Sunday, May 19, 2013
apa-ahmadiyah-boleh-hidup-di-indonesia

Moh. Samsul Arifin

Seruan—atau lebih tepatnya desakan—untuk membubarkan Ahmadiyah kembali bergema di Jakarta dan Solo, Jawa Tengah. Mengapa di Jakarta dan Solo? Sidang pembaca sekalian bisa dengan mudah mencari keterkaitan dua kota tersebut dengan gerakan anti-Ahmadiyah di tanah air. Jakarta adalah pusat dari segala yang eksis dalam apa yang disebut sebagai Indonesia.

Sedangkan Solo? Ah…masa iya sih saya harus menjelaskan pula.

Forum Umat Islam (FUI) dengan seribuan pendukungnya punya satu jawaban untuk aliran yang didirikan Mirza Ghulam Ahmad ini: Dilarang hidup di bumi Indonesia!

Bukan hanya FUI, isu Ahmadiyah juga digiring politisi yang tengah berkampanye. Dalam orasinya di Gedung Olahraga H Agus Salim, Padang (1 April 2009), Ketua Majelis Syura Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan dirinya akan membubarkan Ahmadiyah di tanah air jika terpilih sebagai presiden pada Pilpres mendatang. Yusril bahkan mengklaim sebagai satu-satunya parpol yang paling kanan di antara partai-partai Islam lainnya. Memang, PBB secara konsisten menyatakan bakal menegakkan syariat Islam di Tanah Air. Bahkan, PKS pun—yang dekat sekali dengan Ikhwanul Muslimin—tidak secara tegas mengangkat misi ini sebagai yang akan diperjuangkan.

Ya…isu Ahmadiyah ini memang bisa dimanfaatkan siapa pun—demi tujuan memurnikan Islam dari nabi palsu atau tujuan politik yang sepenuhnya duniawi (profan). Dalam khazanah Islam Indonesia kontemporer, bukan hanya Mirza yang ditahbiskan sebagai Nabi. Tapi banyak pula nabi-nabi lokal yang mendeklarasikannya sebagai kulminasi atas keyakinan.

Dalam setahun terakhir, Ahmadiyah jadi tarik-menarik hebat di ruang publik. Sebagian ingin Ahmadiyah dibubarkan. Namun, tak sedikit yang menolak pemberangusan Ahmadiyah dari Nusantara. Pemerintah—sebagai representasi negara—telah mengambil keputusan lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung pada Juni 2008. Pemerintah memerintahkan kepada penganut Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya yang bertentangan dengan Islam. SKB juga meminta penganut Ahmadiyah untuk meninggalkan pengakuannya terhadap nabi selain Nabi Muhammad SAW.

Sekilas SKB ini jadi semacam imperatif terhadap penganut Ahmadiyah untuk merenungkan kembali keyakinan mereka. Apakah bernabi kepada Mirza Ghulam Ahmad melanggar Islam atau tidak? Secara demikian, SKB ini tak bermakna “pemberangusan”—sesuatu yang dikehendaki penentangnya. Yang jelas, pemerintah dialogis dan tak menggunakan otoritasnya untuk memaksa Ahmadiyah—dan seterusnya Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI)—bubar.

Pemerintah pun menggunakan koridor hukum positif untuk menjerat penganut Ahmadiyah yang mbalelo. Maka anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenai sanksi seusai peraturan perundangan. Keputusan yang arif ini tak serta-merta “memadamkan” gerakan anti-Ahmadiyah. SKB selalu dan selalu tak cukup. Jika diibaratkan Ahmadiyah adalah rumah hunian, para penentangnya minta rumah itulah yang harus dilenyapkan dari negara yang berhaluan Pancasila ini.

Untuk lebih gamblang, marilah membaca isi lengkap SKB 3 Menteri.

1. Memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 2005 tentang pencegahan penodaan agama.

2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran agama Islam pada umumnya, seperti pengakuan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

3. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenai sanksi seusai peraturan perundangan.

4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI.

5. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah dapai dikenai sanksi sesuai perundangan yang berlaku.

6. Memerintahkan setiap pemerintah daerah agar melakukan pembinaan terhadap keputusan ini.

Jadi, apa Ahmadiyah boleh hidup di Indonesia?

Barangkali di antara sidang pembaca menganut mazhab konstitusionalisme. Karena itu, tak salah jika kita membuka kembali UUD 1945. Pasal 29 ayat 2 menyatakan, “ Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.

