Sunday, May 26, 2013
timnas-kalah-statistik-kesempatan-buat-sejarah

Raymond Kaya

Kesebelasan Indonesia, Jum’at malam akan berjumpa dengan Iran dalam pertandingan Pra Piala. Jika saja boleh bertaruh maka agak sulit nampaknya untuk mempertaruhkan uang kita untuk kemenangan tim Merah Putih. Betul bahwa bola itu bundar dan apapun bisa terjadi dalam waktu 2 X 45 menit. Tapi Iran memiliki data statistik yang sangat baik saat berjumlah dengan Tim Nas Indonesia,. Dari lima pertemauna,   pertama di tahun 1966 hingga tahun 2009 lalu, timnas Indonesia baru sekali menahan draw dan empat kali kalah. Dalam laga melawan Indonesia, jauh-jauh hari Iran sudah mempersiapkan diri dengan baik bahkan seluruh pemain terbaik Iran untuk laga ini termasuk gelandang andalan mereka yang kini bermain di klub Spanyol, Osasuna yaitu Javad Nekounam.
Javad bukanlah satusatunya  pemain Timnas Iran yang bermain di Liga Eropa. Dua pemain Iran lainnya yang bermain di Liga Eropa yaitu striker Wolfsburg, Ashkan Dejagah dan pemain Osasuna, Masoud Shojej. Beruntung bagi tim merah putih, keduanya  tidak disertakan ke dalam tim karena masih mengalami cedera. Meski begitu, ketiadaan keduanya akan tergantikan oleh pemain Iran lainnya yang memang mempunyai kualitas setara di setiap lini. Selain pemain yang mumpuni, Iran yang kini dilatih Carlos Queiroz, pelatih berpengalaman yang pernah menjadi asisten Pelatih, Sir Alex Ferguson di Manchester United, serta pelatih kepala Timnas Portugal. Jadi wajar jika Iran  menjadi unggulan pertama di grup E Pra Piala Dunai 2014 kali ini. Iran juga memiliki  perignkat empat Zona Asia dan peringkat 54 dunia FIFA.  

Tim Nasional Indonesia sendiri akhir Agustus lalu berada di peringat 131 dunia. Peringakt ini belum masuk dalam 20 zona Asia  dan ditingkat Asia Tenggara masih dibawah Thailand dan Vietnam.  Sehingga di Group E Pra Piala Dunia Zona Asia ini Indonesia berada di bawah peserta lainnya Iran, Qatar dan Bahrain. Selain statistik seperti ini kendala lain yang dihadapi oleh Tim Merah Putih adalah hilangnya Boaz Salosa yang mundur dari Timnas sesaat sebelum keberangkatan. Boaz yang main di Klub Persipura memiliki jam terbang yang tinggi karena klubnya mampu bermain di perempat final liga Champions Cup Asia.  Tim besutan Jacksen F. Tiago ini akan berhadapan dengan Wakil Irak, Al Abril dan  akan menjadi tuan rumah terlebih dulu di Stadion Mandala, Jayapura, pada 13 September dan melakoni laga tandang di Irak pada 27 September. Selain ditinggal Boaz kendala lain adalah masalah cuaca. Iran kini berada dalam musim dingin, sehingga diperkirakan tim nasional Indonesia akan bermain saat cuaca sekitar 16 hingga 17 derajat celcius. Tentu ini cukup menguras tenaga, terlebih posisi Teheran berada 1000 meter diatas permukaan laut. Jadi munkin saja pemain kita dapat mengimbangi permainan Iran asalkan kondisi fisik para pemin ini cukup prima.

Sekali lagi memang tidak ada yang mustahil dalam sepakbola. Bola itu bundar kata para pengamat bola, apapun bisa terjadi.  Jika saja pemain Iran mengangap enteng para pemain Indonesia, bukan tidak mungkin Timnas mampu mencuri gol atau sedikitnya menahan imbang, baru kemudian mencari angka lainnya di Jakarta. Jadi seharusnya di dada para pemain itu harus ada sebuah tekad untuk membuat sejarah baru, menang untuk pertama kalinya sejak tahun 1966. Kalau ini yang terjadi media munkin akan membuat judul utama “ Pertama kali menang setelah 45 tahun!” Kalaupun gagal, tidak perlu diingatkan bahwa mencari pemain harus melalui kompetisi yang dimulai sejak usia dini. Tanpa pertandingan dan kompetisi di usia dini jangan harap kita akan masuk ke putaran Final Piala Dunia. .

