Wednesday, May 22, 2013
auman-eskrimador-indonesia

Dodit Setiyohadi

Pada 23 hingga 27 April lalu, saya beserta tujuhbelas rekan berada di Cebu, Filipina, untuk mengikuti World Eskrima Arnis Championship. Saya bisa paham jika banyak yang akan bertanya: kejuaraan apa ini? Eskrima Arnis memang sendiri kurang begitu populer di Indonesia. Namun di Australia, Eropa, serta Amerika jenis beladiri ini cukup dikenal.

Eskrima Arnis adalah salah satu bentuk beladiri yang berasal dari Philipina. Di khazanah beladiri dunia, Eskrima Arnis terkenal dengan tehnik permainan tongkatnya yang mampu memukul sasaran dengan sangat cepat. Bahkan bagi seorang eskrimador (petarung  eskrima),  melakukan duaratus pukulan dalam satu menit, adalah hal yang biasa. 

Berbekal latihan cukup keras selama berbulan bulan, kami tim Indonesia akhirnya memberanikan diri berangkat ke Cebu, Filipina, untuk mengikuti kejuaraan dunia tersebut. Keberangkatan ini ibarat mendatangi kandang macan, karena  Cebu adalah asal beladiri eskrima arnis. Apalagi tim dari negara lain pun pasti juga telah mempersiapkan diri dengan maksimal. Maka bisa dikatakan dalam kejuaraan inilah  para macan eskrimador dunia berkumpul. Sedangkan  tim Indonesia? Apakah macan juga? Kami mencobanya.

Kami berangkat dengan optimisme. Meski demikian  jangan anda bayangkan kami berangkat seperti tim olahraga yang sudah mapan dan didukung penuh oleh negara. Jangan dibayangkan kami berangkat dengan didampingi dengan tim offisial yang siap melayani berbagai keperluan bertanding, tim dokter yang siap setiap saat jika kami cedera, serta tim gizi, yang siap menyediakan makanan enak dan bergizi yang layak dan harus  dikonsumsi kami sebagai atlit. Bukan seperti itu yang kami alami. Kami nekad  berangkat hanya dilandasi pada kecintaan pada olah raga beladiri, khususnya eskrima arnis. Sebelum berangkat,  kami (khususnya pelatih kami master Glen Gardiner) berjibaku  mengumpulkan dana agar bisa berangkat, mencari tiket pesawat termurah dan mencari informasi penginapan yang terjangkau.  Dalam kondisi yang serba terbatas inilah kami berangkat dengan tekad, mengibarkan merah putih di Cebu.

Bagi saya pribadi ada tambahan tugas, yaitu membuat laporan bagi SCTV tentang kejuaraan dunia ini. Sebelum berangkat pun saya sudah membayangkan betapa berat tugas yang harus saya sandang. Selain harus bertanding saya juga harus mengambil gambar, karena dalam tugas kali ini saya tidak didampingi oleh juru kamera, karena tim kami tak mampu membiayai tiket dan akomodasinya.

Demikianlah, dengan semangat 45 kami bertanding di Sport Hall Ayala Cebu Philipina. Selama tiga hari penuh kami bertanding habis habisan. Seluruh apa yang kami pelajari dan kami punyai, kami tumpahkan di ring pertandingan.

Karena tidak didampingi oleh tim offisial maka kami saling membantu saat bertanding. Jika ada teman yang bertanding, maka yang sedang tidak bertanding, bertindak sebagai pendamping, membawa dan membantu memakai peralatan bertanding, mengipasi, mengelap keringat, memberi minum, memijat, dan yang paling penting adalah  memompa semangat bertanding.  Namun celakanya jadwal pertandingan demikian padat, Sehingga beberapa kali terjadi atlit Indonesia harus bertanding tanpa pendamping. Ia harus melayani diri sendiri tanpa seorang pedamping, dan tanpa pemompa semangat.  Ibarat kuda , kami berpacu tanpa kehadiran  joki yang harus menyambuk agar bisa berlari kencang.

Sedangkan saya sendiri, selain harus berlaga, dan mendampingi rekan yang bertanding, tugas lain juga harus saya laksanakan, yaitu bertindak sebagai reporter televisi yang harus mengumpulkan informasi serta mengambil gambar. Maka,  ditengah nafas tua yang masih ngos ngosan dan peluh mengucur deras usai pertandingan, saya sempatkan mengambil momen-momen selama pertandingan.

