Sunday, May 19, 2013

Main di Luar Negeri, Yuk…

December - 19 - 2010
main-di-luar-negeri-yuk

Ariyo Ardi

Sebelum tahun 1996, mungkin hanya sedikit publik sepakbola yang tahu kehebatan sepakbola Ceko, tapi setelah negara yang dulu bergabung dengan Slovakia ini menahan Jerman selama dua kali 45 menit di babak final pada Piala Eropa 1996 di Inggris, dunia baru tahu ada talenta besar di negara yang terletak di Eropa Tengah ini.

Ceko memang harus puas dengan gelar runner up, setelah striker Tim Panser Oliver Bierhoff mencetak golden goal pada babak sudden death, tapi setelah turnamen selesai para pencari bakat klub papan atas liga Inggris mengontrak dua andalan Ceko, Karel Poborsky yang dijuluki Si Kereta Cepat, karena kemampuannya menerobos kanan luar pertahanan lawan menjadi anggota theatre of dreams, Manchester United, sedangkan kiri luar Patrik Berger resmi menjadi bagian dari Anfield Gang, Liverpool.

Tak sepadan memang membandingkan Suzuki AFF Cup dengan Piala Eropa, tapi individu pilihan Alfred Riedl,hingga kini (tulisan ini dibuat setelah pertandingan semifinal kedua Indonesia vs Filipina) sudah membuktikan mereka adalah para pemain-pemain bagus di kawasan ini dan tim sepakbola yang baik pastinya akan mengirim para pencari bakatnya ke setiap turnamen

Di blog ini, 8 Desember 2007, saya membuat tulisan berjudul Indonesia dan Ukraina yang sedikit banyak mengekspresikan kerinduan saya melihat pemain asli Indonesia bermain di liga-liga asing.

Agar tidak menjadi sebuah khayalan kosong, saya tidak bermimpi pemain Indonesia bernasib seperti Karel Poborsky dan Patrik Berger, tak usalah eropa, diterima bermain di liga papan atas asiapun sudah sangat membanggakan.Ingat benua dengan jumlah penduduk paling padat di dunia ini, punya sejumlah liga yang bagus seperti J-League di Jepang, K-league, Korea Selatan atau A-league, milik Australia, yang korps sepakbolanya sudah bergabung dengan asia sejak beberapa tahun yang lalu.

Indonesia sejak zaman Abdul Kadir cs. sudah menjadi salah satu negara pengekspor pemain bola, meskipun ketika itu hanya segelintir, tapi tradisi tersebut tetap terjaga diantaranya melalui Ricky Yakobi yang pernah main di Jepang, Robby Darwis di Kelantan, Malaysia, Rochy Putiray yang menjadi salah satu pesepakbola asing yang berhasil di Liga Hongkong dan dua kali menjebol gawang AC Milan dalam pertandingan persahabatan di Hongkong, Kuniawan DY, bintang primavera yang pernah menjadi bagian dari Sampdoria, Italia dan F.C Lucerne, Swiss dan Bima Sakti juga pernah bermain untuk Helsingborg di liga Swedia.

Era beberapa tahun lalu, sejumlah nama muncul seperti Bambang Pamungkas yang sebentar main untuk E.H.C Norad, divisi tiga liga Belanda, dan menjadi andalan Selangor FC, Malaysia bersama Elie Aiboy. Di negeri jiran tersebut sejumlah pemain timnas lainnya juga sempat bermain seperti Ponaryo Astaman dan Budi Sudarsono.

Nah, Suzuki AFF 2010 menjadi ajang yang tepat untuk menjual kemampuan, apalagi kalau membaca berita bintang liga Inggris macam Rio Ferdinand, Ryan Babel, dan Cesc Fabregas juga ikut memantau Tim Merah Putih melalui twitter. Meski tidak mau lebay dalam berkhayal mudah-mudahan saja mereka juga ikut membisiki pelatih mereka tentang talenta-talenta merah putih..he..he…he… Bukan sesuatu yang mustahil lho, ketajaman Rochy Putiray saja dulu sampai terdengar di Prancis, Nyong Ambon yang gemar mengubah warna rambut tersebut pernah dites di klub liga satu negeri mode tersebut, Auxerre, meski akhirnya gagal.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

10 Komentar pada “Main di Luar Negeri, Yuk…”

  1. Semoga pemain sepak bola Indonesia bisa lebih mengharunkan Indonesia di kancah per-sepakbola-an dunia.
    viva Indonesia.

  2. Bermain di luar negeri di tempat yang kompetisinya bagus akan mampu menenpa pemain menjadi matang baik secara teknis maupun mental, sudah selayknya kita juga memprogramkan hal seperti ini dengan memberikan kesempatan kepada para pemain muda potensial untuk bermain dan menimba ilmu sepakbola di luar negeri,kalau bisa di negara-negara dengan kompetisi yang bagus dan tradisi sepakbolanya kuat. Bisa di Eropa atau Amerika Latin

  3. Scor Wang. says:

    Menurut kalian?.
    Pemain ekspor Brazil dan Argentina itu talenta di asah dimana?.
    Di Eropa?.

    :D .

    From : http://www.twitter.com/Scorlicca .

  4. Amanda says:

    Mas ariyo gila bola rupany. Blogny sll ttg bola. Irfan Bachdim aj de yg main d foreign league. Di sini jg udah pst dicoret dr timnas.

  5. Fajar says:

    VIVA Persepakbolaan Indonesia. Undang sebanyak mungkin pencari bakat Eropa buat liat pemain Indonesia!!! Supaya mereka tau banyak tentang mutiara dan intan berlian yang menunggu untuk di asah

  6. JO says:

    di kalimantan banyak pemain handal

  7. puji says:

    walau tidak juara… tetap semangat, pantang menyerah

  8. uzik says:

    tak pernah menyerah mengejar mimpi . . . !

  9. bemo says:

    TKI di malaysia,pekerja kilang g ekplotasi oleh egen sana,
    ada cara yang bisa bantu kami g?

Tinggalkan Komentar