Perempuan ini melihat moralitas berlebihan, bahkan sampai ke soal bahasa. Karena itu, novelnya ingin mendobrak tiga hal: seks, kegilaan, dan agama.
Ayu Utami, novelis yang sudah menelurkan tiga novel tersebut menemukan benang merah itu pada tiga novelnya. “Ternyata, tulisanku selalu bicara tentang tiga hal itu. Seks, kegilaan, dan agama.” Ayu, Rabu (5/8) siang, ada SCTV. Dia datang atas undangan Klub Buku dan Film SCTV, yang ingin mendengar dari Ayu sendiri, soal pikiran, renungan, dan proses kreatif ketiga novelnya.
Saman, yang diluncurkan pada 1998 sempat membuat heboh dunia sastra Indonesia. Di novel itu, Ayu dianggap terlalu berani. Dia mendobrak norma dan bicara hal yang masih tabu bagi sebagian besar orang Indonesia. Di novel itu, Ayu Utami bicara amat terbuka soal seks. Tak hanya berhenti di situ. Ayu masih terus menggebrak kemapanan di novel berikutnya, Larung dan Bilangan Fu.
Di Bilangan Fu, ada persoalan yang dengan masif ingin didobrak perempuan kelahiran Kota Hujan ini. Di antaranya, Ayu menggugat monotheisme dan militerisme. Apakah ini gambaran seorang Ayu Utami? Atau, dia hanya seorang pencerita yang sedang berkisah tentang orang lain sebagai sebuah fakta kehidupan?
Baca selengkapnya di sini.




















Tambahan-red, jadi bukan agama yg patut dipersalahkan, namun individu orang per orang itulah yg patut dipertanyakan sejauhmana aplikasi ajaran agama dalam kehidupannya..
setiap hal dalam hidup ini, telah ada panduannya dalam kitab suci&sunnah. sekecil apapun, bagaimana menyikapi kegembiraan ataupun kesulitan. jika kita mengkaji lebih dalam, segala pertanyaan akan terjawab, segala kesulitan akan mendapat jalan keluar dan kegembiraan tidak melarutkan kita dalam kesombongan….
salam
mbak ayu…mesti cermat menganalisa, konsep islam tidak ada yang cacat, namun yang harus di perbaiki itu adala ketaatan sesorang ddalam beragama itu lah yang mesti di perhatika,agama yang saya maksud disini adalah islam sbb islam adalah yang sempurna dan benar.
nasehat saya buat mbak, kalo mau tulisanya terkenal, perhatikan aja bobot ilmiahnya…jangan buat yang ga ilmiah dan aneh,,,orang ga simpatik,,,ama yang kek bginia,,
kembali ke individu masing2…
Dalam sejarah Gereja di dunia barat, sekte-sekte radikal sering berfungsi sebagai hati nurani ummat, dan hal demikian juga dapat dilihat dalam umat Islam. Gerakan teroris dengan berbagai macam alasan mereka dalam melakukan tindakan-tindakan kekerasan mendorong ortodoksi untuk setiap saat memikirkan kembali relevansi ajaran agama dalam masyarakat kontemporer dan untuk mencari jawaban atas masalah dan tantangan baru yang terus bermunculan dan tentunya tanpa jalan kekerasan.
setiap manusia bebas dan wajib mendayagunakan pemikirannya. saya yakin semakin banyak pertanyaan dan pencarian pada akhirnya kita akan sampai juga padaNya. dan akan lebih kuat kecintaannya ketimbang yg mencintaNya tanpa paham makna.
pemikiran2 ayu sangat menarik. meski saya tidak sepaham dengannya. dia orang cerdas.
Kenapa ?? Krn manusianya masih ada taringnya, seharusnya taring itu dihilangkan. Hmm, ndak nyambung ?? Coba tanya ke yg bisa liat.
pertanyaan adalah sebahagian dari jawaban tapi Pertanyaan yang Salah akan melahirkan jawaban yang salah,
satu aja kalimat kunci tentang pertanyaan diatas adalah, karena kurangnya penghayatan tentang agama yang anut, maunya manusia memperturutkan hawa nafsu aja dengan alasan mau merdeka ” oke “
Kenapa agama tidak membuat orang lebih baik? Karena orangnya pada malas, termasuk saya…dan semua yang mbaca ini.
