Monday, May 20, 2013

Dari Oher ke Mandela

February - 23 - 2010 16 KOMENTAR
dari-oher-ke-mandela

Rinaldo

Ada dua film yang rilis di akhir 2009 namun luput dari perhatian penikmat film di Indonesia, yaitu The Blind Side dan Invictus. Bisa dimaklumi, publik sudah lebih dulu “dipaksa” datang ke bioskop oleh promosi gencar dari Avatar, Sherlock Holmes, dan Sang Pemimpi. Dan memang, ketiga film tersebut sangat layak tonton dan tak bakal menyisakan kejengkelan ketika meninggalkan gedung bioskop. Selain itu, dua film yang saya sebutkan di atas belum lagi rilis di Indonesia.

Jadi, ketika saya menyaksikan The Blind Side dan Invictus dari kopian kepingan DVD, keindahan dunia Pandora melalui kacamata tiga dimensi serta keperkasaan Sherlock Holmes dan sobatnya dokter Watson seketika terlupakan. Tak henti-hentinya saya berdecak kagum sepanjang film sembari merasakan keharuan yang mendalam dari dua film yang diangkat dari kisah nyata tersebut. Keduanya begitu indah dan membuat saya terdiam dalam waktu cukup lama ketika tulisan “The End” muncul di akhir film. Selengkapnya »

Pang Tjin Nio

February - 12 - 2010 7 KOMENTAR
pang-tjin-nio

Syaiful Halim

Sebuah perahu eretan melintasi Sungai Cisadane yang membelah Kota Tangerang, Banten. Orang-orang di atasnya berdiri sambil berharap agar perahu bisa lekas sampai. Penduduk yang bermukim di pinggiran sungai itu memang hanya mengandalkan perahu eretan sebagai sarana untuk menyeberang. Dan sebagian besar penduduk di pinggiran sungai itu adalah warga Cina Benteng. Termasuk, Pang Tjin Nio –lebih dikenal dengan nama Masnah.

Pang Tjin Nio adalah maestro kesenian gambang kromong, yang sejak remaja hingga usia senjanya mengabdikan diri pada dunia panggung. Saat ini, hanya Masnah yang sanggup menyanyikan lagu-lagu gambang kromong klasik. Selengkapnya »

negara-kesatuan-republik-amnesia

Vincent Hakim R.

Seorang siswa SMA bertanya pada saya dalam sebuah diskusi kelas tentang jurnalistik. Tanyanya, “Pak, kenapa ya, bangsa ini cepat sekali lupa dan melupakan banyak peristiwa yang seharusnya penting sekali diingat dan kemudian dipelajari agar yang buruk tidak selalu terulang lagi. Sementara segala yang baik bisa dimanfaatkan.” Pertanyaan itu spontan mengagetkan saya. Karena apa yang ditanyakan itu sebenarnya inti dari banyak persoalan di negeri ini. Saya pun selalu dibayang-bayangi pertanyaan serupa. Mengapa para pejabat yang mulanya berjanji ini itu ketika berkampanye, ternyata ketika sudah di atas angin mendadak menjadi ‘lupa’. Alias tak bernyali lagi.

Ketika itu saya tidak menjawab pertanyaan, tapi hanya berkomentar: “Memang benar. Itulah yang kini terjadi di negeri ini”

Banyak persoalan yang diberitakan media massa terus terjadi dan bertumpuk? (Apalagi yang tidak ter-cover media massa). Satu masalah besar belum selesai, ditimpa lagi dengan persoalan besar lainnya. Satu belum dibereskan muncul lagi kasus lain yang kadang serupa benar. Lalu, persoalan seolah menguap begitu saja. Tindak lanjut beritanya pun tak ada lagi. Dulu ada kasus Eddy Tanzil. Lalu menguap ke langit. Kemudian ada kasus besar BLBI yang merugikan uang negara hingga ratusan triliun rupiah, pun tidak tuntas. Para pelakunya kabur ke luar negeri, mereka selamat dan aman. Kini ada lagi, kasus Bank Century. Diperkirakan, para pemain yang paling bertanggung jawab juga kemungkinan besar akan aman-aman saja.    Selengkapnya »