Thursday, May 23, 2013

Lampu Kuning untuk PKS

November - 19 - 2008
lampu-kuning-untuk-pks

Moh. Samsul Arifin

Ini bukan kisah soal iklan politik Partai Keadilan Sejahtera. Atau sepak terjang PKS dalam pilkada sepanjang 2005-2008, yang sebagian besar berbuah manis. Melainkan sodokan yang mengejutkan dari partai yang baru nongol 9 September 2001 lalu. Sedikitnya dua hal istimewa diukir Partai Demokrat. Popularitasnya terdongkrak, melewati Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Popularitas Demokrat sudah mencapai 16,8 persen—sedikit lebih tinggi dari target pada Pemilu tahun depan. Ini berarti lebih dua kali lipat dari angka elektoral yang diraup mereka pada Pemilu 2004, yang hanya 7,45 persen. Sedangkan Golkar 15,9 persen dan PDIP 14,2 persen.

PKS? Partai dakwah ini adalah meteor dalam Pemilu 2004. Mereka menangguk 7,34 persen suara yang setara 45 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Alhasil, PKS berubah menjadi partai Islam yang paling serius mengincar partai-partai nasionalis yang selama ini selalu memenangkan pemilu, sejak 1955 hingga 2004. Namun, jajak pendapat terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI), PKS jeblok. Apabila pemilihan anggota DPR diadakan saat survei LSI digelar, hanya 4,9 persen responden yang memilihnya. Jelas, ini lampu kuning bagi PKS yang kini bergerak ke tengah—atau lebih tepatnya lagi mengincar massa nasionalis dan Islam mainstream Indonesia (baca: NU, Muhammadiyah dan Masyumi)—seperti yang ditunjukkan pada iklan menyambut Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan.

Bukan itu saja, kini PKS bukan lagi partai yang paling bersih dari korupsi—seperti yang selama ini dianggapkan publik luas. Apa daya…58 persen responden LSI menyebut tak ada partai yang paling bersih dari korupsi. Tapi, di antara 42 persen yang menyatakan ada partai yang paling bersih dari korupsi, mereka justru lebih percaya Demokrat ketimbang PKS. Demokrat dipercaya 11 persen responden, sedangkan PKS hanya 9 persen. Adapun PDIP (6 persen), Golkar (4 persen), PAN (3 persen), PPP (2 persen), PKB (2 persen).

Pertanyaannya, kenapa Demokrat bisa menyodok?

Ini berhubungan dengan banyaknya swing voter. Mereka ini calon pemilih yang tidak terikat oleh sebuah partai politik dalam kurun waktu yang cukup lama. Kalangan ini masih percaya dengan parpol dan secara demikian pemilu, kontras dengan kaum golput atau golongan putih yang cenderung sinis danbahkan antipati. LSI menemukan, dalam kurun waktu 2005-2008, total swing voter negatif rerata 22 persen dan swing voter positif sebesar 11 persen. Dengan bahasa sederhana, swing voter negatif berarti arus perpindahan massa pemilih ke partai lain. Sedangkan swing voter positif adalah kecenderungan masuknya massa pemilih ke suatu partai.

Dari 7 partai besar, Demokratlah yang menangguk dampak positif dari swing voter ini. Mereka mendapat limpahan 7,15 persen massa pemilih yang dalam Pemilu 2004 merupakan pendukung partai-partai lain. Adapun PKS, sebanyak 2,30 persen massa pendukung mereka cenderung meninggalkan partai yang di pemilihan gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta 2007 lalu dikeroyok 20 parpol.

Lima partai lain setali tiga uang. Bahkan Partai Golkar ditinggal 5 persen massa pendukungnya. Demikian pula PKB yang didera konflik beruntun ditinggal 4,95 persen massa pendukungnya. Adapun PPP, PAN, dan PDIP masing-masing ditinggal 4,35 persen, 2,80 persen dan 2,60 persen massa pendukung mereka. Tren ini tentu saja masih berubah dalam empat bulan mendatang, hingga Pemilu Legislatif digelar April tahun depan.

Namun, betulkah sekadar swing voter yang menambah ”tabungan” Demokrat untuk melangkah pada Pemilu 2009?

