Wednesday, May 22, 2013
tak-ada-wikipedia-di-lapak-buku-bekas

Yus Ariyanto

Melihat tumpukan Encyclopedia Britannica di lapak buku bekas, beberapa pekan silam, saya tertegun. “Ini sebentar lagi menjadi sejarah. Atau, mungkin sudah…” ujar saya dalam hati sambil mendekat, lalu mengusap sampul-sampul tebal dan gelap itu.

Penggantinya: Wikipedia. Ah, pasti cukup banyak di antara Anda yang mencibir: “Masak pseudo-ensiklopedia kayak gitu dipercaya…”

Mari kita mudik sejenak ke 2001. Jimmy Wales, seorang pengusaha tajir, mulai membangun sebuah ensiklopedia online dengan cara yang benar-benar baru. Revolusioner. Dia menamainya “Wikipedia.”  Dalam bahasa Hawaii, Wiki bermakna “cepat.”

Ya, metode pembuatannya sangat berbeda dengan Britannica yang dikerjakan para pakar selaku  kontributor. Lalu sekelompok editor bekerja untuk coba memastikan bahwa kekeliruan telah pergi menjauh. Cara ini juga lazim ditempuh dalam penyusunan ensiklopedia-ensiklopedia lain.

Wikipedia justru “ultra-demokratis”: siapa saja bisa menyumbang bahan alias menjadi kontributor. Syaratnya cuma satu, yaitu punya akses Internet. Tak mengherankan jika jumlah entri-nya hampir mencapai 12 juta, dalam berbagai bahasa. Terbanyak adalah edisi Bahasa Inggris  yang lebih dari 2,5 juta entri.

Nah,  justru karena siapa saja bisa menjadi kontributor maka cibiran semacam di atas meluncur deras. Jadi, sampahkah Wikipedia? Saya ingin mengajak Anda untuk menengok lagi buku yang beberapa waktu lalu menjadi buah bibir: The Long Tail karya Chris Anderson. Dalam salah satu bagian, Anderson menyampaikan “pledoi” buat Wikipedia. Meyakinkankah pembelaan tersebut? Sila takar sendiri.

Anderson mengakui, Wikipedia memang tak otoritatif. Tapi, perhatikan fakta-fakta berikut. Pada sebuah riset jurnal ilmiah Nature pada 2005, ditemukan bahwa dalam 42 entri untuk bidang sains rata-rata ada empat kesalahan dalam entri Wikipedia dan tiga kesalahan per entri di Britannica. Dan, segera  setelah laporan itu terbit, kesalahan-kesalahan di Wikipedia dikoreksi. Britannica? Tunggu cetak ulang berikutnya (Kita tentu saja tak sedang membicarakan versi online dari Britannica). 

Persis di sana terletak senjata Wikipedia untuk mengempang kesalahan akibat tiadanya seleksi kontributor: koreksi bisa dilakukan siapa saja, kapan saja. Bagaimana jika dalam “koreksi” itu mengandung kesalahan lain? Para penggemarnya yang kian banyak bertindak sebagai sebuah sistem kekebalan, yang dengan sigap dan tanggap bereaksi terhadap apapun yang mengancam.

Dua kalimat terpokok dari Anderson adalah, ”Wikipedia sebaiknya menjadi sumber informasi pertama, bukan terakhir. Ia menjadi situs menggali informasi, bukan sumber fakta yang definitif.”

Faktanya, banyak orang kini lebih jatuh cinta pada Wikipedia ketimbang Britannica. Lebih lengkap, kerap lebih mendalam–meski harus hati-hati agar tak terjerembab. Saya sendiri cukup puas hanya memandangi tumpukan Britannica di lapak buku bekas itu. O, iya, harga satu eksemplarnya lebih mahal ketimbang biaya koneksi Internet di rumah saya selama sebulan.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

34 Komentar pada “Tak Ada Wikipedia di Lapak Buku Bekas”

  1. finalsenses says:

    terimakasih atas artikelnya karna dapat memberikan anspirasi buat aq

  2. zanikhan says:

    tapi selama ini wikipedia cukup membantu mahasiswa dalam mencari data yang “cukup” akurat. terlepas dari kesalahan itu maka sebaiknya kita juga ikut memperbaiki dengan memberikan post yang benar dan mengkoreksi yang salah. adakah yang setuju????

