Thursday, May 23, 2013

Machiavelli dan Para Penjilat

April - 17 - 2009
machiavelli-dan-para-penjilat

Yus Ariyanto

Pada 1532, sebuah buku terbit. Judulnya Il Principe. Niccolo Machiavelli, sang penulis, membutuhkan tujuh tahun untuk merampungkan kitab yang terbilang tipis ini. Ketika Il Principe dirilis, ajal telah menjemput Machiavelli lima tahun sebelumnya. Usianya 58 saat itu.

Sulit dimungkiri, usia ketenaran Il Principe jauh lebih panjang ketimbang umur penyusunnya. Karya itu masih dipelajari, dipetik sebagai inspirasi—barangkali juga oleh para elit politik kita yang lagi asyik-masyuk merancang koalisi.

Itulah pula yang terjadi pada saya. Teringat manuver-manuver para politisi, saya tergerak untuk menjenguk lagi buku tersebut. Tentu, bukan edisi asli yang berbahasa Italia, kampung halaman Machiavelli, tapi edisi bahasa Indonesia yang terbit pertama kali saat Orde Baru masih kuat mencengkeram.

Salah satu bab yang sontak menggoda adalah Para Penjilat Harus Disingkirkan. Entah kenapa. Di sana, Machiavelli menulis, ”Tidak ada cara lain untuk menjaga diri bebas dari penjilatan ini daripada memberi tahu semua orang bahwa Anda tidak akan marah jika mereka mengatakan hal yang sebenarnya.”

Sebaliknya, “Kalau ia (raja atau pemegang kekuasaan lain, YA) mengetahui seseorang bersikap ragu dalam mengatakan kebenaran, ia harus marah.”

Masalahnya, Machiavelli melanjutkan, “Andai semua orang dapat menyampaikan kebenaran, orang tidak akan menghormati Anda lagi. Karena itu, seorang raja yang pintar akan menggunakan jalan tengah, memilih orang-orang bijaksana untuk mengurusi pemerintahan dan hanya mengizinkan mereka yang boleh mengatakan kebenaran, dan hanya mengenai masalah yang ditanyakan kepada mereka, masalah lain tidak.”

Pria kelahiran Florence itu percaya, raja mesti menjadi pusat inisiatif. “…seorang raja harus selalu meminta nasehat. Tetapi hanya kalau ia berkenan berbuat demikian, tidak karena orang lain menghendakinya…ia harus melarang secara mutlak usaha-usaha untuk memberikan nasehat kepadanya kecuali ia menghendakinya,” tulis Machiavelli.

Ya, betapa relevan isu yang dihembuskan Machiavelli. Sejak dulu, kekuasaan selalu disesaki orang-orang bermental penjilat: memanipulasi kabar dengan semangat Asal Bapak Senang (ABS) atau melakoni hal-hal tak patut lain demi kedekatan. Kekuasaan itu menggiurkan. Terlempar dari lingkaran kekuasaan bukan perkara yang gampang dihadapi secara rileks.

Cuma, Il Principe banyak disalahpahami. Sebagian orang melihatnya sebagai kumpulan petuah atau nasehat atau sesuatu yang seharusnya dijalankan. Sebagian lain, memosisikannya sekadar potret riil kenyataan politik. Jika melihat ke posisi pertama, nama baik Machiavelli tumbang. Ia dianggap sebagai “bapak ideologis” dari otoriterisme. Bila melihat ke posisi kedua, boleh jadi ia justru menjelma ilmuwan cemerlang.

Lepas dari kontroversi itu, Il Principe memang masih penting dibaca. Entah untuk diamini atau justru disangkal. Setelah 490 tahun, isu-isu yang dibahasnya tetap kontekstual. Juga di saat hiruk-pikuk politik kini. Di sana, niscaya kaum penjilat beraksi.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

37 Komentar pada “Machiavelli dan Para Penjilat”

  1. didans_thea says:

    kamu aneh di islam itu udah komplit segala aturan ketatanegaraan,perdagangan dan lain2nya bahkan masuk Wc aja ada aturannya, Ngapain malah cari2 aturan gak jelas dari sumber yg gak jelas juga dan mau kamu jadikan reperensi ketatanegaraan..