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

10 Komentar pada “Timnas: Kalah Statistik, Kesempatan Buat Sejarah”

  1. Toni says:

    Pendapat yang ilmiah, tapi ternyata cukup suka juga mengulang kalimat “bola itu bundar dan apapun bisa terjadi”.

    Dan, Saya suka kalimat ini:
    “Jika saja pemain Iran mengangap enteng para pemain Indonesia, bukan tidak mungkin Timnas mampu mencuri gol atau sedikitnya menahan imbang, baru kemudian mencari angka lainnya di Jakarta. Jadi seharusnya di dada para pemain itu harus ada sebuah tekad untuk membuat sejarah baru, menang untuk pertama kalinya sejak tahun 1966″.

    Yang penting usaha dulu-lah, jangan menyerah sebelum berusaha! oke..3x :)

    Apapun yang terjadi, pokoknya tetaplah bersemangat, wahai Tim Merah Putihku… Kami selalu mendukungmu!!! hehe.. :)

  2. nonogutbaidy says:

    dengan hormat, kami kecewa dengan pihak sctv kenapa siaran langsung timnas di acak!!! kami bola mania d daerah hanya bisa mengandalkan parabola. acara nonbar pun berantakan gara gara d acak mohon maaf segalah sumpah serapah di tujukan k pihak sctv. kami masyarakat bola indonesia KECEWA. RCTI is the best

  3. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Saya Sungguh Kecewa Dengan Kinerja Penayangan Iran Vs Indonesia Malam Tadi ..
    Di Daerah Saya, Padahal Memakai Parabola, Tetap Tidak Bisa ..
    Justru Hanya Warna Hitam Dengan Suara Komentator Saja ..
    Sekali Lagi, Saya Kecewa ..

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  4. adhi gool says:

    Saya disini ingin bertanya dan Mungkin ini di luar topik..,
    Saya tinggal di Brunai darussallam,,,
    Saya selama ini menikmati program acara televisi Indonesia, termasuk SCTV,menggunakan antena parabola,,,
    Dan pada waktu siaran langsung Pra Piala Dunia IRAN VS INDONESIA.
    Pada saat kick off,,,
    Saya tidak bisa nonton karena tidak ada gambarnya dan hanya terdngar suara komentator saja,,,
    Padahal acara sebelumnya baik baik saja,,,
    Dan pada waktu TURKMENISTAN VS INDONESIA juga sangat jelas sekali gambarnya.,,
    Yang jadi pertanyaan saya,,,?
    Kenapa tiba2 gambarnya hilang dan yg ada cuma hitam saja,,,???
    Tolong di jelaskan,,,!!
    TERIMA KASIH,,,

  5. j. sodiq says:

    Rata-rata teknik pemain Indonesia oke, tapi yang tidak dipunya adalah kreativitas,mental bangsa besar, dan fisik yang prima. Apa perlu ya ada program manusia super untuk menciptakan pemain2 yang bisa bersaing di level internasional ?.

  6. ponk says:

    mungkin saya sependapat dengan komentar diatas karena apa kami di daerah bisa nonton bareng hanya melalui saluran parabola kenapa musti dilacak mohon pertimbangan dan jawaban atas kekecewaan kami terhadap hal tersebut karena kami didaerah sangat antusias sekali mhn untuk laga selanjutnya tidak seperti ini lagi

  7. rahmad says:

    saya disini ingin minta tolong,mungkin diluar topik,saya cuma minta tolong pak kalo ada wktu liput stadion teladan medan,agar pengurusnya semua sadar.kami semua cinta medan.

  8. aguspedro says:

    kita berdoa saja agar INDONESIA tampil lebih baik lagi dqn membawa nama harum INDONESIA,dan juga jgn menyalahkan stasiun tv yg menyiarkan karena satelitnya mungkin agak mengalami gangguan jd kita sabar dan harus terima kasih karena sudah di siarkan

  9. Halomoan says:

    Pak Roymond Kaya, ulasannya luar biasa. Tapi saya menunggu komentar Pak M Kemal yang pasti lebih yahuudd…karena beliau bekas penasehat spritual kesebelasan Persebaya

  10. Rembo says:

    walau kalah Garuda tetap di dadaku…

Tinggalkan Komentar