agama adalah TEORI yg berasal dr suatu buku (kitab suci) ,buku adalah karangan seorang penulis entah asal kesaksian pribadi atau fantasi,dll…
siapa yg mempercayai ilmu/teori agama adalah hak seseorang,begitu pula jika seseorang mempercayai yg mana supermen itu adalah nyata,itu terserah. tidak ada orang yg boleh melarang hak pribadi orang ini untuk beragama,hanya sayangnya yaitu banyak orang yg mepercayai agama mau menguasai dan membuat hukum sendiri di dalam kemasyarakatan yg luas.
sedangkan masyarakat luas terdiri dari berbagai agama dan juga yg tak percaya agama. inilah salah pahamnya penganut agama !
manusia di lahirkan tanpa agama,mengapa justru agama yg jadi sesuatu paksaan ? mengapa manusia di haruskan memilih agama dan harus mempunyai agama? mengapa manusia menganggap dirinya benar atau seolah olah pernah bertemu tuhan dan pernah melihat sorga sehingga menganjurkan bahkan mengharuskan manusia lainnya untuk mempunyai agama?
lebih parahnya lagi kini bukan saja menganjurkan tapi juga mengancam dengan kematian seperti jihad dan segala bullshit lainya…..
betapa bodoh dan naifnya manusia yang menganggap agama bukan saja alat perang tapi alat untuk memusuhi orang yg tak beragama atau yg tak satu agama…….
Kenapa agama tak membuat orang lebih baik,sejauh mana kita mengenal agama,dan sejauhmana kita memahami agama,sejauhmana kita sudah mengamalkan agama,semua agama mengajarkan hal hal yang baik,kalaupun karena agama tak membuat orang lebih baik maka orang tersebut memang belum mempunyai agama,atau belum paham tentang agama,…………….!!!
Menurut saya alangkah lebih baiknya kita jangan baca novel.Ilmu selain dr Al Qur an & hadist adl bisikan setan,menyesatkan.Baca bacaan yg lbh bermanfaat.Agama kembali pd diri-siri kita sejauh mana amalan agama yg kita lakukan.
Untuk penulis :
apakah Anda beragama?
apakah Agama anda membuat anda lebih baik?
justru negara dengan tingkat religiusitas tinggi, kriminalitas merajalela ini karena agama membuat orang tidak rasional, tidak logis,merasa benar tanpa dasar, sok suci dan sok mendapat petunjuk tuhan.
Agama memang menjadi sebuah pertanyaan yang hebat dalam hati, bahkan semua orang pun masih bertanya-tanya sampai sekarang. Benarkah agama yang aku peluk..layakkah kami ikuti!!!!tanda tanya BESAR untuk semua orang. TAPI JANGAN TAKUT DAN KHAWATIR. mantapkan hatimu, lakukan apa yang baik bagimu dan berjalanlah kedepan (jangan polygami, jangan menyebarkan peperangan, tebarkan kasih, saling toleransi antar umat beragama). Percayalah bahwa Isa al-Masih akan datang lagi pada akhir dunia(kiamat) dan mengadili semua orang.
GPP MBAK. LANJUTKAN, KBRI KAMI APA YANG ANDA TEMUKAN….TAPI KAMI TELAH MENEMUKAN APA YANG KAMI CARI…
Karena manusia tidak konsisten menjalankan agama tersebut tidak commit pada petunjuk dari Kitab suci yang telah di turunkan Allah.tidak ada yang salah dalam agama sepanjang kita ikuti dengan benar..
manusia ada…. baru ada setan….setan ada …. baru ada agama……Allah menurunkan petunjuknya (agama) agar manusia tidak seperti setan karena tempat setan adalah dineraka…tapi Allah juga menyediakan tempat bagi mereka yang mengikuti petunjuk-Nya…yaitu Surga. kita diberi hak untuk memilih….tinggal pilih….mau kemana ?????
dalam agama itu sudah mengandung kekerasan. lalu buat apa diteruskan, karena individu itu kan dicuci otaknya dengan ajaran agama (yang mengangdung kekerasan tadi). persoalannya individu sendiri tidak berdaya di hadapan agama (para tokoh agama: tukang ceramah), jadi bagaimana mungkin lalu bicara: tergantung individu masing-masing.
yang benar saja!
hegemoni agama memang membuat orang indonesia kehilangan akal sehat.
mau apa lagi!
ayu utami orang yang aneh,,,kagak nyadar hidup di dunia cuma bntar,,,
Ass.Wr.Wb. Kalau bicara soal Islam harusnya paham tentang Rukun Islam & Rukun Imam, hakekat dari sebuah keimanan adalah HAQULYAQIN bukan katanya, bukan dengar sini dengar sana atau tong kosong nyaring bunyinya, ibarat buah tahu bentuk atau gambar tapi tidak mengenal rasanya. Hati-2 dalam mengimani sesuai jangan sampai kita merasa iman tapi kenyataanya SESAT dalam menyikapi Iman kita sendiri. Wass.Wr.Wb.