Selama tiga hari penuh kami bertanding. Kami memeras keringat, mengatur strategi, dan di salah satu nomor, kami harus menahan sakit manakala tongkat rotan musuh menghantam bertubi-tubi tubuh kami.

Namun akhirnya  semua kelelahan, dan rasa rasa sakit seketika musnah begitu saja saat Supreme Grand Master Cacoy Canete, guru besar Cacoy Doce Parres Eskrima Arnis  mengalungi medali-medali bagi kami. 6 medali emas disematkan oleh beliau. Jumlah ini mengungguli perolehan medali emas tuan rumah yang hanya mengumpulkan empat medali emas. Itu artinya kami mampu mengaum lebih kencang, mengungguli auman macan-macan eskrimador dari negara lain. Sebuah auman yang membanggakan bagi kami eskrimador Indonesia.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

35 Komentar pada “Auman Eskrimador Indonesia”

  1. yoga says:

    tidak ada medali yang sempurna jika tidak didapat dengan jalan kerja keras, disiplin waktu, dan berlatih tak kenal henti.

    kenapa dalam bidang sepakbola, bulutangkis, atau olahraga yang begitu populis dinegara kita selalu berakhir dengan nol besar? karena ketiga jalan kerja keras, disiplin waktu, dan berlatih menjadi yang terbaik sudah hilang. kita terlalu dimanjakan dan dinanabobokan dengan fasilitas serba wah.. jadinya, prestasi yang sudah dihadapan mata, melayang sia-sia.

    ada baiknya cabang olahraga dinegeri ini, meniru atau kalau tidak studi banding ke rekan-rekan eskrimador Indonesia. karena sebenarnya, medali dan auman sang macan, bisa diraih dengan jalan kerja-keras, disiplin dan berlatih tak kenal lelah.

    hidup olahraga eskrima arnis! maju terus para atlet eskrimador indonesia atas aumanmu!!!

  2. Emm…apa Eskrima Arnis itu mirip-mirip wushu gitu ya? Mohon pencerahannya

  3. sakijan says:

    wew..pertamax, sekali lagi selamat untuk tim indonesia atas prestasi yg berhasil diraih. kalo saya liat jenis olahraga ini biasa aja, maen pukul2 pake tongkat di indonesia jg bnyak misal tradisi duel di NTT yg hampir mirip. malah kalah keren ma Pencak Silat seni bela diri khas indonesia yg lebih atraktif.

  4. sukun petak says:

    wew..pertamax, sekali lagi selamat untuk tim indonesia atas prestasi yg berhasil diraih. kalo saya liat jenis olahraga ini biasa aja, maen pukul2 pake tongkat di indonesia jg bnyak misal tradisi duel di NTT yg hampir mirip. malah kalah keren ma Pencak Silat seni bela diri khas indonesia yg lebih atraktif

  5. danny says:

    Saya begitu terharu membaca tulisan ini.
    Sebuah pemandangan yg sangat ironis, di satu sisi ada sekelompok macan – macan eskrimador Indonesia yg berlaga mengharumkan nama bangsa tidak didukung oleh pemerintah, di sisi lain pemerintah sibuk menata diri, mempromosikan diri serta berduet sana sini demi terpilih lagi menjadi seorang pemimpin.

    Malu seribu malu, jika tidak bisa melayani rakyat nya.
    Semoga pemerintah kita kedepannya lebih berpihak kepada rakyat Indonesia semuanyaa serta tidak mementingkan diri, keluarga serta partainyaa lagi!

  6. Agoenkz says:

    Awesome!
    Hidup Indonesia!
    Saya salut pada anda semuanya. Semoga Indonesia berkesempatan juara di kesempatan berikutnya. Semoga pemerintah dan masyarakat Indonesia bisa mendukung dan mengembangkan potensi dari cabang olahraga ini.

  7. Ganet says:

    Luar biasa..,selamat atas prestasinya..Alamat sekrt.dimana ya?

  8. edhy d s says:

    selamat….selamat…..selamat……….. pada team eskrima arnis indonesia…….terimakasih……atas perjuang anda semua……aplaus untuk anda semua, saya salut pada kerja keras anda semua…..ternyata semangat yang “luar biasa’ meberikan hasil yang begitu dahsyat….melampaui fasilitas cabang lain lebih ada…

  9. masna says:

    welldone guys,
    i proud of u.
    semoga pemerintah kita mau melirik olahraga ini ,setidaknya mereka memberi sponsor karena kalian udah mengharumkan nama bangsa dan mengembangkan potensi olah raga ini di indonesia.
    sekali lagi congratulation!!!

