Sunday, March 21, 2010
ayu-utami-%e2%80%9ckenapa-agama-tak-membuat-orang-lebih-baik%e2%80%9d

Perempuan ini melihat moralitas berlebihan, bahkan sampai ke soal bahasa. Karena itu, novelnya ingin mendobrak tiga hal: seks, kegilaan, dan agama.

Ayu Utami, novelis yang sudah menelurkan tiga novel tersebut menemukan benang merah itu pada tiga novelnya. “Ternyata, tulisanku selalu bicara tentang tiga hal itu. Seks, kegilaan, dan agama.” Ayu, Rabu (5/8) siang, ada SCTV. Dia datang atas undangan Klub Buku dan Film SCTV, yang ingin mendengar dari Ayu sendiri, soal pikiran, renungan, dan proses kreatif ketiga novelnya.

Saman, yang diluncurkan pada 1998 sempat membuat heboh dunia sastra Indonesia. Di novel itu, Ayu dianggap terlalu berani. Dia mendobrak norma dan bicara hal yang masih tabu bagi sebagian besar orang Indonesia. Di novel itu, Ayu Utami bicara amat terbuka soal seks. Tak hanya berhenti di situ. Ayu masih terus menggebrak kemapanan di novel berikutnya, Larung dan Bilangan Fu.

Di Bilangan Fu, ada persoalan yang dengan masif ingin didobrak perempuan kelahiran Kota Hujan ini. Di antaranya, Ayu menggugat monotheisme dan militerisme. Apakah ini gambaran seorang Ayu Utami? Atau, dia hanya seorang pencerita yang sedang berkisah tentang orang lain sebagai sebuah fakta kehidupan?

Baca selengkapnya di sini.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

100 Komentar pada “Ayu Utami: “Kenapa Agama Tak Membuat Orang Lebih Baik?””

  1. Torres

    karena anda dan orang-orang yang memiliki agama itu tak mengerti apa itu agama dan tak pernah mau mendalami agama apalagi untuk mematuhi dan mentaati perintah2 agama.. mereka cuma butuh agama agar bisa sekolah dan kerja.. agama cm untuk dituliskan di KTP.. maka nya manusia ga jadi manusia walaupun punya gaama di KTP.. coba skearang anda ikuti agama anda pasti anda kan menemukan perubahan dalam jiwa anda..

  2. Dio purboyo

    to the point :

    cuman pengen comen pernyataan atau pertanyaan ayu utami aja bahwa mengapa agama tidak dapat membuat orang bisa lebih baik…. he he he… lucu, dan propokatif….. aneh ya,kyk baru ketemu yang nama nya agama.
    Agama terlalu tinggi untuk ditemukan oleh hati yg penuh pekat kesombongan… ho ho ho..
    Temukan dengan kepasrahan, maka kamu akan ditemukan….

  3. Eko

    salute utk mbak Ayu.
    saya pun bs dikatakan sreg dgn Agnostic, sebab pada dasarnya kebaikan itu ada didalam diri kita dan sekeliling kita tanpa harus ada agama.
    sejarah agama dan tuhan sendiri pun sebenarnya berasal dari rasa ketakutan manusia.
    pokoknya salut deh.

  4. yulhendri

    Bagi ayu utami agama munkin di samakan dengan mata pelajaran lain di sekolah yang berisikan buah karya pikiran dan sejarah sejarah, tapi lebih dalam lagi agama adalah pintu untuk mendekatkan jiwa mu dengan ALLAH, caranya bagaimana (dalam AL QURAN diterangkan ” islam lah secara keseluruhan. artinya apa mengerjakan perintah nya dan menghentikan larangan. kalau hasil dari buah pemikiran masih jauh dari norma moral apa lagi kaedah agama PECAYALAH jiwa anda akan kosong, karena hasil yang anda dapat adalah uang. TETAPI alangkah indah nya bila novel anda berisikan makna-makna dari ayat suci yang sehingga mempertebal iman pembacanya. Anda bukan hanya saja di cintai pembaca tapi juga di cintai ALLAH EL KHALIQ. jangan buang buang waktu menghadapi sakratulmaut.

  5. @dio purboyo…
    anda menuduh orang sombong..tapi kenyataannya tulisan anda sendiri kesannya..sombong sekali.

    Model model beginilah yg membuat orang jadi bertanya, kenapa agama tidak membuat orang menjadi lebih baik, malah menjadi sombong dan merasa dirinya sudah paling bener aja…..

  6. hasby

    “knapa agama tak mmbuat orang lebih baik”anda memandang dari sudut pandang mana mbk..?,anda akan menemukan tuhan dari agama,mnemukan kebaikanpun dari agama,lantas agama mana yang tidak mmbuat orang lebih baik…?bubarkan saja ya,lucu mbak ini….BACA,PELAJARI,AMALKAN….itu agama,jangan di jadikan alat perang kaliiieeeeeeeeeeeeeeee,

  7. yan yan

    Judulnya salah.
    Seharusnya Kenapa kebanyakan orang tidak mau mempelajari, memahami serta mendalami Agama dengan sungguh-sungguh.
    Jangan salahkan agama, seharusnya orangnya yang disalahkan karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik.
    Dari dulu mulai sejarah paling lama, justru agamalah yang membuat orang lebih baik. Persoalan mendasar hanya pada orangnya saja atau pribadinya saja. Dan yang lebih harus bertanggung jawab nanti adalah orang tuanya. Orang tuanya yang membuat anak itu akan menjadi Muslim, Kristen, atau Yahudi atau juga yang lainnya.