Ada kata Agama dan Kepercayaan di sana. Saya ingin, kita semua merenungkannya agar bisa merengkuh substansi dari apa yang disebut agama. Wabilkhusus Islam.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

238 Komentar pada “Apa Ahmadiyah Boleh Hidup di Indonesia?”

  1. gatot says:

    Ahmadiyah ya boleh dong tinggal di Indonesia.

    Menerima ahmadiyah? Ya silahkan saja bagi yang cocok.

    Enggak setuju dengan akidah ahmadiyah? Itu juga silahkan saja hak tiap orang untuk enggak percaya.

    Pengen ngebubarin Ahmadiyah? Emangnya elu siape…..Nah ini baru ciri-ciri teroris mau maksain dan gangguin orang.

    Bagi yang sok mengatas namakan umat islam ingin membubarkan ahmadiyah yang katanya memecah belah. Umat islam itu memang udah dari dulu terpecah belah, kalau mau mempersatukan islam, tuh satuin dulu keyakinan Sunni sama Syiah. Ampe kiamat juga ente gak bakalan bisa kalau yang dimaksud persatuannya menyamakan keyakinan…

  2. edoputra says:

    embuh kabeh

  3. canus says:

    ora reti dudu urusanku bol?!!!!!

  4. hellowww says:

    natanael..
    aku setuju..
    yg penting itu KASIH
    Setuju..
    GBU All

  5. Abdi says:

    Hidup itu pilihan, dan keyakinan adalah sebuah kebenaran. Tetapi syaria’at adalah jalan. Yang harus dilalui oleh siapa saja yang telah memilih jalan (agamanya).

  6. salam says:

    orang yang menginginkan agar Ahmadiyah jangan dibubarkan berarti ia sepaham dengan ajaran Ahmadiyah, berarti ia meyakini bahwa masih ada Nabi setelah Muhammad saw. Abu Jahal lebih baik dari orang ini, karena Abu Jahal mengetahui bahwa Nabi Muhammad saw itu adalah Nabi terakhir.

  7. Irenaeus Ahmad says:

    Apa pendapat resmi NU tentang arti Khataman Nabiyyin:

    http://islamireligius.blogspot.com/2010/01/adakah-nabi-lagi.html

  8. Cie_vie says:

    islam hny satu,,,,
    dan ajaranya hny satu,,,,
    sooooooooooo,,,,,
    sbg umat islam,,kt hrz mngmbil yg hak dan mnyingkrkn yg batil……..

  9. jasa seo says:

    terimakasih atas infonya ????

  10. ahmad says:

    pendapat sy dari pada membuat golongan mendingan terusin yg telah ada jd yang bener….jng sok pintar tapi orak mudeng… makanya di reuplik ini banyak yang pintar tp jarang yang mudeng aliaz mengerti….

  11. dimas abriyanto says:

    sebenarnya aliran seperti ahmaddiyah atau yg lain itu hanya terbentuk dari setan yang ingin merusak islam dari dalam diri manusia itu sendiri maka sebab itu sebauknya kita sebagai umat islam lebih baik mempelajari al-quran dan al-hadits untuk menyelamatkan kita nanti dia saat hari turun alloh di dunia untuk mengadili kita semua maka sebab itu berimanlah kepada alloh&rasulnya.

  12. Rakyat says:

    Ahmadiyah boleh hidup di Indonesia. Tapi, siapa saja yang mengaku Islam tapi nabinya bukan Nabi Muhammad, artinya dia bukan Islam, dan artinya pula dia mencoba menodai agama Islam. Yang membawa Islam di muka bumi ini adalah Muhammad. Ingat itu, prinsipnya. Silahkan Ahmadiyah hidup di bumi ini, tapi ingat, jangan bawa nama Islam. Jangan pakai simbol Islam. Tapi faktanya Ahmadiyah melanggar SKB 3 Mentri yaitu nomor satu dan dua, terkait penodaan agama Islam. Karena pelanggaran inilah, saya kira umat Islam pantas marah. dan pemerintah pun hanya pandai membuat SKB tanpa ada tindak lanjut bagi siapa saja yang melanggar, termasuk JAI. JIka begitu, wajarlah FPI bergerak, karena siapa lagi yang diharapkan, bukan? Pemerintah aja tidak becus.

  13. iwan s says:

    Semuanya sudah jelas dlm Al. Quran Nulkarim kitab suci umat islam,bahwa tidak ada Nabi lain setelah Nabi Muhammad S.A.W.
    so bagi pengikut ahmadiyah coba fahami lagi apa2 saja yang terdapat dlm kitab suci Al. Quran bila memang ia mengakui Allah sebagai tuhannya dan Nabi Muhammad adalah Rosulnya.

