Rinaldo
Pada 16 Maret 2003, sebuah peristiwa besar luput dari perhatian dunia. Hari itu, Rachel Corrie, seorang wanita berkebangsaan Amerika Serikat berusia 23 tahun menjadi tumbal bagi sebuah perjuangan hak asasi manusia dalam memperoleh perumahan yang layak. Ketika itu dia berjuang sendirian, berhadapan dengan kekuatan raksasa yang menakutkan dunia.
Pada hari nahas itu, Rachel mengambil posisi telentang di antara rumah warga Palestina dan deretan buldozer milik Israel, di kawasan Rafah, Jalur Gaza. Wanita ini melakukan aksinya untuk menentang penggusuran ilegal yang dilakukan Israel atas rumah-rumah milik warga Palestina.
Tapi sebagaimana kita tahu, Israel bukanlah sebuah rezim yang bisa luluh oleh sikap Rachel. Maka, tanpa pikir panjang, buldozer-buldozer itu pun akhirnya melindas tubuh Rachel menuju rumah-rumah warga Palestina, yang menjadi sasaran utamanya.
Seketika nyawa meregang dari tubuh Rachel, sosoknya pun kemudian menjadi sulit dikenali. Tapi tak banyak yang tahu, apalagi peduli. Kuatnya kekuasaan yang dimiliki Israel dengan back up dari Amerika Serikat, menjadikan nama Rachel hilang dari sejarah, meski video yang menggambarkan Rachel tengah meregang nyawa itu bertebaran di YouTube.
Namun tidak semuanya lupa. Sebuah lembaga bernama The Centre On Housing Rights and Eviction (COHRE) memberikan penghargaan Pembela Hak-hak Perumahan 2003 kepadanya. Rachel dianggap sebagai ikon dari sebuah penentangan terhadap ketidakadilan yang masih saja subur di muka bumi ini. Penghargaan itu juga sebagai penghormatan atas kekuatan, dedikasi dan keberanian Rachel yang telah menempuh risiko maksimal untuk sebuah perjuangan HAM.
Tujuh tahun kemudian, tepatnya pagi hari 31 Mei 2010, iring-iringan enam kapal di perairan yang tengah menuju Jalur Gaza dihentikan tentara Israel. Kali ini belasan nyawa meregang. Misi kemanusiaan itu pun terhenti. Dunia kembali berteriak, meski sejak awal sudah diyakini tak akan membuat Israel bertekuk lutut pada hukum moralitas dan kemanusian yang umumnya dianut dunia internasional.
Tapi, apakah kemudian insiden ini membuat asa itu padam? Ternyata tidak. Tanpa banyak diketahui publik, sebenarnya ada tujuh kapal yang ikut dalam rombongan ke Gaza yang kemudian “dibajak” pasukan Zionis itu. Namun, kapal ketujuh ini tertinggal jauh dari rombongan karena kerusakan mesin. Dan, kapal itu bernama Rachel Corrie.
Di atas kapal ini, terdapat 15 orang aktivis. Di antaranya adalah Pemenang Nobel Perdamaian Irlandia Utara Mairead Corrigan-Maguire, mantan diplomat senior PBB asal Irlandia, Denis Halliday, dan beberapa warga Irlandia lainnya. Meski enam kapal rekannya tak kuat menembus blokade, mereka tetap bertekad melanjutkan perjalanan.
Pemerintah Irlandia sendiri sudah resmi meminta Pemerintah Israel agar mengizinkan kapal milik Irlandia itu merampungkan perjalanannya dan menurunkan pasokan bantuan kemanusiaan di Gaza. Namun, permintaan itu telah ditolak pihak Israel.
Tapi, bukan itu yang menarik dari kehadiran MV Rachel Corrie, sebuah kapal dagang yang dibeli para aktivis pro-Palestina. Rachel seorang warga AS, namun adalah aktivis Irlandia yang kemudian dengan bangga memberi nama kapal mereka dengan sosok wanita pemberani itu. Mestinya ini tamparan memalukan bagi AS, karena penghargaan bagi warganya justru diberikan negara lain, sementara di negaranya nama Rachel seolah haram untuk diucapkan.
