Yus Ariyanto
Sungguh sulit memahami jalan pikiran pihak manajemen RS Omni International Serpong. Seorang konsumen, Prita Mulyasari, mengeluhkan pelayanan rumah sakit itu dan menuangkannya dalam surat elektronik. Surat itu menyebar, pihak Omni gusar. Eh, babak hukum dimulai. Prita menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik dan…ditahan [baca: Prita Rindu Buah Hati].
Perkara ini segera diketahui publik. Termasuk, konsumen dan calon konsumen Omni sendiri. Kira-kira apa yang langsung menempel di kepala mereka saat mengetahui perkara ini? Saudara-saudara, secara instingtif, para konsumen bakal gampang bersimpati dengan sesama konsumen. Jika ada seorang konsumen diperlakukan seperti itu, mudah ditebak: simpati deras mengalir buat konsumen bersangkutan.
Di masa ketika kompetisi berlangsung riuh, konsumen akan gampang beralih. Di seputar Serpong, ada banyak rumah sakit lain yang bisa menjadi alternatif. Di bisnis ini, saya ragu soal keberadaan konsumen yang loyal. Apakah kemungkinan ini, yang amat potensial terjadi, tak terpikirkan oleh manajemen Omni?!
Para staf pemasaran dan hubungan masyarakat Omni pasti tahu soal horizontal business yang kini marak diperbincangkan dan dipraktikkan. Inti pendekatan horizontal business adalah keterlibatan konsumen dalam setiap fase proses bisnis; sejak dari rencana, proses produksi, sampai pemasaran. Pendekatan ini bukan cerita ketika produsen menanam pendekatan searah: membikin produk, merayu dengan iklan (kalau perlu yang manipulatif), dan mendulang untung.
Pendekatan ini juga sejatinya bukan fenomena yang benar-benar baru. Saya baca di majalah SWA, Harley-Davidson melakoninya sejak puluhan tahun silam. Produsen motor gede ini telah sibuk mengurusi komunitas-komunitas konsumennya di berbagai penjuru dunia. Masukan dan kritik dari para pemilik motor didengar, dianalisis, lalu diterjemahkan dalam bentuk inovasi produk.
Ada sikap rendah hati di sana. Ada kemauan untuk tetap menjunjung kearifan tua: konsumen adalah raja. Saya adalah anggota milis Hyundai Atoz. Meski pasif, saya tahu bahwa pabrikan Korea itu cukup peduli dengan aspirasi konsumen. Di milis itu, seorang kepala bengkel Hyundai juga menjadi anggota. Terlihat, ia selalu coba membantu ketika seorang pemilik mobil memiliki keluhan. Ujung-ujungnya, konsumen tak merasa dicuekin. Agaknya banyak produsen seperti ini kini; langka produsen yang menabuh genderang perang dengan konsumennya sendiri.
Ah, terlalu panjang saya berkata-kata. Terakhir, saya ingin menyarankan: wahai manajemen Omni, segera cabut perkara ini. Selesaikan secara kekeluargaan (konon, tempo hari, pernah dilakukan tapi mentok. Sekarang, coba lagi). Publik akan jatuh hati pada niat baik Anda. Pasti belum terlambat.
O, iya, tolong diingat juga dua anak Prita yang masih balita. Mereka harus “kehilangan” ibu hanya gara-gara sepucuk surat konsumen biasa.




















ada baiknya ketika seorang konsumen mempertanyakan pelayanan atau manajemen sebuah rs,sebuah rs hrs menyikapinya dgn sebuah pemikiran yg positif,artinya berarti msh ada “sedikit” kekurangan dlm tubuh sebuah rs
Yang pasti Managemen Rumah Sakit ini sedang sakit dan sakitnya sangat parah ( pamer keangkuhan dan kekuasaan ) ironisnya diduga dibantu oleh mafia Peradilan yang tidak layak duduk dikejaksaan/pengadilan, kini saatnya kita LPKSM-KOMNAS PK-PU memberantas mafia-mafia peradilan dimanapun berada, agar Masyarakat Konsumen bisa Hidup di Indonesia dengan Rasa Aman, Tenang dan nyaman, jangan kuatir Prita Rakyat punya Hak Eksaminasi.Salam untuk semua Pendukung Prita
Rs. harus menyikapi persoalan ini dengan hati bukan dengan emosional, ingat permasalahan ini akan menjadi pengalaman besar bagi Rs. sendiri maupun Rs.Lainnya.
kita gak tau gimana sih maunya PT banten itu?