  14. kalau islam kan nabi terakhirnya muhammad s.a.w.klo ahmadiyah kan mirza ghulam ahmad.saya sarankan ga usah dibubarin,mending ahmadiyah bikin agama baru aja sekalian.jadi ga usah nempel ke islam,gitu aja ko repot hehehehehe…..

  15. yam says:

    AHMADIYAH ADALAH ALAT MUSUH ISLAM UNTUK PEMECAH UMAT ISLAM, BERARTI AHMADIYAH ADALAH VIRUS. YANG NAMANYA VIRUS HARUS DIBERANGUS. KALAU TIDAK YA MENYEBAR, AHAMADIYAH BUKAN AGAMA BARU, TAPI ALIRAN SESAT DALAM TUBUH UMAT ISLAM. APA BILA AHMADIYAH MENGAKUI BAHWA AHMADIYAH ADALAH AGAMA BARU BUKAN BAGIAN DARI ISLAM, MAKA KAMI MENGHORMATI SEPERTI [AGAMAMU YA AGAMAMU, AGAMAKU YA AGAMAKU.

  16. ekobudi says:

    Ahmadiyah jelas bukan Islam karena dia percaya ada Nabi setelah Muhammad S.A.W. , jadi..kalo Ahmadiyah mau hidup di Indonesia bolah-boleh aja tapi jangan menggunakan Islam sebagai nama Agamanya, mungkin bisa pake nama Agama Ahmad, Agama madiyah dll . Yang jadi masalah adalah Ahmadiyah mengaku sebagai ajaran Islam..sehingga umat Islam di Indonesia menolak mentah-mentah karena dianggap sebagai pemecah belah Islam . banyak aliran-aliran di dalam agama Islam , tetapi semuanya sepakat bahwa Muhammad S.A.W adalah Nabi terakhir .

  17. Suratman says:

    Kalau jemah Ahmadial kagak boleh tinggal di indonesia berlaku juga dong bagi orang yang tidak menerima PANCASILA sebagai PALSAPAH RI, jadi yang tidak menerima Panca sila usir juga, nah SIAPA TUH ??????

  18. Koh Aping says:

    Kita harus bijak menyikapinya. Kalau menurutku, Islam itu Tuhannya Allah, Nabinya Muhammad. Kalo punya nabi selain Muhammad, ya jangan ngaku agama Islam. Ahmadiyah harus bikin agama sendiri kalo mau tetep di Indonesia.

  19. BABI NGEPET says:

    agama apa pun boleh hidup di indonesia, masalah agama dan kepercayaan itukan urusan pribadi seseorang,jangan memaksa dong,yang jelas indonesia itu berpalsapahkan PANCASILA tidak boleh ditawar lagi,tidak ada indonesia adalah negara,hindu,indonesia adalah negara kristen, indonesia adalah negara islam teroris,indonesia adalah negara budha, apa pun agamanya asalkan kita tanamkan rasa cinta damai dan saling menghormati satu sama lain, jelas negara jadi aman,dan tentram otomatis semuanya jadi lancar

  20. ahmad's says:

    Masalahnya sudah jelas, Ahmadiayah bukan bagian dari muslim (“komunitas Islam”), jadi selama ahmadiah menamakannya bukan Agama Islam, maka tidak akan ada reaksi keras dari umat muslim secara kesuluruhan.
    semua agama boleh hidup di “Indonesia ” saya sangat setuju sekali, dan itu yang harus dipegang erat-erat oleh kita semua, tapi ketika ada orang baik dari dalam negeri atau luar negeri mencampur adukan agama (islam, katolik, protestan, hindu, budha, dll) menjadi (yang menurut pemeluknya ) keluar dari garis agamanya adalah kewajiban negara menjamin agamanya itu tidak di acak-acak menurut kemauan komunitas tersebut kecuali dia menamakan agamanya dengan nama yang lain (agama baru) dan bukan bagian dari agama yang dipermasalah tersebut.
    jadi menurut hemat saya kalau pemabawa ajaran itu sportif kenapa tidak berani mengatakan bahwa agama saya adalah agama baru yang memperbaiki agama yang sudah ada dengan ajaran Bla bla bla dan kitabnya bla bla bla.
    Bagi bangsa Indonesia selama ideologi atau Agama tersebut sesuai dengan nilai-nilai Pancasila maka itu boleh hidup diindonesia.

