Tuesday, May 21, 2013
mega-sudah-yudhoyono-sudah-jenderal-nagabonar-presiden

Moh. Samsul Arifin

Anda sekalian barang kali sudah menonton Nagabonar atau Nagabonar (Jadi) 2. Nah, sebentar lagi akan beredar lakon lain berjudul “Nagabonar Jadi Presiden?”. Anda pasti menyangka ini fiksi di layar perak atau layar kaca. Salah besar!

Megawati capres lumrah. Yudhoyono capres tentu saja. Sri Sultan capres sedikit luar biasa. Kalla capres kenapa tidak? Deretkan lagi yang lain termasuk calon perseorangan—yang sudah digagalkan Mahkamah Konstitusi—seperti Ratna Sarumpaet, Fajroel Rachman atau Bugiakso (cucu Jenderal Besar Soedirman). Langkah mereka menerbitkan nuansa yang menghangatkan politik nasional.

Bagaimana halnya jika tokoh jenderal pencopet dari Lubuk Pakam [Deddy Mizwar] mencalonkan diri sebagai capres? Ah…ini bercanda, tak serius atau parodi yang disengaja untuk mengolok-olok politisi yang kini kian riuh-rendah memasang-masangkan tokoh satu dengan tokoh lain. Jelang Pemilu Legislatif, parpol kini saling mengintip, menjajaki kemungkinan berkongsi. Soal kepastian siapa yang jadi capres sesungguhnya, tentu saja “kenduri demokrasi” 9 April 2009 yang akan memastikannya.

Dalam formasi yang dirancang sejumlah parpol yang meraup suara signifikan pada Pemilu 2004. Kira-kira begini blok politik yang mungkin terbentuk. Blok Yudhoyono [Demokrat], Blok Megawati [PDIP], Blok Kalla [Golkar] dan satu lagi, Blok Alternatif. Yang terakhir ini posisi capresnya bisa diisi Hidayat Nur Wahid [PKS], Sri Sultan Hamengku Buwono X [Golkar], Wiranto [Partai Hanura], Prabowo Subianto [Partai Gerindra], Rizal Ramli [PBR] atau Sutiyoso. Yang hampir pasti tak tergoyah Blok Yudhoyono dan Blok Megawati. Keduanya tak mungkin rela turun derajat, sekadar jadi orang kedua.

Jenderal Naga? Wow…jika ia serius, Deddy Mizwar (aktor yang belum ada tandingannya) akan menguatkan tren berkecimpungnya para pesohor dunia hiburan ke dunia politik. Sudah dimaklum, tahun ini makin banyak saja kalangan “pesolek” [baca: aktris] yang terjun ke pentas pilkada dan mengadu peruntungan di Pemilu Legislatif. Aktor langganan Piala Citra ini harus diberi catatan tebal, sebab ikhtiarnya akan menjadi capres adalah langkah tak biasa dalam konteks politik Indonesia.

Konon pencapresan Jenderal Naga didukung sembilan parpol. Mereka sudah (atau masih akan?) mensosialisasikan nama yang kini makin relijius ini ke-33 provinsi di tanah air. Sudah tentu parpol itu bukan kendaraan politik yang mapan. Pendukung Jenderal Naga adalah parpol baru dan disangsikan bisa menangguk suara signifikan pada pemilu nanti.

Jenderal Naga tahu bahwa untuk mendaftar jadi capres syaratnya tak semudah membagi-bagikan jabatan saat ia memimpin pasukannya di Lubuk Pakam melawan Belanda. Tak juga lebih gampang dari menaklukkan Kirana, perempuan pujaannya yang memberinya putra tunggal, Bonaga.

“Apa kata dunia jika pencapresan Jenderal Naga tak didukung rakyat?”. “Abang (Nagabonar) tahu lah untuk mendaftar jadi capres harus mengumpulkan 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasinal kan?”. “Memang mesin politik Abang bisa mengumpulkan syarat itu? Ayolah Bang…jangan menggampangkan persoalan.” Mungkin kalimat ini yang akan keluar dari mulut Bujang untuk menawar Naga.

Deddy Mizwar akan memberi jawaban ihwal pencapresan ini pada acara “Refleksi Dua Jenderal” pada 27 Februari mendatang, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Mungkin saja, Nagabonar tak bisa dicegah lagi. Atau masih ada waktu untuk menarik diri. Seandainya Bujang masih hidup, ia pasti mencegah Nagabonar melakukan pekerjaan yang sia-sia itu.

Sadarlah Jenderal Naga, politik Indonesia tak lebih baik dari pelosok Lubuk Pakam yang rimbun dan sejuk. Kau Jenderal sesungguhnya di dunia sinema Indonesia, tak pantas turun derajat di gelanggang politik. Bahkan atas nama rakyat yang kerap sekali diklaim oleh para politisi.