  2. clizia says:

    gue sih mending alquran aja more reliable writernya, lebih jauh dari 490 taun,, segala aspek include asal bisa pahamin bahasa yg beda mskipun ditranslate..

  3. algibraniy says:

    dimana ada politik disitu ada penjilat,jempol buat Machiavelli

  4. niyaka says:

    didans_thea,kamu benar tapi Indonesia kan negara demokrasi.Sah-sah aja orang berpendapat, jangan sinis begitu.Bagaimana kalau yang ngomong itu orang nasrani,orang buddha atau hindu,apa kamu juga langsung nyemprot mereka? sebagai muslim kita memang harus teguh memegang Quran tapi Allah juga menyuruh kita toleran terhadap orang lain.

  5. Hairun Noor says:

    Kalau mau mengejar kedudukan terhormat lebih aman jadi seorang penjilat. Sifat orang kaya gini bagi saya bukan orang terhormat, tapi lebih nista dari seekor anjing bedebah

  6. octafadi says:

    Tak usah jauh sampai ke Itali membahas tentang para politik penjilat ditubuh Golkar aja udah kentara .Ini seperti film si Dono Kasino Maju kena mundur kena .Maksudnya kena gunjingan para pendukungnya sendiri .Karena kelihatan sekali para politikus Golkar seperti tak punya nyali .Yang penting mereka cuma masuk dalam lingkaran kekuasaan.
    Ini memang politikus penjilat

  7. R A N says:

    Dalam kuburnya Machiavelli akan tertawa melihat apa yang dilakukan orang pada saat ini……kata Beliau “ELu melakukan apa yang pernah Gw tulis 490 tahun lalu” Saya kira cocok deh buat Caleg2 biar enggak pada setress.

  8. faiza says:

    setuju ma clizia,aku juga milih aturan di Al Qur’an..
    Tapi memang kenyataan yang ada or terjadi didunia kita dari jaman batu( mungkin)sampe jamannya blackberry emang dimana ada kekuasaan,disitu ada orang2 yang bisa dikatakan penjilat…bahkan semakin banyak pas masa pemilu kali ini.Ada uang ada dukungan…Dukungan kurang,warga diserang..

  9. nafi says:

    Sbg org Islam kita boleh mempelajari ilmu apapun dan dari siapapun untuk diambil positifnya. Jangan terlalu sinis dan primordial agar kita jadi umat yg maju. Al Qur’an is the best, tapi mempelajari dari sumber lain jg harus agar kita tahu bahwa memang Al Qur’an is the best. Selamat Berijtihad.

  10. aria says:

    penjilat biasanya licik dan tidak bisa dipercaya, jadi memang seharusnya dibuang dari pusat kekuasaan. mereka itu kan hanya mementingkan diri mereka sendiri.

  11. santri says:

    didans_thea dan niyaka saudara se Islamku yg kuhormati,
    Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah, ridho dan magfirohNYA kepada kita sekalian.
    Dengan rendah hati saya berharap suatu perbedaan pendapat dalam menyikapi masalah apa saja adalah sesuatu yang biasa dan ada baiknya kita ambil hikmahnya.
    Hubungan/komunikasi yang diatur dan ditetapkan dalam Islam itu ada dua
    1. Hablum Mina Allah
    2. Hablum Minan Nas.
    Kemudian Allah SWT untuk tetap harmoninya ukuah Islamiyah dan kontek persaudaraan diantara sesama muslim, telah diatur dan diperintahkan:
    4. An Nisaa’

    59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

    Not: Ulil amri = pemimpin

    Kemudian agar Umat Islam dari berbagai golongan, berbagai mashab dan berbagai aliansi tetap bersatu,
    Allah SWT berfiraman:
    3. Ali ‘Imran

    103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

    Selanjutnya kita sebagai umat Islam harus dapat membedakan mana yang BENAR dan mana yang SALAH, jangan sampai tertukar, akibatnya yang salah jadi benar dan yang benar jadi salah:
    2. Al Baqarah

    42. Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu[43], sedang kamu mengetahui.

