M. Nurul Amin
Awalnya judul tulisan ini berbunyi Orang Indonesia Naik Haji, Gampang-gampang Susah. Jika dibilang mudah, naik Haji di Indonesia itu sepertinya susah juga. Antri sudah pasti, dapat kursi ngak janji, birokrasi berbelit menanti, di asrama Haji pelayanan membuat tak buat puas hati, tertipu biro haji palsu boleh jadi. Itu di sini, di negeri ini. Jika sudah di Tanah Suci sana, masih ada persoalan menanti, akomodasi (penginapan) jauh dari lokasi Rumah Suci (Ka’bah), jauh menepi. Transportasi, Insyaallah sesuai janji, soal makan (catering) tau sendiri, itu belum soal sikap dan perilaku pembimbing Haji.
Tapi itu ngak juga benar 100 persen. Asal anda sabar dan tawakal, naik Haji di Indonesia mudah kok. Jika memang sudah panggilan Allah, pasti anda berangkat Haji. Asal anda ikhlas saat mengikuti proses birokrasi, persiapan di asrama Haji atau menunggu keberangkatan yang belum pasti, pasti anda calon Haji. Jika sudah di sana, asal anda tawadhu, penginapan yang jauh menepi tak soal di hati, toh hati sudah dekat dengan sang pemilik Rumah Suci. Lagipula, jarak yang jauh menambah pahala anda bukan, karena setiap langkah anda dihitung sebagai amal ibadah. Transportasi ngadat dan tak nyaman, bukan masalah, bukankah itu ujian yang tidak terlalu berarti. Soal makan, terbukti, dulu saat wukuf-pun banyak yang ikhlas tidak terberi makan yang tidak lagi tersaji. Soal pembimbing Haji, tergantung bagaimana anda menyikapi. Jadi, mudah saja bukan, tergantung siapa calon Haji. Selengkapnya »