Orang zaman kini tak begitu peduli sama agama. Yang di uyung2 ya harta dan harta
emangnya mbak segi mana..?? PASTI mbak ngomong begitu karna mbak ga’ pernah belajar islam seutuhnya…
kan ada pepatah yang bilang “”apapun pertanyaannya islam pun menjawab”"
bisanya cuma ngomong2 tok….
baik nggak nya agama dilihat dari pemeluknya..!!
>mbak ayu : tolong pelajari islam seutuhnya ,,dengan mondok di pesantren
jangan ngomong tookk!!!!!!
@ahmad dahlan: “poligami itu boleh dalam agama, asalkan tidak lebih dari 4″
poligami diperbolehkan karena untuk menjauhi berzina-selingkuh-
dalam al-qur’an surat an-nisa’
“fankihuu man thoba lakum minan nisaa’i matsnaa wa tsulaasa wa rubaa’”
jangan salahkan agama tho ?! agama merupakan tuntunan, ya yg menjalankan aja yang salah.
orang di dunia ini yang betul2 menjalankan agama mungkin dapat dihitung dng jari. maka tlng ditulis “MARI – MARI BERSAMA SAMA BELAJAR AGAMA” lha repotnya mbak di sekolah hanya diajarkan sangat minim, piye jal………
KESIMPULAN :
Saya setuju dengan komentarnya Agus dan Siti. Sebenarnya agama hanya menunjukkan jalan tp manusialah yang menentukkan, karena sejak semula Allah menciptakan, Adam dan hawa memiliki kehendak bebas untuk memilih dan tidak pernah Allah itu memaksa. lebih lagi saat manusia jatuh dalam Dosa, maka kecendrungan manusia selalu untuk yang jahat. So Seperti yang dikatakan Ahmad jangan membaca Novel, lebih baik Alquran saja yang kita tahu sumbernya dapat di percaya. dari pada novel, sumbernya nda Jelas……. GBU
Agama petunjuk jalan, kalau orang tidak mau ditunjukkan jalannya, agama tidak salah.
Kenapa agama tak membuat orang lebih baik ?
Orang akan lebih baik kalau dia belajar untuk lebih baik, itu bisa pendidikan moral, toleransi, sopan santun, tenggang rasa, budaya budi bahasa, dan lain-lain. (tentu saja baik menurut siapa? perlu diperinci lebih detail). Ini saja akan berhasil kalau orang tesebut bisa menguasai ilmu itu dan menerapkan dengan benar/selaras.
Sekarang Agama itu mengajar tentang apa?
perbuatan baikkah? (menurut siapa?)
agama mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan dan kebenaran (benar menurut siapa?)
Manusia menguasai agama akan menjadi lebih agamis. bukan berarti lebih baik tapi lebih agamis.
Neng, alangkah baiknya hasil tulisan seorang penulis apabila dia menguasai materi tulisannya! Dengan beragama dan mematuhi agama yang saya anut saya dan keluarga merasa jauh lebih baik, lebih disiplin, lebih mendapat tempat di hati masyarakat di lingkungan kami, lebih nyaman, lebih berempati, lebih legowo… Singkatnya kami lebih bahagia. Sebagai bayangan, teman-teman saya sudah banyak yang jadi miliarder. Saya pun sebenarnya punya banyak kesempatan untuk menjadi miliarder dengan cara sebagian teman-teman, tetapi saya bersikokoh untuk mengimani surat Ma’idah ayat 90, dan surat Thalaq ayat 2-3, serta ayat-ayat lainnya. Dan alhamdulillah, kami lebih baik dan lebih bahagia.
semua pendapat dan alsan semua benar tapi itu menurut dasr tingkat ilmu serta nalar yang berlaku dan hidup menjadi prinsip hidup manusia.
tapi apapun itu setip rumusan yang telah tercipta harus layak diuji kebenarannya; seperti layaknya Nabi Ibrahim As.
sehingga dari hasil yang ada kita tau dimana tempat kita sendiri dengan pasti.
itulah yang dinamakan: keyakinan/iman.
kebenaran yang nyata/fanatik melihat
Dear Mba Utami,
Wah, pertanyaan yg menggugah. Emang ada sih, orang yg mengaku atheis, ngga mengakui Tuhan, dianggap kafir sma gol. tertentu tpi perbuatannya bisa berkali-kali lebih baik, lbih mnsiawi, lbh berwlas kasih dari orang2 yg mengaku beragama. So, knpa ada agama ? Agama itu apa sih ?