Kau abadi justru jika kau tetap duduk di kursimu saat ini! “Biarlah masalah presiden-presidenan ini diurus mereka, kendatipun banyak sekali rakyat yang ingin Nusantara ini dipimpin tokoh yang bukan itu-itu saja,” begitu Bang Naga. “Tapi, Abang jangan marah jika aku sok menasihati Abang,” kalimat Bujang terputus bersama ingatan Jenderal Nagabonar yang telah kembali.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

290 Komentar pada “Mega Sudah, Yudhoyono Sudah, Jenderal Nagabonar Presiden?”

  1. david says:

    JANGAN MEMANDANG RENDAH kualitas seseorang. Di negeri ini banyak orang punya gelar akademik (anda mungkin salah satunya) tapi nol dalam kepeduliannya bagi bangsa ini, juga terhadap orang-orang yang ada. Dimana letak kesalahannya klo seorang pekerja seni mempunyai niat baik bagi bangsa ini?Apakah anda merasa lebih pantas? Siapapun pemimpin baru bangsa ini saya bisa yakinkan bahwa tidak akan ada perubahan seperti yang mereka sorakkan di saat mereka berkampanye selama mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi, partai, maupun pihak luar.

  2. rhey says:

    saya pikir sah-sah aja klu naga bonar jadi president,supaya indonesia ada perubahan,,,
    dengan sosok nya yang arif dan bijaksana,yakin kok kalau dia mampu,
    maju terus bang,,,
    mana semangat 45 mu…..
    chayoooooo…..

  3. ranu dermwan says:

    Jangan asal kalo mau jadi presiden, negara indonesia ini bukan ajang main2 atau coba2.Negara ini seharusnya dipimpin orang yang arif,bijak dan berani. Bukan asal orang yang tenar saja tapi tidak tahu apa2 tentang negara, bisa hancur negara ini. Kita tahu banyak tokoh yang kita kenal tapi adakah tokoh yang kita tau bahwa dia punya kualitas untuk memimpin bangsa yang terlalu rumit, apa lagi masyarakatnya sendiri susah di atur. Keadaan tersebut di perparah dengan banyaknya aparat yang menyalah gunakan kakuasaannya. Untuk atasi masalah tersebut bangsa ini butuh pemimpin yang benar2 pemimpin, bukan pemimpin yang hanya mengejar kekuasaandan kekayaan semata.

  4. mala says:

    gak ada yang salah dalam hal calon mencalonkan menjadi presiden, namun Qta kmbali lagi kekmampuan Qta untuk mengemban tugas yang sekiranya sangat-sangat-sangat tidak mudah.
    buat abang tidak ada yang salah pada dirimu. namun, mungkin dari komen-komen yang masuk banyak yang memilih lebih baik abang jadi seniman.
    bukannya presiden juga tidak mudah menjadi seniman!!!!

  5. erik victory amon says:

    manusia pd dasarnya rejeki dan pekerjaan sdh ada porsi dan jalur masing2, jadi berpuas diri lah kita dgn apa yg sdh menjadi kodrat dan pekerjaan kita saat ini,kembangkan dan tekunin kerjaan kita. Begitu kan bang nagabonar?

  6. ajoi says:

    saya juga setuju aza kalu bang naga jadi presiden

  7. algibraniy says:

    apalagi Jendral Nagabonar digandeng dengan IWAN FALS kayaknya asyik tuh, rakyat Indonesia pasti happy banget

  8. Riri says:

    Wuiih, hebat juga cita2nya! aku sih dukung ajah… Tapi mendingan jadi aktor saja ya yah om naga. :)

  9. aam says:

    biarlah orang bermimpi,dan mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan.kenapa kebebasan bermimpi dan berusaha udah banyak dikecam? yang jelas,untuk berbuat demi rakyat,demi kesejahteraan dan kemakmuran bangsa,tidak harus menunggu jadi presiden atau anggota legislatif,kalo kita mau,kita bisa berpartisipasi dari hal kecil yang ada disekitar kita.SBY yang pinter dan didukung banyak orang aja,tidak bisa berbuat lebih banyak utk rakyat.masih ga berani nekan lapindo utk bayar ganti rugi.sebenernya presidennya tuh ichal hehe..gak perlu punya jabatan presiden utk bertindak layaknya presiden.[no offense]

  10. eti says:

    saya tidak setuju Naga Bonar jadi presiden.yang hanya cocok jadi presiden SBY.

    SBY juga harus berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid. SBY mau tidak mau harus pilih Hidayat Nur Wahid orang PKS sebagai cawapres.