    [43]. Di antara yang mereka sembunyikan itu ialah: Tuhan akan mengutus seorang Nabi dari keturunan Ismail yang akan membangun umat yang besar di belakang hari, yaitu Nabi Muhammad s.a.w.

    Menyikapi panasnya suhu politik di negara Indonesia tercinta ini menjelang PilCapres/Cawapres, kita perlu waspada dan tidak terjebak pada paradigma pemikiran skeptis, praktis,instan, tapi mari kita sikapi dengan arif dan bijaksana.
    Sebelum kita memilih, ada baiknya kita lihat dalam UUD 45 atau Tap MPR ( nomornya saya lupa ) yang mengatur tentang syarat syarat jadi presiden.
    Adakah disitu dibunyikan diantaranya harus: WNI asli,beragama Islam.Pendapat tambahan dari para ulama bahwa seyogyanya seorang Presiden di Indonesia haruslah laki laki, belum menyetujui jika presiden seorang wanita/perempuan.(Barangkali bisa dilihat dalam babad sejarah Rosul Sulaeman dengan Ratu Bilqis ). Benar atau tidak yang mendengungkan seorang wanita jadi pemimpin atau presiden adalah Emansipasinya Raden Ajeng Kartini yang katanya sebagai pahlawan wanita, bukan perintah Allah SWT atau anjuran Rosul Muhammad SAW
    Kita ( sebagaiumat Islam ) sangat mengharapkan sebuah perubahan yang mengarah kepada Baldatun toyyibatun warobbun ghofur dengan eksistensi pemimpin yg memiliki jiwa Islamy yang sarat dengan Al Qur’an.
    Oleh karena itu dalam acara pesta demokrasi rakyat yang akan digelar pada bulan Juli 2009 nanti, kita pastikan bahwa kita akan memilih pemimpin negara kita adalah orang Islam yg memiliki konsekwensi dan komintem seperti diatas.
    Demikian Ikhwanul Muslimin walMuslimah yg Insya Allah dimulyakan Allah SWT.
    Mohon maaf jika ada ketida cocokan dengan tulisan saya, maklum saya masih mentah dan perlu proses pembelajaran dalm Islam.
    Yang Maha Benar tentunya dari Allah SWT dan yang pasti gudangnya salah adalah saya,
    Wassalam,

  12. dasar says:

    itulah orang Indonesia, bangga dengan ajaran yang jelas2 udah rusak. Kembalilah kepada Al Quran dan Sunnah Nabi. Tuh liat, gimana Rasul dan para sahabat memimpin. Rakyat sejahtera, pemimpin tidak korup. Gaji PNS saat itu sebesar Rp 250 jt (klo dikurskan sekarang) Tidak ada kemiskinan. Kalo negara ini mau maju jangan contoh negara sekuler, sekarang aja mereka tidak mampu menekan angka pengangguran. Belum lagi depresi/stress. Tidak ada di zaman Nabi Muhammad SAW, sahabat, tabiin dan khulafa, yang rakyatnya stres akibat kehimpit ekonomi.

  13. naz says:

    setuju nafi, kita perlu untuk mempelajari yg lain jg machiavelli, plato, aristoteles, dll untuk membuktikan sebenar2nya klo qur’an itu the best
    so bwat muslim jangan anti sama ilmu
    bwat yg lagi ngejar2 kekuasaan (koalisi) ya met mimpi aj

  14. novanto bisri says:

    berpikir objektiv dong…yang dibahaskan bukunya machiavelli….konteksnya dihubungkan dengan politikus2 penjilat…ko malah ribut2 bawa bawa kitab suci segala ya?
    baca dulu atuh apa yang mas yus ariyanto omongin…
    sulit ya hidup berbangsa dengan manusia manusia yang pada pinter kebelinger…
    yang dibahas daging sapi…..malah tereak tereak naik mercy lebih enak……jaka sembung bawa golok…
    gimana negara kita mau maju ya? orang ngbahas buku machiavelli heran….Subhanallah.

