Saturday, May 18, 2013
main-di-luar-negeri-yuk

Ariyo Ardi

Sebelum tahun 1996, mungkin hanya sedikit publik sepakbola yang tahu kehebatan sepakbola Ceko, tapi setelah negara yang dulu bergabung dengan Slovakia ini menahan Jerman selama dua kali 45 menit di babak final pada Piala Eropa 1996 di Inggris, dunia baru tahu ada talenta besar di negara yang terletak di Eropa Tengah ini.

Ceko memang harus puas dengan gelar runner up, setelah striker Tim Panser Oliver Bierhoff mencetak golden goal pada babak sudden death, tapi setelah turnamen selesai para pencari bakat klub papan atas liga Inggris mengontrak dua andalan Ceko, Karel Poborsky yang dijuluki Si Kereta Cepat, karena kemampuannya menerobos kanan luar pertahanan lawan menjadi anggota theatre of dreams, Manchester United, sedangkan kiri luar Patrik Berger resmi menjadi bagian dari Anfield Gang, Liverpool. Selengkapnya »

minggu-yang-indahhhhhhhhh

Ariyo Ardi

Entah berapa huruf H yang bisa mewakili perasaan senang saya di minggu pertama bulan Desember ini.Rabu lalu para pemain sepak bola terbaik di tanah air (saat ini) memberi pelajaran berharga kepada Harimau Muda, sebutan bagi kesebelasan Malaysia yang kebanyakan diisi pemain berusia 19-20 tahun, bagaimana cara bertahan yang baik agar tidak kebobolan hampir setengah lusin gol, Indonesia menang 5-1.

Tiga hari berikutnya, Firman Utina dkk menambah tabungan gol Tim Merah Putih pada pertandingan kedua grup A dengan memasukkan enam gol tanpa balas ke jala Sengphachan Bounthisanh, meski saya sempat kesal melihat gaya permainan Indonesia setelah unggul 4-0, karena semua pemain sangat ingin mencatatkan nama mereka di papan skor dengan melupakan kerjasama.  Padahal jika ego mereka bisa diredam, bola yang bersarang di gawang Laos sangat mungkin lebih banyak lagi. Selengkapnya »

t-i-a-this-is-afrika

Ariyo Ardi

Ketika mendengar kata Afrika yang pertama kali terbayang dalam benak sebagian orang adalah seram dan terbelakang. Tak salah memang, karena banyak buku dan film dan juga tayangan televisi yang menceritakan kerasnya alam Afrika, yang pada akhirnya membentuk karakter masyarakatnya. Semua yang Anda bayangkan tentang Afrika dijamin sirna, ketika Anda menjejakkan kaki di Johannesburg, Afrika Selatan.

Di kota terbesar di negara yang lama terbelenggu oleh sistem pemisahan berdasarkan warna kulit atau apartheid itu, kemajuan dari peradaban bangsa Afrika bisa dilihat dan dirasakan. Gedung pencakar langit, sampah yang jarang bertebaran, tidak ada corat-coret tembok, dan ditambah banyaknya mobil mewah yang berseliweran, membuat saya takjub. Selengkapnya »

der-panser-fussbalmanschaft-ist-nicht-so-stark

Ariyo Ardi

Judul di atas terjemahan bebasnya adalah kekuatan tim panser meragukan. Itulah pendapat saya, melihat penampilan kesebelasan Jerman. Laga terakhir saat melawan Serbia di Gelsenkirchen, Jerman, Sabtu tengah malam, waktu Indonesia, sama sekali tidak menunjukan kualitas der panser sesungguhnya sebagai tim papan atas Eropa yang akan berlaga di Piala Eropa Austria-Swiss, meski akhirnya Jerman menang 2-1.

Pertahanan Jerman kurang mendapat ujian karena Serbia mengandalkan serangan balik, namun beberapa serangan Serbia nyaris berbuah gol. Sama seperti ketika melawan Belarusia, gol lawan tercipta akibat lemahnya koordinasi lini belakang. Bosko Jancovic di menit 19 dengan cerdik berlari di antara Per Mertesacker dan Cristoph Metzelder untuk lepas dari jebakan off side,sebelum akhirnya memperdaya Jens Lehmann. Untuk pemain bertahan penampilan Marcell Jansen cukup baik, karena ia juga sering membantu serangan, bahkan salah satu umpan silangnya nyaris berbuah gol. Selengkapnya »

Indonesia dan Ukraina

December - 8 - 2007 13 KOMENTAR
indonesia-dan-ukraina

Ariyo Ardi

Jangankan Emas, perunggu pun lepas dari genggaman. Alih-alih ditargetkan menang di babak final alias medali emas, Tim Merah Putih gagal lolos dari penyisihan grup Sea Games ke 24 di Thailand, setelah kalah 1-2 dari kesebelasan tuan rumah.

Selengkapnya »

Ayo, Pelti

November - 27 - 2007 10 KOMENTAR
ayo-pelti

Ariyo Ardi

Asal boleh sama-sama Melayu, namun soal menggairahkan olahraga tenis, kini Malaysia lebih maju beberapa langkah dibandingkan Indonesia. Pekan lalu Jagoan Swiss Roger Federer yang sebenarnya masih lelah setelah menjuarai turnamen ATP Master di Shanghai, Cina, melakukan serangkaian pertandingan “ Clash of Times” dengan seniornya yang kini sudah gantung raket Pete Sampras dari AS. Salah satu tempat yang dipilih adalah Malaysia. Selengkapnya »