Pada dasarnya, AS memang tak pernah sungguh-sungguh menginginkan Palestina menjadi sebuah negara yang berdaulat. Kalaupun secara kasat mata AS terlihat ingin membentuk kawasan Timur Tengah yang lebih tenang, itu tak lebih untuk membangun citranya sebagai adikuasa. Dengar saja ucapan Presiden AS Barack Obama dalam beberapa kesempatan yang terasa indah dan menenangkan, tapi tak sesuai dengan kebijakan yang diambil pemerintahannya.
Misalnya, pidato Senator Obama di Grant Park, Chicago, Illinois, setelah memenangkan Pemilihan Presiden AS pada Selasa 4 November 2008. Di depan para pendukungnya antara lain dia mengatakan: Dan untuk semua yang malam ini menyaksikan dari luar pantai-pantai kita, dari gedung-gedung parlemen dan istana-istana, bagi mereka yang mendengarkan dari radio di sudut dunia yang terlupakan, cerita kita satu dan nasib kita saling terhubung. Fajar baru kepemimpinan Amerika sedang menyingsing. Kepada kalian yang meruntuhkan dunia, kami akan mengalahkan kalian. Kepada kalian yang mencari perdamaian dan keamanan, kami mendukung kalian.
Penggalan pidato di atas ternyata jauh dari apa yang kita lihat saat ini. Apa yang dilalukan Israel di perairan internasional terhadap para relawan kemanusiaan dari berbagai negara pada dini hari itu jelas-jelas sudah meruntuhkan tatanan hukum yang dianut dunia internasional. Di sisi lain, apa yang dilakukan para relawan adalah bagian dari pencarian kedamaian dunia dan rasa aman bagi rakyat Palestina.
Tapi, yang kita lihat kemudian, Obama tak mampu berkata-kata. Dia hanya buru-buru menelepon Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menyatakan simpati. Sedangkan untuk Israel, tak ada sama sekali kritik atau nada kecewa atas perilaku keji yang diperlihatkan negara itu. Bahkan, Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden terang-terangan membela blokade yang dilakukan Israel atas Gaza. Menurutnya, Israel berhak membela diri, karena relawan memaksa masuk ke wilayah Gaza yang diblokade Israel.
Pada kesempatan lain, Obama juga berpidato untuk pertama kalinya sebagai Presiden ke-44 AS, pada Selasa 20 Januari 2009, di Capitol Hill, Washington D.C. Dengan nada pelan dia berucap: Bagi dunia Muslim, kami akan mencari cara baru ke depan berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati. Bagi para pemimpin dunia yang berusaha menanam bibit konflik, atau menyalahkan dunia Barat atas kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakatnya, ketahuilah bahwa rakyat Anda akan menilai Anda pada apa yang Anda bangun, bukan pada apa yang Anda musnahkan. Bagi mereka yang hendak menggenggam kekuasaan melalui korupsi dan kekejian dan membungkam orang yang tidak setuju pada kebijakan mereka, yakinlah bahwa kalian berada pada sisi yang keliru, tapi kami akan mengulurkan tangan jika kalian tidak lagi mengepalkan tinju.
Semua hal-hal negatif yang dia sebutkan, seperti pemimpin yang berusaha menanam bibit konflik dan mereka yang membungkam pihak yang tidak setuju, bukankah identik dengan perilaku yang ditunjukkan Israel? Lantas, kenapa Obama tak memberikan sedikitpun pernyataan bahwa negara yang dilindunginya itu telah berbuat keliru?
