Monday, March 22, 2010
aku-hamil-maka-aku-istimewa

Iskandar Siahaan

Seorang wanita hamil menulis surat pembaca di sebuah harian Ibu Kota. Isinya berisi keluhan tentang sikap seorang sopir taksi yang ia nilai tidak punya empati pada seorang wanita hamil. Peristiwanya demikian: bersama dua kawannya, sang wanita yang duduk di sebelah sopir muntah. Spontan si sopir panik dan berucap, ”Aduh muntah, awas jangan kena jok”.

Pastilah dalam benak si wanita hamil ini, si sopir tidak semestinya bicara seperti itu. Ia adalah wanita, sedang hamil pula. Muntah bukanlah keinginannya, tapi bawaan orok. Atau, lebih jauh, mungkin si wanita hamil itu beranggapan bahwa bayi yang sedang ia kandung itu adalah penerus bangsa. Boleh jadi kelak anak itu menjadi presiden. Atau, macam-macam lainnyalah. Tak terpikir olehnya, anak itu juga kelak bisa jadi teroris. Selengkapnya »

generasi-muda-penerus-bangsa

Iskandar Siahaan

Sering kita mendengar atau membaca pernyataan begini: generasi muda adalah penerus bangsa. Pernyataan seperti ini sering keluar dari mulut seorang tokoh publik. Biasanya itu diucapkan ketika memperingati peristiwa sejarah berkaitan dengan peran generasi muda. Pertanyaannya: apa benar generasi muda penerus bangsa?

Kalau asumsinya bahwa generasi muda sekarang pastilah kelak berperilaku baik dan berkeinginan mempertahankan kelangsungan hidup berbangsa, pernyataan itu bisa jadi benar. Tapi, kenyataannya, yang disebut generasi muda itu tidaklah tunggal dan statis. Aspirasi dan keinginan mereka bisa saja berkembang seiring perjalanannya. Sikapnya terhadap bangsa pun bisa saja berubah. Misalnya, sebagai individu atau kelompok, ada bagian dari generasi muda sekarang yang merasa bangsa yang sekarang tak perlu diteruskan. Selengkapnya »

Mari Berhimpun…

June - 6 - 2008 15 KOMENTAR
mari-berhimpun

Iskandar Siahaan

Di tengah euforia masyarakat menggunakan multimedia sebagai alat baru buat mengekspresikan diri, mencari, dan berbagi informasi, sontak sebuah Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disetujui oleh pemerintah dan DPR. Salah satu pasal dalam undang-undang ini mengancam pengguna multimedia dengan hukuman penjara jika isi informasi yang ia produksi mencemarkan atau mencederai kehormatan orang lain.

Masih dekat dengan masa itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh mengeluarkan kebijakan menutup akses publik terhadap situs Youtube. Menteri yang konon doktor di bidang teknologi informasi itu ingin menghalangi publik menonton video yang diproduksi oleh seorang anggota parlemen Belanda yang isinya menghina nabi junjungan umat Islam. Selengkapnya »

protes-atas-verifikasi-parpol-kpu

Iskandar Siahaan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan 13 partai politik gagal lolos dari verifikasi administrasi. Sebab kegagalan lantaran partai-partai politik itu tidak memenuhi persyaratan sebagaimana disebut dalam Undang-undang No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD, antara lain tidak memiliki badan hukum atau tidak memiliki jumlah kepengurusan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota.

Maka, dari 64 partai politik yang mengembalikan berkas pendaftaran calon peserta pemilihan umum 2009, 51 partai berhak menjalani proses verifikasi faktual. Partai-partai ini harus bisa membuktikan, antara lain, bahwa benar pengurusnya di tingkat pusat diisi sekurang-kurangnya 30 persen perempuan atau memiliki anggota sekurang-kurangnya 1.000 atau 1/1.000 dari jumlah penduduk pada setiap kabupaten/kota di mana parpol itu berada. Selengkapnya »

Tetap Juga Terkini

February - 21 - 2008 3 KOMENTAR
tetap-juga-terkini

Iskandar Siahaan

(Catatan: Dua tulisan Iskandar Siahaan yang dimaksudkan sebagai tanggapan dua artikel Salomo Simanungkalit di Kompas tak dimuat. Kompas hanya menyediakan rubrik surat pembaca ini untuk menampungnya. Tulisan pertama Iskandar akhirnya kami terbitkan sebagai Catatan Produser. Berikut adalah tulisan keduanya, Admin.)

Hanya karena–dengan segala hormat–seorang Sutardji Calzoum Bachri menulis sebuah puisi–dan di dalamnya ada frasa paling mawar–Salomo Simanungkalit (Kompas, 15/2) bangun dari tidur dogmatisnya. Selengkapnya »

para-penerima-kutuk-globalisasi

Iskandar Siahaan

Globalisasi sebagai kutuk sedang menimpa orang kecil di negeri kita. Pedagang tahu dan tempe adalah salah satu contohnya. Sebelumnya, ibu-ibu rumah tangga miskin dan pedagang penganan kecil merasakan hal sama. Ketika itu terjadi kelangkaan minyak goreng. Bersamaan dengan kutuk harga kedelai, ibu-ibu rumah tangga dan para pedagang kecil juga sedang merasakan kutuk kelangkaan minyak tanah. Selengkapnya »

Bulan Para Peramal

December - 19 - 2007 13 KOMENTAR
bulan-para-peramal

Iskandar Siahaan

Desember di Indonesia – entahlah di negeri lain – adalah bulan para peramal. Pada bulan ini muncul banyak peramal. Aktornya macam-macam. Ada yang disebut atau menyebut diri paranormal, dukun, hingga pakar. Dasarnya meramal ada yang berbasiskan data dan pemikiran rasional, tapi ada pula yang tidak berbasiskan data sama sekali dan irasional. Hasil ramalan mereka dikonsumsi dengan rakusnya oleh rakyat Indonesia, baik secara langsung berkomunikasi dengan para peramal maupun melalui media-massa. Selengkapnya »