Alexander Wibisono
Saat ini, mungkin tidak ada calon presiden alias capres yang sebingung Jusuf Kalla. Hal ini memang aneh, tetapi bukan tanpa dasar. Kesediaan Kalla menerima pencalonan dirinya oleh Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I Partai Golkar seusai menghadiri Rapat Konsultasi Nasional di kantor DPP Partai Golkar, membawa beban sendiri bagi dirinya. Terjadi benturan antara harapan dan kenyataan bagi Kalla untuk maju pada pemilihan presiden (Pilpres) 2009 sebagai capres Partai Golkar.
Pertama, sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Kalla adalah kader terbaik partai berlambang beringin. Ini artinya Kalla juga tidak bisa menghidar atau berkata tidak. Kesediaan Kalla menjadi capres bukan cuma soal ambisi politik personal, tetapi juga menyangkut masa depan dan harga diri Partai Golkar sebagai partai besar. Selengkapnya »
