Leanika Tanjunggaruda
Ini film anak-anak loh…
Pertama kali mendengar judulnya, aku bilang ke temanku film apa ya itu. Judulnya terlalu berat, sepertinya tidak layak tonton, apalagi diliput. “Ini tentang anak kecil yang punya ambisi besar jadi pemain sepak bola,” jawabnya.
Aku mulai tertarik. “Anak itu harus melakukan berbagai cara agar bisa masuk tim nasional karena ditentang kakeknya,” lanjutnya.
Hhmmm … Aku makin tertarik. Aku penasaran bagaimana seorang sutradara Indonesia memfilmkan sebuah ambisi, sebuah motivasi dan keinginan. Aku teringat film Iran, Children of Heaven, yang bercerita tentang seorang anak di Iran, yang saking miskinnya, harus berganti sepatu dengan adiknya, tiap kali ke sekolah. Selengkapnya baca di sini.
Ambisinya sederhana: punya sepatu. Ali, sang kakak, divisualkan sutradara film ini Majid Majidi berlatih keras agar bisa mengikuti pertandingan lari. Juara pertama tak diincarnya, karena hadiah kedua lebih menarik: sepasang sepatu. Majid berhasil membuat sebuah film sederhana yang menyentuh, tidak cengeng dan juga tidak minta dikasihani.
Film ini bercerita tentang Bayu, diperankan Emir Mahira, anak kelas enam SD, berumur 12 tahun yang ambisi menjadi pemain sepak bola hebat. Dia punya bakat yang diturunkan dari ayahnya, seorang pemain sepak bola yang meninggal karena kecelakaan. Keinginan itu harus dipendam Bayu, paling tidak disembunyikan dari kakeknya, Usman, dimainkan Ikranegara, yang tak ingin cucunya menjadi pemain sepak bola. Menurut kakek pemain sepak bola tak punya masa depan. Kakek Usman ingin Bayu menjadi orang sukses sehingga harus mengikuti berbagai kurus mulai matematika sampai melukis.
Bayu berteman dengan Heri, diperankan Aldo Tansani, seorang penggila bola yang duduk dikursi roda. Dia penyemangat bagi Bayu dan terus mendorong Bayu untuk ikut seleksi tim nasional usia 13 tahun.
Sutradara Ifah Isfansyah meramunya menjadi film keluarga yang ringan, sedikit lucu dan juga, agak patriotik. Lagu Garuda di Dadaku, yel-yel lagu tim nasional tiap kali bertanding di Senayan, cukup membuat gelora tapi tak sampai membuatku merinding. Yang membuatku penasaran adalah judul film itu, yang menurutku sangat berat dan sulit dijual untuk sebuah film komersial, film anak-anak pula.
Ketika kutanya usai pemutaran film, Ifah menjawab begini: film ini dibuat justru karena judul lagu tim nasional itu. Dari lagu itu, cerita ditarik dan dipanjangkan, menjadi sebuah skenario film. Dia menyadari judul yang berat dan tak menjual, ”Itu bisa diakali dengan promosi yang benar,” katanya.
Okelah, promosi bagus, kemasan bagus biasanya bisa juga menjaring pasar besar.
Nah, aku berharap, jalan cerita film juga bagus dan istimewa. Aku pengagum film cerita sederhana tapi dengan visualisasi dalam dan matang. Cerita film ini menurutku sederhana, konflik keluarga yang ada di tengah kita dan sangat Indonesia.
Konflik itu ada pada Bayu dan kakeknya. Bayu ingin main bola tapi menjejalinya dengan berbagai kursus. Bayu seorang penurut sehingga ia mengakali dengan sembunyi-sembunyi latihan bola, tentu saja dengan bantuan temannya, Heri yang selalu datang dengan siasat dan strategi. Konfliknya cukup dalam, pergolakan batin Bayu antara menyenangkan kakeknya atau mengikuti kata hatinya.
