Anton Bahtiar Rifa’i
Hasil hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei, serta hasil penghitungan sementara oleh KPU, atas hasil pemilu legislatif telah memperlihatkan peta koalisi yang mungkin terjadi menjelang pemilihan presiden nanti. Hasil penghitungan itu jelas memperlihatkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri akan kembali bertarung dalam pemilihan presiden nanti. Partai Golkar –yang berada dalam tiga besar perolehan suara—lebih cenderung untuk merapat ke kubu SBY. Karena, melanjutkan duet SBY-JK bagaimanapun merupakan pilihan yang paling rasional dan “menjual” pada pemilihan presiden nanti. Sementara partai-partai papan tengah juga akan merapat ke salah satu kubu.
Maka, jika bola politik bergulir seperti itu, rakyat pun akan kembali disuguhi pertarungan ulang seperti pemilihan presiden tahun 2004 lalu: SBY vs Megawati. Realita ini memperlihatkan bahwa selama lima tahun berjalan, Indonesia tidak mampu melahirkan tokoh baru dalam bursa calon presiden. Lebih spesifik lagi, ini merupakan bukti bahwa partai politik telah gagal melahirkan tokoh alternatif untuk rakyat. Selengkapnya »
