M. Nurul Amin
Heran, tak habis-habisnya berita soal korupsi di negeri ini, aneh, tak jua berkurang jumlah koruptor yang melahap seisi negeri. Pagi hari, headline surat kabar mewartakan, petinggi negeri masuk jeruji karena mengisi pundi-pundi untuk pribadi dan relasi tak kenal henti. Siang hari, warta radio menyampaikan caci demonstran soal korupsi di kantor Departemen bergengsi. Sore hari, berita televisi mensaji mantan menteri diperiksa karena diduga terlibat kolusi pengadaan barang untuk aktivitas pegawai negeri. Belum selesai, malam hari, televisi kembali mensaji, bupati di pelosok negeri berbagi dana untuk kepentingan sendiri.
Ah, itu semua khan untuk pemimpin negeri, tidak juga. Korupsi dan kolusi tak lagi mengenal pemimpin negeri, korupsi dan kolusi kini sudah menjerat seluruh lini. Mungkin, sebagian kita membantah, bukankah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah beraksi! Selengkapnya »