  15. frans says:

    salud jg c bwt mcgiali.. tp drpd bkunx msh mending Qur’an dh.. cman politikus t kalo dksh bku yg bener mwnx bc yg salah. mkanx caleg2 da stres. kasihn tman gw,bpkx caleg tp g lolos jd stres. anakx skrg jd minder ma malu. keluarga jg kna dh akbtx. nyaleg t ky judi.. tp judi terslubung kali ye?hahahaha

  16. anonim says:

    sebaiknya sctv memberi award kepada penjilat terbaik tahun ini.

  17. aam says:

    kekuasaan makin dijilat makin menancapkan kukunya, asal yg menjilat ga kena kukunya aja jilatan jalan terus stress karena ga lolos pileg? itu artinya diri kita masih kurang amanah, kurang deket ma rakyat. rakyatnya aja masih banyak yang ga punya rumah, yg tinggal dikolong jembatan, masa wakilnya pada punya rumah dan mobil dinas. eling atuh!

  18. dedi says:

    mungkin sangatlah wajar jika manusia ini menjadi penjilat karena dalam diri manusia terdapat sifat yang kurang puas terhadap sesuatu/ nafsu.hanya seorang malaikatlah yang tidak punya nafsu.
    dalam kaitannya dengan pemerintahan seorang pejabat/pemimpin/ raja harus mampu mencari pendamping atau penasehat seorang yang berjiwa amanah sehingga dapat menciptakan suatu pimpinan yang bijaksana.seperti dalam pewayangan seorang penjilat itu digambarkan dengan tokoh pendita durna yang selalu memihak sana sini.
    saya kira machiavelli ini pernah singgah ke indonesia dan membaca kitab dan babad nusantara dan menuangkan ke dalam bukunya itu. tapi mengapa orang indonesia sendiri malas untuk mencari tahu tentang kebudayaannya sendiri sehingga kita mampu mengatur sebuah pemerintahan yang kuat dan sehat bebas dari para penjilat terutama K O R U P T O R.Hukumlah mati para penjilat dan koruptor.

  19. santri says:

    Bang Dedi bilang:
    machiavelli ini pernah singgah ke indonesia dan membaca kitab dan babad nusantara dan menuangkan ke dalam bukunya itu. tapi mengapa orang indonesia sendiri malas untuk mencari tahu tentang kebudayaannya sendiri sehingga kita mampu mengatur sebuah pemerintahan yang kuat dan sehat bebas dari para penjilat terutama K O R U P T O R.Hukumlah mati para penjilat dan koruptor.
    Bang Dedi:
    Memang sangat diperlukan orang2 peduli untuk membangkitkan semangat berbudaya Indonesia yang sangat kaya dan beragam itu.
    Tapi disisi lain kita sangat kesulitan contohnya…..
    Lihatlah saja penayangan beribu ribu sinetron di TV ceritanya kagak jauh dari NANGIS dan MAKAN, PACARAN dan KAWIN, dialog ANAK melawan ORANGTUA dan Durhaka.Tidak ada satupun yang membangun adrenalin yang berorientasi pada jiwa/semangat heroik terutama dikalangan remaja maupun orang tua. Apalagi untuk mencintai Budaya Indonesia yang mungkin mereka pikir tidak menarik, terkesan kampungan, kurang gaul dll.
    Dulu mungkin kita masih ingat ada film tentang anak jalanan di Broklyn yg berjudul The Brong Warrior, coret coret ditembok, cowonya pakai anting dikuping dihidung dan dibibir itu sekitar tahun 1977/1978 disusul dengan film MAD MAX balapan mobil( racing ) knalpot dibuka sehingga bising sampai detik ini DITIRU habis sama remaja kita dan dianggapnya suatu modernisasi budaya.
    Apalagi kalau kita jalan jalan di daerah Bogor, Cianjur, Sukabumi terutama diperkampungannya, banyak anak2 muda yang bebas memainkan gitar, ngobrol ngaler ngidul sampai pagi tanpa beban tanpa tahu bagaimana masa depan mereka…polos….dan …kosong. Salah satu penyebabnya adalah sebagian besar saudara2 kita tersebut PUTUS SEKOLAH tak sanggup melanjutkan karena tidak ada biaya.Apalagi sekarang ditambah dengan diberlakukannya BHP, semakin mahal tuh sekolah !!!
    Cerita kedua tentang Koruptor, yang familiar dengan Para Pejabat dan Wakil Rakyat Yang Duduk di Gedung DPR. Entah sudah berapa orang dan berapa kasus yang sudah ditangani dan diselesaikan oleh orang orangnya Pa Antasari ini ( saya sangat setuju )dan sudah berapa milyar atau Triliyun?Ga tahu saya.
    Cuman ngomong ngomong uang negara hasil penyitaan dari para koruptor yang diselamat KPK itu berapa ya jumlahnya dan disimpan dimana ya? Bang Dedi tahu ga.
    Sorry berat bang ini mah ngobrol kosong doang,
    Billahi taufik wl hidayah,
    wassalam