  8. yan yan

    Sekali lagi saya tambahkan, dari Judul yang anda tulis saja anda akan salah memahami makna dari Islam Fanatik dan Islam yang lurus. Atau istilah kata keras dan tegas saja belum tentu bisa anda bedakan. Atau ada lagi istilah pasrah dan berserah diri saja akan sulit anda pahami.
    Cukup.

  9. yanegi

    jgn2 anda seorang liberal murni atau bahkan atheis

  10. hamba "Tuhan"

    “Kenapa agama tak membuat orang lebih baik?”
    karena ‘orang2 yg tdk bisa lebih baik itu’ memiliki agama hanya untuk identitas, bukan jalan hidup
    seperti orang punya seatbelt di mobil, tapi ga pernah dipake..
    ya jelas ga ada gunanya…

  11. Dody

    Bukan agamanya yg salah, tapi orientasi pendidikannya yg salah. Pendidikan formal yang kita terima belum sepenuhnya bisa mengajarkan dan bertumpu pada kebenaran yang universal.

  12. lebay

    bu ayu… memang orang beragama belum tentu jadi baik tapi bukan karena agamanya tapi karena orangnya yang tidak taat beragama dan tahukah anda kalau dunia sudah hancur berantakan dari dulu kalau tidak ada agama di dunia ini, tuhan memang adil, anda pintar tapi dalam bidang tulis menulis novel tapi anda kurang paham untuk memahami agama, sementara ada yg paham agama tp tidak tahu novel

  13. ryu

    “Kenapa Agama Tak Membuat Orang Lebih Baik?””…,ya iyalah..,
    khan Agama itu ialah seperti ungkapan ini nih : “PERCAYA kepada sesuatu (baca=Agama)yang kita TIDAK TAHU dan Kita TIDAK KENAL itu bisa BENAR dan juga bisa SALAH!!!…, Jadi kalau kemungkinannya masih fifty-fifty ya bigimana-bagaimana gitu??!!… I Love You Alls Full!!! ha..ha..ha..

  14. joed

    mmmh…relatif ! tapi agama adalah sebuah jalan.
    semua kembali kepada manusianya

  15. Salim

    Pernyataan Ayu Utami: “Kenapa Agama Tak Membuat Orang Lebih Baik?”
    Dalam kategori apa….?????
    Itu sangat bertentangan sekali dengan ayu Utami yang katanya dulu seorang religius,kalau seorang religius dia tidak akan punya anggapan dan pernyataan seperti itu justru sebaliknya mungkin dia kurang memahami tentang agama,dalam Al Qur’an ada salah satu ayat yang menjelaskan yang artinya dari ayat itu “ALLAH tidak akan merubah nasib seseorang kalau orang itu tidak berusaha untuk merubahnya”.
    Ayu Utami sendiri agamanya apa ??????
    Dan KTPnya apa masih mencantumkan agama ??????

  16. agama “faktanya” hanya untuk pamer-pameran dan puji-pujian.
    agama hanya untuk “pamrih” ….(balasan amal)…
    jadi kalo mau disebut baik : perlihatkanlah bahwa anda menjalankan syariat agama….

    misalkan dengan pergi ke tempat ibadah (muslim, kristen, budhist, dll)

    dengan melaksanakan sareat agama, maka anda akan dinilai taat
    dan anda akan “di cap” sebagai orang baik….

    saya salut dengan ayu utami…
    bagi dia label agama sudah tidak diperlukan lagi… good.
    cap dan label “kebaikan & ketaatan” sudah tidak menjadi kejaran lagi…

    maka, berkaryalah ayu…
    maka, berbuatlah ayu… tanpa harus pamrih… tanpa harus terbelenggu

    Toh, terlepas dari percaya atau tidak pada agama…
    mereka kaum agamawan akan meyakini : “Tuhan Maha Adil dengan HukumNya”.
    dan kamu Ayu, akan memetik hasil dari apa yang kamu tanam.

  17. Manosa

    soal agama dan beragama, tanyakanlah kepada orang yang telah ‘menemukannya’ mendiang Mas Willi, salah satu contohnya, ketika dia disindir masuk islam karena ingin kawin dengan sitoresmi, Mas Willi jawab, untuk ketemu Tuhan, saya tidak perlu perantara, dapat langsung bertemu dengannya karena Tuhan lebih dekat dari urat leher manusia, dan karena kedekatan dan kelangsungan itu dia masuk islam, bukan karena yang lainnya.. menurut orang jawa.. agama itu lelaku.. bukan simbol.. agama itu nilai-nilai bukan.. formalitas. Selamat utk Ayu.. saya membaca dan pembaca tulisan mu..

  18. Sontoloyo

    Lha iyalah!
    Agama tanpa pengikut(Orang) adalah nihil, agama adalah sarana dan yang bisa membuat orang itu baik atau tidak adalah orang itu sendiri, mau atau tidak menggunakannya / menjalankannya! Tetapi bila sudah “beragama baik” masih tetap tidak lebih baik itu si pemberitahu agama-nya yang tidak baik.
    Seperti di negara barat dimana pertumbuhan “atheis” semakin menjadi, itu semua gara2 orang tua / keluarga, guru-guru dan pemuka pemuka agama yang gagal memberitahukan kepada generasi muda mereka bahwa agama adalah sarana untuk menjadi lebih baik.

