Wednesday, May 22, 2013
petrus-markus-dan-akronim-kita

Anri Syaiful

Saat masih bocah sekolah dasar, saya kerap berkunjung ke taman bacaan di samping terminal lama Pasarminggu, Jakarta Selatan. Namun, hari itu ada kejadian menggemparkan. Ada mayat lelaki bertato dengan lubang bekas pelor di dadanya tertelungkup di samping terminal.

“Petrus, korban petrus,” desis seorang warga dengan nada takut. Ya, kala itu “petrus” atau penembak misterius memang merajalela. Ini semacam operasi terselubung aparat keamanan era Orde Baru untuk memberangus sepak terjang para preman dan bromocorah alias residivis. Pada awal 80-an, aksi kejahatan mereka dianggap sangat meresahkan masyarakat. Selengkapnya »

Seragam

April - 15 - 2010 11 KOMENTAR
seragam

Yus Ariyanto

Gara-gara seragam, kami diburu. Puluhan pelajar sekolah lain mengelilingi bus yang kami tumpangi. Mereka siap dengan batu dan kayu. Kami, mungkin dua belas atau tiga belas orang, tak bisa berbuat apa-apa. Hanya berdoa. Mereka terlampau banyak. Lalu, praaangg…kaca mulai ditimpuki. Para perempuan mulai menjerit. Sialnya, lalu-lintas tak bersahabat di kawasan Mayestik, Jakarta Selatan, itu. Macet. Untunglah, dua polisi akhirnya tiba. Seorang teman berdarah di kepala.

Di seragam kami, di lengan kanan, ada nama dan lokasi sekolah. Itulah yang menjadi penanda buat “musuh.” Secara personal, kami dan mereka tak saling mengenal. Tapi, di antara kami yang pulang searah, justru tumbuh soliditas internal. Kami saling tunggu, berupaya untuk menaiki bus yang sama menuju rumah seusai sekolah. Selengkapnya »