Moh Samsul Arifin
Mencemaskan sekali cara berpolitik tokoh dan aktivis partai di negeri ini. Selain disetir pragmatisme, simbol-simbol agama masih saja dieksploitasi. Yang terakhir jilbab. Kain penutup kepala perempuan Muslim itu masuk panggung politik. Jilbab dikaitkan dengan politik karena dianggapkan bakal menggiring pendukung parpol atau massa Islam untuk mencontreng pasangan calon tertentu dalam pemilihan presiden/wakil presiden.
Kendatipun bukan melekat pada kontestan, jilbab dipandang akan menyetir ke mana arah suara pendukung Partai Keadilan Sejahtera [PKS] yang memang relatif “fanatis” terhadap simbol-simbol agama.
Dan inilah pernyataan yang mengejutkan itu. “Kalau mau jujur sebagian kader PKS hatinya masih mengarah pada JK-Wiranto karena alasan istri dari kedua pasangan ini sangat sederhana dan berjiblab,” ujar Zulkieflimansyah. Inilah yang masih kata Zulkieflimansyah—merujuk pada survei internal PKS—telah membuat tingkat keterpilihan SBY-Boediono dan JK-Wiranto hanya berselisih 10 persen. Dengan kata lain politisi yang pernah membidik kursi Gubernur Banten ini ingin mengatakan di mata pendukung PKS, tingkat keterpilihan SBY menurun dan JK merambat naik.
Lebih jauh kolega Zul, Mahfudz Siddiq berujar, “Memang (penampilan) istri JK dan Wiranto bagus (baca: menggunakan jilbab). PKS bisa saja menyarankan Ibu Ani dan istri Boediono memakai kerudung,” ujarnya seperti dikutip Indo.Pos (27 Mei 2009). Cara ini dinilai akan mengarahkan kader dan simpatisan PKS untuk mencontreng SBY-Boediono, 8 Juli mendatang.
Saya tak tahu apa kepentingan PKS mewacana jilbab jelang Pilpres ini. Publik menerka PKS sedang menghitung ulang dukungannya pada SBY-Boediono, melakukan bargaining terhadap incumbent atau sekadar meneruskan kegelisahan massa pendukungnya. Yang jelas ada yang kontradiktif di sini. Pertama, bagi perempuan Muslim jilbab adalah hal yang substantif. Bentuk ketaatan pada sang Khalik untuk menjaga kehormatan di muka umum. Dan kedua PKS adalah partai berideologi Islam yang seharusnya menjauhi politik citra yang superfisial. Sayangnya partai tarbiyah ini terperangkap pada simbol. Sangat beralasan jika pihak-pihak kritis terhadap PKS menyebut praktik politik ini sebagai upaya PKS memformalkan agama.
Dalam kerangka politik modern penggunaan simbol-simbol agama untuk menarik simpati calon pemilih sesungguhnya tidak mencerdaskan. Ini bisa menyeret publik pada stigmatisasi yang tak perlu terhadap pihak-pihak yang jadi korban atau dikorbankan. Seorang perempuan Muslim disebut baik atau saleh tak bisa disederhanakan dengan jilbab atau kerudung dalam tradisi Muslim moderat ala NU dan Muhammadiyah.
Perdebatan soal ini akan sampai pada wilayah teologis, karena umat Islam berbeda pandangan tentang jilbab ini. Sebagian kalangan menyebut jilbab adalah budaya atau merupakan tafsir atas teks Al Quran. Tapi sebagian lagi menerima jilbab sebagai perangkat yang sudah jadi. Artinya turun dari teks suci dan berlaku wajib bagi perempuan Muslim. Bagi perspektif ini tak memakai jilbab [ini pun masih debatable bentuk seperti apa yang diperintahkan teks itu?] berarti melanggar perintah agama.
Menurut Nasaruddin Umar [2002], jilbab berasal dari akar kata jalaba, berarti menghimpun dan membawa. Jilbab pada masa Nabi Muhammad SAW ialah pakaian luar yang menutupi segenap anggota badan dari kepala hingga kaki perempuan dewasa.