  19. anto

    hem yah karna mereka
    gak punya kesadaran aza nyatanya orang dijepang aza yang gk punya agama
    bisa hidup tentram.kok yang beragama malah gk lebh baik,mungkin jg dia salah menafsirkan agamanya kali ya.1 yng penting sadar akn segala hal dan mau intropeksi diri juga agama jngan salah ditaksirkan kaya N.m..TOP itu

  20. Free Spirit

    Banyak sekali yg PRO dan KONTRA.
    BUat yg tidak suka pertanyaannya Mbak AYU. coba lihat sekeliling anda.
    Terrorist membawa nama agama… Apakah itu cermin agama?
    Terrorist mengaku jihad demi agama… Apakah itu yg dimaksud di agama?

    Ini adalah pertanyaan ‘lumrah’ kenapa agama tidak menjadikan manusia menjadi baik?
    sementara kita tahu APAPUN agama itu mengajarkan kebaikan… TAPI beberapa kelompok ‘memelintir’ isi agama demi kepentingan mereka yang akhirnya timbul pertanyaan “KENAPA AGAMA TIDAK MEMBUAT ORANG MENJADI LEBIH BAIK” Dan pertanyaan inipun rasanya berlaku juga untuk para koruptor.
    mengaku beragama tapi korupsi.

    Banyak orang di Indonesia “REPOT” mengurusi ke-imanan orang lain dalam menjalankan agama.
    dan rasanya lebih baik kalau agama tidak dicampur adukan dengan kegiatan sehari2 dan mencampur adukan dalam negara karena agama adalah urusan pribadi.

  21. santri

    jgan salahkan agama mbak coknya yang harus disalahkan itu adalah orang itu sendiri karena mengapa saya mengatakan seperti itu, manusia yang berda dalam agama itu tidak memanfaatkan agama yang dia anut dengan sebaik mungkin. kebanyakan orang menyalah gunakan agama itu sendiri dan kebanyakan mengartikannya dengan yang lain. padahal agama itu jikalau kita renungkan, pikirkan dan amalkan akan berbuah baik. sangat bagus untuk kita banggakan sampai kita dipanggil disisinya.

  22. emha

    hidup untuk sebuah keyakinan dan pengabdian pada tuhan adalah sautu kebahagiaan yang hakiki.dan agama’islam’adalah jalan yang sesungguhnya untuk mencapai kebehagian tsb

  23. vicent

    Agama membuat manusia bisa berubah.Beragama seperti kita membangun
    keluarga.Andai keluarga anda dizolimin apa yang anda lakukan?bila
    anda beragama apa yang anda lakukan?

  24. Kresnawan sasmita Putra

    Agama adalah tiang segalanya,
    Jadi Agama harus ditanamkan bukan hanya ditegakkan begitu saja…sehingga tinggal robohnya saja.
    Jadi Tanamkanlah agama itu sedalam dalamnya, didalam hati setiap insan bukan untuk disandarkan saja.
    Mungkin banyak yang bersandar di tiang Agama sambil merokok sehingga dan mengangkat kaki satu….akhir roboh dech agama..tinggal puing puingnya saja…itulah yang sedang dipungut orang yang tidak belajar agama.

  25. ray

    apakah orang yang tidak beragama juga lebih baik…saya pengen tau deh …bahwa ada yang melakukan kejhatan itu adlah oknum karena mamahami agama secra sempit….saya masih percaya agama adalh kebutuhan dasar manusia…kalo mbk gak percya sama agma yah itu sah2 saja…resiko tanggung sendiri….

  26. aq setuju dengan komen Yulhendri, husni, hasby, yanyan, dody, lebay, manosa, free spirit, santri dan emha
    Bukan agamanya yang salah tapi orangnya, spt politik, bukan ilmu politiknya yang kejam tp orangnya
    Salut u/ mba Ayu, krn sbnrnya dengan pertanyaan ini mba Ayu sdh mulai terbuka pikirannya tinggal tergantung siapa yang akan menjawab pertanyaan mba Ayu, tentu mba Ayu akan mendapat jawaban yang berbeda, apakah jwbn dr orang yg relijius(Islam, Kristen, Hindu, Buddha), atheis atau liberal
    Bagi orang yang msh labil spt mba Ayu tentu rentan dan akan mudah tergoyah hati dan pikirannya bila ada yg brainwash atau cuci otak
    Semoga mba Ayu berhasil melewati maslah identitas diri ini, amin
    Yang pasti memiliki agama itu baik drpd tidak.
    Bagi yang beragama hrp menunjukan pikiran dan perilaku sesuai ajaran agamanya, misalnya disiplin, tidak korupsi waktu di kantr atau uang, taat berlalu lintas, amanah (jika berjanji hrs ditepati), bayar zakat atau dan pajak dr gaji nya, tidak culas, tdk percaya mitos2 budaya, jgn nyabung ayam meski tradisi turun menurun, jauh dr penyakit hati, tdk freesex sblm nikah, buang sampah pd tmpnya, menikah, jgn ngatain makanannya ga enak klo ada hajatan cukup dalam hati klo bisa malah disyukuri, bagi jurnalis mampu menulis kebenaran bukan sesuai orderan, dan msh byk lg deh agar orang yg labil bisa percaya bhw agama bisa bikin dunia ini baik

  27. adneey-siantar

    kecewanya kamu dalam memiliki agama..,jangan jadikan itu alasan..,
    intropeksi diri aja..,
    smoga ALLOH maha segalanya akan memberikan hidayahnya pada mbak ayu..,dan mengampuni dosa-dosa kita..,