Sebenarnya, jawaban untuk semua itu sudah diucapkan Obama dalam kunjungannya ke Mesir, Kamis 4 Juni 2009. Selama 55 menit Obama berbicara di aula Universitas Kairo. Pidatonya secara khusus membahas Islam dan AS, termasuk terorisme, isu Irak, Iran, dan konflik Israel-Palestina. Di antara pidato panjang itu Obama mengatakan: Ikatan yang kuat antara Amerika dan Israel telah banyak diketahui. Ikatan ini tidak dapat dipatahkan. Ini lahir berdasarkan ikatan budaya dan sejarah, serta pengakuan bahwa aspirasi atas sebuah tanah air Yahudi berakar dari sebuah sejarah tragis yang tidak bisa diingkari.
Namun, pada bagian lain dia juga menaruh empati pada nasib bangsa Palestina, dengan mengatakan: Di sisi lain, tidak bisa diingkari bahwa rakyat Palestina –baik yang Muslim maupun yang Kristen– telah menderita dalam perjuangan memperoleh tanah air. Lebih dari enam puluh tahun, mereka telah merasakan sakitnya tidak memiliki tempat tinggal. Banyak yang menunggu di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat, Gaza, dan tanah-tanah tetangga untuk sebuah kehidupan yang damai dan aman yang belum pernah mereka jalani. Mereka menerima hinaan setiap hari –besar dan kecil– yang hadir bersama pendudukan. Jadi janganlah ada keraguan: situasi yang dihadapi rakyat Palestina tidaklah dapat ditoleransi. Amerika tidak akan bersikap tidak acuh terhadap aspirasi sah Palestina atas martabat, kesempatan, dan sebuah negara milik mereka sendiri.
Sekarang, dengan sikap yang ditunjukkan, apakah bisa dikategorikan bahwa AS cukup acuh dengan blokade yang dilakukan Israel atas Gaza. Acuhkah AS akan banyaknya korban tak berdosa yang jatuh karena “kesalahan” mereka memberi bantuan bagi sesama di bumi Palestina? Tidak, Obama lebih memilih untuk berjoged dengan Paul McCartney di Gedung Putih saat menyerahkan hadiah Gershwin bagi mantan personel The Beatles itu ketimbang menelepon Benjamin Netanyahu guna menyatakan penyesalan.
Nyatalah sudah, tak mungkin ada empati bagi korban Mavi Marmara dari Washington. Jika kita berlogika, sepanjang AS tak terganggu dengan tewasnya warga mereka yang bernama Rachel Corrie oleh buldozer Israel, sulit untuk mengharapkan Washington akan bersuara ketika warga negara lain ditembak pasukan Zionis. Kita layak bersedih karena terlalu “mabuk” dengan jalinan kata demi kata yang menjadi kalimat indah di banyak panggung tempatnya berpidato, padahal sejatinya dia tak berbeda dari pemimpin AS lainnya.
Saya awalnya termasuk orang yang bergembira dengan rencana kedatangan Obama ke Indonesia di bulan ini. Kini semuanya berubah. Saya tak lagi melihat wajah sebuah perubahan yang dijanjikan dalam sosok Obama. Dia bukanlah contoh figur yang bisa mempersatukan banyak perbedaan di tumpukan kemelut yang mengancam dunia. Dia tetap saja Presiden AS yang tunduk pada kekerasan yang diumbar negara sahabat terdekatnya itu. Bahkan, nuraninya tak tersentuh saat mendengar belasan manusia bebas dibantai di laut lepas tanpa ampun. Obama tetap bungkam dan menatap Gaza dari Washington dengan sebelah mata.***




















ya ya… kita harus terus publikasikan kebiadaban2 Israel-biar semua manusia di dunia ini tau kebiadabannya.. semoga energi keprihatinan kita semua menyatu membentuk kekuatan positif seluruh manusia di bumi ini untuk membaikkan Israel. oia mas, koreksi tanggal di paragraf 6.
Inilah salah satu contoh nyata dari politik pencitraan, kemasan luar elok, tapi dalamnya busuk.