Meskipunm menang RS Omni tidak akan mendapat manfaat apa-apa karena kepercayaan konsumen bukan pada putusan pengadilan (yang korup).
Sebaiknya RS Omni mencabut tuntutan dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan
Buat ibu Prita saya cuma bisa berdoa dan prihatin, karena menang kalah anda sudah pasti dirugikan (penjara, berhenti kerja dll.
Cuma setelah pilpres . . siapa yang mau bantu ???
saya tidak berani memberikan komentar, saya takut ditangkap dan dipenjara….
Mendegar berita ini, saya jadi takut berurusan dengan RS tersebut.
Pokoknnya takut…!
sebenarnya tujuan Prita itu baik,cuma mau mengungkapkan kesedihan dihatinya.
Saya jadi takut kalau komentar ttg OMNI Hospital…
Banyak orang jadi takut dengan rumah sakit itu. Tapi mungkin si rumah sakit tidak takut dengan orang-orang yang mengomentarinya…
udahhh….sabar ajah..kita bantu dengan doa…
@ Prilya Sinta: kenapa mesti takut buat komentar… toh seharusnya komentar itu (buruk/baiknya) adalah sebagai sarana masukan yang bersifat membangun… ^^
@OMNI HOSPITAL yang katanya berkelas internasional: nama baik itu bukan diukur oleh materi, pepatah “KONSUMEN ADALAH RAJA” benar adanya, seharusnya pihak OMNI menjadikan curhatnya ibu Prita di media internet sebagai masukan untuk memperbaiki diri. Komentar PEDAS tidaklah selalu merusak citra atau nama baik akan tetapi merupakan sebuah motivator untuk INTROSPEKSI DIRI.
yaa mudah2an tidak ada OMNI-OMNI yang lainnya di negeri kita tercinta ini.
Amar ma’ruf nahi munkar, keboborokan dalam hal medis di indonesia bukanlah suatu hal yang baru, beadnya Dokter dengan tabib kalau dokter pasien mati atawa sembuh pasti dibayar kalau tabib merasa bersalah kepada tuhannya amin
Ilmu kedokteran tak sehebat “ilmunya pemburu hantu” karena ilmu kedokteran hanyalah berbasis dunia saja, jenjang ilmu tertinggi dimuka bumi ini adalah ilmu “agama”
Apabila Gaya magnit bumi kami putar utara menjadi selatan dan sebaliknya berarti matahari muncul dari barat,itulah tanda-tanda “kiamat” ini adalah satu jurusan ilmu yang mempelajari tentang Geo,Astronomi, itu hanya sekelumit ilmu Allah, dokter hebatkah ? Dokter tidak bisa menyelamatkan kita di akhirat ? kedokteran juga adalah satu jenjang ilmu, kematian itu ada ditangan allah bukan ditangan dokter,
Ayo “AMROZI-AMROZI” baru kita perangi kebathilan, dibumi IBU PERTIWI “INDONESIA” Lebih baik mati dari pada membayar 204 Juta yang bukan kepada ahlinya,jangan biarkan bumi ini di injak-injak oleh orang-orang yang hanya mencari keuntungan sepihak, nenek moyang kita berjuang untuk kita anak cucunya, bukan untuk orang-orang yang pendatang yang “al-kafirun” Dokter punya otak, anda punya otak, saya punya otak, mari kita gunakan otak yg diberi Allah untuk kemaslahatan banya orang, jgn biarkah kebathilan merajalela di bumi pertiwi yang mempercepat datangan 2012 (kiamat), Allah tidak pernah mengkiamatkan dunia ini melainkan umatnya yang mengundang kiamat 2012 itu OK
Saya juga bisa jadi dokter mas kalau nggak kalah nasib, apa sih hebatnya ilmu dunia, amerika saja yang punya ilmu dunia nggak bisa naklukan jin dengan senjata lasernya Tapi Pemburu hantu “INDONESIA BISA” membotolkan jin, emerika yang punya tenologi nggak bisa merekan syeton “Indonesia Bisa” insya Allah, itulah jenjang ilmu, ILMU ADALAH PERKAWINAN ANATA PANCRA INDRA DENGAN OTAK ITU HANYA SEBATAS PINTER, PANCA INDRA + OTAK +AKAL + MATAHATI ITULAH ILMU SEJATI,
I m not trust to hospital fully, coz I know that company only for doing business….. My father died after get wrong diagnosis….
