebook

Syaiful Halim

Tenda dan bilik TPS sudah lama dibongkar. Para relawan sejumlah lembaga survey sudah lama meng-SMS hasil perhitungan suara, agar hasil quick count bisa buru-buru dipubilikasikan media massa. Peduli dengan itu segala kenyataan. Faktanya, vonis dari KPU ternyata beda-beda tipis dengan quick count. Maka, SBY-Boediono pun multak menang pilpres dalam satu putaran!

Seorang sahabat, mantan reporter sebuah televisi swasta yang sekarang giat mengajar di berbagai kampus sambil menyambi menjadi konsultan politik, menuliskan “gagasan”nya di sebuah situs pertemanan. Tulisnya, “Kehidupan terus berjalan. Hidup adalah perjuangan. Mari bersama menunggu kenaikan tarif listrik, tarif tol, BBM & pengangguran makin meningkat. Waspadai juga angka kriminalitas makin mengerikan.” Selengkapnya »

capres-di-depan-kamera

Syaiful Halim

Debat capres berakhir sudah. Meski tidak menggambarkan secara nyata apa-apa yang bakal diperbuatnya kelak, momen itu telah berhasil “melukis” kemampuan para capres di depan kamera. Adakah pengaruhnya terhadap masyarakat?

Sepuluh tahun yang silam, ketika Timor Timur bergolak dan jutaan warganya hijrah ke Nusa Tenggara Timur. Perbatasan Mota’ain di Belu hingga Pelabuhan Tenau di Kupang menjadi gerbang utama eksodus. Selama berhari-hari, jutaan drama berhamburan di depan mata. Saya termasuk jurnalis yang sangat beruntung bisa leluasa merekam seluruh momen, tanpa takut dihadang para pengungsi.  Selengkapnya »

Nyanyian TKW Capres

June - 22 - 2009 29 KOMENTAR
nyanyian-tkw-capres

Syaiful Halim

Di luar bayangan, debat capres putaran pertama yang ditunggu-tunggu masyarakat luas ternyata berlangsung “anyep” alias kurang greget. Ketika diminta menguraikan agenda penanganan tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri, ketiga capres justru memainkan partitur dan lirik yang seragam. Kok bisa?

Sepuluh tahun yang lalu, saya pernah mendapat kesempatan menyaksikan kampung-kampung tenaga kerja Indonesia (TKI) sukses di suatu desa di Ponorogo, Jawa Timur, bersama Dirjen Binapenta Depnaker waktu itu, Dien Syamsuddin. Selain “dipaksa” merekam cuplikan sukses demi sukses TKI (plus TKW), kami juga menyaksikan dialog pak Dirjen dengan para pemilik Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Seperti biasa, dialog lebih banyak mengumbar problem dari sisi PJTKI dan keinginan untuk mendapat lebih atas usahanya. Sedangkan cerita tentang sisi TKI atau TKW tidak muncul. Selengkapnya »

Cawapres Kejawen

June - 6 - 2009 52 KOMENTAR
cawapres-kejawen

Syaiful Halim

Lead sebuah tabloid sempat menggoda mata yang menuliskan tuduhan seorang cawapres beraliran Kejawen. Bahkan, katanya, istri sang cawapres beragama Katolik. Di halaman berikutnya, saya makin paham bahwa tabloid itu memang tengah mengulas berbagai hal soal “basa-basi” para kandidat dengan bajo kokonya atau kekhawatiran isu jilbab.