  20. slaman – slumun slamet

    rakyat mah nomer???

  21. KonthongKobol says:

    Dua kata: Gantung koruptor, selesai sudah masalah Indonesia. Paling-paling kita akan kehilangan lebih dari separo penduduk kita karena koruptor-nya berjemaah di segala lini. Nggak papa, dari separo itu paling-2 90% pejabat dan anggota dewan terhormat. Kalau ada presiden yg berani bikin ini, ane mau pilih.

  22. dani says:

    demokrasi di indonesia pada saat ini sudah masuk tahap yang lebih lembut,kurangnya penegakan hukum di indonesia karena masih malunya keinginan reformasi di criminal justice system

  23. Sudah saatnya kita membaca buku-buku politik yang benar-2 baik yang teladan supaya kita memberi contoh yang baik dan politik kita semakin maju dan dewasa.

  24. bingung says:

    memang penjilat itu merugikan ya ?
    jika ada penjilat hadapi pula dengan keceridkan soalnya mereka juga cerdik he 2.
    masalah ada al Quran dan hadist yang katanya komplit kok aneh sich ? komplitnya di mana ?
    ide yang aneh. atau aku memang belum memahami apa yang di gembar-gemborkan orang islam ?
    dikit-dikit dalil dikit-dikit dalil dalil kok dikit-dikit.

  25. Sir Dave says:

    Pada prinsipnya orang Italia itu menganggap kenikmatan memerintah melebihi nikmatnya make love, Oleh karena itu sesuatu yg wajar kalo para penjilat selalu menginginkan kekuasaan. Bahkan kalo kita berbicara pada posisi saat ini coba cermati statement ini: “Kesempatan menciptakan Maling, Orang yg tidak punya kesempatan untuk mencuri, menganggap dirinya paling suci”. Jika kita ganti menjadi “Kekuasaan menciptakan penjilat, orang yg tidak punya kekuasaan menganggap dirinya bukan penjilat”!! Kadang kita mengecam apa yg tidak kita ketahui. Anda tidak tahu bagaimana rasanya dekat dengan kekuasaan.

  26. mars says:

    ice cream kan enak di jilat. makanya banyak yang minat jadi penjilat gak peduli pantat pu di jilat . maju terus penjilat

  27. Hijau-Putih says:

    KENAPA SETIAP KOMENTARKU YANG SIFATNYA MENGKRITISI WEB INI LANGSUNG DI-DELETE? JUJUR, BARU DI WEB INI SAYA MELIHAT SUSUNAN POSTING KOMENTAR URUTANNYA ADALAH YANG PALING AKHIR DI-POSTING (PALING BARU) ADA DI BAWAH. BUKANKAH DI DALAM WEB YANG PALING AKHIR SELALU MENDAPAT POSISI TERATAS KARENA IA TERBARU? REDAKTURNYA, BAGAIMANA INI?