Ternyata…juga berhubungan dengan kinerja pemerintah (dalam hal ini sang presiden, yang notabene berasal dari Demokrat). Lihat grafik tingkat kepuasan publik pada Presiden Yudhoyono. Pada Juni lalu, tingkat kepuasan publik melorot tajam ke level 45 persen menyusul kenaikan harga BBM. Tingkat kepuasan publik sudah meningkat menjadi 56 persen pada September. Dan bulan November, tingkat kepuasan publik mencapai 62,5 persen. Angka ini sudah melampaui angka elektoral Yudhoyono pada Pilpres putaran dua tahun 2004 lalu. Saat itu, Yudhoyono-Kalla meraup 69.266.350 suara atau setara 60,62 persen.

Tengoklah data LSI ini. 63 persen responden menyebut kinerja pemerintah dalam menanggulangi korupsi sudah baik atau sangat baik. Demikian juga di bidang pendidikan (76 persen) dan kesehatan (77 persen). Bahkan 78 persen responden yakin pemerintah akan mampu mengatasi pengaruh negatif krisis keuangan global.

Tren opini publik ini jelas merupakan informasi yang harus dicermati. Anda pun boleh percaya dan bahkan tidak percaya. Untuk mempercayainya, ada sejumlah hal yang harus digamit: Kredibilitas, independensi (nonpartisan) dan akurasi. Takarlah lembaga survei dari tiga hal itu, agar setiap informasi yang diperoleh tidak menjadi pepesan kosong!

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

168 Komentar pada “Lampu Kuning untuk PKS”

  1. azizah says:

    di PKS itu ga ada yg mencalonkan diri sbg pimpinan atau ketua,saking beratnya tanggungjawab dan amanah yg harus diemban oleh setiap pemimpin. pemimpin di PKS dipilih berdasarkan syuro. tp bg yg didaulat sbg pemimpin dia harus siap mengemban amanah. Hidup PKS!! Jayalah Islam fi ardhillah…

  2. Anggit says:

    Heran Saya..ada org yg namanya Islam, tp Dia malah men-jelek2kan saudaranya sendiri. Gak tau Sy jln pikirannya kmn ya…bsnya cm jelek2in org aja. Kl Anda bs menyelesaikan persoalan bangsa ini lakukanlah DONK ??? Jgn2 anda cm pengangguran sj yg cm bs ngoceh tanpa memberi solusi. Sejelek apapun Dia, Kl Islam Dia adlh saudaramu Bung…..
    PKS….tetap maju yooo….

  3. kid says:

    yah disini kita bisa melihat ambiguitas dari kawan2 pks yang semakin ketengah karena tidak mampu merangkul kawan2 di barisan kanan yah semoga hal ini hanya sesaat aja hidup rakyat semua demi rakyat

  4. apri says:

    Normal, tidak ada masalah sepertinya. Demokrasi memang seharusnya begitu. Rakyat lg suka dan menganggap seseorang itu baik, ya pilih dia, dan begitu sebaliknya. Cuma kalo bisa, kegiatan politik di Indonesia jgn pernah menyinggung masalah SARA. Indonesia bukan negara agama dan bukan hanya milik satu etnis atau suku saja, Indonesia adalah negara PANCASILA, terdiri atas ribuan suku,etnis,ras yg disatukan oleh Bhineka Tunggal Ika. Pada akhirnya politik itu hanyalah sebuah alat untuk merebut kekuasaan saja, jadi jgn pernah membawa SARA dalam berpolitik.

    Cuma catatan terpenting saya, KPU harus benar-benar menjadi lembaga independen, tanpa ada atasan dan diawasi KPK sepenuhnya, dan juga harus berada di pihak tengah. Kalo bisa, untuk sekarang ini jgn semua pemilihan kepala daerah di-pemilu-kan, para elit politik kita masih belum berbudaya, cuman modal uang byk saja, tp otak kosong. Kasihan rakyat kecil yg malah terprovokasi.
    Rata-rata para politikus kita ini belum bisa menerima kekalahan, karena mereka telah membayar puluhan miliaran rupiah akantetapi hanya mendapatkan sebuah KEKALAHAN. Mereka bukannya mengabdi untuk negara, tetapi untuk mengeruk kekayaan negara saja…

  5. ronaldo says:

    Gaza memerlukan perhatian serius kaum muslimin. Mari doakan mereka dengan doa tulus karena cinta persaudaraan.

  6. ronaldo says:

    Buang kedengkian diantara kita, buang kesombongan.. dan kumpulkan pujian untuk Allah saja… Terlalu banyak masalah yang harus kita selesaikan.

  7. surono says:

    buat saya strategi pks utk merangkul kalangan tengah sah saja sbg bagian dari strategi selama tidak bertentangan dengan ALQUR’AN & HADIST

  8. mas pram says:

    Kayaknya PKS harus terus kerja keras , tetep tunjukin paling bersih dan peduli , jangan main ambil caleg yang belum jelas kiprahnya .

