Moh Samsul Arifin
Selalu ada jalan untuk kembali. Inilah peluang yang terbuka untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah Rapimnas Khusus Partai Golkar memutuskan mengusung Jusuf Kalla sebagai capres. Faktor Golkar dan Kalla pulalah yang membuat PKS “sewot” dan mengancam putus koalisi dengan Demokrat jika Yudhoyono tetap berduet dengan Kalla pada Pemilihan Presiden. PKS berkongsi dengan Demokrat mengusung Yudhoyono-Kalla sejak Pilpres putaran kedua tahun 2004 lalu. Bahkan PKS sempat berpikir untuk independen alias tidak masuk dalam blok politik yang telah terbentuk, Poros Cikeas dan Poros Teuku Umar.
Musyawarah Majelis Syuro PKS (25/4/2009) menyebut sejumlah nama untuk ditawarkan pada Demokrat sebagai cawapres yang akan mendampingi Yudhoyono. Nama Hidayat Nurwahid dan Tifatul Sembiring (Presiden PKS) melambung tinggi. Putusan final bakal diumumkan 26 April ini. Selengkapnya »