Jilbab dalam arti penutup kepala hanya dikenal di Indonesia. Di beberapa negara Islam, pakaian sejenis jilbab dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador di Iran, pardeh di India dan Pakistan, milayat di Libya, abaya di Irak, charshaf di Turki, hijab di beberapa negara Arab-Afrika seperti di Mesir, Sudan, dan Yaman. Hijab Hanya saja pergeseran makna hijab dari semula berarti tabir, berubah makna menjadi pakaian penutup aurat perempuan semenjak abad ke-4 H.
Sebelum fenomena jilbab menyeruak tahun 1990-an silam, perempuan Muslim di Indonesia lebih banyak menggunakan kerudung untuk menutupi aurat sebagai tafsir atas perintah Al Quran. Berkerudung sudah dianggap cukup bagi kalangan perempuan Muslim NU dan Muhammadiyah. Namun jilbab belakangan kian menggantikan kerudung karena perbedaan tafsir atas apa yang disebut aurat bagi perempuan Muslim.
Begitulah…saking dahsyatnya fenomena jilbab. Budayawan Emha Ainun Nadjib pernah mengabadikannya dalam pentas bernama “Lautan Jilbab” yang digelar di Yogyakarta, Surabaya, Makassar dan lain-lain pada 1990. Cak Nun pun bersyair:
“Jilbab adalah keberanian di tengah hari-hari sangat menakutkan. Jilbab adalah percikan cahaya di tengah-tengah kegelapan. Jilbab adalah kejujuran di tengah kelicikan. Jilbab adalah kelembutan di tengah kekasaran dan kebrutalan. Jilbab adalah kebersahajaan di tengah kemunafikan. Jillbab adalah perlindungan di tengah sergapan-sergapan”.
Ini menjadi semacam deklarasi dukungannya atas keputusan perempuan Muslim memilih untuk menutup auratnya. Begitu pun, Cak Nun tak menjadi fanatik. Nakhoda Kiai Kanjeng ini bahkan tak mewajibkan perempuan yang lantas diperistrinya [Novia Kolopaking] untuk berjilbab. Ia menyerahkan hal tersebut pada sang istri. Cak Nun, sebagaimana juga Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid ingin mengajarkan pada Muslim Indonesia bahwa beragama harus substantif. Sesuatu yang formal tidak pasti yang menjadi substansi dari perintah agama.
Buat saya sebagai mesin elektoral PKS telah membuktikan sebagai parpol yang menjanjikan. Terbukti raihan suaranya meningkat dari Pemilu 1999 hingga 2009. Tapi PKS kini “turun pangkat” karena kembali menonjolkan sisi-sisi simbolik agama. Dan ini membuat saya cemas. Jangan-jangan poin yang ditonjolkan dalam buku “Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia” [2009] benar adanya? Dalam buku tersebut diudar misi terselubung partai ini untuk mendirikan negara Islam di tanah air.
Ihwal ini segala sesuatunya telah terang. Perdebatan negara Islam tidak relevan lagi, baik dikaitkan dengan NKRI atau tata kelola negara modern. Syariat Islam wajib memandu dan karenanya berlaku bagi setiap Muslim di tataran privat. Suatu yang publik seperti negara [state] tidak ikut serta. Baiklah saya kutip dokumen keputusan PBNU saat menyelenggarakan forum Bahtsul Masa’il, November 2007. Salah satunya menegaskan, “tidak ada nash [teks] dalam Al Quran yang mendasari gagasan tentang negara Islam atau perlunya mendirikan negara Islam. Negara Islam atau Khilafah Islamiyah sepenuhnya adalah ijtihadiyah atau interpretasi Islam”.
Saya berharap hasrat-hasrat seperti itu dapat digugurkan. Karena saya tak pernah bermimpi Indonesia akan jadi negeri mirip Afganistan di masa Taliban yang diceritakan Khaled Hosseini dalam The Kite Runner.




















