Friday, May 24, 2013
siapa-yang-harus-dicerahkan

Alexander Wibisono

Seorang remaja bertanya kepada Ahmad Dahlan. Apa itu agama? Dahlan terdiam sejenak. Ia lantas memainkan biola yang ada di tangannya. Tentu semua orang disekitar Dahlan, menjadi heran dan saling beradu pandang. “Apa maksudnya?,” begitu pikir mereka. Sejenak kemudian, mereka pun hanyut dalam alunan melodi indah yang dimainkan Dahlan. Sang ustad pun terlihat memainkan sepenuh jiwa.

“Bagaimana?,” tanya Dahlan kemudian. “Indah, damai, seperti semua masalah hilang,” jawab para remaja bergantian. “Ya, itulah agama,” jelas Dahlan. “Agama itu seperti musik, tenang, menyenangkan, dan menyegarkan hati,” tambahnya. Selengkapnya »

berterima-kasih-kepada-jambur

Boy Bakamaro

Bagi masyarakat Kabupaten Karo, di Sumatera Utara, keberadaan Jambur atau Losd telah menjadi kebutuhan yang terbangun secara alami.Jambur atau Losd awalnya tempat sosial warga tanah Karo untuk memanen hasil pertanian atau jual beli dan di masa kini berkembang menjadi tempat menggelar pesta adat seperti perkawinan atau kematian.Hampir setiap desa di tanah Karo memiliki Jambur atau Losd. Jambur bahkan banyak ditemui di kota Medan, karena telah menjadi kebutuhan sosial.

Jambur jugalah yang meringankan kegagapan pemerintah Kabupaten Karo, yang selama ini hanya disibukkan oleh arus perdagangan hasil pertanian yang melimpah ruah, dalam menangani bencana Gunung Sinabung, yang dipercayai baru kali pertama terjadi dalam 400 tahun terakhir. Selengkapnya »

Pencerahan

September - 8 - 2010 18 KOMENTAR
pencerahan

Vincent Hakim R.

Dalam suasana refleksi kemerdekaan bulan Agustus, di awal Ramadhan lalu, seorang teman ngobrol via fasilitas ceting FB, “Mas…kenapa ya udah 65 tahun merdeka, udah gonta-ganti pemerintah, banyak sekali rakyat negeri ini yang masih saja miskin dan bodoh” katanya mengawali ceritanya. “Lho, padahal satu-satunya negeri di atas bumi yang punya kekayaan alam tak tertandingi…ya hanya Indonesia!” tambahnya lagi.

Kawan ini lalu bercerita banyak tentang data yang setiap hari dia geluti. Dia cerita tentang Freeport, tentang Pertamina, BUMN, kekayaan daratan, alam laut, dan hutan. Luar biasa! Semua kekayaan negara itu sampai detik ini, hanya dinikmati oleh bangsa lain dan segelintir orang di negeri ini. Para konglomerat, pengusaha hitam, dan termasuk para pembesar negeri, mantan jenderal tentara dan polisi. Sedangkan rakyat kebanyakan hanya jadi penonton. Selebihnya hanya jadi pengguna produk olahan bangsa lain, yang sebenarnya bahan bakunya berasal dari kekayaan alam negeri ini. Itu pun dengan harga selangit. Ironis. Selengkapnya »

Perang

September - 3 - 2010 26 KOMENTAR
perang

Rinaldo

Ketika itu sedang berlangsung Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Presiden Soekarno termasuk kepala negara yang hadir dalam sidang dengan agenda mendengarkan pandangan umum tiap negara anggota PBB itu. Silang pendapat terus terjadi di antara wakil negara yang hadir dan tak kunjung menunjukkan titik temu. Sebelum tiba giliran wakil Indonesia untuk menyampaikan pandangannya, Bung Karno dengan enteng berjalan ke kursi utusan negara India.

Ini jelas bukan pemandangan yang biasa terjadi dalam ruang sidang di markas PBB sehingga langsung menjadi pusat perhatian. Ditatap oleh puluhan wakil dari negara lain, Bung Karno berbisik pada Jawaharlal Nehru. Entah apa yang dibisikkan, hanya mereka berdua yang tahu. Yang jelas, Nehru kemudian mengangguk-angguk sembari tersenyum kepada koleganya itu. Selengkapnya »