Wednesday, May 22, 2013
pks-di-bawah-bayang-bayang-jilbab

Moh Samsul Arifin

Mencemaskan sekali cara berpolitik tokoh dan aktivis partai di negeri ini. Selain disetir pragmatisme, simbol-simbol agama masih saja dieksploitasi. Yang terakhir jilbab. Kain penutup kepala perempuan Muslim itu masuk panggung politik. Jilbab dikaitkan dengan politik karena dianggapkan bakal menggiring pendukung parpol atau massa Islam untuk mencontreng pasangan calon tertentu dalam pemilihan presiden/wakil presiden.

Kendatipun bukan melekat pada kontestan, jilbab dipandang akan menyetir ke mana arah suara pendukung Partai Keadilan Sejahtera [PKS] yang memang relatif “fanatis” terhadap simbol-simbol agama. Selengkapnya »

surat-ibud-dan-navis

Syaiful Halim

Seorang pembaca (Ibud) di blog saya menulis:

Saya merasa, pengalaman Helmi 15 tahun di tempat ‘pembuangan’ mirip pengalaman saya. Namun saya belum menjadi sufi. Saya baru belajar bersabar dan mudah-mudahan tetap sabar. Apakah sosok helmi adalah real atau hanya rekaan? Kalau benar real ALLAH memang Mahapengasih dan Mahapenyayang siapa pun yang merasa terpinggirkan, sendiri dan tidak berdaya selalu disinari nurNYA sehingga dapat menemukan kesabaran, mencari pengetahuan untuk lebih dalam mengenalNYA sebagai penguat hati, tempat bersandar dan bertawaqal. SUBHANALLAH Maha Suci ALLAH.

Pembaca lain (Navis) juga menorehkan pengalamannya:

Sekitar 13 tahun yang lalu saya juga berpengalaman terasingkan, bahkan orang-orang di sekitar saya menganggap saya sedang stress selama kurang lebih 6 bulan. Padahal dalam 6 bulan itulah saya merasakan sedang asyik-asyiknya dekat dan bercengkrama dengan Al Khaliq. Setidaknya 6 bulan itu telah menjadi pondasi kadar keimanan saya, akhlaq saya, dan alhamdulillah dg hikmah kesabaran saya sekarang merupakan pemuda yang berpenghasilan lumayan (20jt-an/bulan). Tapi bukan itu tujuan hidup saya. Tujuan saya adalah kedekatan saya dengan Al Khaliq di saat apa pun juga. Di saat semua org menganggap saya stress, saya ttp dekat dg Allah, Juga di saat orang banyak mengelu-elukan saya jg tetap dekat dg Al Khaliq. Pengalaman 6 bulan itu tidak hanya suatu kesengajaan saja, karena saat-saat itu memang telah lama saya rindukan dan nanti-nantikan. Dan akhirnya datang juga kebinasaan saya, keterpurukan saya. Tapi akhirnya menjadi pondasi kesuksesan saya pada hari ini hattal yaumil qiyamah dan akan terus saya wariskan kepada generasi-generasi keturunan saya maupun siapa saja yang mau mengambil tauladan ini. Saya jg menyitir salah satu hadis qudsi, ‘Suatu ketika mintalah petuah kepada hati nuranimu, jika hati nuranimu mengatakan bahwa sesuatu itu baik maka hakikatnya itu adalah baik, dan apabila hati nuranimu mengatakan bahwa sesuatu itu jelek maka hakikatnya itu adalah jelek.’ Tetapi saran saya buat semua utk menuju kemuliaan akhlaq jgn menunggu ketika terpuruk, sedini mungkin memahami ajaran Allah dan rosulNya dengan mendalam Insya Allah akan jg bisa meceburkan diri pada akhlaqul karimah seperti yg dicontohkan oleh Rosulullah SAW.” Selengkapnya »

harkitnas-harkitti

Vincent Hakim R.

Judul tulisan ini muncul bukan karena terinspirasi oleh nama seorang pakar hukum dari Universitas Indonesia yang saya kagumi dan dulu kerap menjadi narasumber saya saat melakukan peliputan, Harkristuti Harkrisnowo. Bukan.

Judul ini lahir akibat latah belaka. Disadari atau tidak, diakui atau tidak, kita gemar sekali (jika tidak mau disebut doyan atau latah) dengan singkatan. Kata-kata apa pun dalam kehidupan sehari-hari disingkat, misal: TTM (Teman Tapi Mesra), ML (Making Love), SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), DPO (Daftar Pencarian Orang), PKL (Praktek Kerja Lapangan), PSK (Pekerja Seks Komersial), ABS (Asal Bapak Senang), dsb. Atau lihat saja nama-nama partai politik, hampir semua singkatan. Selengkapnya »

auman-eskrimador-indonesia

Dodit Setiyohadi

Pada 23 hingga 27 April lalu, saya beserta tujuhbelas rekan berada di Cebu, Filipina, untuk mengikuti World Eskrima Arnis Championship. Saya bisa paham jika banyak yang akan bertanya: kejuaraan apa ini? Eskrima Arnis memang sendiri kurang begitu populer di Indonesia. Namun di Australia, Eropa, serta Amerika jenis beladiri ini cukup dikenal.

Eskrima Arnis adalah salah satu bentuk beladiri yang berasal dari Philipina. Di khazanah beladiri dunia, Eskrima Arnis terkenal dengan tehnik permainan tongkatnya yang mampu memukul sasaran dengan sangat cepat. Bahkan bagi seorang eskrimador (petarung  eskrima),  melakukan duaratus pukulan dalam satu menit, adalah hal yang biasa.  Selengkapnya »

sultan-butuni-pemimpin-orang-buton

Syaiful Halim

Selama ini, Pulau Buton lebih dikenal sebagai pulau penghasil aspal. Padahal di luar hasil bumi itu, pulau ini memiliki “harta karun” nan dasyat. Yakni, jejak arkeologis berupa benteng-benteng yang nyaris mengepung seluruh pulau dan sejarah panjang Kesultanan Butuni.

Pulau Buton adalah pulau benteng. Karena, bangunan yang menjadi basis pertahanan militer tersebut tersebar di banyak tempat. Sehingga, pulau tersebut kerap disebut sebagai “Negeri Seribu Benteng” atau “castle in town”. Karena, kota-kota penting di pulau itu hampir dikelilingi benteng-benteng – mirip konsep tata ruang negeri Jerman yang dikelilingi benteng-benteng. Namun, dunia pariwisata kerap “memaksa” wisatawan yang berkunjung ke daerah itu hanya mengenal Benteng Keraton Wolio. Ini bisa dimaklumi, karena benteng itu merupakan simbol kejayaan Kesultanan Butuni, sekaligus sebagai satu-satunya bukti sejarah yang masih terawat. Selengkapnya »

Istana

May - 1 - 2009 18 KOMENTAR
istana

Yus Ariyanto

Juni 2008. Pada suatu Ahad pagi yang cerah, puluhan bocah perumahan kami berwisata ke Istana Merdeka, Jakarta. Hitung-hitung sebagai variasi dari liburan akhir pekan. Saya ikut mendampingi mereka.

Selama sekitar 30 menit kami berkeliling. Di pengujung acara, pada anak tangga istana, para pengunjung dipersilakan foto bersama. Buat kenang-kenangan. Mata saya beredar sebentar. Ada enam pilar di beranda. Besar dan putih. Lambang negara bertengger di puncak. Lapangan Monas membentang luas di seberang. Saya tertegun. Selengkapnya »