Jangan-jangan, Obama menunda lagi lawatan ke Indonesia karena takut didemo besar-besaran.
sekarang jadi lebih jelas bahwa politik luar negeri amerika memang mendua.disatu pihak melindungi israel sementara di pihak lain menekan korut dan iran.Indonesia yang katanya politik bebas aktif dibawah SBY ternyata juga tidak bisa berperan banyak.selalu dibayangi ketakutan amerika. dan tidak bisa bersuara lantang terhadap israel…Kasihan sampai relawan berjuang sendiri tanpa back up pemerintah. selamat berjuang palestin.semoga Allah melindungi kalian.
Siapaun presidennya, AS ngga akan berubah u/ tetap membela Israel, malah disebutkan sebenarnya AS merupakan negara bagian Israel ………
Apalah artinya seorang boneka. Obama bisa jadi presiden amerika kan karena didukung oleh zionis yahudi amerika, maka jadilah obama sebagai boneka Israel, tanah airnya zionis yahudi amerika…
saya pikir Obama berbeda dgn presiden2 sebelumnya, the same..
lalu, apa makna “we can change” yg menjadi campaign-nya?
saya rasa, saya tidak simpatik lagi…
sangat memperihatinkan. seandainya saja manusia bisa menahan sifat egois dan rakus maka dunia ini akan lebih indah.
Semoga orang Indonesia yang mengelu-elukan Obama segera sadar siapa Obama sebenarnya, ucapan & tindakan sama sekali berbeda, hanya manis di bibir saja.
tak kan ada perdamaian di timur tengah selagi negara2 dikawasan itu tidak mau bersatu
Ya Allah, tunjukan kebesaranmu dengan menghujani batu dan api untuk bangsa yahudi yang keji dan zdolim itu.akhiri kesombonganya.Ya Allah,kabulkan permohonan hambaMu ini.Amien….
Itulah bukti negara yang mengagung-agungkan HAM (Hak Asasi Manusia) yg negara itu sendiri tak faham akan arti Hak Asasi Manusia yang sebenanya. Saya pikir Obama adalah sosok pemimpin AS yg bisa bersikap adil dan bijaksana tapi dia tak ada bedanya dengan pemimpin AS yg sebelumnya yang menjadi Budak zionis Israel
siapapun presidennya, AS – israel setali tiga uang, tak ada yg mesti kita banggakan dg presidennya
Obama .. obama, you want to be a president, you got it. Mengamati berita setiap hari di negeri Sang Obama sendiri, antara yg pro & kontra ketidak adilan diatas ketidak adilan … tak pernah berhenti dibahas. Msg-2 berargumen hak diatas hak. No body admit they’re wrong frm beginning : either Israel or Palestine. Pd hal yg di-inginkan Sang Obama hanyalah ke-2 belah pihak berkepala dingin, saling memaafkan & memulai hidup baru dgn toleransi & no war more.
Kenapa nasib suatu bangsa harus bergantung pada bangsa lain? Kenapa nasib palestina diujung-ujungnya harus bergantung pada presiden AS? Apakah waktu Indonesia merdeka dulu kita bergantung kepada para pemimpin negara-negara lain? Kalau toh mau dikaitkan, kemana solidaritas bangsa Arab yg lain? Palestina sebenarnya hanya korban konspirasi bersama dari kepentingan-kepentingan lain yg pemainnya tidak hanya Israel dan AS, tapi hampir semua negara Arab lainnya…tanyakan langsung sama org palestina sendiri…
semoga semua org bisa melihat dan tahu mana yg salah dan mana yg benar, walaupun itu sulit..