Mata saya berhenti melirik kalimat demi kalimat itu, ketika tiba-tiba saja seorang teman memberikan buku “Syekh Siti Jenar” yang ditulis Achmad Chojim. Saya sempat terkejut dibuatnya. Karena tidak menduga bakal mendapat hadiah dadakan. Bahkan, mulut pun sempat tidak bisa berkata-kata. Ada apa? Selengkapnya »

surat-ibud-dan-navis

Syaiful Halim

Seorang pembaca (Ibud) di blog saya menulis:

Saya merasa, pengalaman Helmi 15 tahun di tempat ‘pembuangan’ mirip pengalaman saya. Namun saya belum menjadi sufi. Saya baru belajar bersabar dan mudah-mudahan tetap sabar. Apakah sosok helmi adalah real atau hanya rekaan? Kalau benar real ALLAH memang Mahapengasih dan Mahapenyayang siapa pun yang merasa terpinggirkan, sendiri dan tidak berdaya selalu disinari nurNYA sehingga dapat menemukan kesabaran, mencari pengetahuan untuk lebih dalam mengenalNYA sebagai penguat hati, tempat bersandar dan bertawaqal. SUBHANALLAH Maha Suci ALLAH.

Pembaca lain (Navis) juga menorehkan pengalamannya:

Sekitar 13 tahun yang lalu saya juga berpengalaman terasingkan, bahkan orang-orang di sekitar saya menganggap saya sedang stress selama kurang lebih 6 bulan. Padahal dalam 6 bulan itulah saya merasakan sedang asyik-asyiknya dekat dan bercengkrama dengan Al Khaliq. Setidaknya 6 bulan itu telah menjadi pondasi kadar keimanan saya, akhlaq saya, dan alhamdulillah dg hikmah kesabaran saya sekarang merupakan pemuda yang berpenghasilan lumayan (20jt-an/bulan). Tapi bukan itu tujuan hidup saya. Tujuan saya adalah kedekatan saya dengan Al Khaliq di saat apa pun juga. Di saat semua org menganggap saya stress, saya ttp dekat dg Allah, Juga di saat orang banyak mengelu-elukan saya jg tetap dekat dg Al Khaliq. Pengalaman 6 bulan itu tidak hanya suatu kesengajaan saja, karena saat-saat itu memang telah lama saya rindukan dan nanti-nantikan. Dan akhirnya datang juga kebinasaan saya, keterpurukan saya. Tapi akhirnya menjadi pondasi kesuksesan saya pada hari ini hattal yaumil qiyamah dan akan terus saya wariskan kepada generasi-generasi keturunan saya maupun siapa saja yang mau mengambil tauladan ini. Saya jg menyitir salah satu hadis qudsi, ‘Suatu ketika mintalah petuah kepada hati nuranimu, jika hati nuranimu mengatakan bahwa sesuatu itu baik maka hakikatnya itu adalah baik, dan apabila hati nuranimu mengatakan bahwa sesuatu itu jelek maka hakikatnya itu adalah jelek.’ Tetapi saran saya buat semua utk menuju kemuliaan akhlaq jgn menunggu ketika terpuruk, sedini mungkin memahami ajaran Allah dan rosulNya dengan mendalam Insya Allah akan jg bisa meceburkan diri pada akhlaqul karimah seperti yg dicontohkan oleh Rosulullah SAW.” Selengkapnya »

sultan-butuni-pemimpin-orang-buton

Syaiful Halim

Selama ini, Pulau Buton lebih dikenal sebagai pulau penghasil aspal. Padahal di luar hasil bumi itu, pulau ini memiliki “harta karun” nan dasyat. Yakni, jejak arkeologis berupa benteng-benteng yang nyaris mengepung seluruh pulau dan sejarah panjang Kesultanan Butuni.

Pulau Buton adalah pulau benteng. Karena, bangunan yang menjadi basis pertahanan militer tersebut tersebar di banyak tempat. Sehingga, pulau tersebut kerap disebut sebagai “Negeri Seribu Benteng” atau “castle in town”. Karena, kota-kota penting di pulau itu hampir dikelilingi benteng-benteng – mirip konsep tata ruang negeri Jerman yang dikelilingi benteng-benteng. Namun, dunia pariwisata kerap “memaksa” wisatawan yang berkunjung ke daerah itu hanya mengenal Benteng Keraton Wolio. Ini bisa dimaklumi, karena benteng itu merupakan simbol kejayaan Kesultanan Butuni, sekaligus sebagai satu-satunya bukti sejarah yang masih terawat. Selengkapnya »

Sufi Gaul

April - 24 - 2009 80 KOMENTAR
sufi-gaul

Syaiful Halim

Di sebuah perusahaan farmasi, seorang brand manager bernama Helmi rajin mengajak teman-temannya berdiskusi tentang agama. Buku-buku dan print-out hasil browsing tentang masalah tauhid menumpuk di meja kerjanya. Sehingga tidak jelas lagi, sebenarnya ia tengah bekerja atau memanfaatkan ruang kerja untuk mengaji?