  28. pakde sizon

    agama adalah prilaku domain bathin

  29. brondong

    kelihatnnya sombong sekali atau tidak memahami agama secara baik yah mbak ini …kalo say pribadi saya merasa lebih baik dengan beragama…dengan beragam saya diajarkan untuk peduli dengan orang miskin dengan bayar zakat…dengan agama saya diajakrkan untuk menhan nafsu dari amrah dendam dan sbgnya dengan berpuasa…dengan agama saya diajarkan utuk berlaku adil, tidak curang dan berdusta. dengan agam saya diajrkan untuk iklas….dengan agam saya diajrkan untuk hidup bersih dengan mencuci tangan, kak, telinga, muka saya ketika saya mau solat..Jadi ajaran mana yang tidak membuat lebih baik mbak..

  30. galih

    astagfirullah..nyebut bu…kalo ibu ga bisa jadi pemeluk agama yang baik,jangan salahkan agama donk..ibu itu ciptaan Tuhan

  31. Syahril ramadi

    sama halnya dengan sebuah aturan yang dibuat tujuanya agar kita dapat mengikutinya, dan apabila kita ikuti maka tertiplah kita, agama juga begitu, didalamnya telah jelas diatur segala sisi kehidupan, tingal kita menyesuaikan, bukan agama yang harus disesuaikan dengan pola hidup kita, itu lah yg membuat kita selalu sesat, menggap aturan agama tidak relefan.

    agama sampai kapanpun akan tetap dan bersifat permanen, tidak bisa dirobah obah.
    maka sesuaikanlah pola hidup kita dengan tuntunan agama pasti kita selamat.

  32. Hakim

    Alkisah seorang ibu melihat anaknya melakukan Ibadah siang dan malam sambil memohon ampun kepada Allah Yang Maha Kuasa. Sang ibu bertanya, ‘anakku, apa yang telah engkau lakukan sehingga engkau berlaku seperti itu ? adakah engkau telah membunuh seseorang ?’. ‘Benar apa yang dikatakan ibu’ jawab anaknya. ‘Siapa yang engkau bunuh anakku, biar ibu meminta maaf dan memberi tebusan. Demi Allah penguasa semesta alam, bila mereka melihatmu seperti ini, pasti mereka akan memaafkanmu’ ujar ibunya. ‘Wahai ibu, tiada lain yang aku bunuh adalah NAFSU dan KESOMBONGAN ku, setelah mereka tiada, baru aku tahu betapa rendah dan hinanya diriku dihadapan Allah yang maha pengampun’.

  33. sudirman.akil

    pertanyaan yang nyeleneh atau pertanyaan orang yg nggak ngerti agama,..
    mungkin agak beda kalau pertanyaan begini.kenapa orang beragama tidak membuat dirinya baik ,..? jawabnya karena ia tdk ingin tahu lebih banyak ttg agama itu atau malas .ada sebuah mesjid dichina tepatnya di daerah yangzhou kebetulan pernah kami kunjungi,mesjid tersebut dibangun pada tahun 1297 M dan konon cerita ketika kejayaan dinasty ming berkuasa muslim disana mayaoritas tapi sekarang mereka minoritas dan dikuasai kaum komunis.jadi ditarik kesimpulan bahwa ketika itu orang china yg muslim tdk ingin tahu ttg islam ,mereka hanya pikirkan sesuatu yg masuk akal bagi mereka yaitu kerja ,uang dan kedudukan mereka menganggap agama itu tdk penting dalam hidup didunia padahl dia tdk sadar bahwa kiamat itu ada ,sorga dan neraka itu pasti,saya yakin beginilah pikiran-pikiran sebagian seniman yg beraliran liberal /kebarat-baratan salah satunya adalah ayu utami , diberi kepandai tapi kosong hatinya dgn cahaya ilahi…agama kok disalahin,..!

  34. kikie

    gimana agama gak bisa membuat orang lebih baik ya..karena akhlagnya dan tingkah lakunya manusia sekarang sdh semrawut,kalo akhlag dan tingkah lakunya baik maka sdh otomatis agamapun akan tampak baik,tergantung manusianya karena banyak sekali melakukan perbuatan yg mengatasnamakan agama,syukur2 mengatasnamakan yg baik ,tapi kalo mengatasnamakan yg tdk baik?.Jadi intinya adalah kembali kemanusia itu sendiri akhlag dan tingkah lakunya harus sesuai dg agamanya yg jelas2 pd dasarnya semua agama baik .

  35. Andi lee

    Bukan Agama yang membuat Orang Tidak Baik,Tapi Orang yang Tidak bertangung Jawab Membuat Pandangan Terhadap Agama Yang Kurang OK.
    setiap Agama pasti Berdasarkan Tuhan.mungkin iblis yang menyerupai manusia yang berbuat untuk mencari teman ke neraka.

  36. usman

    sebenarnya mengapa kita perdebatkan hal ini? sebaiknya kita samakan dulu persepsi kita tentang definisi agama. apakah agama itu? setelah itu kita tinjau sejarah dari masing-masing agama. ada suatu fakta bahwa agama tertentu merupakan produk budaya dari suatu masyarakat. walaupun tujuan dari setiap agama mungkin adalah sama, namun ajarannya sangat berbeda dan tidak bisa dipertentangkan. semua akan diuji oleh kelamiahan jaman. dalam hal ini agama tidak ada yang salah. hanya saja manusia terlalu egois terhadap keinginannya, mengejar nama dan kedudukan, dan pamrihnya terlalu berlebihan. dengan demikian arti dari agama menjadi kabur. dan perlahan-lahan manusia menjadi kontra alamiah menuju kehancuran fisik dan mental-moral.

