Sunday, May 19, 2013

Surat untuk Munir

January - 2 - 2009
surat-untuk-munir

Yus Ariyanto

Cak Munir,

Tiba juga 2009. Ya, telah lima tahun berlalu. Tapi, perjalanan kasus pembunuhan Anda terus dibikin buntu, berhenti di sebuah mata rantai bernama Pollycarpus Budihari Priyanto. Padahal, akal sehat siapa yang bisa diyakinkan bahwa Pollycarpus memang yang mengatur kejahatan itu? Padahal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah bilang, penyingkapan kejahatan itu adalah test of our history.

Tentu, pasti ada juga orang yang mensyukuri situasi ini. Mereka pikir, kematian sampeyan adalah yang terbaik buat Indonesia. Mereka yakin, Anda adalah pengkhianat bangsa. Ya, saya jadi teringat cerita pendek Seno Gumira Ajidarma berjudul Keroncong Pembunuhan.

Seorang pembunuh bayaran disewa. Tumben, sang eksekutor merasa terganggu saat hendak melaksanakan tugas, terutama lantaran alasan si penyewa: calon korban adalah pengkhianat bangsa. “Ia pengkhianat, ia menjelek-jelekkan nama bangsa dan negara kita di luar negeri.”

“Kau tak keliru? Benarkah ia seorang pengkhianat?

“Tidak usah tanya-tanya, tembak sekarang.”

Cerita tersebut dipublikasikan pada 1985, saat Orde Baru bertengger di puncak kejayaan, sembilan belas tahun sebelum Anda meregang nyawa akibat racun arsenik itu.

Ya, pasti ada juga orang-orang berpikiran cupet yang menganggap Anda pantas dikorbankan demi nama harum bangsa. Right or wrong is my country. Tapi, pasti ada lebih banyak orang yang mengamini Albert Camus. Pengarang Prancis itu menulis dalam Letter to a Jerman Friend, “Ada hal-hal yang tak bisa dikorbankan…Aku tak ingin sembarang kebesaran, apalagi kebesaran yang lahir dari darah dan kepalsuan. Aku ingin negeriku besar dengan tetap memiliki keadilan.”

Cak Munir,

Pada 7 September 2004, hari kematian Anda, saya sedang meliput acara pertemuan Yudhoyono dengan para pendukungnya di sebuah hotel bintang lima di Jakarta Selatan. Saat itu, ia masih harus menjalani pemilihan presiden putaran kedua.

Ketika Yudhoyono menyampaikan sambutan, Andi Mallarangeng menghampiri sang bos. Yudhoyono turun sejenak dari mimbar. Ketika kembali, dengan suara agak tercekat, ia berkata, “Saudara kita, Munir, meninggal dunia di Bandara Schipol.” Semua hadirin terdiam.

Pada 31 Desember 2008, menjelang siang, terdengar kabar yang memantik rasa sesak di dada. Pada hari yang sama, Rocky Gerung menulis esai di Kompas di bawah judul Munir dan Demokrasi. Ia menutup tulisan dengan kalimat ini: “Kini kita menunggu majelis hakim mengucapkan sebuah putusan yang melegakan kemanusiaan dan menciptakan peradaban politik baru.” Ternyata, harapan dosen filsafat Universitas Indonesia itu masih jauh panggang dari api.

Malam harinya, menjelang pergantian tahun, saya menatap ke atas, ke langit yang kelam. Saya teringat sampeyan, Cak. Telah lima tahun berlalu dan kasus pembunuhan Anda terus dibikin gelap.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

85 Komentar pada “Surat untuk Munir”

  1. ray says:

    benar, munir hanya korban diktator aja

  2. Zailani,S.Ag says:

    Semoga dalam waktu dekat semua akan terungkap oleh fihak polisi yang tentunya dibantu oleh semua lapisan masyarakat. Terima kasih SCTV

  3. tania says:

    Belum terungkap,ngak bisa diungkap,atau memang NGAK MAU DIUNGKAPKAN ????
    Kayanya yang ketiga deh yang bener takut ah kalau diungkapkan ntar kan dalangnya jadi kena dech…
    Karena kalau dalangnya kena pasti ngremet ke yang lain2 nya. Tau ndiri politik di ngara kita kaya apa…

  4. paijo korea says:

    kayaknya koment saudara deneesh bener dech..tapi itupun kalo dilihat dari segi pecinta orba. mudah-mudahan anda tidak akan pernah merasakan menjadi orang yang tertindas. Rasanya gak enak lho mas…

