Sunday, May 19, 2013
kado-akhir-tahun-mahkamah-konstitusi

Moh Samsul Arifin

Tepuk tangan sambil berdiri (standing ovation) seyogianya diberikan pada para hakim konstitusi atas keputusannya mengabulkan sebagian uji materi atas UU 10/2008 tentang Pemilu. Dengan sebening nurani mereka telah bertindak bak “Judge Bao” (Bao Zheng) yang bijak bestari. Mahkamah Konstitusi menyatakan Pasal 214 huruf a-e bertentangan dengan konstitusi, dan karenanya batal. Ini berarti penentuan siapa yang terpilih menjadi wakil rakyat didasarkan pada suara terbanyak.

Bila disederhanakan, nomor urut tak lagi menentukan. Tak penting lagi nomor urut jadi, nomor urut topi, nomor urut punggung atau nomor urut sepatu! Semua caleg masuk daftar calon tetap, kini memiliki peluang sama untuk melenggang ke parlemen/parlemen daerah.

Selengkapnya »

The Spirit of Suket

December - 24 - 2008 21 KOMENTAR
the-spirit-of-suket

Syaiful Halim

Secara harafiah, suket dalam bahasa Jawa berarti rumput alias tanaman liar, yang bisa tumbuh di mana saja. Teman abadinya adalah tanah, air, dan siraman cahaya matahari. Ketika tersedia lahan kosong, ketika air dan cahaya matahari membelai benihnya penuh kasih, maka suket pun akan tumbuh dan berkembang sebebas-bebasnya. Bahkan, ketika ada tangan-tangan jahil membabati tubuh kurusnya, maka ia tidak akan pernah putus asa dan mati kekeringan. Tapi, ia akan bangkit kembali dan mencoba menjangkau langit.

Pada hakekatnya, ia tidak membutuhkan pot atau vas. Ia juga tidak membutuhkan rumah-rumah kaca untuk melindunginya. Tempat seburuk apa pun akan menjadi surga baginya. Tekadnya hanya satu, ia hanya menunjukkan identitas kefloraannya. Sehingga, warna hijaunya mampu memberikan “warna” bagi sekelilingnya. Selengkapnya »

memburu-salo-di-pelosok-wamena-2

Anastasya Putri

Sepanjang perjalanan pulang ke Jakarta, saya masih merasakan tatapan mata Salo. Sebuah keinginan untuk kuliah. NGO yang memberi beasiswa Salo selama di SMA, belum memperlihatkan sinyal ke arah sana. Salo, seperti halnya aku, hanya mempunyai keyakinan bahwa Tuhan akan datang membantu hambaNya.

Roda pesawat mendesis bergesek dengan aspal landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta. Pertama yang kuingat adalah kaset hasil syuting Salo selama di Wamena. Bikin naskah, lantas ritual proses editing, dubbing, kulalui dengan sesekali menahan air mata setiap kali melihat adegan Salo mencebur ke sungai agar bisa mencapai lokasi sekolahnya. Adengan itu bukan di Afrika atau benua terbelakang lain, tapi di negeri ini. Selengkapnya »

Bangga, Lalu Kecewa

December - 22 - 2008 48 KOMENTAR
bangga-lalu-kecewa

Erlangga Wisnuaji

Setiap kali meliput tim nasional sepakbola Indonesia bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, dada ini rasanya bergemuruh. Bulu kuduk merinding melihat stadion yang penuh dengan ribuan pendukung merah putih menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama mendukung Bambang Pamungkas dan kawan-kawan. Yakin seyakin-yakinnya tim manapun yang bertandang ke Senayan pasti akan jeri melihat atmosfer stadion yang begitu dahsyat. Bangga rasanya menjadi orang Indonesia, bangga memberikan dukungan dengan memakai replika jersey tim nasional dengan lambang burung garuda di dada yang baru dibeli jelang tim nasional akan bertanding di Senayan.

Tapi, begitu wasit meniup peluit tanda permaianan dimulai, rasa bangga tadi, rasa nasionalisme tadi tiba-tiba sontak berganti menjadi rasa muak, malas, gregetan, gemes semua campur aduk jadi satu setelah melihat sebelas orang yang berseragam merah putih di lapangan dengan dukungan puluhan ribu penonton di stadion dan mungkin jutaan orang lainnya yang menonoton di televisi, menunjukkan permainan yang PAYAHH, yang sama sekali tidak bisa dibanggakan. Selengkapnya »

berimajinasi-tentang-al-zaidi

Zaenal Bhakti

Sejatinya, ini adalah konsferensi pers biasa. Ia terima undangan itu mendadak, hingga tergesa mempersiapkan diri ke tempat konsferensi pers tersebut. Ini juga biasa dalam tugas kewartawanan. Isu kedatangan Sang presiden, sebenarnya telah berhembus sejak tiga hari lalu. Sang Presiden hendak menyampaikan salam perpisahan kepada administrasinya di Irak, karena tahun depan ia tak lagi menjabat.