Sayangnya, penggarapannya datar, sekali lagi ini menurutku. Emosiku tak larut dan tak naik. Visualisasi gambar dan percakapannya, tak lengket di kepalaku. Yang berbayang justru gambar ketika Ali di film Children of Heaven sedang mengejar sepatunya yang hanyut di got. Huh… maafkan saya.
Zahra, seorang anak penjaga kuburan, diperankan Marsha Aruan, muncul menjadi teman Bayu dan Heri. Mereka bertemu di kuburan ketika Bayu dan Heri sedang mencari tempat latihan bola. Zahra membolehkan Bayu berlatih di kuburan itu, dengan syarat harus membersihkan kuburan karena ayahnya sedang sakit. Peran Zahra cukup berat. Dia menjadi anak rebutan ayah dan ibunya yang bercerai. Ayahnya, seorang penjaga kuburan membawa Zahra ke Jakarta dan tak membolehkannya bersekolah, khawatir keluarga ibunya akan menemukannya. Jadilah Zahra seorang anak yang bicara dengan nisan.
Marsha tak terlalu berhasil memainkan karakter itu. Begitu juga pemain lainnya, tak terlalu istimewa, kecuali Bayu yang lumayan berhasil terutama ketika sedang memainkan bola karena dia sudah dua tahun bersekolah di salah satu sekolah sepak bola di Jakarta. Maudy Koesnaedi, ibu Bayu dan Ari Sihasale yang menjadi pelatih sepak bola, juga datar. Untung ada Ramzi yang menjadi Bang Dullah, supir Heri, yang bermain lucu dengan aksen arab betawinya. Lakon Bang Dullah membuat film yang akan diputar 18 Juni ini, lebih hidup.
Apapun, kredit layak diberi pada pembuat film ini, yang berani membuat film berbeda: tak sekadar film anak-anak dan keluarga, tapi juga bicara tentang sepak bola Indonesia. Ada beberapa kritik pedas di film ini tentang dunia sepak bola, yang diamini semua penonton. Kecintaan pada tim nasional coba diangkat, sayangnya kurang berhasil, atau mungkin karena tim nasional juga tak terlalu melekat di hati kita.




















Saya mencoba untuk mencintai film Indonesia.Bela2in cabut sebentar dari kantor dan nonton di bioskop.Tapi yaaa, seperti ini.Datar dan tidak ada emosi yang memuncak. Nonton film ini masih bisa sambil merem deh…
sya sgt kgm dgn film ini krna mngndng nilai yg postf yaitu semngt dan kbrsmaan
Film “Garuda di Dadaku”, filmnya cukup bagus dan mendidik, kebetulan saya menyempatkan diri nonton di bioskop bersama anak saya, yg baru berusia 10 tahun. Cerita dalam film tersebut dapat menambah semangat anak-anak untuk terus berjuang hingga berhasil, dalam meraih cita-citanya.
Saya baru saja membaca buku “The Asian True Ghost Stories” yg berisi kumpulan CERITA NYATA pengalaman orang2 yg pernah bertemu hantu. Saya rasa buku tsb terlalu mengungkapkan ritual MISTIK yg kurang layak bagi konsumsi publik. Tapi saya juga dengar buku tsb akan di-film-kan? Waduh… bagaimana ini?
film “Garuda di dadaku” ini bagus banget……
aku dan sodara-sodara ku nonton film ini mereka sangat senang sekali karena film ini memperjuangkan cita-cita si bayu ini pemeran dalam film garuda di dadaku…..sukses terus
keren deh lagunya…
tapi sayangnya mu gak jadi main ke indonesia..