Padahal, ia tidak sedang diparkir atau masuk kotak. Kesibukannya juga sangat banyak. Maklum, ia merupakan manejer untuk memasarkan produk-produk farmasi ethical dan OTC. Ethical merupakan jenis obat yang diresepkan, sedangkan OTC merupakan jenis obat yang dijual bebas. Tapi, ia tetap saja meluangkan banyak waktu dan memfaatkan kesempatan sebisa-bisanya, untuk melengkapai wawasan agama. Dan, sedapat mungkin berwasiat juga tentang kebenaran dan kesabaran kepada karyawan lain. Selengkapnya »

Politik Haji Acep

March - 27 - 2009 41 KOMENTAR
politik-haji-acep

Syaiful Halim

Saya mengenalnya sebagai pak Haji. Karena hampir setiap saat, ia mengenakan kopiah putih dan gamis. Jenggot panjang menggantung di dagunya. Kaca mata tebal selalu duduk manis di atas hidungnya. Namanya, Haji Acep. Belakangan saya juga tahu, ada dua gelar kesarjanaan di belakang namanya.

Dulu saya menduga, ia pengikut semacam aliran tarekat. Atau, ia pastilah bagian dari orang-orang yang sepanjang hidupnya berserah diri kepada Yang Mahamandiri. Kalangan kaum sufi, bisa jadi. Rasa segan sudah pasti merasuk di dalam jiwa ketika bertemu dengannya. Karena, saya merasa, belum bisa seperti dia. Selengkapnya »

Punggawa Perahu Sandeq

February - 20 - 2009 19 KOMENTAR
punggawa-perahu-sandeq

Syaiful Halim

Kawasan pesisir Sulawesi Barat dikenal sebagai tempat bermukimnya suku Mandar – salah satu suku laut di pulau Sulawesi. Dalam dunia antropologi, nama suku Mandar senantiasa disejajarkan dengan suku Bugis, suku Makassar, atau suku Bajo. Salah satu perbedaan suku Mandar dibandingkan suku-suku laut lainnya di pulau Sulawesi, mereka dikenal sebagai possasiq atau pelaut-pelaut yang tangguh.

Sebenarnya, mereka bukan hanya dikenal sebagai pelaut yang sanggup mengarungi lautan berapa pun jauhnya. Tapi, mereka pun handal dalam mengumpulkan ikan di laut-laut dalam. Mereka memang menggantungkan nafkah sehari-harinya pada laut. Sehingga, perahu dan laut pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan mereka. Selengkapnya »

lompatan-ksatria-katak-2

Syaiful Halim

Seorang teman menyatakan keprihatinannya atas cerita “Lompatan Ksatria Katak” terdahulu. “Sangat real,” katanya. Karena, ia pun merasa jadi bagian dari kaum Ksatria Katak itu. Dalam konteks organisasi yang diikutinya, tentu saja. Sebaliknya, seorang teman lain bertanya-tanya, adakah cerita itu di dunia nyata? Kalau iya, bagaimana gambaran rincinya?

Bila teman yang pertama berada di sebuah lingkungan perusahaan besar, maka teman yang kedua baru saja lulus dari bangku kuliah. Maka, sangat wajar, bila cerita “Lompatan Ksatria Katak” menghadirkan dua persepsi yang bertolak-belakang; keprihatinan dan ketidakpercayaan. Sehingga, saya harus memilih, untuk memberikan cerita tambahan untuk kedua teman saya itu. Dan, semoga masing-masing menangkap pesan yang saya maksud dengan kejujuran. Selengkapnya »