    Saya ingin semua bid’ah dan kemusyrikan musnah di Indonesia.Sudah saatnya Indonesia menjadi negara Khilafah yang akan menghancurkan semua bid’ah dan kemusyrikan di Indonesia. Khilafah akan buat Umat Islam sejahtera.

    Hidup Khilafah dan Hidayat Nur Wahid

  11. suria says:

    Inilah Jendral NAgabonar yang BODOH…….

    Hanya karena ingin jadi cawapres,……ia harus merogoh kocek 300 miliar (belum termasuk dana kampanye). Oleh karenanya perundingan begitu alot dan hampir tak jadi……heee…..heeee.

    Pingin tahu siapa…???? tanya pada dewan pembina partai…!!!

  12. Puan Maharani says:

    SAYA TAHU,DEDY MIZWAR ITU HANYA MENYINDIR DUA CALON PENYAING SBY YANG SEPERTI DAGELAN ITU…….

  13. teddy efendy says:

    saya usul dong, yang jadi presiden Aragorn bin Aratorn,.. keren banget karakternya, pemberani dan konsekuen.

  14. v3ga_cool says:

    kalau boleh usul nih, untuk presiden yang akan datang siapa saja lah, yang penting mengerti dan bermasyarakat, dan tolong jangan lupakan wong cilik.
    Terimakasih.

  15. yougha says:

    MERDEKA………………..

  16. Win says:

    Naga Bonar Jadi Presiden….??
    Boleh Juga Ide itu, Why Not….
    Sang Jenderal Naga itu orang yang cinta banget bangsa Indonesia,…

  17. lis says:

    ada gak ya pemimpin yg tegas dan tidak berkeinginan untuk memperkaya diri… kecian negriku ini…. belum lg teroris yg mau menghancurkan negeriku tercinta ini… benar2 ibu pertiwi sedang bersusah hati saat ini…berapa lama lagi kawan ibu pertiwi harus menderita….???

  18. Harvey says:

    sby jadi presiden lagi bukan??

  19. lucky says:

    Bagaimanapun SBY masih yang terbaik, karna ia punya karisma untuk memimpin

  20. INDONESIA-KU says:

    GANYANG MALAYSIA = MALING SIA !!!

  21. do-hrhp says:

    noga bonar bingung klo jadi presiden karena jaman da berubah entar yang ada negara ini kayak film nagabonar betulan walau udah ketingalan jaman tetap punya kharisma coba kalo itu di praktekin pemimpin2 yang sekarang.

  22. armadi says:

    emang betul” negara kita ini membutuhkan sosok pemimpin yng berani, amanah, dan tanggung jawab terhadap kedudukanya, bukan sosok seorang yng mental korup atau monoton dlm memberi fatwa.

  23. juragan uduk uduk says:

    tidak ada yg bisa menyentuh kepentingan masyarakat kecil..
    mana penyelesaian lapindo..?

  24. antoni abdul says:

    suatu jaban,bila di pimpin olh ahlinya..,maka jadi lah negara ini,negara yg majuuu..

  25. kopral says:

    apakah memang sudah benar kerjanya para pmimpin kita,mudaha-mudahan dengan cara bapak SBY melantik calon tokoh-tokohnya bisa memperbaiki kinerja para pemimpin negara kita,,,,,,,,,,,,,,,????

  26. kopral says:

    memang betul to kayanya jendral pencopet lebih pantas dari pada pengurus negara yang muka 10000,soal nya kalo jendral copet kan dah kenyang ngurusin copet atau yang haram-haram,nah kalo dia ngurus negara mungkin mikir( duh saya harus insyaf niiiii) katenye he…he…he..!

  27. Zarkasi says:

    @Eti : Jangan harap PKS bisa membersihkan negeri ini dari Bid’ah, krn PKS sendiri bergelimang dgn bid’ah.
    Bahkan ber-partai merupakan bid’ah, oposisi thd pemerintah. SBY muslim, JK muslim, pemerintahan banyak yg muslim, Sholat bisa bebas, Jum’atan juga tak ada larangan, bahkan Idhul Fitri dan Idhul Adha pemerintah sangat memperhatikan hingga menteri Agama harus melakukan rapat tersendiri dgn mendengar para ahli.
    Artinya: pemerintah Indonesia itu PEMERINTAH MUSLIM dimana siapapun yang bersyahadat dan percaya hari akhir WAJIB UNTUK MENTAATINYA selama tidak menyuruh menuju kemaksiatan/dosa.
    Kalo pemerintah banyak melakukan kesalahan ya harus ditegur dan diberi nasehat, kemudian kita serahkan urusannya kepada YANG MAHA ADIL. MAu nurut Alhamdulillah, nggak mau nurut kita serahkan urusannya ke ALLAH. Biar ALLAH menghukumnya, sesungguhnya hukuman dari ALLAH datangnya cepat dan tidak terduga.

