Wednesday, June 19, 2013
panic-room-di-gang-senggol

Henry Sianipar

Seperti namanya, Panic Room ya berarti ruangan yang sah untuk berpanik-panik ria. Boleh lari sana-sini, bergegas ke meja satu ke sana-sini, mencatat data dengan benar di layar komputer dan memastikan sekali lagi angka-angka yang masuk dengan suara yang jelas dan terkadang tinggi. Inilah gambaran yang terjadi di Panic Room, di lantai 5 Gedung Kompas Surabaya.

Hajatan besar digelar Kompas dan SCTV untuk menghitung cepat suara Pilkada Jatim, pemilihan gubernur langsung terbesar di Indonesia. Tetapi Panic Room bukan hanya berlaku di lantai 5, rasa kepanikan juga sering menyergap di gang kecil, di samping panggung live Liputan 6 di lantai 6 Gedung Kompas. Gang Senggol yang sudah dipenuhi dengan peralatan master control menjadi lebih sempit karena pergerakan produser, presenter, PD, audio man, switcher dan kru master kontrol lain. Senggol-senggolan menjadi hal yang biasa selama siaran live all program dilakukan di gang senggol master control ini. Belum lagi harus berkali-kali terjungkal karena tersangkut kabel. Walau sudah bersikap hati-hati, belumlah cukup. Selengkapnya »

Menanti Protokol Baru

December - 14 - 2007 6 KOMENTAR
menanti-protokol-baru

Henry Sianipar

Jumat siang, di Media Center BICC, tempat penyelenggaraan KTT Perubahan Iklim (UNFCCC). Mungkin karena di Bali, nuansa sholat Jumat, tidak terlalu terlihat di sini. Sebagian besar jurnalis di tempat ini didominasi wartawan asing, dari beraneka bangsa. Kasak-kusuk, gosip sana sini, hilir-mudik membawa tripod, kamera, lampu, laptop, dan perabotan peliputan lain. Beragam peralatan, saya yakin mereka berpikir sama saat ini: apakah Konferensi ini bisa menghasilkan sesuatu yang berguna untuk menyelamatkan bumi dari perubahan iklim. Selengkapnya »