  37. Agama itu mengajarkan setiap orang untuk berbuat baik, tapi terkadang orang beragama punya ahklak bukan sepatutnya orang yg beragama, Jangan jadikan diri kita orang yg munafik dimata orang kita baik tapi dibelakang kita “bersandiwara” layaknya seorang yg sedang bermain sinetron..

  38. kezia

    Mungkin karena Tuhan dengan berdaulatnya memberikan manusia kehendak-bebas (free will). Manusia dengan melakukan kehendak bebasnya malah memenuhi dekrit Tuhan baik manusia itu memilih yang baik atau yang jahat. Sewaktu manusia memilih apa yang jahat maka dia tidak sedang menggagalkan kedaulatan Tuhan, malah menggenapinya (karena ketetapan kekal Tuhan menganai kehendak bebas manusia yang secara bertanggung jawab melakukan apa yang dipilihnya). Agama adalah cara supaya manusia memilih yang baik. Jadi tidak perlu membela agama (dengan cara apapun). Agama itu hanya cara. Tuhan pun khan tidak perlu dibela. Semua orang sudah diberi kebebasan memilih sama Tuhan. Kalau memang tidak mau menjalankan ya biar nanti dipertanggungjawabkan sama yang memberi (kehendak bebas) tersebut. Apa hak kita memaksakan orang sesuai kehendak Tuhan kalau Tuhan saja (yang berkuasa membunuh atau menghidupkan) mengasihi dan tidak membunuh orang yang jahat. Tuhan memberi kesempatan pada mereka untuk bertobat. Bagian manusia mungkin hanya dapat mengingatkan saja yah….Just a thought

  39. budi

    makanya jagan terlalu banyak menghayal… kalo agama tidak membuat orang lebih baik dunia ini sudah hancur dari dulu… dan kehancuran ini akan dimulai bila mana kita tidak mau mengamalkannya…

  40. sandy

    Sebuah pertanyaan lugu dari sang Novelist Ayu Utami: Kenapa Agama Tak Membuat Orang Lebih Baik, cukup menjadi bahan renungan buat kita ORANG BERAGAMA.
    Tapi satu hal yang harus kita pegang disitu ada Agama dan Orang. Kalau diperhatikan kalimat tersebut, terkesan sang novelist ‘menitik beratkan agama’ akibat agama yang kurang baik sehingga orang jadi tidak lebih baik.
    Kalau memang demikian, ada agama yang tidak baik/kurang baik yang mengakibatkan orang jadi tidak lebih baik.
    Kembali kita bertanya, orang yang beragama saja tidak lebih baik, bagaimana halnya dengan orang tidak beragama? Akankah kita mengatakan bahwa orang yang tidak beragama itu lebih baik?

    Ta’ kasih jelas, bukan agamanya yang salah sehingga orang menjadi tidak lebih baik, tapi orang yang beragamanya yang kurang memahami agamanya itu sendiri sehingga tidak lebih baik.

    AGAMA adalah sebuah pegangan hidup ( way of life ) atau anutan seseorang yang sudah barang tentu memiliki konsekwensi terhadap pemeluknya berupa penegakkan peraturan/rukun yang diisyaratkan dan disyariatkan baik secara lisan maupun tertulis.
    Jika tidak konsekwen dengan segala peraturan/ rukun yang ada maka hasilnya akan seperti apa yang dikatakan oleh sang novelist tadi.
    Agama hanya skedar lipservice!
    Agama di dunia terbagi dua:
    Agama Samawi
    Agama Tabi’i
    Agama Samawi adalah agama yang diciptakan dan diturunkan Allah SWT melalui para Nabi/ para Rosul, contohnya:
    Agama dengan Kitab Suci Dzabur pada masa Nabi Daud AS,
    Agama dengan Kitab Suci Taurat pada masa Nabi Musa AS,
    Agama dengan Kitab Suci Injil pada masa Nabi Isa AS disebut Agama
    Kristen,
    Agama dengan Kitab Suci Al Qur’an pada masa Nabi Muhammad SAW sampai sekarang disebut Agama Islam
    Sedangkan Agama Tabi’i adalah agama yang diciptakan oleh Manusia, seperti:
    Agama Animisme,
    Agama Hindu,
    Agama Budha,
    Aliran Kepercayaan.