Tutorial seputar Internet
film ini bgs bgt ! tp sayang film yg mendidik cuma ada di bioskop. hny orang2 tertentu yang liat. sementara tiap hari sluruh masyarakat indonesia di suguhi oleh film2 bobrog, ancur, sangat buruk yg disiarkan oleh sluruh stasiun tv nasional. film dan sejenisnya mestinya mengandung unsur menghibur, mendidik, n yg plng penting menghilangkan stres penontonnya. tp yg slama ini byk disuguhkan hny meningkatkan emosi pra penontonnya. saya memberi penghargaan pd globaltv yg slalu menayangkan lawak tiap harinya.
garuda di dada ku sangat bagus dan menarik ntuk para penonton
tapi yg aKu Sarankan??
aPakah Film itu bisa membuat Para SEpak bola di Indonesia khusnya,,,bisa menjadi nyata dan membawa nama harum indonesia.
>>>>>
film ini bgs bgt ! tp sayang film yg mendidik cuma ada di bioskop. hny orang2 tertentu yang liat. sementara tiap hari sluruh masyarakat indonesia di suguhi oleh film2 bobrog, ancur, sangat buruk yg disiarkan oleh sluruh stasiun tv nasional. film dan sejenisnya mestinya mengandung unsur menghibur, mendidik, n yg plng penting menghilangkan stres penontonnya. tp yg slama ini byk disuguhkan hny meningkatkan emosi pra penontonnya. saya memberi penghargaan pd globaltv yg slalu menayangkan lawak tiap harinya.
menurut aq pribadi film ini sangat menyentuh, tapi mungkin aku tidak yakin, bahwa orang indonesia seperti bayu yamg berperan menjadi bocah kecil yang bersemangat bermain bola tapi kebanyakan orang indonesia rusuh dan tidak menghormati pengadil dilapangan sangat bermain di lapangan dan melakukan profokasi terhadap penonton untuk melakukan tindakan yamg anarki, ini berbanding terbalik sekali dengan sepak bola luar kususnya inggris yang memainkan sepakbola keras tapi tidak dalam artian (rusuh)
Pokoknya bwat para pemain sepak bola di indonesia walaupun kalian ada di manapun tetap junjung tinggi sportifitas ya……
bA9us fiLmnyah ..keLuarga baN9et ..
dari pada pocoN9 mulu bosen ..
kalo kata salah satu temen FB aku setelah kluar bioskop nonton garuda didadaku garuda serasa ada didada semua orang ..
kayanya betul baNget tuhh ..
aku seneng noonton itu… soalnya… meraih cita2.. setulah aku nonton itu… aku penggen main bolla….
waw mungkin film bagus ini yang pertama kali saya menonton ceritanya bagus bikin saya semangat
Maju terus indonesia..!!! Semoga Film ini jd inspirasi bg anak negri
oke bagt dech.. ..
“kalau menurut saya ,justru pemikiran sang nya itulah yang lebih pantas untuk ditiru,betapa sebagai seorang kakek beliau lebih bisa berfikir lebih maju,mengerti akan pentingnya sekolah,ilmu dan pengetahuan….”
Semua film anak-anak yang mengutamakan semangat belajar patut diperbanyak untuk bisa ditiru oleh anak2 masa sekarang, biar tambah giat/penyemangat belajar biar menjadi generasi ilmu.
Aku tidak tahu hrs comment pa…??
Airmataku g sanggup tuk ku bendung lagi waktu baca artikel diatas :’( di kepalaku hanya ada Danang kecilku yang saat ini sedang serius dengan sekolah bolanya, lengkap dengan kesulitan kedua ortuku yg bnr2 merasa “kepontal2″ dalam mencari biaya buat sekolah bolanya, sementara aku sang anak sulung blm bisa berbuat apa2 selain mensupportnya utk tetap semangat dlm mewujudkan cita2nya.
maafkan kakak Dek..posisi kakak tdk spt dl (lajang) yg bs kerja n berkarya bebas tanpa batas dan smua utk bapak, ibu n semua adek2ku.
Kakak sekarang jg punya keluarga…doain kakak biar bs bantu nyekolahkan ya..
mohon doanya sekarang DANANG KUNCORO sedang mengikuti tes ujian masuk sekolah bola internasional..mudah2an masuk, amin,..