  5. lena says:

    hai bangun dong semuanya..segalanya kan bisa dibeli sama uang kasus munir satu dari seribu kasus yang hanya dianggap nyanyian burung..selagi masih ada yng mau bayar.mereka akan tetap tutup mulut tokoh munir kan seorang pahlawan yng membela orang2kecil[miskin]yng terinjak2.harga diri dan hak2 mereka disisi lain tokoh yang merasa bersaing dengan munir tidak suka karna keberadaan mereka akan terungkap kejujuran sangat di benci oleh tokoh2 politik seperti mereka semoga tuhan melindungi keluarga munir dan memberi tempat sempurna tuk saudara munir disisinya amin

  6. Deneesh says:

    Thanks buat bung paijo korea. Saya memang merindukan kedamaian di negeri tercinta Indonesia. Nothing to do with orba.
    Pertanyaan simpel, HAM versi apa yang telah diperjuangkan almarhum? Aparat juga manusia, punya keluarga, anak dan istri. Mereka juga punya HAM kan?
    Hampir setiap hari ada demo, jalan jadi macet atau malah diblokir. Yang demo teriak2 masalah demokrasi. Apa mereka paham kalo mereka sudah mengganggu demokrasi orang lain pengguna jalan? Menarik kan HAM versi Indonesia…

  7. paijo korea says:

    Thanks juga buat saudara Denesh. Maaf kalo pernyataan saya menyinggung saudara. Mungkin saudara memang bukan pecinta Orba,tapi sikap saudara yang menghalalkan terjadinya pelanggaran HAM untuk mereka yang dituduh mengganggu stabilitas negara perlu dipertanyakan.
    Saya mengerti kalau tentara punya HAM juga, tetapi apabila tentara tersebut yang memulai terjadinya pelanggaran HAM apakah para koban hanya bisa menerima.

    Mungkin yang dibela Alm.Munir memang bukan korban kemacetan seperti saudara,tapi ratusan bahkan ribuan nyawa yang menjadi korban. Meskipun begitu Almarhum tidak pernah mengajak demonstrasi yang membuat kemacetan, tetapi melalui gugatan yang mengharapkan keadilan untuk ditegakkan.

  8. adi purwo says:

    ternyata setelah 10 tahun lebih Indonesia memasuki era reformasi, masih ada juga orang yang belum memahami arti HAM (Hak Asasi Manusia).

    Mari kita belajar mengaktualisasikan hak asasi manusia bersama2. Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dianugrahkan Tuhan yang mahaesa kepada manusia. yaitu hak untuk hidup, hak untuk beribadah sesuai keyakinannya, hak untuk mendapatkan kesejahteraan, hak kebebasan berpendapat, hak mendapat perlindungan dari negara.

    saat ini belum semua warga negara Indonesia mendapatkan hak-haknya. apalagi dulu pada masa pemerintahan orba. oleh karena itu mesti ada orang yang peduli untuk memperjuangkan nasib warga negara yang belum beruntung itu. memperjuangkan ham tidak hanya dilakukan dengan cara berdemo. tidak hanya demo yang bikin jalanan dan tidak semua demo bikin macet jalan.

  9. anggrait says:

    walaupun aku buta tentang hukum tapi sudah bukan rahasia lg utk hukum d indonesia,semua bisa di beli dgn uang,..apa lagi bagi mereka pembeli hukum seorang MUNIR bagaikan paku yg tajam yg kapan waktu bs membahayakan jika salah menginjaknya..biarkan pengadilan AKHIRAT yg mengadili..toh org biasa cuma bs apa…bisa2 malah d perlakukan sama lagi.

  10. andre says:

    Dennesh yang terhormat,menilik tulisan anda saya agak bingung jadinya?masa arsenik dibilang racun canggih arsenik udah dari jaman nenek moyang dipakai untuk melapis senjata semacam tombak,pedang,keris dsn anak panah agar musuh kalau tertancap kena racun.dalam basa jawa di sebut warangan.jadi kalo meracun pake arsenik itu cara2 sangat kuno bukan canggih seperti anda kira udah sepantasnya siapapun yang terbunub harus diusut apalagi saudarakita Munir.teruskan perjuanganmu,Munir2lain di bumi pertiwi ini.amin

  11. firman says:

    aku hanya bisa berharap, ada munir muda yang dapat melanjutkan perjuangan bang munir. ruh mu telah menyatu dengan Tuhan, tapi teriakkan mu pasti ada yang menggantikan.

  12. Deneesh says:

    Thanks bung paijo korea, tapi Anda telah berandai andai menilai seseorang. Siapa dan menghalalkan apa? Wong katanya mengerti HAM. Seperti yang ditulis oleh bung adi purwo. HAM adalah ……., hak kebebasan berpendapat.