    Karena saya adalah seorang yang beragama Islam, saya hanya akan menjelaskan tentang agama Islam.
    Didalam Islam panggilan Tuhan itu adalah Alloh dengan 99 asmaul Husma dan satu dzatnya: Laa Ilaha Illolloh.
    Hukum Dasar, Aturan, Keputusan, Rukun dan segala macam petunjuk tertuang dalam AL QUR’AN yang berhuruf Arab dengan Bahasa Illahiyah ( Allah Azza Wazalla ) berupa Firman.
    Al Qur’an terdiri dari 114 Surat, 30 Juz dan 6348 ayat.
    Seluruh Umat Islam DIWAJIBKAN untuk:
    1. Mendengarkan Al Qur’an ketika dibaca,
    2. Membaca Al Qur’an sesuai tajwid dan aturan membacanya.
    3. Berusaha untuk menghafal semampunya, bila perlu hafal seluruhnya.
    4. Berusaha mengerti, faham terhadap maksud, arti, tujuan dari ayat
    demi ayat dalam Al Qur’an tersebut.
    5. Berusha secara maksimal untuk melaksanakan segala Perintah Allah SWT
    dan menjauhkan segala yang dilarangNYA yang tertuang dalam Al Qur’an
    6. Membuktikan kebenaran ayat ayat Al Qur’an, baik dalam kehidupan mau
    pun dalam bentuk makom, peninggalan sejarah( prasasti )
    Hal ini pernah dibuktikan oleh orang2 Eropa dan Amerika yang gemar
    menyelidiki peninggalan sejarah Islam yang terfirman dalam Al Qur’an
    Contoh penyelidikan Spink, pyramid, Istana Nabi Sulaeman, Guha Kahfi
    Sumur Zamzam, sampai dapat dibuktikan kendatipun tidak dimasak air
    zamzam sudah higienis.Mayat Firaun yang ditemukan pada tahun 1896
    oleh Dr. Bukhaerial kemudian peninggalan Bahtera Nabi Nuh di bukit
    juddy pegunungan Ararat Armenia Selatan.
    Juga Keberadaan Agama Islam di Jamin dan Diakui Allah SWT seperti firmannya dalam Al Qur’an Surat Al Imron ayat 19:
    Innad din ‘indallohil Islam = Sesungguhnya agama pada sisi Allah adalah Islam.
    Kemudian selain pernyataan tersebut, juga Islam keberadaannya dikukuhkan melalui Berita Acara yang tertuang dalam Al Qur’an Surat Al Maidah ayat 3: Alyauma akmaltulakum dinakum waatmamtu ‘alaikum ni’mati warodiitu lakumul Islama diina = Pada hari ini telah KUsempurnakan untukmu agamamu dan telah KU cukupkan kepadamu nikmatKU dan Aku telah rela Islam itu jadi agamamu.
    Pernyataan Pernyataan sejenis ini entahlah ada atau tidak dikitab kitab suci agama lain seperti Kristen.
    Selain Al Qur’anul Karim yang merupakan kitab Suci Islam, juga Islam dilengkapi dengan Al Hadist = Bentuk penuangan perkataan/perbuatan Rosul Muhammmad SAW.
    Hadist terdiri dari :
    1.Hadist Qudsyi perkataan Allah SWT yang kemudian diterjemahkan dan di
    uraikan oleh Muhammad Rosululloh SAW.
    2.Hadist Soheh, hadist yang benar dikui kebenarannya baik perawinya,
    sanadnya maupun yang meriwayatkannya.
    3.Hadist Do’if = hadis palsu/bohong baik perawi, sanad maupun yg meri-
    wayatkannya tidak jelas.
    4. Hadist Mudzu = Hadist yang menyesatkan.
    Mengingat banyak sekali umat Islam yang masih awam terhadap pemahaman Al Qur’an maupun pengetahuannya tentang hadist, dapat dengan mudah diperalat dan disimpangkan dari yang sebenarnya sehingga mudah sekali disana sini timbul aliansi alinsi, kelompok Islam anu, aliran Islam anu, wah pusing!! Ada JIL, LDII, JI, NII, Ahmadiyah, Muhammadiyah, Persis, Sunah Waljamaah, hakekok dll.
    Ini semua diakibatkan karena pemahaman yang kurang pass dan begitu hebatnya bujuk rayu dan godaan syetan sehingga mudah terbawa arus, gampang ikutan dan simpatisan.
    Ini sebenarnya yang dimaksud Ayu Utami beragama tapi tidak membuat jadi lebih baik bahkan lebih terjerumus dan lebih memprihatinkan.
    Tapi meski demikian mereka yang berada dikawasan kelompok tersebut menganggap bahwa apa yang diperbuat/diamalkan yang merupakan amanah dari sang Guru, Sang Kiayi, Sang Ustdz, sang pemimpin adalah BENAR Adanya.
    Bukan karena kebetulan, berdasarkan ungkapan dari Prof.DR. HAMKA dalam bukunya yang berjudul Membangun Jiwa Baru dikatakan bahwa Setinggi apapun Ilmu Pengetahuan yang dimiliki seseorang, belum tentu orang tersebut menjadi arif dan bijaksana dalam segala tindak dan perbuatan.
    Artinya berapapun gelar Strata yang dimiliki seseorang dalam bidang Ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi belum tentu memahami sepenuhmya agama yang dianutnya terutama Islam.
    Kenapa?
    Setiap kita akan melakukan suatu kebaikan atau berbuat kebajikan, pasti sejuta syetan telah menghadang dan akhirnya gagal berbuat baik.
    Berbeda dengan berbuat kemaksiatan begitu banyak pendukung dan gampang mencapai keberhasilan.
    Seandainya Muhammad Rosululloh SAW masih hidup, maka beliau akan menangis melihat umatnya yang porak poranda telah banyak yang berpaling dari ajaran Islam sesungguhnya, karena mereka terbuai hawa nafsu syetan.
    Dan sebaliknya seandainya kita dapat memasuki dimensi kehidupan Syetan, maka saat ini mereka sedang berpesta pora merayakan kemenangan mereka, karena sebagian penghuni dunia telah berhasil diangkat dan dijadikan sahabat sejati yang akan menemani mereka ke NERAKA JAHANAM
    Naudzubillah himindzaliq.