  3. rio says:

    perlu gak ya sebuah ensiklopedia online membuka fitur komentar dan pertanyaan di tiap artikelnya? sperti yang bakal ditawarkan knol (calon saingan wikipedia buatan google)?

  4. yus ariyanto says:

    teman-teman,

    untuk memperkaya, sila klik link ini: http://www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=3990. saya menemukannya setelah mempublish tulisan di atas.

  5. yus ariyanto says:

    @rio: mungkin menarik juga jika di wikipedia ada fitur semacam itu. sangat mungkin penyempurnaan dipicu sebuah pertanyaan atau skeptisisme. definisi kontribusi lantas menjadi meluas: bukan melulu menulis dan menulis ulang, tapi bisa jadi sekadar mengajukan pertanyaan/komentar.

    thanks.

  6. Riswandi says:

    Wikipedia Online cuma sekedar jadi rujukan saja,jangan dijadikan sebagai sumber utama.
    Jangan lupa kunjungi blog dibawah ini :
    http://paud-alzayyinah.blogspot.com

  7. Pikokola says:

    [blockquote]Dua kalimat terpokok dari Anderson adalah, ”Wikipedia sebaiknya menjadi sumber informasi pertama, bukan terakhir. Ia menjadi situs menggali informasi, bukan sumber fakta yang definitif.”[/blockquote]

    2 Kalimat pokok ini sayangnya yang paling banyak dilupakan orang Indonesia dalam mencari informasi dari wikipedia.
    Nggak jarang saya menemukan paper dari kawan-kawan mahasiswa yang sourcenya ditulis “wikipedia”.
    Mungkin karena di Indonesia kebanyakan, internet masih dianggap sebagai barang mahal sehingga manjadi alternatif terakhir dalam pencarian data
    Sayangnya, wikipedialah yang menjadi alternatif pertama dari alternatif terakhir tersebut, saat dapat data dari wikipedia, jarang sekali ada yang mau mengkonfirmasi atau cross check dengan literatur lain, atau sekadar membaca link sumber dari artikel wikipedia tersebut karena saat mereka sampai di wikipedia biasanya sudah dalam keadaan “putus asa” nggak menemukan artikel yang dicari-cari di media di luar internet.

  8. Yani says:

    Wikipedia cukup oke

  9. eric says:

    di sini pusatnya informasi technologi digital
    clik

  10. candra says:

    ehmm. betul banget. kayaknya bukan eranya lagi baca britanicca atau micro$oft encarta.

  11. obi says:

    Memang di jaman internet ini banyak sekali ilmu2 non-formal berharga yang berserakan. Ada ilmu yang dituliskan di portal utama, semacam wikipedia, wikihow, yahoo answers dan knol. Tetapi ada juga yang berserakan di dalam blog, mailing list, atau forum.

    Saya sendiri lebih cenderung memakai google untuk mencari sesuatu. Biasanya google memberikan tautan ke situs yang sesuai, apakah itu wikipedia, yahoo answers, ataupun blog seseorang.

  12. arum says:

    4 people who really loves reading books,I prefer choose Britannica than wiki.

  13. Wikipedia lumayan juga sebagai sumber informasi.

  14. anissa fitrianti says:

    wikipedia keren abiz, karena di wikipeda qt banyak menemukan berbagai ilmu pengetahuan

  15. ponari says:

    primbon wikipedia ada mas?

  16. yup.. kesalahan terbesar orang yang melihat wikipedia adalah meng copy-paste nya secara mentah mentah tanpa melakukan crosscek.. and yup gw lebih suka britanica. tetep aja walaupun lebih suka britanica mesti tetep crosscek. :D

  17. Kemungkinan Kesalahan Menyunting di Wikipedia adalah Karena ada Kontributor “Nakal” yang iseng meng-acak acak, tetapi Di Wikipedia Indonesia Ada 14 Pengurus (Teman Teman) Yang akan memantau seluruh halaman supaya tidak terjadi kesalahan. Jadi, Semua yang Ditulis di Wikipedia itu Sebenarnya DIPANTAU oleh Bot (Robot) dan Pengawas.