I am definitely bookmarking this page and sharing it with my friends.
I somehow dont agree with a few things, but its great anyways.
Jilbab wajib bagi muslimah….dengan jilbab mennjukkan ketaatan nya kpd hukum hukum Alloh, bukan hukum yg dibuat oleh manusia. karena menutup aurat itu hukum nya wajib dalam islam….tidak boleh ditawar tawar, karena sudah diterangkan dlm Kitab AL-QUR’ANULKARIIM. wslm
Tulisan anda cukup cerdas dan memberikan pencerahan kepada kaum Muslim. Kegelisahan anda terhadap formalisasi agama juga menjadi kegelisahan kaum intelektual muda Muslim lainnya. Terus berjuang untuk mempertahankan NKRI, jangan sampai negara ini terperosok dalam Talibanisme.
Bung Samsul sebaiknya anda membaca komentar-komentar sebelumnya.Banyak yang mempertanyakan ke-Islam-an anda dengan menyerang tulisan/pemikiran anda. Saran saya, pergi ke negara yang aman dan damai. Adakah negara yang sudah menerapkan syariat baik sejak jaman dulu sampai sekarang yang menghormati orang kafir (istilah umat muslim untuk orang non muslim) ? Adakah negara-negara itu hidup dalam damai ? Jika ingin negara ini menjadi begara Islam, sebaiknya umat non muslim yang selalu jadi sasaran kekerasan muslim Indonesia segera mendukung Papua Merdeka.
Cuma sehelai kain…….
Soal pemakaian jilbab itu tergantung dari kesadaran tiap individu. Apakah dia percaya bahwa dengan menggunakan jilbab akan membawa berkah atau tidak itu tergantung dari kesadaran masing-masing. Yang jelas, jika jilbab itu dipaksakan maka akan sama dengan memaksa orang untuk sholat. Padahal sebenarnya setiap orang butuh sholat dan tidak perlu dipaksakan. Hanya saja dalam hal ini adalah faktor kesadaran baik kesadaran pikiran dan juga kesadaran hati untuk menerima bahwa jilbab itu adalah pakaian wajib bagi wanita.
yang paling banyak sekarang ini orang berkerudung tapi pakiaan bwhany street semua….apa bedanya
ikut menyimak saja
. semoga yang buat artikel nanggapin setiap komentar yang masuk
Bung samsul anda harus belajar lagi membaca Al-Qur’an surat An-Nur ayat 31 dan Al-ahzab ayat 59 bagaimana Allah mewajibkan Jilbab saya jadi ragu keislaman anda
“Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia” [2009] benar adanya? Dalam buku tersebut diudar misi terselubung partai ini untuk mendirikan negara Islam di tanah air.” memang sudah terjadi di masyarakat tetapi masyarakat banyak yang tidak sadar dan malah terjerumus masuk ke dalamnya, karena menganggap itu bagian dari memperdalam agama. karena itu fanatisme sangat meningkat di masyarakat, bandingkan dengan sebelum tahun 90-an, masyarakat masih mempunyai toleransi beragama yang tinggi, lihat sekarang, disenngol sedikit saja marah…????apa kata dunia??? apakah mungkin karena kekuatan NU dan Muhammadiyah sudah lemah atau justru ikut terjebak dalam arus ini?
salam…..
setiap tulisan pasti ada pro dan kontra, itu adalah sebuah kewajaran, namun sangat disayangkan para penulis tidak memberi argumen pembacanya,,,saya setuju dengan saudara bayu,,,supaya penulis sudi untuk memberi argumen pada tulisannya….
sekian…
salam….