  10. budi says:

    Hanya satu kata… SALUT.

  11. raihan says:

    luar biasa!!!!!, indonesia bisa menang di kandang macan saya sangat salut atas perjuangan dan kerja kerasnya.
    Semoga sampai di tanah air bisa disambut sebagai pahlawan dan dapat diikuti oleh atlit-atlit lainnya, hidup indonesia

  12. aladar says:

    @Ganet:
    Alamat sekretariat:
    Combined Martial Arts Academy(CMAA)
    Gedung Tetra Pak Lantai Dasar (letaknya tepat di atas Musholla)
    Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan.

    Contact:
    Maharani (0812 108 2334)
    Taufik (0811 892 440)

  13. aladar says:

    Salut, bangga, terharu untuk Tim Eskrima Arnis Indonesia. Walaupun tanpa dukungan pemerintah, tapi dengan semangat membaja, tekad membara dan mental kesatria, mampu membuat harum nama bangsa!
    Perlu diketahui, bahwa tidak ada hadiah uang atau benda-benda berharga lainnya dalam kejuaraan dunia ini, hanya keping-kepingan medali dan kebanggaan bangsa yang mereka dapat.
    Mereka berangkat dengan niat dan tekad yang tulus, untuk bangsa dan negara Indonesia!
    Sekali lagi, selamat!

    Menurut saya, bukan pada tempatnya, untuk kita membanding-bandingkan seni bela diri ini dengan sena bela diri lain, seperti Pencak Silat kita tercinta. Jujur saja, saya sebagai pecinta silat indonesia juga merasa kecewa dengan pembinaan, pengelolaan dan prestasi pencak silat di kancah internasional. Ayo bankit!!!!!!

  14. boea says:

    Selamat dan Salut untuk Pemenang yg berjuang sendiri.
    Semoga di Negeri ini Muncul pejuang2 seperti team anda

  15. dodit says:

    @ Sukun petak
    Memang di khasanah beladiri di Indonesia sendiri juga banyak sekali tehnik permainan dengan menggunakan tongkat seperti eskrima arnis. Bahkan sebenarnya tehnik permainan eskrima arnis sangat dipengaruhi oleh gaya pencak silat.

    Pencak silat memang keren. tapi menurut saya semuanya juga keren. Karate, kungfu, taekwondo, krav maga, Systema, Kalaripayatu, Capoeira, Thifan phokan, Muai thay, Kenjutsu, Hwarangdo, Gulat, dan semua tehnik beladiri di dunia ini semuanya keren. Mana yang paling keren? Semuanya punya kekhasan dan keistimewaan masing masing, termasuk juga punya kelemahan.

  16. Yeni says:

    Terharu n bangga boet Tim Eskrima Arnis Indonesia..Mudah2an k depannya lebih sukses n terus jadi yang terbaik…Selamat Yaa!!!

  17. dodit says:

    Satu hal yang bagi saya pribadi turut juga membantu keberhasilan saya pribadi meraih medali emas, adalah dukungan dari rekan rekan di kantor. Mereka memberi support dan dorongan agar saya giat berlatih.Bahkan sering mereka juga rela menanggung beban pekerjaan yang seharusnya saya tanggung, agar saya bisa berlatih. Terlebih atasan atasan saya yang tak putus putusnya memberi dorongan dan sering mereka membuat keputusan yang membuat saya lebih sedikit leluasa mengatur waktu untuk berlatih. Bahkan para atasan saya tidak pernah secara eksplisit menugaskan saya untuk meliput kejuaraan itu. Namun naluri kewartawanan saya pribadilah yang mendorong saya bersusah payah mengambil gambar agar bisa membuat laporan.

    Terima kasih teman. Tanpa kamu aku tidak bisa berbuat . Medali emas yang saya dapat lebih layak untuk kamu semua.

  18. eva says:

    terus berkarya demi bangsa dan negara

  19. semoga bermanfaat bagi banyak orang, amin.