  9. Wahyu says:

    Jangan menjelek2an orang lain sebelum koreksi diri sendiri, semut di depan mata tdk kelihatan sedangkan gajah di tengah lautan malah kelihatan. Inilah kelemahan kita bs nya saling menjelekan tanpa solusi yg jelas. Gimana bangsa bs maju kalau kita sendiri tdk bersatu. Satu hal lagi, baik buruk nya seseorang bukan kita yg menilai tetapi Alloh SWT. So..Jangan racuni hatimu.

  10. apriadi hasibuan says:

    haiii saya seorang party goers, agama masih jauh dari benak gw tapi menurut gw pks beserta kadernya bagus bgt gw liat klo ada kegiatan selalu mungutin sampah mereka sebelum mereka bubar hal yg simple tapi cukup berkesan buat gw teman dan keluarga gw gd partai yg seperti itu, oya buat abu abdulah dan afns lo pade kok tendensius banget sih apa karena gak di pinang pks nih….?

  11. apriadi hasibuan says:

    salut buat pks klo ga salah mentri pertanian kan dari elu kan, artinya hasil kerja kader lo pak anton sangat bagus tapi lo pade adem ayem aja ya malah keberhasilan lo di pake partai kuning tuh, iiiiiiiiiiiiiiiih malu dong ngaku ngaku hehe.. jadi ingat iklan talk less do more kynya ada di elu tuh, oya bocoran gosip nya nih harga minyak di malaysia cm 2500 dan mereka dah turun 9 kali faktanya nih elpiji langka, pupuk langka pake marah baru dapet salut juga deh buat pak sby tapi jual pesonanya agak di kurangin dikiiiiiiiiit aja oya gw masih bingung mo pilih apa, buktiin dengan kerja lo ok

  12. azzam says:

    Mengapa PKS Terus Difitnah?

    PK-Sejahtera Online: Menjelang Pemilu 2009, dinamika politik semakin
    memanas. Upaya penyebaran isu, wacana negatif, dan fitnah terus
    bergulir. PKS yang selama ini dikenal sebagai partai da’wah yang
    konsisten dengan jargon “Bersih, Peduli, Profesional” terus digoyang
    citranya, tidak hanya terjadi di tingkat lokal tetapi sampai berdampak
    secara nasional.

    Setelah kader PKS M. Rifa’i Lubis difitnah melakukan pencabulan kepada
    anak di bawah umur, kini Zulhamli Al Hamidi (anggota DPRD Kota Jambi)
    kembali menjadi objek fitnah.

    Pemberitaan di beberapa media terkesan tidak berimbang, tidak mengacu
    pada fakta-fakta di lapangan. Dalam berita Liputan 6 Siang SCTV pada
    hari Rabu, 4 Februari 2009 pukul 12.00– yang ditonton oleh jutaan
    masyarakat Indonesia – penyiar televisi itu menyebut bahwa: menurut
    Polisi, saat ditangkap oleh Satpol PP Zulhamli sedang berhubungan intim
    dengan pemijat di panti pijat tersebut.

    Dampak dari berita ini tentu sangat luas. Reaksi negatif muncul dari
    masyarakat luas terhadap PKS. Seluruh kader PKS se-Indonesia jelas amat
    terkejut mendengar berita di SCTV tersebut. Bahkan banyak kader PKS yang
    sedang merantau di luar negeri di berbagai benua, ikut mempertanyakan
    masalah ini. Padahal apa yang diberitakan oleh SCTV sungguh suatu fitnah
    yang nyata!

    Dalam pertemuan yang digelar di Poltabes Jambi (Kamis/4 Februari 2009
    pukul 14:00 WIB), Kabid. Bina Mitra Poltabes Jambi (Ibu Aswini) secara
    tegas membantah pernyataan sebagaimana yang dilansir oleh SCTV. Bantahan
    serupa juga disampaikan oleh Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja
    (Satpol PP). Keduanya menyatakan: tidak ada tindakan mesum – apalagi
    hubungan intim – antara tertuduh Zulhamli dengan petugas perempuan di
    Panti pijat tradisional “Sehat Bersih”.

    Apalagi jika persoalan ini dilihat dari sudut pandang kaidah hukum
    positif sebagaimana yang berlaku di Indonesia, sama sekali tidak ada
    aspek hukum yang dilanggar oleh Zulhamli. Selain tempat pijat tersebut
    memiliki izin operasional resmi dari Pemerintah Kota Jambi, petugas yang
    ditemui saat razia berlangsung adalah petugas perempuan resmi dan
    berseragam lengkap.