  41. Kenapa harus agama yang hendak dipersalahkan ??? Kalau mau berkarya berkarya saja mbak tetapi berilah pencerahan; tetapi bukan penyuraman jiwa. Kalau mbak sedang mencari Tuhan janganlah berlama-lama……berjuanglah terus pasti akan ketemu. Tetapi kalau mbak melihat jejak ilmuwan zaman keislaman karya-karyanya cemerlang zamannya. Mereka diakui atau tidak adalah umat Muhammad saw, yang paling sedikit hafal al Quran dan berkarya untuk umat manusia tanpa pandang bulu apa agamanya…..mereka berkarya dengan modal kesederhanaan tetapi jiwanya sangat kuat dengan keyakinan agamanya. Jelas karyanya penuh manfaat bukan penuh mudharat dan bukan untuk kejahatan…….bukan untuk bisnis dsb…….Belajar memang long life……tetapi usia manusia terbatas mbak jadi kalau mau berkarya pilihlah yang bermanfaat untuk bekal di akhrat nanti…..Kalo sekarang belum yakin adanya akhrat ya mudah-mudahan nantinya yakin. Amin

  42. roy

    punya agama gak?? kalo gak ya wajar.. :-)

  43. STW

    Agama hanya nama, nilainya…. itu tak ternilai.
    Orang mencari agama hanya untuk namanya, dan di pandang memiliki agamanya itu. Tapi tidak mengetahui nilainya. Maka jelaslah dia menjadi tidak baik.
    Tapi kalau dia mengerti nilainya, orang tidak harus tahu dia beragama apa. Tapi orang tahu kalau dia itu orang beragama.

  44. me

    “Kenapa Agama Tak Membuat Orang Lebih Baik ?”
    Statement dan pertanyaan yang mengelitik saya. Membuat saya menilik kembali perjalanan setapak demi setapak saya untuk mendekatkan diri kepada penguasa alam semesta melalui agama yang dipilihkan untuk saya. Membuat saya teringat dengan seseorang yang kerap mengingatkan saya bahwa keistimewaan tertinggi manusia yang kononnya berakal adalah memilih, mengunakan hak pilihnya. Saya pun berfikir bahwa apapun yang menjadi pilihan manusia tidak serta merta seperti menuang setitik nila dalam susu sebelanga. Contoh kecil, saya kerap melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama, apakah dengan demikian saya memburukkan agama yang saya anut ?
    Menurut hemat saya, semuanya selalu kembali individu masing-masing dengan peranan yang mereka mainkan tanpa melibatkan emblem-emblem atau apapun itu yang melekat pada diri seseorang.

  45. hely

    setiap orang akan tahu kemana tujuan Utami itu , tapi tak mengapa biar dia diperalat atau hanya iseng inginkan popularitas melalui penghinaan terhadap Allah, memang dia sekarang tengah naik minyak, mudah2han Allah memberinya petunjuk, atau seperti doa Nabi Musa as, semuga dia itu tidak mati sebelum kesilapannya disaksikan oleh orang banyak. kalau dia hanya ingin popularitas sekarang dia tengah menikmatinya. dan mungkin karena itulah dia sanggup menghina Allah yang telah memberinya oxigen gratis.,.

  46. moendjari

    Mengapa orang beragama tidak menjadikan orang itu lebih baik ? Saya kira Mbak Ayu Utami mempunyai jawabannya dan saya kira apa yang Mbak tuliskan pendapat Mbak itu tidak salah dan memang itu fakta yang ada sekarang. Walaupun tidak semuanya begitu. Kalau saya boleh berpendapat: Apa yang hilang pada Agama ? Sehingga membuat orang beragama tidak bisa lebih baik ? Itu semua terletak pada ” Benang Kasih “…… Iya, ya mungkin dasar – dasar yang mendasar ini tidak ditonjolkan dalam pelajaran agama. Dalam perkataan sih iya, tapi dalam spirit/rohnya yang tidak ada, sehingga tinggal selogan aja tanpa makna yang harus dijalani. Semua yang kita lakukan ini harus kita kembalikan pada Kasih. Bertentangankah apa yang kita lakukan dengan Kasih itu semdiri ?
    Kalau bertentangan itu berarti tidak untuk Rahmat Seluruh Alam Semesta. Kebanyakan orang memang senang berenang dipermukaan air, atau bermain – main dipantai tanpa mau bersusah payah menyelam dibawah permukaan air bahkan lebih dalam. Seandainya kebanyakan orang itu mau menyelam mereka akan menemukan keindahan alam dibawah permukan air bahkan kemungkinan menemukan mutiara yang mana keindahannya tidak dapat dilukiskan dengan kata – kata. Nah disini kebanyakan orang terbentur dengan kata – kata untuk melukiskan keindahan Tuhan. Memang Keindahan Tuhan melampoi kata – kata itu sendiri. Disini kita akan masuk lebih dalam pada esensi agama itu sendiri, yaitu Syahadat tanpa Iman, Takbir tanpa Tauhid, Sakaratulmaut tanpa Makrifat. ( bersambung )

