Sunday, April 20, 2014

Gembala (Bukan Peran Pembantu)

December - 20 - 2011
gembala-bukan-peran-pembantu

Raymond Kaya

Anak saya sedikit memprotes saat diminta untuk menjadi gembala dalam perayaan Natal di sekolahnya. Buatnya menjadi Yusuf adalah peran sentral dalam cerita Natal dan tentu dalam memilih Yusuf biasanya dipilih anak yang paling tinggi, cerdas dan tampan di kelas itu. Tapi jika gembala ya boleh siapa saja, terlebih jika hanya menjadi dombanya saja.  Peran penting  dalam cerita natal lainnya adalah yang menjadi Maria.  Pastilah dipilih yang  paling cerdas, tinggi dan cantik. Pokoknya pasangan Yusuf dan Maria adalah yang paling ter – di kelas itu.  Perang atau lakon  lain yang  bergengsi dalam cerita natal di sekolah atau Sekolah Minggu biasanya adalah  orang – orang Majus.  Pemerannya diperbolehkan memakai pakaian yang bagus layaknya seorang raja. Adegannyapun cukup bergengsi karena membawa hadian berupa emas, kemenyan dan mur yang dibawa ke hadapan  palungan.  Jika jadi orang Majus boleh berpakaian bagus,  seorang anak yang berperan sebagai gembala  paling  top mengenakan kaos dalamdisertai sarung dengan membawa sebuah tongkat.

Peran Gembala memang sederhana. Logikanya saat mereka mendapatkan kabar baik itu dimalam hari, tentu hanya seorang  pekerja yang sederhana yang ada dipadang. Sebab   para tuan pemilik -domba ini akan tidur dan mempercayakan “ harta mereka “ pada para gembala.  Meski sederhana saat menerima kabar sukacita itu, reaksi gembala ini sunguhlah luar biasa, mereka segera pergi  menembus padang untuk melihat  kelahiran Yesus itu.  “Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang terbaring di palungan.“  ( Lukas 2:16) . Reaksi para gembala ini luar biasa. Kata cepat-cepat ini berarti mereka tanpa perlu konfirmasi, berdiskusi atau voting. Tapi  langsung perlu dan segera mencari untuk menjumpai Maria, Yusuf dan bayi Yesus. Menariknya lagi meski mereka mengejar kabar baik itu, tapi tugas mereka sebagai gembala tetap dijalankan dengan baik, terbukti dalam semua drama natal, anak –anak yang lebih besar menjadi gembala dan anak-anak yang lebih kecil menjadi domba-dombanya. Sikap positif lain dari para gembala itu bukan sekedar datang tapi juga memberitahukan pada semua orang (kas 2:17-18 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. ) kata semua orang bukanlah hal yang mudah apalagi dalam konteks kekinian sebagai seorang  Kristen. Banyak orang Kristen engan menyebarkan kasih Tuhan pada orang lain, sebab saat hal itu dilakukan maka semua mata akan memadang pada orang itu apakah perilakunya sesuai dengan apa yang dikatakannya.

Usai memberitakan para Gembala ini melakukan hal lain yaitu menyampaikan pujian  (Lukas 2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.).  Proses mendengar – datang – menyembah – memberitahukan dan memuji-muji dalam satu waktu bukanlah basa-bai. Inilah sebuah perilaku hati yang diinginkan Tuhan saat Anaknya lahir kedunia, sebuah hati yang dimiliki seorang gembala. Jadi  menjadi perang seorang gembala dalam perayaan di sekolah ataupun sekolah minggu bukan lakon kelas dua atau hanya sekedar peran pembantu dalam cerita lahirnya Yesus.  Peran gembala adalah pemain penting dalam sebuah proses lahirnya Yesus,  karena melalui merekalah kabar sukacita itu muncul…bahkan hingga saat ini.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

4 Komentar pada “Gembala (Bukan Peran Pembantu)”

  1. happy early merry christmas pak..

  2. mdn 14 says:

    Itulah hasil didikan orangtua yang menjadikan anak2 sekarang maunya berperan yang paling berkuasa,paling populer DLLnya,ketimbang sederhana.Dalam cerita itu para Gembala adalah orang2 yang paling beruntung menjadi grup pertama yang (terpilih) dikasih kabar oleh TUHAN.Dalam kehidupan kita sehari-hari selau orang2 yang terpenting sekeliling kita yang PERTAMA dikasih tahu soal2 berita kegembiraan dan kesedihan kita.Perilaku anak2 mencerminkan siapa ORANGTUANYA.

  3. peran orang tua sangat berpengaruh…

  4. bim says:

    SUARA INI SAYA TUJUKAN KEPADA REDAKSI LIPUTAN 6 YG TERPERCAYA…
    PEMERINTAH HARUS BERSIKAP TEGAS TERHADAP PARA TKI KHUSUSNYA TKW YG BEKERJA DI NEGARA TIMUR TENGAGH KHUSUSNYA. KABAR BERITA PADA SAAT INI BANYAK TKW YG BERANGKAT KE KATAR,OMAN,DUBAI. TERNYATA BANYAK TKW YG DI SALURKAN UTK BEKERJA DI NEGARA SAUDI ARABIA…PEMERINTAH HARUS LEBIH TEGAS MEMBOKAR MASALAH INI AGAR WARGA NEGARA INDONESIA TIDAK MERASA DI RUGIKAN OLEH OKNUM2 YG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB…SALAM BUAT LIPUTAN 6.

    FROM BIM IN RIYAD SAUDI ARABIA.

Tinggalkan Komentar