  20. Irwan says:

    Saya juga salut dan bangga sebagai anggota CMAA yang tahu persis jerih payah CMAA memperoleh dana sponsorship buat atlit2nya, dan perlu digaris bawahi bahwa seluruh atlit Indonesia yang berangkat tidak mengeluarkan uang sepeserpun bahkan mendapat uang saku $ 100 per orang.

    semua diperoleh dari jerih payah CMAA master guro Glen gardiner yang ketika ditanya untuk apa?beliau bilang,…atlit Indonesia memiliki kemampuan dan semangat tinggi yang harus dibina, dan adalah kepuasan pribadi bagi beliau melihat murid2nya atlit Indonesia berjaya di ajang International.

    acungan jempol buat seluruh Team arnis Indonesia 2009 !!!
    dan Terima Kasih sebesar besarnya buat Master Guro glen Gardiner yang membuat semua ini terjadi.

  21. Mr.dedi J"Alex Del Piero" Sadrach says:

    salut untuk team eskrima Arnis Indonesia, SBY bantu donk

  22. Rachmad says:

    Wah tim Indonesia Makin sip ni!!!
    Semangat!!!! semangat!!! dan terus semangat!!!

  23. Blog Bisnis says:

    semoga tambah sukses aja nih

  24. RzBzR says:

    Two thumbs up for team eskrima arnis

  25. Berkunjung dan baca infonya, mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak orang, sukses.
    I Like Relationship

  26. Hijau-Putih says:

    Salut buat Bung Dodit. Semoga ilmu Eskrima Arnis-nya bisa ditularkan ke rekan-rekan SCTV lainnya. Buat jaga-jaga agar insiden “Carlos Pardede Jilid Dua” tidak terjadi

  27. Standing applause buat tim eskrima Indonesia..
    Sebagai pencinta beladiri, saya memberikan penghargaan terhadap anda-anda semua, para eskrimador yang telah mengharumkan nama bangsa..
    Bahkan sampai saya bahas di blog saya.. :)
    Sukses selalu..
    dan saya mau dunk diajari Arnis/Kali/Eskrima..
    Terutama knife fighting nya :D
    hehe..

  28. sherlomes says:

    jadi bangga rasana, selamat dan sukses buat team eskrima arnis

  29. ganang says:

    BRAVO. I’m very proud of you

  30. bim says:

    Selamat buat rekan2 yang telah mencapai prestasi ini.
    Walaupun bangsa Indonesia masih dalam keadaan carut marut tetapi kalian telah memberikan contoh nyata bagi kita semua bagaimana mengatasinya.
    Biarlah para elite politik berkoar2 kesana kesini…yang penting diri kita berjuang keras untuk kemajuan kita sendiri (saya yakin jika tiap orang di Indonesia ini berpikiran sama/mau berjuang keras untuk dirinya sendiri, maka dengan sendirinya bangsa indonesia juga akan maju. Berikan contoh kepada orang lain melalui diri kita sendiri).
    Sekali lagi selamat bung………

  31. dewi maha says:

    SELAMAT BUAT TEAM ESKRIMA ARNIS, gue sampe terharu lho bacanya . sukses selalu buat kalian .

  32. ageng says:

    selamat tim indonesia … bravo …
    melihat ini saya tertarik untuk berlatih arnis, bisa tahu alamat latihan untuk di bandung di mana ya?….bisa menghubungi siapa?

    terima kasih sekali
    bravo indonesia

  33. Shenaz says:

    Selamat dan terima kasih atas jasanya telah mengharumkan negeri ini, saya sampai menangis membacanya, mas lain kali kalau ada kegiatan seperti itu, terus negara tidak mendukung (masalah biaya dll ) , publikasikan di blog ini , saya yakin banyak relawan yang akan menyumbang, khususnya para pemakai internet yang jumlahnya jutaan orang, dan mungkin saja anda beruntung ada orang kaya berhati emas membacanya sehingga mau mensponsori acara tersebut.
    meski hanya 10 ribu dari 1 orang kalau yg nyumbang ada 1 juta orang, kan jadi banyak , oke kami tunggu berita selanjutnya. sekali lagi selamat dan terima kasih

  34. noaforce says:

    selamat tim indonesia … bravo …saya yakin banyak relawan yang akan menyumbang, khususnya para pemakai internet yang jumlahnya jutaan orang, dan mungkin saja anda beruntung ada orang kaya berhati emas membacanya sehingga mau mensponsori acara tersebut.

  35. hendrick says:

    Mau donk ikut gabung latihan,, i’ll be honored learn from the best

Tinggalkan Komentar