Syaiful Halim
Layar kaca kembali memperlihatkan drama realitas. Dua artis papan atas itu memenuhi undangan polisi. Puluhan pasang mata mengarah ke sebuah mobil mewah yang tiba-tiba merapat di gedung belakang Mabes Polri. Lensa kamera mengikuti pergerakan keduanya, sejak keluar dari mobil, memasuki gedung sambil bergandengan tangan, hingga memasuki gedung. Siraman lampu kilat tidak berhenti berjatuhan ke arah mereka. Teriakan-teriakan yang memanggil-manggil mereka semakin riuh.
Seketika tempat itu seperti red carpet dalam festival-festival film kelas dunia di Hollywood atau negara-negara Eropa. Yang membedakanya dengan situasi red carpet, kedua artis itu seakan berusaha tak peduli dan tidak sedikit pun mengiraukan teriakan-teriakan yang menyambutnya, atau membalas terpaan cahaya kilat dengan lambaian tangan atau senyum penuh pesona yang kerap distandarkan sebagai etika kalangan modern. Selengkapnya »