Knpa tdk membuat orang lbih baik ? Sya setju sama bebrpa komentr di ats, bhwa, itu tergantung bgmna orang yg menjalaninya. Krna agma pda dsrnya ada u/ mksud baik. Tpi, agma ada bkan hanya sekedar agar orang mnjadi lbh baik, ada maksud yg lebih dari itu.
Keep searching, n you will find the truth.
Salam
,,karna orang orang yang banyak gengsi lebih cinta dunia dari pada agama dan akhiratnya !!!!
Kita seperti sedang berdiri dipersimpangan jalan, bingung menetukan arah padahal dalam genggaman kita udh ada peta. Ada jalan lurus ke depan, belok kanan, kiri atau putar balik ke belakang. Tinggal mau pilih mana?
Agama telah mengajarkan yang terbaik, tinggal mau jalani pa ga’ ?!!!
Banyak buku2 dan kitab2 nya ko. Penulis yang baik harus bisa “baca” tulisan orang. Crey !!!!
semuanya itu kembalikan kepda masing2 individu,karena semua agama manapun didunia ini pasti menyuruh umatnya untuk berbuat baik..dan islam adalah agama yang sangat memproteksi umatnya dari hal-hal y negatif,kebanyakan umat islam y menyimpang diakibatkan krn pemahaman agama yang dangkal……
yang ndak bisa diatur ya manusianya bu :-s
karena ajaran dalam agama hanya dibaca bukan diamalkan.
andaikan ajaran dalam agama di amalkan niscaya akan membuat orang jauh lebih baik.
HATI KECIL yang selalu dibasuh dengan “TOMBO ATI”nya Opick dan selalu di jadikan landasan semua aktivitas 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
MAu coba mbak,………………….?Butuh pengorbanan. Dan jauhilah gemerlapnya dunia yang tanpa jeda.
Mbak Ayu, jawaban terhadap pertanyaan mbak Ayu dapat diumpamakan seperti ini. Ada 100 orang siswa yang membaca buku yang sama, ternyata setelah diuji yang mendapat nilai bagus 20%, nilai sedang 60%, yang tidak lulus 20%. Mungkin mbak Ayu hanya melihat yang tidak lulus ini saja (20%). Kalau mbak Ayu adil dalam melakukan pengamatan, saya yakin masih banyak kok manusia yang berhasil dalam hidupnya karena mengikuti petunjuk agama. Cobalah amati sekali lagi, mudah2an mbak Ayu sependapat. Selamat bekerja. Trims ya.
semua agama mengajarkan kita kebaikan apapun agamanya,karena itu sudah fitrahnya.jika agama tidak merubah seseorang/umat,patutlah dipertanyakan mereka sudah beragama pa blum,dan agama apa yang di anutnya,yang jelas orang yang beragama pastinya tahu harus berbuat apa dalam hidup ini
Ayu Utami: “Kenapa Agama Tak Membuat Orang Lebih Baik?””
sama gak yah ama : ” Kenapa nasi tak membuat orang lebih kenyang ?”
Ehm,…Kayaknya mesti membuka hati dan pikiran serta banyak belajar nih.
Tapi jangan patah semangat yah,…. Kalo penasaran apa jawabannya, pasti cari tahu terus kan ? Semoga engkau dipermudah untuk mendapat jawaban yang tepat.
karena hawa nafsunya lebih besar dari otaknya, dan isi otaknya lebih besar dari isi hatinya…………
sebaik nya penulis belajar agama islam ke hadramaut jangan ke ameriki
Karena manusia manklhuk yang punya akal, maka berfikirlah dengan akal.
Tidak semua kebenaran memang bisa dibuktikan dengan akal.
Tapi, apakah akal kita mau kita gunakan supaya kita mendapatkan kenikmatan (apapun kenikmatan itu) saja, atau untuk mencari apakah tujuan hidup kita, mengapa kita hidup, dari mana asal kita dan kemana sebenarnya kita akan kembali.