  28. jump says:

    Semakin beriman berarti semakin rendah hati, artinya mau belajar dari apapun dan siapapun serta tidak merasa paling tahu tentang kebenaran. Kita gak perlulah anti terhadap ilmu2 sekuler. Ilmu bukan ancaman terhadap agama, tapi ancaman terhadap wawasan sempit kita. ALLAH tak mungkin terancam oleh manusia, … gak pernah juga butuh bantuan kita untuk membela-NYA, karena DIA Maha Besar dari segala yang ada. DIA Maha Pengada. Ketertutupan diri seringkali terjadi karena ilmu itu dianggap ancaman terhadap wawasan sempit kita, dan itu yang membuat kita sering tak merasa merasa aman / nyaman bila mendengar ada pandangan lain yang disampaikan atau ditemukan. Bersyukurlah karena ALLAH memberikan beragam ilmu melalui beragam cara dan beragam manusia. Ilmu bukan ancaman bagi agama. Nyatanya ada juga orang yang tetap taat beragama tanpa harus tertutup dan menarik diri dari dunia. Dunia ini milik semua, keberagaman adalah karunia. Semua bentuk penyeragaman atas nama budaya manapun akan kontraproduktif terhadap upaya memahami hidup. Thanks ilmunya Yus, telah mengingatkan … (mentalitas penjilat dan mentalitas senang dijilat, nampaknya klop ya … klop bobroknya buat sebuah negara).

  29. Wijayanto says:

    Machiavell merupakan tokoh yang seide dengan Sun Tzu

    Banyak yang mengambil “kebijakan2″ mereka, yang sebenarnya merupakan pangkal dari kebobrokan dunia ini, bush, dan osama merupakan beberapa orang yang menjadi “murid” dari kedua tokoh tersebut

  30. FABREGAS says:

    memang untuk memajukan suatu negri harus didukung dengan pendidikan bukan dengan omongan.Apalagi terjadi sistem BHP sekarang ini. Mungkin sebagaian orang di negri ini untuk mencapai pendidikan yang tinggi bukanlah yang sulit karena didukung dengan biaya dan fasilitas yang memadai. Tp perlu di ingat angka kemiskinan di indonesa semakin bertambah apalagi setelah di hantam krisis global dimana-mana PHK sehingga anaknya tdk mampu sekolah. Boro2 sekolah makan aje susah. Jadi TOLONNG DIPERHATIKAN NASIB BANGSA INI.

  31. santri says:

    Betul Bang Fabregas, menurut info terakhir rakyat miskin di negara kita sudah mencapai 35 jeti orang atau 1/3 dari jumlah penduduk Indonesia.
    Menurut berita juga ada negara donor yang akan meminjamkan uang ke Indonesia sebesar USD 13,5 milyar dollar atau setara dengan 135 triliyun untuk penanggulangan kemiskinan. Sementara utang jangka panjang yang jatuh tempo Agustus 2009 masih harus dibayar, makin gede aja tuh utang.
    Realisasinya benar apa tidak untuk rakyat miskin,
    wallohu alam!Jangan jangan dibagi bagi kayak kue aja

  32. arsyadsalam says:

    Sebenarnya apa yg ditulis Machiavelli adalah deskripsi sejarah masa lalu Italia yg rusuh dan penuh darah. Buku Il Principe sendiri sebenarnya adalah semacam nasehat pada Lorenzo de Medici yang saat itu tengah menjadi raja untuk menghindari konflik permanen ketika itu. Tapi karena kumpulan surat itu kemudian diterbitkan jadi buku maka hebohlah yg terjadi.
    Saya sendiri tertarik dengan kalimat Machiaveli “Seorang pemimpin tak perlu punya sifat-sifat baik, tapi sangat penting untuk tampak memiliki sifat-sifat baik”

  33. nila says:

    Saya tertarik membaca buku principle karangan machiavelli tersebut, mohon di bantu tk

  34. Cahyo says:

    Kalo saya mah, minta nasehat kepada ulama’ yang wara saja, yang tidak suka dekat-dekat kekuasaan. Jadi insyaAlloh lebih jujur dalam memberi nasehat dan tidak banyak pertimbangan, hanya pertimbangan baik buruknya untuk manusia.

  35. wawan says:

    baguss

  36. hellowww says:

    mnurut ku sih buku ini cukup bermanfaat buat menambah wawasan kita
    ambil aja hal2 positifnya…
    ga ada salahnya kn bwt terbuka dngan pengetahuan2 luar selagi itu di saring yg positifnya
    kalau ga bsa terima hal baru,gimana mau maju
    pantesan aja politik& hukum ga maju2
    wong di campur adukkan dgn agama

Tinggalkan Komentar