  21. inho says:

    sya sebagai orng yg bergama..bingung sbetul’y siapa ug mau d salahin..!!
    pemerintah atau ahmadiyah’y..nah coba kita berpikir…buat apa guna’y di buat undang-undang…yg isinya dalam negara memberikan kebebasan untuk memeluk agama..jadi mau di salahkan pemerintah ngk bisa juga…!!
    jadi apa jawabannya sehingga bisa percaya dengan problem ajaran ahmadiyah……

  22. anak jalanan says:

    sebaiknya ahmadiyah jangan ada di Indonesia………
    karena ajaran ahmadiyah lain dari yang lain,.,., walaupun indonesia ada kebebasan beragama tetapi bukan berarti bebas buat seenaknya aja….

  23. ary says:

    Semua boleh hidup di indonesia atau dimanapun..
    Semua ciptaan Tuhan..
    Yg ga suka mati aja, tanya ama Tuhan bisa gak peraturannya di ubah..
    Kalo bisa, langsung kabarin secepatnya lewat crop circle..
    Hehehe..

  24. kaulaweb says:

    2 kata, tidak boleh

  25. andre25thn says:

    jangan percaya agama,
    tapi percayalah TUHAN itu ada…

  26. Daeng Rapi says:

    Masalah Keyakinan adalah masalah seorang Hamba dgn Tuhannya,,krn agama adalah nafsi-nafsi,,,masing-masing kita mempertanggungjawabkan perbuatan kita kepada sang Khaliq,,,,tidak mungkin orang lain yang inkar kita yg menanggungnya,,,,yang penting ketika kita beragama jangan mengganggu sekitar kita yg tidak sekeyakinan…..

  27. saidul says:

    ahmadiyah jls2 menyimpang dr pd alqur’an dan hadist n jg jauh drpd sunnah nabi,jd tdk ad kata lain kecuali membubarkan n kita seru unt kembali kpd jln yg bnr yg diridhai olh ALLAH,,umat islas terutama pemimpin bertanggung jawab atas mslh yg terjadi…

  28. nawarei tsugua says:

    Islam,Nabi Muhammad SAW, Al Qur’an, Al Hahist = Benar,.!!

  29. fadli says:

    jngan terlalu gegabah mengkafirkan atau mngatakan org lain diluar Islam, apa lagi belum pernah tau lngsung dari yg bersangkutan, apakah sdah dibuktikan? temen sy ada yg org ahmadiyah, dia shalatnya sama, kiblatnya mekah, kitabnya Al Quran (tazkirah mnurut mrka bkan kitab sucinya), yg paling utama syahadatnyapun “Laa ilaha illallah, muhammadar rasulullah”, http://islamireligius.blogspot.com/2011/03/siapa-yang-diakui-sebagai-orang-islam.html mirza ghulam ahmad menurut mreka hanya sebagai masih mauud/nabi Isa yg dijanjikan, NU jg percaya Nabi Isa as yang datang diakhir jaman berpangkat nabi dan rasul cek disini http://islamireligius.blogspot.com/2010/03/nabi-yang-ditunggu.html wallahu alam..

  30. M Lai Akhmad says:

    Jika ISLAM kita KAFFAH maka Ahmadiyah HALAL untuk Di…..
    sudah melanggar HAM maupun AGAMA karena mengatasnamakan ISLAM..(melanggar hak cipta dan isi)

    Ya…isu Ahmadiyah ini memang bisa dimanfaatkan siapa pun..

    Asal tahu saja indonesia adalah TARGET inteligen barat karena banyak faktor salah satunya adalah faktor ekonomi dan segala potensi yang dimiliki KITA..Sehingga Bangsa kita selalu DIPUTAR oleh Lingkaran SETAN yang tidak berkesudahan dan melalikan segala POTENSI di bumi tercinta ini.

    INDONESIA adalah calon MERCUSUAR EKONOMI DUNIA ( banyak penelitian tentang ini )

    Yang paling sensitif di INDONESIA ini adalah SARA..
    Siapa yang BODOH…?
    Siapa Yang Betah selalu dalam LINGKARAN SETAN ini..?
    Atau jangan2 kita semua tidak mengetahuinya..hehe termasuk INTELIGEN tercinta yang selalu menghiraukan tentang SARA…coba lihat sekarang dimana INTELIGEN kita sampai kebablasan soal NII…! kasihan dibayar kok begitu..!

  31. purwanto says:

    2 kata, no coment !!!