Irak tak lagi utuh! Tugas-tugas kewartawanan menyababkannya tahu banyak apa yang sesungguhnya terjadi. Negeri ini tercabik dalam banyak hal. Invasi itu, bagitu yang sering ia ucapkan, telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan, memporak-porandakan semua yang telah dibangun atas nama kebaikan oleh rakyat negeri seribu satu malam ini. Selengkapnya »

memburu-salo-di-pelosok-wamena-1

Anastasya Putri


Namanya pendek. Salomina. Tapi keinginan hidupnya panjang bak liukan sungai-sungai yang membelah tanah kelahirannya, Wamena, Papua.  Dan, siapa sangka sosok gadis lugu itu mendapat perhatian para juri Anugerah Adiwarta Sampoerna 2008?!

Bersaing dengan 4 finalis lain dari stasiun televisi lain, yang lebih banyak  mengetengahkan laporan investigasi, para juri justru menemukan inspirasi dari sosok Salomina. Dan, karya kami (saya dan juru kamera Yanto Sukma) tentangnya diganjar Anugerah Adiwarta Sampoerna 2008 untuk kategori karya jurnalistik televisi.

Di malam penganugerahan itu, kami berdua mengalami de javu, kilas balik mengenang kesulitan kami menemukan sosok Salomina. Selengkapnya »

Alexander Wibisono

Ada yang menarik ketika membaca headline KOMPAS, yang berjudul “Tahun 2009, Ujian bagi SBY-JK”. Laporan itu memuat tanggapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengenai dampak krisis keuangan global terhadap pencapaian pemerintahannya.

Presiden Yudhoyono mengatakan, tahun 2009 bukan tahun yang normal. “Kebijakan, langkah, dan tindakan kita haruslah menganut pada manajemen krisis agar dampak resesi dan perekonomian terselamatkan. Butuh kecepatan, ketepatan, dan sinergi di antara kita semua,” begitu katanya. Selengkapnya »

Poros Tengah Jilid II

December - 16 - 2008 36 KOMENTAR
poros-tengah-jilid-ii

Anton Bahtiar Rifa’i

Dalam politik, selalu ada kreatifitas untuk menciptakan kemungkinan-kemungkinan. Ketika wacana menghidupkan kembali Poros Tengah digulirkan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, sesungguhnya sebuah kemungkinan baru tengah ditawarkan. Tawaran menghidupkan lagi Poros Tengah –yakni menyatukan kekuatan parpol-parpol berbasis massa Islam seperti tahun 1999—merupakan respon atas UU Pilpres yang mencantumkan syarat 20 persen kursi parlemen atau 25 persen suara sah nasional untuk pencalonan presiden. Ketentuan UU tersebut dianggap hanya menguntungkan parpol besar.

Meski sistem politik kini telah berubah, secara esensi  keberadaan Poros Tengah tetap kontekstual, yakni untuk menjadi kekuatan penyeimbang bagi dominasi parpol besar. Mungkin tingkat pencapaiannya saja yang berbeda. Karena, yang perlu diingat, Poros Tengah hanya efektif dimainkan di tingkat parlementer. Pada tahun 1999, ketika presiden masih dipilih oleh MPR, pencapaian keberhasilan Poros Tengah diraih saat pemilihan presiden. Jika Poros Tengah dihidupkan kembali pada tahun 2009, maka pencapaian maksimal yang mungkin bisa diraih adalah saat pencalonan presiden, yakni memunculkan calon presiden alternatif.  Setelah itu, pilihan akan tetap ditentukan oleh rakyat. Selengkapnya »

Eat, Pray, Love

December - 15 - 2008 9 KOMENTAR

Dal centro della mia vita venne una grande Fontana…
“From the center of my life, there came a great fountain…”

—“Eat, Pray, Love” by Elizabeth Gilbert, p. 39
(taken from a poem by Louise Glück)