Agama masuk politik tetap kotor, seperti usai berwudhu di ujung kemaluanmu ada setetes najis yang menetes.. Maka kau harus berwudhu lagi jika ingin memulai mensyariatkan agama islam. Tapi terbukti sejak partai massa islam PPP lalu lahir PAN (islam liberal+muhammadiyah),PKB (NU), PBR (deklarator Zainuddin MZ), PBB dll meski “diam-diam” punya misi “negara islam” toh tak pernah kesampaian. Pun PKS yang diduga demikian dan punya modal untuk itu, tentu tak akan mudah. Selain umat yang kadung terpecah sebagai konstituen partai-partai, pun elite politk yang tidak sejalan, sulit bagi tercapainya misi tersebut. Belum lagi berhadapan dgn lawan politik dan konstituennya serta komponen lain di dalam masyarakat. Untuk itu tak perlu kita dengung-dengungkan cukup sebagai wacana saja, seperti dalam di blog ini.
lanjutkan…..semoga sukses ()
Jilbab itu wajib bagi muslimah dan sudah harga mati dalam islam, karena muslimah harus menutup tubuh mereka, karena syawat lelaki muslim tidak dapat terkontrol seperti hadis mengatakan Muhammad mempunyai kekuatan seksuel 30 lelaki yang bergilir 18 istrinya dalam semalam ini hadis yang mengatakan bukan fitnah tetapi kebenaran perlu dinyatakan.
Oleh sebab itu jilbab wajib bagi muslimah dan pernag mereka katakan…
jangan salahkan kami jika kami memperkosa muslima tanpa jilbab ini yang terdengan dalam kalangan muslim ndan kita harus tahu kualitas muslim dalam menghadapi body seksuel muslimah di karenakan nafsu lelaki muslim tidak terkontrol…ini intinya kita tidak usa memakai agama sebagai topeng munafik…to the points.
saya ingin mengomentari tulisan philip.. anda dapat sumber dari mana bahwa negara islam tidak mampu membuat damai.. (baca sejarah Rasulullah Muhammad SAW) baru berkomentar.. anda tidak tahu aturan islam yang sebenarnya.. apa yang terjadi pada belahan dunia sana karena perang idoelogi,politik dsb.. tapi coba pelajari hukum-hukum syariah,,, simak baik-baik
saya ingin mengomentari MR.Nunusaku… islam adalah “ATURAN HIDUP” bagi kaum muslim… so ngapain lho sibuk.. pakai aturan hidup lho.. begitupun dengan kaum muslim.. jangan coba-coba melanggar hak asasi setiap manusia yang ada di bumi indonesia dengan intervensi.. dan itu sudah diatur dalam UU Negara.. setiap warga negara berhak menjalankan keyakinan agamanya masing-masing.. catat itu..
tambahan for you mr. nunusaku.. darimana lho dapat hadist itu coba paparkan sumbernya and kami tau hadis karangan.. jangan-jangan lho mau jadi nabi palsu lagi hehehe
jilbab itu aturan hidup dalam islam.. terlepas dia mau maksiat kek.. miras kek.. judi kek.. jilbab itu aturan yang turun dari langit.. nda bisa di tawar.. understand..!!!
Menjual agama untuk suatu kepentingan kekuasaan, harta, kesohoran…adalah riya’(syirik kecil) suatu perbuatan dosa besar, karena tidak adanya keikhlasan si pelaku kepada Sang Pemilik Agama, Allah swt, karena dalam hati kecilnya untuk kepentingan duniawi saja.
Jangan memasukkan agama dalam politik dan tidak pernah ada partai agama….tetapi kalo partai itu memakai simbul-simbul agama dimana simbul-simbul itu dibuat oleh manusia sendiri….wallahu ‘alam bishowab…
jilbab bukan tradisi mas … tapi aturan islam ,jgn terpengaruh pikiran yang keblingeer .memang berat hidup dijaman akhir ni , macam2 orang punya pendapat, kalau anda ngaku jadi orang islam ikuti aturannya insya Alloh selamat dunia akhirat …
aku gk setuju kalau keinginam seseorang atau kelompok tertentu menjadikan indonesia negara islam dikaitkan dengan keadaan negara islam lain yang tak kunjung damai
to mas dimaz.. islam adalah rahmatan lilalamin (rahmat bagi seluruh ummat didunia).. dan itulah ajaran dalam islam.. so what gi tu lho jika.. penganutnya ingin menyiarkan apa yang diajarkan.. nah salah satu medianya adalah politik.. toh.. yang non muslim juga mengajarkan agamanya (demokrasi, komunisme,) dan muslim punya ideologi sendiri yaitu ISLAM…
to anak wetan… saya setuju dengan komentar anda dengan menjual agama untuk kepentingan kekuasaan itu adalah dosa besar.. tapi coba mikir yang agak mendalam dikit deh.. kita balik statementnya gini.. bagaimana jika menyampaikan pesan Tuhan “sebelum kiamat ni yee..” dengan cara berpolitik (karena itu adalah medianya), salah gak tuh.. amerika berpolitik dengan demokrasinya.. china rusia.. berpolitik dengan komunismenya.. nah ummat muslim berpolitik dengan Islamnya..