  13. tibyan says:

    semoga cepat selesai

  14. bima says:

    Sy kecewa berat knp jaksa tidak bisa menyeret pelakunya,sehingga terjadi vonis bebas.apakah pemanggilan saksi budi s tidak bisa,bukannya setiap warga negara sama kedudukannya didepan hukum,lha ini sampai pemanggilan ke 13x kok ya ga dapet

  15. didk says:

    kalo memang BIN terlibat itu lembaga resmi negara sampe ke presiden tu
    di amerika aja CIA n FBI nya bisa lenyapin orang kalo membahayakan keamanan nasional kok

  16. didk says:

    masi banyak urusan yang lebi penting daripada ngurus kyak gtu
    liat aja sekarang dijual ke luar negri kan masalah itu

  17. ken says:

    Munir cuman korban dari keserakahan dan kesombongan

  18. paijo korea says:

    Waduh..saya salah nulis bung Deneesh maaf dech..

    “Saya sangat setuju dengan ‘pecinta indonesia’. Apa jasa2 almarhum untuk negara ini? Yang saya tau cuma berbuat untuk sekelompok orang yang pengen negara ini terus dalam situasi tidak stabil.”

    menilik dari kutipan bung deneesh tersebut, saya berpikir kalau bung Deneesh tidak menyukai orang yang membuat tidak stabilnya negara. Tetapi kalau seandainya saya salah mengira, saya mohon maaf bung. Tidak ada keinginan saya untuk menyinggung orang lain.

    Smoga kasus Munir segera terungkap

  19. alfian'ds ahli mantiq says:

    >>pembunuh Cak Munir mungkin bisa bersembunyi, tapi pembunuh Munir tak bisa menyembunyikan Matahari.
    Kenapa pengadilan begitu repot menemukan pembunuh Cak Munir, padahal pembunuhnya ada di dekat mereka..?!

  20. andre says:

    Om didk bagaimana klo munir itu kel. sampeyan?apa anda tetap nulis bllog spt itu?hormatilah orang yg udah meninggal siapapun dia,barang kali kita segera menyusul? ya sopanlah dikit.

  21. Haryanto says:

    Saya yakin bahwa kebenaran akan dinyatakan. Di depan Tuhan tidak ada yang tersembunyi. Mau rekayasa macam apa, manusia tetap manusia yang tak mungkin menghadapi Gada Tuhan. Nantikan jika Tuhan berbicara pada kau sang penjagal, rasakanlah ….!!! Tetap semangat mbak Suci… Doa saya selalu

  22. made sariada says:

    Semoga titik terang muncul untuk pengungkapan kasus Munir ini..Doa kami buat tim jaksa penuntut.

  23. dini says:

    aq bingung knpa sich,salah satu tersangkanya dibebaskan . . . harus sampai kpn kasusini g selesai2, blom timbul kasus2 yg laen lagi , , ,

  24. Dihan says:

    Masalahnya simpel saja, karena jaksa dan polisi telah gagal mengajukan bukti-bukti dan saksi2 yg kredibel

  25. dianty says:

    orang jujur di Indonesia hrus waspada neeh kalau g ingin terjadi apa2,karena bnyak pihak yang g suka dengan org2 seperti itu..(uhh,jaadi takut),,apalagi hukum di negara kita ni,timbangannya masih miring….

  26. lisang says:

    Hanya menunggu waktu saja, ada kemungkinan besar kasus ini akan terungkap. kegigihan Suciwati untuk mengungkap kepergian Alm. suaminya akan membuahkan hasil terungkapnya kasus ini. Tuhan akan bersamamu dalam memperjuangkan kebenaranmu. God will not live you a lone to seek the truth.

  27. Semoga kasus ini bisa dibuka dan ditemukan siapa yang bersalah. Bravo untuk pak Polisi dan jaksa..

    Sewa Mobil Di Bali

  28. pungkas says:

    kasus pembunuhan pejuang HAM kita(cak munir)memang belum sepenuhnya terungkap. tapi kita tidak boleh membiarkan kasus itu terhenti atau diam ditampat begitu saja.
    atau mungkin ini permainan orang yang punya kekuasaan sehingga kasus ini menjadi buntu.
    saya yakin suatu hari nanti, tersangka pembunuhan cak munir akan terungkap. jika suatu hari nanti dapat terungkap, si pembunuh dan antek2nya harus dibuat daftar hitam atau biografi tentang mereka biarpun mereka sebelumnya punya jabatan atau posisi penting di negeri ini.
    kami sebagai mahasiswa akan terus mengamati perkembangan kasus pembunuhan cak munir.kami tidak akan melupakan jasa beliau…