Penulis: Elizabeth Gilbert
Penerbit: Viking Adult, 2006

Empat bulan berada di Italia, Elizabeth Gilbert mulai menemukan kekuatan dalam dirinya untuk bangkit dari reruntuhan jiwanya: pascaperceraian dan kebangkrutan. Di Italia, Gilbert bukan turis biasa. Negeri itu baginya merupakan tempat pelarian, awal sesuatu yang baru, yang dapat menghidupkan kembali seorang perempuan usia 30-an, yang sedang kehilangan kendali hidup. Lewat pendalaman bahasa asing yang eksotis, perkenalan dengan orang-orang Eropa yang penuh kehangatan, serta piring demi piring pizza dan pasta nan lezat, penulis asal New York itu kembali menemukan alasan berdamai dengan dirinya.

Tapi tak semudah itu berdamai dengan Jiwa yang terus dirongrong Depresi dan Kesepian. Meninggalkan keramaian Italia, ia pergi mencari ketenangan India. Di sana, ia menetap sebagai murid dan pelayan sebuah ashram. Sebagai murid, ia belajar meditasi dan membangun hubungan vertikal dengan Sang Pencipta. Sebagai pelayan, ia bekerja bagi Guru dan sesama penghuni ashram. Di India pula, ia belajar makna ajaran kitab Bhagavad Gita, bahwa lebih baik menjalani nasib sendiri secara tidak sempurna daripada meniru hidup orang lain secara sempurna. Episode di India bagi Gilbert adalah Episode Pencerahan Spiritual.

Baca selengkapnya di sini.

Setahun Blog Liputan 6

December - 12 - 2008 41 KOMENTAR
setahun-blog-liputan-6

Yus Ariyanto

Pada Desember ini, genap setahun usia blog Liputan 6. Untuk kategori televisi, tanpa bermaksud menepuk dada, ini adalah blog media pertama di Indonesia. Untuk media cetak, teman-teman dari majalah dan KORAN TEMPO menjadi pionir.

Sejauh ini, sudah 170 posting yang meluncur. Masing-masing menuai reaksi beragam. Ada yang memperoleh ratusan komentar, ada juga yang menerima kurang dari sepuluh komentar. Tercatat, tulisan bertajuk “Langkah Kuda PKS” karya rekan Rahman A. Mangussara yang mendulang komentar terbanyak. Atas nama para penulis, kami menghaturkan terima kasih atas semua komentar itu. Selengkapnya »

yuk-bikin-biro-perjalanan-haji-sendiri

M. Nurul Amin

Awalnya judul tulisan ini berbunyi Orang Indonesia Naik Haji, Gampang-gampang Susah. Jika dibilang mudah, naik Haji di Indonesia itu sepertinya susah juga. Antri sudah pasti, dapat kursi ngak janji, birokrasi berbelit menanti, di asrama Haji pelayanan membuat tak buat puas hati, tertipu biro haji palsu boleh jadi. Itu di sini, di negeri ini. Jika sudah di Tanah Suci sana, masih ada persoalan menanti, akomodasi (penginapan) jauh dari lokasi Rumah Suci (Ka’bah), jauh menepi. Transportasi, Insyaallah sesuai janji, soal makan (catering) tau sendiri, itu belum soal sikap dan perilaku pembimbing Haji.

Tapi itu ngak juga benar 100 persen. Asal anda sabar dan tawakal, naik Haji di Indonesia mudah kok. Jika memang sudah panggilan Allah, pasti anda berangkat Haji. Asal anda ikhlas saat mengikuti proses birokrasi, persiapan di asrama Haji atau menunggu keberangkatan yang belum pasti, pasti anda calon Haji. Jika sudah di sana, asal anda tawadhu, penginapan yang jauh menepi tak soal di hati, toh hati sudah dekat dengan sang pemilik Rumah Suci. Lagipula, jarak yang jauh menambah pahala anda bukan, karena setiap langkah anda dihitung sebagai amal ibadah. Transportasi ngadat dan tak nyaman, bukan masalah, bukankah itu ujian yang tidak terlalu berarti. Soal makan, terbukti, dulu saat wukuf-pun banyak yang ikhlas tidak terberi makan yang tidak lagi tersaji. Soal pembimbing Haji, tergantung bagaimana anda menyikapi. Jadi, mudah saja bukan, tergantung siapa calon Haji. Selengkapnya »

terhasut-maryamah-karpov

Moh Samsul Arifin

Pejaten-Tugu Pancoran, akhir November 2008. Hujan memukul jendela, menerjang daratan dan menyulut kemacetan hebat. Sudah pasti aku terlambat ke tempat acara. Tapi, sejurus kemudian seseorang di sebelahku membuka bukunya. Gambar biola yang didekap mesra pemainnya menyelinap. Baris-baris kalimat terlintas di depan mataku, “Maryamah Karpov”—Mimpi-mimpi Lintang. Aha…buku ini adalah sekuel yang paling ditunggu para pecinta Laskar Pelangi yang telah difilmkan pula. Provokasikah?

