Anton Bahtiar Rifa’i
Kemiskinan selalu menyisakan ruang gelap. Potret tentang kelamnya kemiskinan terurai dalam nasib hidup Jamal Malik, lelaki berperawakan agak kurus asal sebuah kawasan kumuh di Mumbai, India. Tokoh dalam film Slumdog Millionaire itu kemudian sampai pada suatu titik penting yang akan menentukan arah hidupnya: apakah ruang gelap itu akan menjadi sesuatu yang terang benderang ataukah akan tetap gelap.
Jamal Malik, tokoh yang diperankan aktor Dev Patel, mendapat kesempatan mengikuti sebuah acara kuis di televisi, Who Wants To Be A Millionaire, untuk memperebutkan hadiah 20 juta rupee. Jamal dapat menjawab satu per satu pertanyaan dalam kuis tersebut. Namun, saat selangkah lagi menuju hadiah utama, Jamal mendapat ujian berat. Karena berasal dari keluarga miskin dan tidak berpendidikan, ia dituduh berbuat curang. Interogasi polisi yang disertai siksaan –adegan ini menjadi pembuka film—harus dihadapi Jamal.
Namun, Jamal berhasil meyakinkan bahwa ia memang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kuis itu. Pada bagian cerita ini, sang sutradara film, Danny Boyle, menunjukkan kepiawaiannya. Melalui cerita kilas balik, tergambar jelas bahwa setiap pertanyaan yang diajukan pemandu acara kuis terkait erat dengan jalan hidup Jamal. Penonton pun kemudian mendapatkan rangkaian kisah hidup Jamal, sejak masa kecil di kawasan kumuh Mumbai hingga menjadi seorang office boy di sebuah kantor operator telepon. Selain tentang kepahitan hidup Jamal sebagai orang miskin, cerita ini juga disertai kisah tentang kesetiaan dalam persahabatan dan percintaan. Beberapa adegan lucu yang diselipkan, membuat alur film ini terasa segar.
Toh, pada akhirnya, meski berkutat pada cerita tentang jalan hidup Jamal, film ini sesungguhnya berbicara tentang problematika orang-orang miskin secara universal, serta wajah sebuah kota yang pincang. Intinya, untuk bisa bertahan di sebuah kota yang dipadati kaum urban dan dibalut persolan kesenjangan sosial, beban orang-orang miskin sangat berat. Bahkan acapkali mereka harus akrab dengan kekerasan. Mereka menjalani hidup tanpa kepastian masa depan. Kejahatan, eksploitasi anak-anak jalanan, prostitusi, gangster, hingga konflik sara, seperti tergambar dalam film ini, begitu akrab dengan orang-orang miskin.
Melalui visual yang kuat, film yang diangkat dari buku karya seorang diplomat India, Vikas Swarup, ini mampu menampilkan potret kemiskinan secara nyata. Visual tentang kawasan kumuh yang padat, WC kayu di atas sungai, kereta api yang padat hingga penumpang naik ke bagian atap, orang-orang mandi dan mencuci di sungai yang kotor, para pemulung di tempat pembuangan sampah, serta kehidupan anak-anak jalanan di kota yang semrawut, membuat cerita tentang kemiskinan terasa begitu kuat dan dekat. Apalagi untuk warga Jakarta, pemandangan seperti itu sesungguhnya tidak asing.
Pada bagian akhir film ini, penonton sengaja dibuat deg-degan oleh pertanyaan: Apakah Jamal akan berhasil memenangkan hadiah 20 juta rupee? Apakah Jamal akan berhasil mendapatkan cinta Latika (diperankan Freida Pinto), wanita pujaan yang pernah direbut sahabatnya dan diperistri seorang tokoh gengster? Menanti jawaban-jawaban itu dalam film ini memang menjadi suatu hiburan. Namun jiwa dalam film ini sesungguhnya terletak pada kisah panjang seorang Jamal dalam melawan kelamnya kemiskinan.
Film Slumdog Millionaire telah meraih empat penghargaan di ajang Golden Globe Award. Film yang mulai tayang di Indonesia pada Februari 2009 ini diprediksi masih akan berjaya setelah memborong sepuluh nominasi Piala Oscar, termasuk untuk kategori film terbaik dan sutradara terbaik.




















Semoga aja slumdog bisa menang dan bawa banyak piala dalam ajang oscar ke india… emang keren negh film.. baru semalem aku nonton.
tapi ngomong2.. Hidup Jamal, Hidup Salim, Hidup Latika… tiga kesatria dari India…
sungguh film yang luar biasa!
saya terkesan…
mudah2an sutradara2 nakal indonesia tidak iseng membajak cerita film ini…
ckckck…
gimana g bagus…yang buatnya orang bule, coba yang buatnya orang india pasti filmnya tentang cinta & harta melulu, kaya sinetron indonesia gitu hahahahahahahaha
Gila….. 8 Oscar…. Mannntabbbbb…
kut nimbrung
saya baru denger tentang film Slumdog Millionaire, dan saya langsung mencari berita tsb, dan saya tertarik bwat nonton….
