Sunday, May 19, 2013

Politik Haji Acep

March - 27 - 2009 41 KOMENTAR
politik-haji-acep

Syaiful Halim

Saya mengenalnya sebagai pak Haji. Karena hampir setiap saat, ia mengenakan kopiah putih dan gamis. Jenggot panjang menggantung di dagunya. Kaca mata tebal selalu duduk manis di atas hidungnya. Namanya, Haji Acep. Belakangan saya juga tahu, ada dua gelar kesarjanaan di belakang namanya.

Dulu saya menduga, ia pengikut semacam aliran tarekat. Atau, ia pastilah bagian dari orang-orang yang sepanjang hidupnya berserah diri kepada Yang Mahamandiri. Kalangan kaum sufi, bisa jadi. Rasa segan sudah pasti merasuk di dalam jiwa ketika bertemu dengannya. Karena, saya merasa, belum bisa seperti dia. Selengkapnya »

dari-secarik-status-di-facebook

Yus Ariyanto

1.
Saya tertegun membaca status seorang kawan di akun Facebook-nya: “betapa menjengkelkan sampah visual di tiang listrik, tembok, dan pepohonan.”

Ada kegusaran di sana. Anda juga pasti bisa menerka: ini terkait pemasangan poster para calon legislator. Jika kita cerna, status tersebut menaruh iba pada lingkungan yang berubah tak karuan saat para calon legislator berlomba membujuk dan merayu. Belum terlihat tonjokan ke ulu hati politik itu sendiri—ajang para politisi berkiprah. Selengkapnya »