Itu khan kesadaran spiritual masing-masing ya, mudah-mudahan kita senantiasa mendapat petunjukNya.
tak ada yang salah dengan jilbab, bila kita memahami fungsi dan tujuan diwajibkannya muslimah untuk memakainya. toh tidak ada yang dirugikan juga dengan diwajibkannya jilbab bagi muslimah. namun lain cerita bila politik sudah menunggangi, karena apapun, tak hanya jilbab, yang sudah ditunggangi motif-motif politik pasti akan memancing perdebatan. seperti tulisan di atas ini. tulisan ini bolehlah untuk sekedar referensi. terimakasih.
aduh kok itu di ributkan, jangan agama di pakai dalam politik,agama itu masalah pribadi sendiri,terserah orangnya, mau memeluk agama apa silakan,kalau politik itu urusan negara,ada yang bilang agama ini yang bagus, agama itu yang bagus agama saya yang paling bagus,itu kan menurut anda karena anda sedang memeluk agama yang bersangkautan,biarpun pengikut agama anda banyak yang menjadi teroris,yang merampas kedamaian orang lain itu juga bagus menurut anda,jilbab itukan hanya penutup wajah, siapa tahu di balik jilbab itu kerja menjadi WTS, TERORIS,PERAMPOK, mana ada negara islam di dunia aman dan damai, semuanya bikin onar dan ricuh,indonesia itukan pancasila bukan islam. seandainya indonesia menjadi negara islam pasti banyak yang mau merdeka, yaitu, maluku, ambon, iryanjaya, bali sudah pasti,ntt saya harap mudah-mudahan indonesia pecah suksema mewali
Politik adalah politik dan agama adalah agama. apa salahnya politik juga menjujung nilai-nilai agama. karena dari agama itulah pembeda yang hak dan yang batik.
Bagaimana kalao nilai-nilai agamanya BERAZASKAN TERORIS dan egois jadinya politik teroris.menurut saya biarkan agama berjalan di jalurnya agama, jangan agama di jual untuk kepentingan politik, dan politik berjalan di jalurnya politik,karena orang berpolitik iti,adalah licik,menggelitik,nyentrik bin picik
Saya yakin islam adalah rahmatan lilalamin (rahmat bagi seluruh ummat didunia),jadi kalau ada umat yg ngaku-ngaku memperjuangkan “atas nama” islam tapi menimbulkan ketakutan, memaksa berarti ajakannya tidak bener
Komentar dan keterangan anda tentang orang yang senang dengan jilbab mana??? kok tak adil amat. PKS bukan Taliban, Taliban bukan representasi ummat Islam secara keseluruhan, mereka berbeda tapi iman tentu saja yang membuat setiap Muslim itu merasa bersaudara kendatipun terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari amalan mereka. Seorang Muslim dengan atribut yang bertengger pada fisiknya adalah hal-hal yang tak dapat dipisahkan, karena Islam mengajarkan harusnya kaaffah (totalitas) untuk itu Islampun telah Syumul (lengkap) untuk menjadi rujukan dalam bertindak, mulai dari cara berpakaian sampai bagaimana mengurus ummat dalam kepemimpinan Islam ( Khilafah Islamiyyah ) yang insya Allah akan segera tegak menaungi dunia dengan syari’at Islam yang menjanjikan dan terbukti “Rahmatan lil ‘alamin”.