PBB yg di kendali Amerika tidak peduli karena yg membuat keganasan ialah Israel,tapi tak dapat kita bayangkan apa reaksi mereka bila Iran yg melakukannya?
jadi ingat mba2 dari US yang di lindas buldoser oleh Israel..
cckckck… kejamnya
semoga perjuangan rakyat palestina dan perjuangan sodara2 kita yg ikut jadi relawan akan membawa hasil yg lebih baik dari sekarng.MESKI itu butuh pengorbanan.Tak perlu berharab banyak pada seorang OBAMA…pada AMERIKA..
nice post………………
selama ratusan tahun umat muslim di muka bumi berjuang sendiri dg kekuatan hati yakin pada sang penguasa alam tanpa meminta belas kasihan dari yg lain jadi ikutilah jejak nenek moyang qt drpd hanya tetap berharap dari seorang manusia yg dia sndri tdk bebas dlm menentukan hidup
Berapa puluhan tahun Palestina menjadi lapangan bola permainan Zionis dan Amerika rakyat palestina sebagai tikus-tikus mencari tempat untuk merdeka dalam kehidupan mereka. Tenyata sampai saat ini tidak juga berhasil tetap dalam impian. Apalagi sesama muslim lagi adu otot tidak mendukung perjuangan Palestina merdeka, Pelistina diibaratkan tikus-tikus tak berharga dimata sesama muslim. Lihat ke Arab Saudi yang saat ini telah bekerja sama dengan Amerika dan Zionis, dan mereka Arab Saudi telah memberikan wilayahnya dipakai oleh Zionis untuk dapat menyerang islam Iran kesasaran nukelier Iran.
Bila akan ternjadi peperangan antara Zionis dan Islam Iran sudah pasti Amerika Zionis dan sekutu Europa dan Arab saudi dan Mesir akan bekerja sama untuk memusnakan islam Iran. Kita akan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melihat kehancuran dan kesombongan islam Iran untuk menghapuskan Israel dari petah dunia. Atau sebaliknya islam Iran akan musnah berkeping keping menjadai ambas oleh BOM NUKRLIR ZIONIS seperti
Bom Atom dijatuhkan di Herosima Jepang.
setelah irak, afghanistan, iran…
selanjutnya giliran kita…
pertolongan tuhan pasti akan datang. di alquran sudah menjelaskan bahwa islam lah yang akan menang.sampai di ceritakan batu pun ikut memberitau keberadaan mereka. kekuatan mereka tidak ada apa apanya di bandingkan kekuatan tuhan (allah swt)
kapan muslim palestina dapat kedamaiannya??? T_T
kuatkan mereka selalu Tuhan..
Salahkan diri kita sendiri bila kita manaruh harapan kepada seorang Obama. Karena obama tak lebih dari sebuah symbol, ya suatu simbol yg merupakan sebuah tampilan luar Amerika.
Obama tidak akan punya kuasa apapun juga untuk menentukan arah dan kebijakan menyangkut politik luar negeri Amerika.
Ya karena, politik luar negeri itu terbentuk dari sejarah panjang pembentukan negera Amerika oleh Yahudi yang ada di sana.
Jadi masih berharapkah pada satu sosok presiden Amerika, tak peduli siapa orangnya ?
Please, wake up … sadarlah
lihat dengan baik kejadian tersebut. Lihat di video siapa yang memukul siapa? kalau melanggar perbatasan, semua negara juga akan melakukan hal yang sama dengan Israel. Lihat penumpang di kapal tersebut, preman bayaran sampai puluhan orang, lihat isi kapal tersebut, ratusan senjata tajam di dalamnya, apakah ini yang disebut dengan peace travellers? Jangan memandang masalah ini dari segi agama, karna kalo anda memandang dari segi agama, maka anda salah besar.