So……….
Saya kira tidak usah diteorikan mengenai sikap RS OMNI ini … yang penting adalah kita harus menggalang semua kekuatan untuk melakukan serangan balik di bidang hukum terhadap RS OMNI … semaksimal mungkin yang bisa dimungkinkan oleh hukum
Konsumen adalah raja. Penjual adalah hamba. Fakta sejarah adalah hamba yang datang memohon pada raja, betul ? Jadi dalam hal ini, siapa yang sebenarnya tunduk, Raja atau hamba ? Anak kecil juga tau, ya hambanya. Buktinya hamba datang mohon-mohon pada raja. Jika raja bosan, ya hamba dibuang. Jika konsumen kesal, maka penjual dilupakan. Jadi pahamilah bahwa hukum ekonomi itu bisa jauh lebih kejam daripada hukum lainnya dalam dunia perbisnisan. Jika jadi beli, maka penjual untung, jika tidak jadi beli maka penjual buntung.
becik ketitik,oLo ketoro
semangat bu Prita!!!
bu prita. jangan menyerah, segala masalah pasti ada jalan keluarnya. maju terus pantang mundur, ibu dijalan yang benar.
untuk mbak Prita, kami berdoa untuk semua kebaikan bagi mbak Prita dan anak2nya. Yg sabar and tabah yo ! semoga byk hikmah dan pertolongan Allah Subhana Wa Ta’ala.
mbak prita, lanjutan perjuanganmu. tuntut balik RS Omni yg telah merugikan moril dan non moril mbak prita. jgn biarkan konsumen selalu dijadikan tumbal. kami seluruh rakyat indonesia mendukungmu
untuk Omni, Kalian pengecut ! ketika posisi mbak Prita tertekan, dia mengajukan penyelesaian secara kekeluargaan malah kalian tolak dengan sombongnya. Sekarang, ketika dukungan kepada mbak Prita datang dari semua elemen masyarakat dengan tergopoh2 anda mencabut tuntutan.
untuk pembaca, memang tak selalu yg mewah itu bagus, dan tak selamanya yg RS “biasa” buruk pelayanannya. jgn tergiur embel2 “international”.
dapet tgz dari kampuz minta komentar nya dunk?
masih seputar kasus prita qo…
klo di analisa dan ditinjau dari syarat” dan unsur” pembentukan hukum yg baik siapakah yg paling bertanggung jawab dalam hal terjadiny kekisruhan kasus prita mulysari dan siapa yg bersalah?jelaskan!
mengapa baru risau setelah semua ini terjadi bukankah itu sudah terjadi berpuluh-puluh taun yang silam semua ingin keadilan tapi apa iya keadilan itu akan ada buat kaum bawah prita adalah sosok yang baru sebelum prita tentu sudah banyak hal yang tak terpikirkan dan bagimana dngan nasib mereka??? mal prktik yang terjadi d rumkit,biaya yang tak terhitung dengan nalar!!!korupsi d dlam intansi itu sendiri!!! n yang paling pentink untuk kita sadari adalah ternyata memang banyak PENJAHAT BERPAKAIAN RAPI! itu realitanya
INILAH YANG TERJADI KOLUSI N KORUPSI
UNTUK PERKAYA DIRI ITU SUDAH TRADISI
LIHATLAH DI RUMAH SAKIT ORIENTASINYA DUIT
BANYAK PASIEN MENJERIT LANTARAN BIYAYA MENCEKIK
NGOMONG SOAL PROVESI UANG YANG DI UTUMAKAN
JANJINYA KEMANUSIAN TAPI HANYA JANJI DOANG
KEMANUSIAAN TIDAK DI PIKRIKAN
KALO KOU PUNYA UANG BARULAH LAIN URUSAN
ORANG SAKIT DI OBYEKAN SEMUA PAKAI BAYARAN
DI RUMAH2 SAKIT BANYAK PASIEN MENJERIT
LANTARAN TAK PUNYA DUIT N BIAYA YANG MENCEKIK
LANTARAN D PERSULIT DAN DOKTERNYA PADA SINGIT RUMAH SAKIT BRENGSEK
SYAOR BY MARJINAL
sebenarnya saya takut mendengar “penjara”, yg mudah membuka pintunya dr sekecilpun perkara…& OMNI HOSPITAL yg yg Punya INTERNASIONAL NYA yg mgkn terlalu bnyk DWITNYA__ tapi rasa iba & simpati yang sangat terhadap prita ,aku hny sertakan do’a “moga pihak pihak omni di buka mata hatinya dan menyadari kalo konsumen kecewa berarti ada yang tdk benar dari pelayanannya” sungguh kasihan prita,,, hanya satu pertanyaan saya _ apa omni tertarik melihat recehan yang sdh terkumpul sekian ratus juta? sunnguh IRONI………… padahal itu dwit dr semua kalangan rakyat yg sangat kasihan terhadap prita. TETAPLAH BERJUANG PRITA !