saia heran kenapa ini sampai dipermasalahkan sampai sebegitunya. saia rasa setiap Muslim memang sudah berkewajiban berjilbab, tapi ini tergantung pada pribadi masing2. jika ada yang mencemooh atau memandang sebelah mata wakil rakyat yang memakai jilbab saat mendekati pemilu, saya rasa SAH-SAH saja…..
sering sekali hal-hal yang mengarah kebaikan islam diartikan lain dan dibelokan semaunya penulis sehingga menggiring pembaca meng”iya”kan apa yang menjadi tulisannya.
saya hidup berdampingan dengan banyak komunitas baik secara etnis atau agama tapi tidak banyak masalah.
yang menjadi masalah ketika hal yang sedikit (“mengganggu komunitas lain”)dijadikan alasan besar bahwa semuanya seperti itu.
mulailah menjadi pahlawan kebaikan, penulis kebaikan, komentator kebaikan bukan perusuh dan pemicu kerusuhan.
sesuatu yang berbeda itu pasti tapi perpecahan itu jangan.
PKS sudah berbuat yang terbaik buat bangsa hargailah, masalah harapan yang “ia” bawa adalah bagian dari perjuangannya, sebagaimana pendahulu kita berjuang.
Jilbab adalah pilihan dan itu sudah ditunjukan oleh PKS, dan tidak ada yang salah dengan pilihan ini.
yang “open body” aja banyak pendukungnya kok yang jilbab jadi masalah.
menanggalkan jilbab bagi kaum muslimah bukan berarti menantang tuhan kan?, siapapun pasti setuju setiap perempuan sebaiknya memakai jilbab, tapi seharusnya kita juga melihat bahwa tidak berjilbab bukan berarti seorang perempuan tidak bisa menaati perintah tuhan. hal yang terbaik dalam hidup ini adalah menjalankan perintah tuhan dengan tanpa paksaan atau karena hal lain, termasuk dalam berjilbab.
kenapa masalah jilbab selalu dikomentari sementara yang telanjang tidak pernah dikomentari????orang mau berusaha menjadi baik lahiriah dan bathiniah ko dikomentari…
Special to Mr.Nunusaku……hadits?????…palsu itu!!!! sayangnya anda tidak tau dan tidak faham hadits yang asli dan palsu…..hmmmm…belajar islam lagi lebih dalam….dan rasakan keindahannya disana….I LOVE ALLOH dengan segala Ke-MAHA-annya….I LOVE RASULULLOH dengan segala Akhlak mulianya….I LOVE ISLAM dengan segala keindahannya…..dengan ataupun tanpa PKS…..
menutup aurat itu wajib bagi muslimah bukan di anjurkan,kalau mentafsir hukum itu hati2,jgn halal diharamkan,wajib jadi mubah,haram jadi makruh.karena mencari keringanan hukum itu adalah fasik.semua kehidupan ini diatur agama,baik dalam berpolitik ataupun apa jua,tentang niat seseorang itu hanya allah yg tahu ingat masih ada alam baka menanti kita.
Awas hati2 dg propaganda yg mengatasnamakan islam, krn mgkn mrk sbnrnya musuh islam (munfik)
saya mengutip “Dan kedua PKS adalah partai berideologi Islam yang seharusnya menjauhi politik citra yang superfisial.”
bukan islam namanya kalau tidak berpolitik, toh Rasulullah saja berpolitik…
Saya ijin memantau saja
UDINesel >>>> Awas hati2 dg propaganda yg mengatasnamakan islam, krn mgkn mrk sbnrnya musuh islam (munfik)
SETUJU KANG!!!!
menanggalkan jilbab bagi kaum muslimah berarti dia telah bermaksiat dengan Perintah Alloh Ta’ala, seorang muslimah yang paham agama pasti setuju setiap perempuan sebaiknya memakai jilbab, sebagai seorang muslim seharusnya kita taat dan tunduk akan peritah Alloh & Rosulnya.