Pertanyaan simpel, kita dari ibu bapak kita, ibu bapak kita dari kakek-nenek kita, kakek-nenek kita dari kanek-nenek buyut kita, kakek-nenek buyut kita dari………..yang Mencipatakan Kita dan ..
Pertanyaan ke-dua, dari mana asal mobi, dari pabrik mobil, dari mana asal pabrik mobil, dari besi, kayu, pasir, tanah, batu, dsb…diolah menjadi materian, darimana asal tanah, batu, kayu, besi, baja, dari alam……….alam dari mana………..Memang ada dengan sendirinya..?
Ini semua ada yang menciptakan………SIAPA ??? CARILAH DIA SANG PENCIPTA ALAM DAN KITA………..
BERTANYALAH denagn AKALMU DAN BACALAH dengan AKALMU………..
Bertanyalah kepada hati kecilmu dan orang yang mengerti dan Bacalah semua yang ada di sekitarmu ini…………
Apa benar sih ungkapan ini? Menurut saya, ucapan Ayu nggak ada dasarnya alias asal bunyi. Seperti novelnya, dihasilkan dari pengamatan yang bias. Di Indonesia ini masih banyak orang sholeh/sholehan. Dia hidup lurus. Takut berbuat dosa. Ngantongi uang bukan haknya nggak mau. Karena dia yakin kalau sampai terjadi, dosanya akan mengalir hingga ke aliran darah. Kalau dia suami, anak istri ikut menanggung dosa bila uang panas itu untuk memberi makan. Ini hanya satu contoh saja. Masih banyak loh orang Surabaya yang nggak ngeri lokalisasi Dolly ada di mana sih?
Saya masih berkeyakinan agama itu tetap baik dan dihadirkan ke dunia untuk memperbaiki tatatan masyarakat. Kembali ke pertanyaan, mengapa Agama tidak menjadikan orang lebih baik? Jawaban saya, apa yang ngomong sadar apa yang diomongkan? Salam.
Kalau menurud pribadi saya sendiri, masalah bukan ada pada agamanya, tapi individunya sendiri, bagaimana cara dia memahami dan menjalankannya.
banyak orang yang ahli agama juga ternyata malah terjerumus. Bukan hal baru, karena manusia itu ada yang namanya akal. tapi dari sekian juta manusia di bumi, berapa orang sih yang bisa menggunakan akalnya..? ingat beda looh antara akal dan pikiran. Orang punya akal pasti pikirannya jalan. Nah tapi orang yang bisa berfikir belum tentu akalnya bisa digunakan. Ini bisa kita lihat di kehidupan sekitar kita
Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang sangat baik, karena ia berawal dari pengamatan dilapangan. Bukankah seperti kita ketahui bahwa penjara penuh sesak dan bahkan masih banyak yang antri, padahal semuanya ,menyatakan ia beragama.
Kata “Agama” bukanlah berasal dari bahasa Indonesia. Kalau demikianhalnya tentulah kita harus mencari padanan kata agama tersebut dalam bahasa kita. Kalau saya tidak salah padanan kata agama adalah “tidak kacau”. Kalau kita sepakat padanan kata agama itu adalah “tidak kacau”, maka itu juga berarti “teratur”. Kalau teratur paling tidak harus ada “yang mengatur” dan “aturan”. Jika kita mengaku beragama, seharusnyalah kita mengikuti “yang mengatur” dan “aturan”. Jika kita tidak mengikuti “yang mengatur” dan “aturan” berarti kita tidak menjalankan agama, hanya kita mengaku-ngaku beragama saja.Ini hanya setetes pembuka cakrawala kita dalam memahami sesuatu, mudah-mudahan bermanfaat.
Very great web.
The message here is truly valuable.
I will refer it to my friends.
Cheers
Mbak Ayu….yg namax agama(islam)pasti baik,yg tdk baik itu orangx,saran kami sebelum nulis buku apalagi temax ttg agama,pelajari dulu se-baik2xagar tdk jd salah tafsir org yg membacax,jangan baru pintar sedikit ngocehx melebihi Ustadz.Kalau belum paham belajarlah pada yg ahli.Jangan hanya kepingin terkenal,tulisanx dibaca,bukux dibeli…… trussssssssss seenaakx buat pernyataan yang merugikan agama tertentu….Mbak Ayu harus lebih bxk belajar,bxk bertanya dan….yg pasti patokanx pada …..ALQUR’AN ,HADITS JG SUNNAH RASUL biar nggak salah kaprah……….gitu lhooooooooooooooooooooo!
salam kenal saja pada malam yang mulai meninggalkan sinarnya