saya udah tau ceritanya sedikit dan saya ingin tau lebih lanjut tentang film ini dan saya sangat penasaran….
dan saya minta tolong kepada semuany kalau ada info tentang film ini kabari saya melalui e-mail saya : rizal _6zot@yahoo.com
terima kasih.
waaaah…jadi pengen nonton euyyy…!
gileee…nie film
walaupun menceritakan hal-hal yg kumuh dan realita kehidupan orng2 miskin india (tidak tertutup kmngkinan juga penggambaran kemiskinan universal)
tapi ada banyak hal yg bisa di petik dr film nie..
pantas untuk direkomendasikan buat di tonton..
smga orng2 perfilmn indonesia bs memahami bahwa film bkn cuma hal-hal yg berbau komesil tapi bagaimana film itu bisa menjadi sesuatu yg berkesan dan membuat penonton bs mendapatkan pelajaran dr apa yg mereka lihat,dengar dr apa yg mereka tonton….
snga saja….
setelah melihat film ini, saya sempat tertegun karena “tumben, film india gak ada tarian plus nyanyian seperti biasanya (adegan kejar2an)”…. tetapi dugaan saya salah, di endingnya (walo sedikit gk nyambung_menurut saya) tetap ada itu tarian dan nyanyian walau tidak seheboh biasanya… memang bukan film india namanya kalau tidak ada tarian dan nyanyiannya…hehehehehe….
selain itu, mulai dari ide cerita dan plot pengambilan gambarnya keren…serasa kita berada di film itu sendiri… wajib nonton!!!!
coba buat filmnya diindonesia, makin seru tuh
slumdog millionare, filmnya bagus, punya makna, punya amanat yg bisa disampaikan, berkali-kali saya nonton, tak pernah bosan dengan crita khidupan si jamal tersebut, dari tak berarti menjadi sbuah arti..
crita khidupan yg jarang kita temui di sekitar kita, yaa, pokoknya wajib nonton deh..
maju trs !!
Saya cuma bisa bilang … Saluuut , 8 OSCAR.Sejarah baru di perfilman india. Indonesia kapan ya…? Saya yakin bs jg dapat ( kalo budaya ciplak para penulis skenario kita dah ilang dari pikiran mereka … mungkin)
Kapan ne tayang di Palembang?…
Aku da nunggu2, tapi belom masuk juga;<
film y keren banget banget banget
Tumben yah…org Indonesia suka film kaya’ gini. Padahal ngga’ ada hantu2nya…
kpn nihh indonesia bs buat film seperti ini.bnyk bakat artis di indonesia yg mampu apakah ada produser nihhh mau?
ia nih,,,,seru banget slumdog nya….dev patelnya juha keren abis. awalnya aq kirain filmnya bakalan banyak nanyi n narinya doank..ternyata nyaris gak ada..ceritanya seru banget….apalagi pas jamal nya masi kecil…hehe
film yg bagus, tp kok banyak jalan cerita yang diubah yaa…. ga sama dengan cerita asli di novelnya…..??? padahal akan lebih bagus lagi kalo seluruh isi novel aslinya ga diubah… nama tokoh utamanya aja dah beda, klo di novel :Ram Mohamad Thomas, tapi di filmnya diganti jadi jamal malik, dan mengenai salim… di novel, salim jadi sahabatnya tokoh utama, tapi di film, salim jadi kakaknya tokoh utama…. waaaaaaaaa….. tanya kenapa?..
anyway… dua jempol deh buat slumdog millionair….. banyak nilai positif disini, pershabatan sejati… arti harga diri manusia…. inilah wajah india sebenarnya…
Buat informasi aja…birpun bersetting di India,kayaknya film ini bukan produksi Bollywood ..tapi produksi UK..Sutradaranya Danny Boyle adalah sutradara Inggris yang juga membuat film-film seperti Sunshine,dan 28 days later.
stuju ama penggemar film
Seharusnya seperti ini, tema minimal film yang boleh diputar di bioskop. Sudah waktunya MUI dan LSF harusnya sadar dan sepakat, selektif tidak akan meloloskan film horor (selain gak jelas dimana seramnya cenderung menyimpang dari nilai agama); dan film sex (yang gak jelas nilai edukasinya) hanya “meletup-letupkan”, menggiring libido anak remaja (putra-putri) untuk mencoba melakukan sex. Sekarang terbukti, sebuah survei menyebutkan 63 persen remaja usia 13-18 di kota-kota besar pernah melakukan hubungan seks. Apa kata MUI? Apa tanggung jawab LSF? Atau sama dengan pemerintah tinggal menunjuk situs-situs porno di internet? Kiranya MUI dan LSF perlu juga diaudit oleh BPK atau ICW..mengingat tak ada satu instansi/lembaga pemerintah yg bersih dari prilaku korup, pungli, palak dan markus!
disitu terbias makna bahwa orang miskin dianggap selalu bodoh.
Krena pintar identik denagn belajar di sekoalh, padahal tempat belajar paling nyata ada kehidupan itu sendiri.