ayo bu prita..!! udah hampir smp ke pintu kemenangan
Wah manarik ya. Uang recehan vs RS Omni I N T E R N A T I O N A L. Semoga jadi pelajaran bagi para dokter, pengelola RS dan kita semua.
Jika saja manajemen RS OMNI bs melihat hal positif dr kasus prita (sebelum merebak ke masyarakat luas), bersedia meminta maaf dgn tulus dan memberikan apa yang diinginkan prita. saya yakin prita akan memaafkannya dan kemudian menulis email lagi ke teman2nya, menceritakan bahwa OMNI adalah RS yang baik & customer oriented.
Tapi sayang itu tdk dilakukan oleh OMNI, tapi malah menuntut. Masyarakat akhirnya tahu bahwa OMNI bkn RS yang baik,arogan dan tidak memperhatikan keinginan customer.
siapa yang memberi tahu dan mencemarkan nama baik OMNI?,
Ya OMNI SENDIRI. (bkn prita). Secara sadar atau tidak, OMNI sdh membangun presepsi negatif tentang RS nya dan itu akan mengakar kuat dalam pikiran customer dan calon customer OMNI.
maju trus buk prita,jngn mundur
Sebelum membawa kasus ini ke jalur hukum, pasti Omni sudah punya keyakinan bahwa dia akan menang. Ya, karena unsur-unsurnya sudah dia “pegang”. Hal yang sudah biasa terjadi di negeri ini. Satu hal yang tidak diketahui, bahwa masyarakat itu cerdas. Paling tidak lebih cerdas daripada manajemen Omni. Lha, buktinya Omni gak tahu kalau masyarakat itu cerdas dan mampu melawan.
Sekarang Omni kena batunya. Ini biar jadi peringatan bagi siapapun yang masih suka anggap remeh masyarakat.
mungkin juga, siapun kita di Indonesia terbiasa denagn penyelesain masalah secara ‘kekeluargaan’. Sehingga kritik sederhana yang ditulis sebagai curahan hati dianggap sebagi sutu hal yang menakutkan dan mengancam nama baik.
Bukankah,seharusnya kita bisa jadi lebih baik denagn menelaah penilain orang lain.
bahkan menerima penilaian, kritik ataupun cemoohan orang lain dengan bijaksan dan santun justru bisa menjadi nilai tambah.
Mungkin zaman telah merubah kita menjadi manusia yang indivudualistis dan arogan…
mba’prita hanyalah salah satu korban dari ketidakadilan dan kelalaian pihak yang tidak bertsnggungjawab…
saya sangat prihatin…
[...] yang sedang dialami oleh ibu Prita Mulyasari, Anda dapat melihat berita dari situs ini, ini, ini, ini, ini, dan juga ini. Dukungan yang diberikan oleh kalangan blogger se-Indonesia melalui dunia maya [...]
[...] yang sedang dialami oleh ibu Prita Mulyasari, Anda dapat melihat berita dari situs ini, ini, ini, ini, ini, dan juga ini. Dukungan yang diberikan oleh kalangan blogger se-Indonesia melalui dunia maya [...]
[...] yang sedang dialami oleh ibu Prita Mulyasari, Anda dapat melihat berita dari situs ini, ini, ini, ini, ini, dan juga ini. Dukungan yang diberikan oleh kalangan blogger se-Indonesia melalui dunia maya [...]