  28. gobreth abu taqiyuddin says:

    Walaupun presidennya gonta ganti tetep saja negeri ini akan dirundung duka.Karena sistemnya buatan manusia yang serba lemah dan tidak bersumber dari yang Sang Pencipta.Harus ganti rezim dan sistem dengan syariah dan khilafah agar semua masalah bangsa segera teratasi.

  29. dwi says:

    Siapapun presidennya yang penting memperhatikan rakyat kecil
    jangan sampai beli beras saja tidak bisa karena saat ini harga
    beras melambung…apakah harus wong cilik tidak bisa makan nasi
    bukankah dr jaman pemerintahan presiden Soeharto beras selalu murah
    tidak seperti sekarang…tolong perhatikan wong cilik buat siapapun
    yang jadi presiden….MERDEKA

  30. ratna says:

    presiden SBY adalah sosok presiden yang sesuai dengan kriteria rakyat

  31. Aku adalah segelintir dari berjuta Rakyat yang amat sangat bangga terhadap Negriku Indonesia tercinta, aku mendambakan Presiden yang tidak hanya pintar mengumbar janji, tetapi meberi bukti setelah jadi Presiden, Presiden yang cinta terhadap Negri tidak hanya dibibir saja saat bersumpah dan berpidato. tidak seperti sekarang ini…. contohnya :P unya pabrik pesawat tapi beli pesawat dari luar negeri, opo ora edan ???, punyapabrik kapal laut tapi beli kapal dari luar negeri, Edan tenan,apa itu kebijakan Pmimpin kita ? bijak apa ya ??? Punya tambang bauksit sebagai bahan pembuat alumunium dijual keluar negeri udah puluhan tahun, tapi kita tidak punya pabrik alumunium, senangnya import aluminium juataan ton dari luar negri !!! Mana pemimpinku yang bisa mereformasi semua ini,demi kesejahteraan Rakyatnya Insya Allah akan dipilih, dipilih, dipilih.

  32. indras says:

    besok ganti lagi residen ada kasus pa lagi….

  33. Totom says:

    Boleh jg tuh naga bonar jd presiden tp baiknya pake partai apa ya…hm…saran gue nih pake partai baru lambangnya naga jg.hehehehe….

  34. miftah says:

    siapa sosok sang nagabonar di abad ini?

  35. sonerz (^-^) says:

    partai : PNP ( partai naga perdamaian )
    presiden : Naga Bonar
    wapres : Naga Sari

    hehehehehehehe………….

  36. prend says:

    wao menurut ku lebih baik bang naga aja yg jd. kikiikikiki1! sekarang kok g ada sih yg punya niat tuk mengabdi. mending bang naga aja jd capres cp tau dia mau mengabdi bukan kerja!

  37. Scor Wang. says:

    Bagaimana dengan satrio paningit?.
    :D .

    Naga bonar adalah legenda kampung (?).
    Satrio paningit kan impian masa depan, bukan?.

    He he.

    Just kidding :D .

  38. kaulaweb says:

    emang mungkin, negara ini bukan di filem kali.

  39. ismet says:

    siapa saja presidennya yg penting rakyat indonesia jgn sampai pd kelaparan…itu baru presiden.

  40. zafran hidayat says:

    Al-Walid bin Hisyam berkata,”Sesungguhnya rakyat akan rusak karena rusaknya pemimpin, dan akan menjadi baik karena baiknya pemimpin.” Sufyan ats-Tsauri berkata kepada Abu Ja’far al-Manshur: “Aku tahu, ada seorang lelaki yang bila ia baik, maka umat akan baik; dan jika ia rusak, maka rusaklah umat.” Abu Ja’far al-Manshur (ia adalah pemimpin) bertanya: “Siapa dia?” Sufyan menjawab: “Engkau!” Pemimpin yang paling baik ialah pemimpin yang ikut berbagi bersama rakyatnya. Rakyat mendapat bagian keadilan yang sama, tidak ada yang diistimewakan. Sehingga pihak yang merasa kuat tidak memiliki keinginan melakukan kezhalimannya. Adapun pihak yang lemah tidak merasa putus asa mendapatkan keadilan. Dalam sebuah kata-kata hikmah disebutkan: Pemimpin yang baik, ialah pemimpin yang orang-orang tak bersalah merasa aman dan orang-orang yang bersalah merasa takut. Pemimpin yang buruk, ialah pemimpin yang orang-orang tak bersalah merasa takut dan orang-orang yang bersalah merasa aman.” Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada al-Mughirah ketika mengangkatnya menjadi gubernur Kufah: “Hai Mughirah, hendaklah orang-orang baik merasa aman denganmu dan orang-orang jahat merasa takut terhadapmu”.

Tinggalkan Komentar