  32. Orang Lemah says:

    Kaum yahudi terbagi atas 71 golongan.
    Kaum nasrani terbagi atas 72 golongan.
    Kaum Muhammad SAW terbagi atas 73 golongan semuanya masuk neraka kecuali 1 golongan Al-Jama’ah (Yang Bersatu).
    Ahmadiyah jelas menyimpang solusinya mari kita semua sebagai pengikut Rasulullah SAW bersatu dan bersuru kepada Ahmadiyah agar dia kembali kepada syariat Islam sebagaimana Nabi mengingatkan Nabi-Nabi Palsu yang ada di Jamannya. Ada yang kembali pada syariat ada pula yang menentang. Yang menentang malah mengajak perang yah sebagai pertahanan harus balik serang.
    Jadi mending kita ingatkan dulu Ahmadiyah kalau dia sesat dengan kesabaran, jika ternyata peringatan kita malah digubrisnya dan Ahmadiyah malah semakin menginjak2 Islam yah harus jelas2 kita tegas, “kamu mau kembali kepada syariat apa tidak? jika tidak maka jangan nganggu kami sebagai umat Islam, jangan samakan Ahmadiyah dengan Islam jangan ubah Al-qur’an, minta maaf sama Allah sama Rasulullah sama kami juga umat Islam jika tidak mau makan kalian musuh kami! dan jangan salahkan kami jika memerangi kalian!”

  33. ENDANG HERMINIATI AZ ZAHRO says:

    Ahmadiyah yang pasti telah menyimpang dari ajaran Islam & memang syari’ahnya tidak bersumberkan dari Al Qur’an & Al Hadist.Syari’ah adalah merupakan sesuatu yang wajib untuk dilaksanakan atau diterapkan oleh setiap muslim dan hanya Islam telah mengaturnya dari perkara syari’ah yang sangat kecil hingga perkara syari’ah yang besar bahkan yang berhubungan dengan sistem pemerintahan. Di Dalam Al Qur’an sudah difirmankan oleh Allah SWT bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah sebagai nabi dan rasul terakhir, sehingga jelas sudah tidak akan ada dan bahkan tidak akan pernah ada nabi dan rasul lagi sampai kapanpun. Jangan pernah hiraukan meski akhir-akhir ini banyak yang mengaku nabi terakhir setelah Muhammad SAW. Keberadaan mereka hanya nabi-nabi palsu, yang hendak menyesatkan kita sebagai kaum muslim. Yakinlah dengan seyakin-yakinnya bahwa Islam sebagai agama yang benar sampai kapanpun.Mari kita senantiasa beramar makruf nahi mungkar. Orang kafir dan orang-orang munafik tidak akan pernah dapat mengambil manfaat dari petunjuk2 yang datang dari Allah, karena sifat kafir & sifat2 kemuanfikan yg bersemi dalam dada mereka. Lihat Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 18.

  34. ummah says:

    aqidah itu urusan individu dengan penciptanya, yang penting diantara kita tak ada yang anarkhisme, tak ada pemaksaan, rukun. Dunia diciptakan dari berbagai macam….dan betul tidak semua manusia senang kebaikan, banyak manusia tdk konskwen…..damai itu indah, damai itu nyaman, damai itu tenteram…

  35. Wiro sableng says:

    Heran…Ternyata orang2 yang mengaku Muslim itu bisa bertindak melebihi sang Nabi Besar Muhammad SAW yah? Sedangkan sang Nabi saja tidak mau bertindak kasar terkecuali di ganggu..Eh,pengikutnya bringas tanpa ampun,sampai2 membunuh. Luar biasa. Setan pada ketawa liat cara2 begini. Nggak percaya? Noh,liat tragedi kerusuhan di Cikeusik! Apa gak menodai citra Islam yang katanya agama penuh cinta kasih? Balik ke Al Quran sana! Baca dan dalami sebelum jadi setan dan bertindak brutal tanpa ampun! Astaghfirullah..

  36. ki wulung says:

    semoga semua makhluk hidup berbahagia…bebas dari membenci,,, semoga semua terbebas dari segala penderitaan bhatin dan jasmani…..
    semoga semua makhluk….dapat saling menghargai….baik dari agama manapun, suku apapun, keyakinan apapun….semoga saling menghormati….
    semoga tercapai kerukunan yang nyata……
    ..orang menanam apapun pasti akan menuai/ ngunduh…
    menanam jagung tumbuh jagung,,, nanam baik tumbuh baik/ mewarisi kebaikan dlm dirinya sendiri…….. orang tidak baik juga mewarisi perbuatanya sendiri……….karma… suatu perbuatan melalui pikiran, perbuatan, ucapan apa bila di dasari kehendak/ niat, itulah karma.
    maka di buat sendiri ya di warisi sendiri perbuatan apapun itu……salam tresno asih.

  37. jo says:

    ahmadiyah mmng aliran sesat. kafir tulen yg udah bersekutu ama iblis. halal drah mereka.

  38. nandar says:

    Lbh baik bubarkan jj tuh ahmadiyah..jlas” ajaranny sesat udh menympang dri islam…

Tinggalkan Komentar