Kali ini, ia tak lagi bercerita soal piawainya Andrea Hirata membingkai cerita, menyusun kata dan melempar mimpi kepada pembaca. Lebih konkret dari itu, ia membacakannya untukku. Lebih setengah jam Pejaten-Tugu Pancoran, 20 halaman telah diperdengarkannya padaku. Aku terhasut…Ya oleh kepintaran seorang Melayu yang tengah bergelut memperoleh master di Universitas Sorbonne, Prancis. Selengkapnya »

menanti-rasa-baru-god-bless-dan-jamrud

Christiyanto Purnomo

Kabar gembira bagi penggemar musik rock tanah air. Tahun 2009 yang tinggal menghitung hari lagi, akan segera menjelang. Tahun depan, warna musik tanah air, khususnya musik rock kembali menggeliat. Grup musik rock yang vakum dengen berbagai alasan pada beberapa tahun belakangan, akan membuat album baru, tentu dengan ciri khas mereka selama ini.

Grup rock legendaris God Bless, akan merilis album baru setelah album terakhirnya Apa Kabar tahun 1991 silam (tidak termasuk album kompilasi). Namun, kehadiran God Bless, mungkin akan sedikit berbeda dengan sebelumnya. Itu karena ada pergantian personil band, seperti yang sering terjadi dalam sebuah grup band, bahkan di seantero dunia. Achmad Albar, sang vokalis, masih tetap tidak tergantikan. Posisi gitar, juga masih dipegang Ian Antono. Namun berbeda dengan album sebelumnya, gitaris Eet Sjahranie sudah tidak ikut dalam album ini. Ia mundur beberapa saat setelah album Raksasa dirilis tahun 1989 lalu dan sibuk dengan grup Edane. Selengkapnya »

Nabi-nabi Blog

December - 5 - 2008 38 KOMENTAR
nabi-nabi-blog

Syaiful Halim
Sebelum Anda gusar dengan judul di atas, saya tegaskan bahwa harusnya kata “nabi-nabi” ditulis dengan tanda petik. Karena, hal itu bukan dalam arti sesungguhnya sebagai khalifah fil ardhi untuk menyebarkan risalah agama. Namun, “nabi-nabi” adalah gambaran orang-orang yang berupaya menyebarkan  persepsi, interpretasi, dan persuasi tentang masalah agama kepada orang lain. Kenapa harus dengan tanda petik?

Selain berkaitan dengan petunjuk Allah SWT bahwa nabi terakhir adalah Rasulallah Muhammad SAW, obyek yang saya maksud adalah orang-orang yang cenderung memaksakan pemahaman tentang agama (baca: Islam) dengan dalil yang asal-asalan. Bahkan, cenderung fitnah. Di samping itu, tentu saja berhubungan dengan keinginan, agar mesin pencari lebih mudah menemukan kata-kata kunci di atas. Selengkapnya »

Haji Maktab

December - 5 - 2008 28 KOMENTAR
haji-maktab

Merdi Sofansyah

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ritual ibadah haji tahun ini sarat dengan keluh kesah para jemaah tentang lokasi pemondokan yang jauh dan sulitnya mencari tranportasi menuju Masjidil Haram. Entah apa alasannya, lokasi pemondokan jemaah haji Indonesia saat ini jauh dan terpencar-pencar di segala penjuru kota Mekkah.

Satu diantaranya yang saya kunjungi tepat berada di sisi Bukit Tsur yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Masjidil Haram. Jauh dari denyut kehidupan. Tak ada penjual makanan apalagi taksi yang menuju ke lokasi mereka. Satu-satunya harapan adalah shuttle bus yang hanya tersedia di jam-jam tertentu. Tentu saja, saat seluruh operasional bus dihentikan, mereka seakan “terpenjara” di pemondokannya. Tak bisa pergi ke Baitullah, sehingga hanya nongkrong dan bercengkrama dengan teman sesama maktab. Sehingga muncullah istilah  haji maktab, kata mereka. Selengkapnya »