    Salam Wikipedia Indonesia

    Azhar Riztekki
    (http://id.wikipedia.org/wiki/Pengguna:Azhar_riztekki

  18. judakambrol says:

    wikipedia saya kira layak utk dijadikan salah satu referensi. tp mmg diperlukan kroscek thd smber2 lain. bg saya sangat membantu dan brmanfaat.

  19. zhimbi says:

    napa gag buat http://www.britannica aza…???

  20. Nindya says:

    Saya rasa di dunia akademik, sudah mulai diserukan agar Wikipedia tidak ditaruh dalam daftar referensi. Alasannya ya karena siapapun bisa berkontribusi seperti itu. Benar bahwa profesor sekalipun bisa mengisi artikel di Wikipedia, tapi tidak sedikit juga orang awam mengisinya.

    Sehingga trik untuk menggunakan Wikipedia dalam dunia akademik secara optimal adalah: Cek external links-nya. Setiap artikel Wikipedia yang mendalam pasti mempunyai external links sebagai acuan, sehingga kita bisa meng-klik external links yang langsung menuju artikel yang dimaksud :D

    Saya setuju banget dengan ucapan “sebagai sumber mencari informasi, bukan sumber fakta yang definitif” :) Toh Wikipedia sendiri bukan hal yang buruk, hehe.

    Agak sayang memang ngliat Britannica di lapak buku bekas :( Britannica gitu. Buku. Mahal, dan bagus. Tapi yah… Alasan untuk beberapa orang meninggalkan buku lama kan kadang karena sudah ada terbitan baru yang lebih lengkap — atau ya karena tidak praktis.

    Ya tiap orang ada pilihan sendiri-sendiri sih, tinggal gimana menggunakannya :)

  21. Sarananya sudah ada dan bagus lagi…, tergantung bagaimana user menggunakannya. Ballpoint di tangan wartawan tentu sangat berguna untuk mengikat informasi, tapi di tangan teroris, ballpoint bisa untuk melukai orang lain…

  22. bodrox says:

    wikipedia memang komplit. Usaha yang topcer, buat berbagi ilmu. Dan semoga seiring semakin lengkap, juga semakin ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan isinya.

  23. Reihan says:

    Wikipedia memang lengkap sekali, saya sering ambil dari sana juga

  24. nasirudin says:

    Saya setuju, sebagian besar orang masih menganut siapa yang ngomong, bukan apa yang diomongkan.
    Di Wikipedia, saya melihat fenomena dimana menganut apa yang diomongkan, bukan siapa yang omong, dan menurut saya itulah yang terbaik.

  25. wahid kundiarto says:

    terima kasih sekali atas artikalnya sangat berguna.

  26. arsnetwork says:

    thanks informasinya ini akan menjadi inspirasi yang indah

  27. mona says:

    ya, ada benarnya. Memang selama ini wikipedia tidak direkomendasikan sebagai referensi melainkan hanya wacana.. tapi ini merupakan proses perbaikan sistem informasi yg memungkinkan ide dapat digabungkan dari berbagai penjuru dunia & menurut saya itu revolusioner dan harus dikembangkan lagi..

  28. iya, itulah kelemahan dari kebebasan berbicara dalam diskusi maya dengan kontributor bebas. tak ada seleksi isi.

  29. Picas says:

    wah ternyata ada riset mendetail tentang hal tersebut. gag jauh berbeda tuh, cm 4 kesalahan banding 3 kesalahan. kalau berbeda jauh mungkin wikipedia bisa dikalahkan..

  30. moko says:

    tapi paling tidak wikipedia membantu secara wiki alias cepat, untuk menafisrkan suatu hal.

  31. [...] Artikel tentang Wikipedia yang juga menjadi penyumbang konsep interactivity di online media: ” Tak Ada Wikipedia di Lapak Buku Bekas” Share var button = document.getElementById('facebook_share_link') || [...]

  32. Pujianto says:

    wikipedia memang oke

  33. Sigit Ary says:

    Setuju pak.. wiki memang oke dan sipp :)

  34. sari says:

    nice post
    jangan lupa kunjunngi ini yaaaaa

Tinggalkan Komentar