Hi semua..wakakkk
sgt lucu kmrn ibuku bilang Danang Kuncoro sekolah bolanya pindah dr S3 ke sekolah internasional,ternyata eh ternyata setelah saya konfirmasi dgn Danang adekku.bukannya sekolah bola internasional tp sekolah yg baru mau dimasukinya mmg srg mengadakan tukar pelajar dgn LN gt.oalah Ibu..Ibu..g paham2,cobalah besok saya konfirmasi k pelatihnya ja..yg bener gmn?te2p semangat ya Kun
Dari pojokkarimun menilai bahwa Garuda Didadaku sangat bagus.
Seharusnya semua yang memakai logo Garuda harus lepas dari yang namanya KKN. Bisakah ?
maju terus sepak bola indonesia.
maju terus sepak bola indonesia jangan sampai kalah ya…………..?
Usaha yang bagus,…
film nya baguz bnget..
top dhe..
Sebuah usaha yang patut di apresiasi di tengah maraknya film murahan yang hanya mengumbar syahwat.
bagus untuk inspirasi anak indonesia. Semoga Indonesia bisa jaya
cuma mau bilang,,bagus banget filmnya…….
Film-na b’guz B’ngetzz . Q ck!? Cpy , pemain sepak bl Indonesia mj truz , pntng ndur . Tuk Bambang Pamungkas te”p smngt . And ti”p clm bwt anak” Spehasa and Persebaya .
Itu Film Salah Arah ! Dan Salah Judul tidak Sesuai Dengan Kenyataan Orang Yang Tau Garuda ada Di Dadanya *
film garuda didadaku mmg sangat bagus..saya sangat menyukainya..
tapi sayang pemeran wahyuni/maudy koesnaedy saat ini sdh bercerai dgn erick meijer pada tgl 13 juli 2009..
kenapa publik tdk mengetahuinya..apa karena tdk mendapatkan beritanya
saat ini saya sebagai pengggemar maudy ingin memberitahukan kepada publik bahwa maudy koesnaedy san erick meijer sdh bercerai.
thanks untuk sctv
Bangsa Indonesia butuh bantuan dan pertolongan DARURAT !
Bersama ini kami salah satu bagian dari anak bangsa menyerukan kepada pemerintah.pejabat dan petinggi negara,tokoh nasional,para ilmuwan,budayawan dan elemen bangsa lainnya.
Dunia pers,seluruh media masa baik cetak maupun elektronika milik pemerintah atau swasta.
bahwa Bangsa Indonesia butuh bantuan dan pertolongan DARURAT !
sebab Bangsa Indonesia selama 12 tahun terakhir ini sudah berada di ruang IRASIONAL,yaitu:
Berkaitan dengan hukum alam dan ber-urusan dengan dunia ghaib.
Dan Insya allah kami salah satu bagian dari anak bangsa atau bahkan mungkin satu-satunya anak bangsa yang mengetahui ketika bangsa ini akan sakit dan duduk permasalahan yang tengah di alami oleh bangsa ini.
kami secara pribadi siap memberikan yang terbaik kepada Sang Ibu Pertiwi yang selama ini dirundung duka.
Tentu kita semua tidak ingin sejarah terulang kembali.seperti yang pernah di alami Kerajaan terdahulu,terbesar di negeri ini.
Kerajaan Majapahit yang gagah perkasa tinggal sebuah nama.
Kerajaan Mataram yang konon sakti mandra guna pun tinggal sebuah nama.
Demikian yang dapat kami sampaikan kepada pihak-pihak yang berkompeten terhadap keselamatan dan keutuhan bangsa tercinta.
Ini bukan ancaman,tapi merupakan sebuah peringatan yang harus di sikapi dan tindak lanjuti oleh semua pihak.
Untuk selanjutnya,bagaimana kita sebagai anak bangsa menindak-lanjuti masalah ini ?
Mohon pada semua pihak bahwa kami salah satu bagian dari anak bangsa sebagai pengemban amanat Bung Karno sejak tahun 1993 dengan di bekali sebuah PUSAKA dalam bentuk ghaib,yaitu :
KEMBANG WIJAYA KUSUMA/ Pusaka Jamus Kalimasada
( Senjata Pamungkas Pandawa Lima ) .