selalu kita bicara tentang kemanusiaan dinegeri orang, padahal kemanusiaan di negeri kita sendiri sudah lama pergi, kita berdiri bagaikan hakim yang paling adil, melihat sebatas jangkauan pandangan tapi merasa sudah melihat semua…lihat dulu negeri sendiri,,,nilai dulu dulu negeri sendiri baru kita menunjuk dan bicara tentang keadilan…kita bicara tentang Rachel Cori di negeri sana..kenapa ??? apa diindonesia sudah tidak ada rachel cori lain sampai harus menilai sebegitu jauh..betul kata pepatah gajah didepan mata tidak kelihatan tapi anak semut diujung bumi sana bisa kelihatan,,,semua cuma perlu waktu teman,,mari diluar sana kita merasa kita tertindas,,padahal dinegeri sendiri terkadang kita lebih dari seorang penindas,,amin
Israel sungguh adalah negara yang kezi,memperlakukan manusia layaknya binatang yang tidak berguna..Semoga Allah kan menunjukkan kebenaran u/ negara Palestina..amien
sungguh norak’a orang indonesia..
hanya karena obama pernah tinggal di Indonesia, mereka sibuk mengelu-elukan dia, seperti pahlawan..
sampai2 di buat film’a..
padahal obama sam busuk’a seperti Bush…uk
Semangat keadilan dan kemerdekaan adalah jiwa yang tidak pernah mati, biarpun Israel semakin keji dan biadab dari hari ke hari.
Udah lah ga usah pada ribut ribut ngurusin negara orang. mendingan kita curahkan tenaga dan pikiran kita untuk negara kita sendiri aja.Kalo di kita aja semua barang dan harga pada naik, dan banyak rakyat kita yang pada susah.Sampai buat makan 1 hari sekali aja susah. Mending ngurusin negara kita dulu biar pada makmur sentosa, baru bisa ngomongin negara lain.
Selayaknya sebagai umat muslim yang benar-benar beriman dan bertaqwa, tetap bersatu, jangan terlalu banyak kepada negara-negara yang menjanjikan perdamaian toh pada akhirnya tak da upaya ke arah sana, hanya pembicaraan yang tiada gunanya.kami senang Negara kita khususnya media TV, CETAK dll, berani melalukan pengiriman bantuan ke Gaza, terkhir kita terus tingkatkan do’a kita. Karena Alloh Maha Tahu kapan negara-negara muslim akan menang dan pasti akan menang (itu janji Alloh)
… q tidak menemukan ada hal yg patut d puji dri smua pejabat amerika klo brbicara ttg kebijakan palestina…. trmasuk obama!!!
baca semua Kitab Wahyu Tuhan, kalo Yahudi itu sudah menjadi suratan takdir.
itulah yg memang slama ini terjadi, kita sbgai ngara yg terbesar muslim di dunia harusny lebih smngat untuk menyuarakan, mendukung, dan memberikan bantuan ke pada rakyat palestina sbgai negara yg berdaulat dan merdeka di negara mereka sendiri. israel itu harusny tidak ada lg tempat untuk dpt maaf dari dunia…(biadab)
Memang tak dpt dipungkiri sjrh israel yg dimn wrgya adalah org2 buangan dri pnjr tdri dari pmbuat maksiat biadab sisa pra pejuang zionis nazi dll.Nmn tak byk yg dilakukan dunia arab atas kekejaman israel itu dikarenakan bykya UMAT ISLAM Yang KIBLATYA ke BARAT bknya ke KABAH trmsk di negara kita ini jka di adakan poling dan tu jga klau blum baca tulisan ini
Inilah slh stu cra iblis mempengaruhi hti dan iman umat islam
Sejak zaman meninggalya nabi muhammad saw
APAKAH akan slmya umat islam akan di uji dng cobaan berat spt ini
APAKAH umat islam NEGRI ini sudah sudah NGERI melihat pedang krn adaya bedil,nuklir,roket,snr laser dll
sesungguhya smua itu adalah ilmu milik para ahli filsafat islam yg di curi dan di bawa ke NEGRI SABA yg skrg adalah USA
Dalam al Qur’an ngri saba adalah perumpaan ngri yg di AZAB dan di LAKNAT Allah swt
lalu mengapa islam yg bgtu kaya raya mau menghidupi NEGERI SABA hingga mnjd negara adidaya yg berkuasa
Bangun lah umat islam kta sdh lama tertidur panjang dan terbuai oleh kekayaan yg dimiliki negara islam termasuk saya sendiri yg bgt malu menghadap ALLAH SWT karena tak mampu menghalau kepemimpinan ISLAM yg berkoalisi dng seorang NASRANI
mgkn do’a do’a sy dan umat islam srt orang yang teraniya tidak akan di izabah lgi krn hal ini betapa sdhya kta umat islam hidup di zaman skrg,
jka nabi muhammad saw bersedih ia mndpt tgrn dan trafik light and travel menembus langit
Sekarang jka kta bersedih maka mendapat tamparan yg memilukan hati
sya hny bsa mengucapkan trima kasih karena msh bsa mendapatkan berita mengenai saudara2 sya umat islam meskipun memilukan hati sy sendiri
SUKSES Trus untuk liputan6 N truslah berjuang mendapatkan berita.
