Saturday, May 18, 2013

Lebaran dan Keprihatinan

August - 29 - 2011
lebaran-dan-keprihatinan

Yus Ariyanto

Konon, lebaran berasal dari kata “lebar” yang, dalam bahasa Betawi, bermakna luas atau lega. Tapi, lebaran tahun ini kita sungguh belum bisa berlega hati. Sejumlah catatan hitam masih meningkahi kehidupan keberagamaan di Indonesia.

Beberapa hari sebelum Ramadan, dua belas terdakwa dalam kasus penyerangan dan pembunuhan tiga pengikut Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, divonis tiga sampai enam bulan penjara. Tolong digarisbawahi: hanya beberapa bulan untuk tindakan penghilangan nyawa manusia!

Kita tentu boleh tak sepakat dengan Ahmadiyah. Boleh mengecamnya dengan volume suara terkeras. Namun, penganutnya tak boleh dilukai, apalagi dibunuh. Ketika majelis hakim menjatuhkan hukuman begitu ringan, pesannya terang-benderang: penegakan hukum hanya omong kosong. Indonesia, sekali lagi, mendapat preseden buruk. Intoleransi dalam bentuk terbanal memperoleh ruang.

Kemudian, memasuki Ramadan, puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) mengobrak-abrik sebuah warung coto di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/8), lantaran beroperasi di siang hari. Pertanyaannya, hak apa yang mereka miliki untuk melakukan hal tersebut? Mereka sama sekali tak memilik hak. Meski tindakan mereka jelas melanggar hukum, apa tindakan aparat keamanan? Kita tak mendengar langkah-langkah berarti.

Agaknya, mereka mafhum bahwa penegakan hukum di Tanah Air masih jauh panggang dari api, hanya merdu disimak saat kampanye pemilu. Maka, mereka pun seperti memperoleh amunisi tambahan untuk menekan pihak-pihak lain; entah pemeluk paham keagamaan tertentu, pemilik warung, atau sebuah lembaga penyiaran. Toh, mereka yakin tak akan ada proteksi memadai dari aparat keamanan yang menjadi personifikasi “negara”.

Lihat saja, mereka bahkan bernyali menantang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Februari lalu. Ketika SBY melansir pernyataan soal pembubaran ormas anarkis, FPI mengancam akan menggulingkannya seperti Ben Ali di Tunisia. “Kalau dia terus mengembuskan pembubaran ormas, maka umat dan ormas Islam sangat siap untuk mem-Ben Ali-kan SBY karena ternyata dia lebih memilih berada di pihak yang batil,” ujar Ketua Bidang Advokasi FPI Munarman kepada Kompas.com.

Dalam banyak soal, terjadinya perbedaan tafsir dan pendapat di antara warga tak bisa dihindari.  Rambut sama hitam, isi kepala bisa berbeda. Negara hanya harus memastikan bahwa salah satu pihak tak memaksakan kehendak. Jika itu terjadi, negara wajib menggunakan otoritasnya, dengan atau tanpa senjata, demi melindungi pihak yang lain.

Kita tak butuh ormas-ormas keagamaan yang hanya piawai menggertak dan mengancam. Lebih mendasar dari itu, kita sama sekali tak butuh negara yang loyo di hadapan tindakan-tindakan anarkis.

Selamat lebaran. Mohon maaf lahir dan batin.

 

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

5 Komentar pada “Lebaran dan Keprihatinan”

  1. orang banjar tanjung says:

    lebaran berasal dari bahasa banjar kalimantan selatan yaitu kata labar atau labaran yaitu artinya bulikan atau pulang dalam bahasa Indonesia nya.

  2. Toni says:

    Harus dinilai dari dua sisi, adil dan tidak berpihak. Biasanya orang akan cenderung membela habis-habisan pendapat pribadinya yang dianggap paling benar. Padahal tidak selamanya pendapat pribadi kita itulah yang paling benar.

    Harus lapang dada juga, untuk menerima perbedaan yang ada. Katanya “Bhineka Tunggal Ika, kumaha atuh? hehe.. :)

    Sebenernya, banyak para ahli dan ilmuwan di negeri yang kita cintai ini. Tapi, sungguh sangat disayangkan. Mereka jarang menggunakan hati nurani (perasaan) untuk berkata dan bertindak. Banyak yang bilang kalo hati nurani (perasaan) adalah salah satu karunia dari Tuhan selain akal dan nafsu, yang jika digunakan secara maksimal dan seimbang, maka akan berdampak luar biasa untuk kehidupan. Yap, kehidupan di dunia ini.

    So, keep brotherhood :)

    Mohon maaf lahir batin.

  3. Puisi says:

    Memang Lebaran kali ini penuh dengan keprihatinan..
    tapi yang penting bagi ane nanti pagi makan daging…
    maklum anak kampung….

  4. rina lawang says:

    lebaran jadi ingat kampung halaman. jgn lupa teman2 semua bergabung dgn situs pertemanan http://www.derbynadia.us

  5. Karya Puisi says:

    kalau kata orang batak “Lebaran” berarti kata luas atau Lebar (He..he). yg pasti Lebaran bermakna kemenangan karena sudah melewati proses berpuasa sebulan penuh bagi muslim yg menjalankan. kemenangan ada dalam diri masing2 dan pasti berbeda maknanya. hanya pribadi2 yang tangguh dan beriman merasakan kelezatan hari lebaran atau kemenangan tersebut. salam

Tinggalkan Komentar