    PKS mempertanyakan mengapa substansi pemberitaan menjadi liar dan tidak
    mengacu pada fakta-fakta di lapangan? Mengapa PKS terus difitnah? Kami
    melihat ada upaya dan i’tikad tidak baik untuk menyudutkan, menyerang
    dan merusak citra PKS secara bottom-up dan sistematis.

    PKS sangat mengedepankan sistem dan mekanisme partai dalam menangani
    persoalan yang menimpa para kadernya. Di dalam struktur PKS, ada lembaga
    Dewan Syari’ah sebagai yang paling berhak menilai perilaku kader baik
    secara pribadi maupun di ranah publik (mengingat ada lebih dari 1000
    kader PKS yang bekerja sebagai pejabat publik di Legislatif, Yudikatif,
    maupun Eksekutif).

    Meskipun secara hukum tidak ada pelanggaran, namun secara etika
    kepartaian, seluruh kader PKS jelas tidak diperkenankan mengunjungi
    panti pijat karena konotasi tempat tersebut cenderung negatif di mata
    masyarakat.

    Merasa dirugikan, PKS juga akan menuntut secara hukum pemberitaan di
    SCTV yang tidak didasari oleh fakta yang kuat, akurat, dan berimbang.
    PKS merasa diperlakukan tidak adil oleh media karena kesimpangsiuran ini
    menggerogoti kerja-kerja positif PKS selama ini di tengah masyarakat.

    DPD Partai Keadilan Sejahtera

    Kota Jambi

    Safrudin Dwi Apriyanto, S.Pd

    Ketua Umum

  13. hanif says:

    terus terang saya termasuk yang kecewa pada perkembangan PKS akhir-akhir ini. Hal ini bisa dilihat dari berbagai macam iklan dan manuver politik yang dilakukan PKS. PKS tidak lagi seperti yang dulu, seperti pada awal kemunculannya. Lihat saja iklan-iklannya, bagaimana manuver politik para elitnya.Jujur saja saya sempet kaget ketika ada wacana Hidayat Nur wahid dinominasikan sebagai wakilnya mega. PKS sekarang sangat ngoyo dalam mencari pemilih.tidak lagi murni partai dakwah yang aku kagumi seperti awal kemunculanmu

  14. Abu says:

    Sebaiknya memang PKS tdk buru2 memetik buah kemenangan, krn PKS tumbuh dari benih yg akarnya kuat, umurnya panjang dan akan menjadi raksasa, tidak dari cangkokan instan yg lahir langsung besar namun cepat mati. Bukankah PKS adalah partai da’wah yg mengedepankan akhlak dan moral?, lanjutkan da’wah sehingga akhlaq rakyat menjadi lebih baik, barulah buah kemenangan bisa di petik. Politisi busuk konstituenya pastilah bermoral rendah, pemilih berakhlakul karimah akan memilih partai yg bermoral baik pula. Pemenang pemilu adalah gambaran akhlaq pemilih indonesia

  15. saatnya parpol harus jujur..jangan narsis mengatakan partainya adalah yg paling baik ato lainnya.yg terpenting,buktikan bisa bertugas mengegolkan aspirasi rakyat di melalui wakilnya di kursi dewan.sori…untuk PKS dan all parpol…gak perlu deh menjadikan nama parpol sebagai merk barang dagangan melalui iklan2nya yang tak jauh beda dengan iklan makanan minuman (mamin).pede aj…selama parpolnya emang bersih, tanpa mengklaim parpolnya paling bersih, pasti dpilih kok…..

  16. joe says:

    lsi pollingnya pakai methode apa sich, yang disurvey cuman diwarung kopi doang, mahasiswa ama buruh pabrik kayaknya gak pernah sedangkan mereka pemilih juga lo jumlahnya banyak lg, pasti hasilnya beda!!maju terus PKS

  17. feda says:

    Survey LSI terbukti salah dalam pemilu 2004 bahkan statemen tendesius diungkap “kalo PKS bisa lebih dari 2%…”nyatanya malah 7,3%
    Sungguh disayangkan lembaga survey sekarang jadi diragukan objektifitas,akurat dan independennya..
    jadi lagi “maju tak gentar..”sudah bukan lagi “membela yang benar”..tapi “membela yang bayar”

  18. intercomnews says:

    sing rukuunn.. emut karo sedulur.. ehuehue..

Tinggalkan Komentar