  47. kenapa agama tak membuat orang jadi baik?
    kata2 yang keluar dari orang yang tidak memiliki pemahaman, yang bersumber dari kedangkalan pemikiran.
    pernah engkau membaca sejarah Islam dari awal munculnya nggak?
    pasti nggak pernah?
    tahu nggak keadaan manusia sebelum kedatangan islam? berada di garis kemunduran atau bisa di katakan manusia berada di era yang gelap, penuh dengan kebodohan.
    orang yang mengatakan agama itu tidak bisa membuat orang jadi baik? agama apa dulu? barnagkali kalau itu untuk agama di luar islam emang begitu tidak bisa membuat orang jadi baik.
    tapi Islam lain lah, sebagai agama yang langsung berasal dari tuhan dan sebagai satu2nya agama yang di redhainya untuk menjadi jalan hidup manusia yang ingin selamat dunia akhirat.
    ingat!!!manusia yang tidak beragama itu adalah manusia yang tidak memiliki identitas diri, manusia yang hanya menuliskan agama dalam ktp-nya saja itu sama dengan orang munafiq….atau orang yang sudah tidak mengenal lagi tuhannya saja.
    mau selamat dan bahagia? pahami agama Islam dengan baik dan benar mumpung masih Allah beri kesempatan hidup, jangan sampai tidak bertaubat. ingat, manusia yang tidak beragama tidak akan bahagia, ini bisa saja jamin. kalau kita mau bikti banyak dan tidak terhitung lagi.
    kalau menurut mbak, agama itu tidak bisa membuat orang jadi baik….kalau ini sudah menjadi doktrin untuk-mu, saya saya yakin engkau memanbg manusia yang tida beragama, atau kalau memang orang yang beragama pasti sama sekali tidak memahami agamanya alias bodoh, emang kebodohan membuat orang jadi sesat berpikir.

    mbak utami atau siapalah….cepatlah bertaubat, mumpung pintu taubat masih terbuka, mumpung umur mbak belum Allah akhirkan, mumpung belum tiba saat di mana tidak ada taubat lagi, mumpung belum datang masa dimana penyesalan sudah tidak berguna lagi.

    hadaakillah….

  48. moendjari

    Kalau kita kaji lebih dalam mengenai agama, maka kita sendiri akan diajak menelusuri jejak – jejak kita sendiri yang bermuasal dan akan kemana nantinya kita sebelum dan sesudah kehidupan ini. Yang namanya Hidup itu langgeng/abadi tidak terkena kematian, itulah yang dinamakan Hidup Abadi. Yang ada hanya kebahagiaan selalu.
    Orang Jawa bilang “Hidup di dunia ini hanya manpir untuk minum” artinya di dunia ini kita harus mempersiapkan bekal untuk perjalanan sesudah kematian. Bekal itu apa ? Ya akhlaq yang baik, yaitu budi pekerti yang luhur sesuai dengan budipekerti Tuhan Yang Mulia. Bukankah agama – agama sanawi yang ada itu merupakan pemberian nama oleh orang – orang sesudah sepeninggalan para Nabi Tuhan. Waktu itu Nabi Muhammad ditanya oleh para sahabat mengenai agama itu apa ? sampai 3 kali pertanyaan barulah Beliau menjawab “Agama itu Akhlaq” Nah akhlaq yang bagaimana ? Tentunya kita sudah tahu.
    Disini kita harus meniti pada jalan kematian sesudah kehidupan kita berakhir di dunia, yaitu INALILAHI WA INALILAHI ROH JIUN. Sehingga jalan kita tidak tersesat nantinya apabila kita sudah mati. Bukannya kita mencari kematian lho ya ! Bukan, tetapi kita mencari peta jalan kematian kita sehingga kita bisa berpulang pada Tuhan Yang Maha Kuasa/bersatu dan bukannya pada surga atau neraka. Surga dan neraka itu adalah stasiun, persinggahan sementara dan bukan tujuan kita nantinya apabila kita sudah mati.
    Kebanyakan dari kita tidak rela untuk menjemput kematian sehingga kita dipaksa mati tanpa ada kesadaran pada diri kita sendiri. Bagaikan buah pada pohon yang belum masak tetapi sudah dipetik yang semestinya seperti buah yang sudah masak dan akan jatuh dengan sendirinya. Tuhan sudah memberikan kita perangkat yang sangat sempurna, yaitu akal dan pikiran yang perlu diberdayakan serta hati untuk selalu mengawasi prilaku kita. Oleh karena itu setiap orang mempunyai kitabnya masing – masing. Kita tidak hanya pandai yang dibutuhkan lebih dari itu yaitu kecerdasan kita untuk membaca alam sekitar kita. Kalau kita lihat kebelakang mulai dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad, apa sih agama Para Nabi tersebut ? Ya kita semua tahu bahwa agama Para Nabi itu adalah Tauhid. Para Nabi tidak mempunyai guru seperti kita disekolahan, tetapi guru Beliau – Beliau adalah Yang Maha Tinggi yaitu Tuhan. Kitapun bisa mengikuti jejak Para Nabi asalkan kita benar – benar mencari peta jalan kematian kita. Sesuai dengan “Apabila orang mencari akheratnya barang tentu dunianya akan mengikutinya” Dan apabila kebalikannya akheratnya tidak akan pernah mengikutinya. Allah Hu Akbar. (bersambung)

  49. Org yg tak butuh agama adalah org yg tak percaya Tuhan.org yg tak bertuhan adalah komunis.melalui perkataan,amalan kamu yg beginilah yg menyebabkan dtng azab.apakah km yakin nyawamu tdk dicabut oleh malaikatul maut(modar).makanya cpt tobat aja…dah kebanyakan ahli neraka dari golongan org2 nyeleneh.

  50. Andreas

    Pertanyaanya harus dibalik menjadi: ” Kenapa manusia tidak berbuat lebih baik, padahal sudah ada agama (sebagai pedoman-red)”.

Tinggalkan Komentar