  29. Andreas says:

    Tenang aja cak.kebenaran selalu akan terungkap.walau bagaimanapun cara untuk menutupinya.apalagi kalau cara2 yang dipakai gak wajar.( jawane Gusti Allah ora dahar ora sare)

  30. joko says:

    becik ketitik ala ketara

  31. ucie says:

    Munir??
    Disatu sisi ia di bilang telah menjual negara ke negara lain, tp di sisi lain dya politikus yang sangat bisa di andalkan….
    Sayank na kenapa org spt itu lah yang harus di lenyapkan dr indonesia bahkan dari muka bumi ini??
    Kenapa harus org yang punya pemikiran keras spt beliau??
    kenapa??
    Politik emnk kejam tp bukan bearti politik harus terus2an mengorbankan jiwa seseorang demi kepentingan org bnyak.
    Bukan kah masih ada cara lain buat memperbaiki semua na, bukan dengan cara membunuh bahkan di bunuh…

  32. Bang Jay says:

    intelijen canggih alatnya untuk nyari maling, pembunuh, dan lain2.
    Nah kalo yang maling/bunuh itu intelijen trus siapa yg mau teriak maling……………, pembunuh……………atau …………bagaimana bisa diungkap krn sesunggungnya dia sendiri pelakunya haaaaaaaaaaaaaaa masak mau teriak2.
    Ini sebuah pelajaran dan perenungan untuk negeri ini dimana pelindung masyarakat malah tidak melindungi, pengayom tdk mengayomi, yg dipercaya tdk bisa dipercaya, pahlawan tetapi berkhianat, kyai tetapi keji, politikus ternyata tikus dll, dsb, dst

  33. yusfi says:

    Kasus kematian munir ah…. itukan cuma kasus kecil,sepele dan ga berarti bagi pemerintah,intelegen dan institusi serta personal yg benci banget sama almarhum,makanya kasus kamatiannya ga bakal terungkap sampai keakar-akarnya apalagi sampai kita tahu siapa dalang semua ini.
    Tapi bagi kita, almarhum tetap yang terbaik bagi semua. almarhum adalah pahlawan buat : keluarga,bangsa dan negara.Allah SWT selalu merahmati almarhum.amin….

  34. salman says:

    Negeri ini tak punya alinea-alinea sejarah yang ditulis dengan benar, kecuali berisi halaman kosong berupa tanggal-tanggal sebagai judul sejarah; terutama pasca kemerdekaan 17 Agustus 1945.. Negeri ini tak ada sejarah lagi.. yang diketahui rakyatnya sesuai fakta kecuali yang “putih” bagi pelakunya, sisanya dikubur sedalam-dalamnya dengan tanah, pasir, batu hitam dan tulang belulang.. kelak pembunuhnya dicengkram sakit yang tak tergantikan.. Hari-hari tua mereka tak bisa melihat, tak tersenyum, tak berkata-kata, air matanya akan terus mengalir menuju pekuburan orang-orang yang telah dibunuhnya. Sekarang hari-hari itu telah datang: mereka telah tua, senja berganti malam.. hati si pembunuh akan berada dalam kegelapan, bersama orang-orang yang mendukungnya atau hanya mengucap kata saja seperti meludah..

  35. Harry says:

    SIAPAPUN YANG MEMBUNUH MUNIR, PENGADILAN AKHERAT TIDAK AKAN LUPUT/BEBAS,
    KALAU MUNIR DIKATAKAN SEBAGAI PENGHIANAT BANGSA INDONESIA, SIAPAPUN ORANGNYA TIDAK AKAN TAHUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU.
    YANG TAHU DAN MELIHAT HANYA ALLAH SWT, NGAPAIN SIH NGERIBUTIN MELULU,
    PIKIR BERSAMA MASA DEPAN GENERASI MUDA INDONESIA, BUKA MATA LEBAR-LEBAR BILAMANA GANJAL TUCH MATA PAKAI OBENG, BAGAIMANA KITA SAAT INI MENGALAMI ORDE REFORMASI MAKIN DIBUAT HANCUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUR LEBUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUR, MEMANG ENAK HIDUP TIDAK ADA KEPASTIAN, MENDINGAN BERDOA, BERUSAHA UNTUK LEBIH BAIK KEDEPAN DENGAN BERHARAP RIDHO ALLAH SWT BROOOOOOOOO

Tinggalkan Komentar