sebenarnya melihat dari sejarah masalalu mereka adalah bersoudara,, sama sama keturunan dari Nabi ibrahim,, lalu terjadi pertengkaran antara anak anak ibrahim,, al quran menyebutkan akan ada Nabi terakhir dari keturunan Nabi ismail (Nabi Muhammad SAW) tapi anak ibrhim yang berasal dari istri (golongan yahudi) menghendaki yang menjadi Nabi terakhir adalah dari keturunan mereka,,akhirnya terjadilah perang saudara sampai saat ini,, dan di jelaskan dalam hadist perang saudara itu terus akan terjadi hingga akhirnya di sebutkan islamlah yg akan menang,sampai batupun ikut memberi petunjuk tentang keberadaan orang yahudi yang sedang bersembunyi.
Hebat tenan israel, the real super power state. Yang lain jangan iri ya!
Kasihan saya melihat umat muslim Indonesia banyak campurtangan tentanng negara Palistina, padahal dalam negeri Indonesia masih banyak yang menderita pengemis dimana-mana ada sebahagian TKI menjadi pelacur di Arab Saudi Ryad sudah menjadi kenyataan dan memalukan bangsamu.
Mengapa hal-hal semacam apa yang saya terangkan diatas tidak ada perhatian dan mencari kleuar untuk mengatasi masalah bangsamu.
Kok urus negara orang lain, sedangkan negaranya sendiri dalam kemeralatan gak ada perbaikan dalam kehidupan negerimu.
ribut soal masalah orang lain, sedangkan dalam negeri sendiri gak diperhatikan, sama dengan pepatah mengatakan “”GAJA DISEBERANG KUBURAN NABIMU DIMEDINAH NAMPAK, TETAPI TIKUS-TIKUS MUSLIM YANG BERADA DIKOLONG JEMBATAN NEGERIMU SENDIRI TAK NAMPAK. Kasihan moyoritas islam banyak ketinggalan dalam masalah berpkpir tetap menjadi muslim bodoh dalam penyerahan diri pada islam Arab.
ISRAEL mengatakan anjing dunia menggonggong kafilah tetap berlalu untuk kemerdekaan Palistina, jika Palistina tidak mau mengakui Israel sebagai negara merdeka…mereka perang tanpa akhir sampai Muhammad terbangun dari kuburan. Dengan segalah keunggulan negara Yahudi masih tetap bertahan, walupun dikelilingi dunia Arab mereka tidak mampu menghilang negara Israel dari petah dunia. Lihat peperangan enam hari negara Arab hancur lembur mati sebagai tikus dibantai oleh kekuasaan Israel…petapa hebatnya israel…apalagi sekarang dunia Arab berpikir seribu kali jika ingin perang melawan bangsa Yahudi.
Allah Israel lebih berkuasa daripada Allah SWT islam….terbukti dengan segala kekuasaan Allah Israel sebagai umat pilihan Allah dan tetap mampuh berdirinya negara Israel….dan jika Allah yang masa esa berada dipihak Israel…? siapa mampu untuk melawan Israel…?