To special MR.NUNUSAKU anda dpt hadits dr mana? dr hongkong….
ISLAM adalah tmpt yg indah, berJILBAB adlh WAJIB bg prempuan yg sdh baligh. toh pd akhirnya mbk Novia kolopaking (mnutup auratnya). IBu shinta jg msh pke krudung smpe saat ini…
Saya kok jadi bingung,mana yg bener nih,Tolong dikasih pencerahannya:
1.Jilbab itu tradisi yg dibawa dari negara asal islam (arab) gunanya
melindungi pemakai dari badai pasir dan panas matahari jadi bukan
ibadah.Di Indonesia apakah harus dijalankan? Tolong yg tahu,pencerah
annya.
2.Islam dikatakan agama yg mengajarkan kebaikan ,memberikan kedamaian
Tapi saya dengarkan pula kotbah2 pemuka agama mengajarkan musuh2 Islam boleh dibunuh.Yang saya tahu Tuhan mencipta semua manusia pada
awalnya tidak beragama(bayi),agama didapat kemudian sesuai arahan ortu,sebagian memeluk agama a,sebagian lagi agama b,lalu karena si “a” yakin bahwa si “b” adalah musuhnya dan boleh dibunuh,maka si “a” membom si “b” (terorisme).Filosofinya adalah si “a” yakin bahwa si “b” adalah mahluk ciptaan Tuhannya yang artinya si “b” adalah saudaranya sendiri (sama2 ciptaan Tuhan),tapi dia membunuh si “b” dan merasa telah jadi pembela Allah (Wah wah wah,hebat benar bisa membela YANG MAHA KUASA),dengan demikian dia telah merampas nyawa ciptaan Tuhan yg juga telah menciptakan dia.
Bagaimana dualisme macam ini harus dijelaskan ?
Saya jadi berfikir ternyata hukum yang tebaik didunia ini hanya satu
yaitu hukum yg berbunyi “KASIHILAH TUHANMU DENGAN SELURUH KEKUATANMU,DNG SEGENAP JIWA RAGAMU DAN AKAL BUDIMU,DAN YG KEDUA KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI KAMU MENGASIHI DIRIMU SENDIRI”
Saya lihat belum ada hukum apapun didunia ini yg lebih baik dai hukum diatas.Dng hukum tsb manusia akan bisa saling mengampuni,berbelas kasihan,sabar,lemah lembut,rendah hati,menghargai org lain,tidak sadis,tidak kejam,menghindari kekerasan,suka berdamai,tidak menang sendiri dll
Adakah yng bisa memberikan pencerahan mana yg benar ???
kenapa orang islam takut kepada islam? kenapa jilbab, jihad selalu di serang ketika berbicara tentang islam? cendikiawan atau intelektual ketika berbicara islam malah menyudutkan islam?
buat @fourseven, pencerahan akan anda dapatkan jika anda membaca AL Qur’an secara utuh tidak sepotong-potong. dan tolong jg dengan tafsir yang benar, jangan hermeneutika.
tulisan yang sangat menarik
Ijin berkomentar :
bagus kalau wanita itu berjilbab dengan benar, dan zaman sekarang pula, wanita berjilbab mayoritas, mengikuti modis, dan tidak tahu bagaimana, arti pake jilbab tersebut, dan guna nya apa..?
Berjilbab adalah wajib. Dan agama jangan dibawa ke kancah politik. Cuma akan memecah belah umat saja. Terbukti!!!!!!!!!!
Jilbab itu wajib bagi muslimah, terutama dipakai diluar rumah agar bagian dada tidak terlihat oleh lelaki yang bukan muhrim..
Tapi kalau dikaitkan dengan politik, saya rasa tidak perlulah..
Ckckckck… Ya mending jilbab masuk kancah politik kan ketimbang rok mini yang masuk kancah politik
Emang ya… Manusia zaman plg bisa aja cari alasan utk nanggalkan jilbab