Dalam Amanat itu di sebutkan bahwa Bangsa Indonesia harus kembali pada Asal-Usul,yaitu :
” KEMBALI PADA JATIDIRI PANCASILA
DAN
BERPEGANG TEGUH PADA UUD 1945
SERTA,KEMBALI PADA BUDAYA ”
Dengan syarat itulah problema yang di hadapi oleh Bangsa Indonesia dapat teratasi,termasuk kemurkaan alam yang selama ini terjadi agar kembali bersahabat dengan kita.
yang jadi masalah,sekarang bagaimana tanggapan Pemerintah maupun elemen bangsa yang sama-sama merindukan ketentraman dan kedamaian ABADI.
untuk menyongsong Bangsa Indonesia kedepan menjadi Mercusuar atau Pemimpin Dunia.
Dan,perlu di ketahui bersama bahwa Indonesia satu-satunya Negara di dunia yang di takuti Amerika !!!
Bung Karno,
berpesan pada Bangsa Indonesia :
* Ku titipkan Negeri ini PADAMU
* Jangan KAU tanggalkan JAS MERAH
* Barang siapa melupakan SEJARAH akan tergilas oleh sejarah itu sendiri !
Dalam waktu dekat ini,insya allah Tuhan akan membuktikan amanat yang tertuang dalam naskah ini.
sudah saatnya Bangsa Indonesia mendapat Pertolongan !
kehadiran kami di tengah-tengah masyarakat sudah di persiapkan oleh TUHAN YME,
35 tahun yang lalu ( 1976 ).
Purwokerto, 22 april 2010
Spiritual Banyumas
Y.Heru Cokro Sukirno
bagus. khas ale dan nia… tentang nasionalisme, persahabatan dan pengirbanan yang ringan tapi menyentuh
film yang bagus… semoga para orangtua yang menonton dapat mengambil makna dari film ini bahwa bakat dan keinginan seorang anak tidak dapat dipaksakan karena dalam diri seorang anak sudah terdapat bakat yang terpendam..
q sangat suka ma film nie………………karena sanagt bagus buat anak”
menutuk saya sih tinggal di kembangkan aja alur cerita yang ada, karena terlihat hanya beberapa ruang dalam satu scene,letak nilai socialnya tidak begitu menyentuh. yang terlihat hanyalah fanatisme dalam dunia olahraga, dan pertemuanya nya pun dalam satu lingkup sekolah.
menurut saya sih tinggal di kembangkan aja alur cerita yang ada, karena terlihat hanya beberapa ruang dalam satu scene,letak nilai socialnya tidak begitu menyentuh. yang terlihat hanyalah fanatisme dalam dunia olahraga, dan pertemuanya nya pun dalam satu lingkup sekolah.
hal seperti ini yang mungkin harus kita tanamkan kepada anak-anak kita. maju terus dan tetap bersatu INDONESIA
of the many blogs that I visit but I think your blog is the best
Film-na b’guz B’ngetzz . Q ck!? Cpy , pemain sepak bl Indonesia mj truz , pntng ndur . Tuk Bambang Pamungkas te”p smngt . And ti”p clm bwt anak” Spehasa and Persebaya .
filmnya bgus dn jg mndidik..tmn2 cba lihat video d youtube berjdul Menyindir Pemerintah…….Indonesia Bangkitlah Negeriku.ini juga patut dijadikan contoh bagi seluruh anak2 indonesia…mari kita sama2 membangun indonesia tercinta kita ini.ok?
ada arsenal nya . hehe
Filmnya sangat menarik tentang perjuangan seorang anak yg ingin main bola..semoga kisruh di PSSI cepat reda dan timnas Indonesia berjaya di kandang lawan.
Kirain apa ?tau nya film toh…tapi mendidik kok
membangkitkan nasionalisme melalui film dan olah raga. keren