Thursday, May 23, 2013
main-di-luar-negeri-yuk

Ariyo Ardi

Sebelum tahun 1996, mungkin hanya sedikit publik sepakbola yang tahu kehebatan sepakbola Ceko, tapi setelah negara yang dulu bergabung dengan Slovakia ini menahan Jerman selama dua kali 45 menit di babak final pada Piala Eropa 1996 di Inggris, dunia baru tahu ada talenta besar di negara yang terletak di Eropa Tengah ini.

Ceko memang harus puas dengan gelar runner up, setelah striker Tim Panser Oliver Bierhoff mencetak golden goal pada babak sudden death, tapi setelah turnamen selesai para pencari bakat klub papan atas liga Inggris mengontrak dua andalan Ceko, Karel Poborsky yang dijuluki Si Kereta Cepat, karena kemampuannya menerobos kanan luar pertahanan lawan menjadi anggota theatre of dreams, Manchester United, sedangkan kiri luar Patrik Berger resmi menjadi bagian dari Anfield Gang, Liverpool. Selengkapnya »

Ekstasi Media

December - 16 - 2010 6 KOMENTAR
ekstasi-media

Syaiful Halim

Layar kaca kembali memperlihatkan drama realitas. Dua artis papan atas itu memenuhi undangan polisi. Puluhan pasang mata mengarah ke sebuah mobil mewah yang tiba-tiba merapat di gedung belakang Mabes Polri. Lensa kamera mengikuti pergerakan keduanya, sejak keluar dari mobil, memasuki gedung sambil bergandengan tangan, hingga memasuki gedung. Siraman lampu kilat tidak berhenti berjatuhan ke arah mereka. Teriakan-teriakan yang memanggil-manggil mereka semakin riuh.

Seketika tempat itu seperti red carpet dalam festival-festival film kelas dunia di Hollywood atau negara-negara Eropa. Yang membedakanya dengan situasi red carpet, kedua artis itu seakan berusaha tak peduli dan tidak sedikit pun mengiraukan teriakan-teriakan yang menyambutnya, atau membalas terpaan cahaya kilat dengan lambaian tangan atau senyum penuh pesona yang kerap distandarkan sebagai etika kalangan modern. Selengkapnya »

minggu-yang-indahhhhhhhhh

Ariyo Ardi

Entah berapa huruf H yang bisa mewakili perasaan senang saya di minggu pertama bulan Desember ini.Rabu lalu para pemain sepak bola terbaik di tanah air (saat ini) memberi pelajaran berharga kepada Harimau Muda, sebutan bagi kesebelasan Malaysia yang kebanyakan diisi pemain berusia 19-20 tahun, bagaimana cara bertahan yang baik agar tidak kebobolan hampir setengah lusin gol, Indonesia menang 5-1.

Tiga hari berikutnya, Firman Utina dkk menambah tabungan gol Tim Merah Putih pada pertandingan kedua grup A dengan memasukkan enam gol tanpa balas ke jala Sengphachan Bounthisanh, meski saya sempat kesal melihat gaya permainan Indonesia setelah unggul 4-0, karena semua pemain sangat ingin mencatatkan nama mereka di papan skor dengan melupakan kerjasama.  Padahal jika ego mereka bisa diredam, bola yang bersarang di gawang Laos sangat mungkin lebih banyak lagi. Selengkapnya »