Haryo Dewanto
Aksi polisi dalam memberantas preman sudah menjadi suguhan bagi warga di berbagai media di Indonesia saat ini. Aksi pemberantasan preman oleh polisi memang sangat dipublikasikan secara besar-besaran di media massa terutama televisi. Aksi kejar-kejaran pun tergambar sebagai kekuatan yang ditonjolkan polisi. Namun sayang masih ada publikasi polisi yang kurang, yaitu, untuk masyarakat bila terjadi tindakan kejahatan, ke mana masyarakat harus melapor dengan mudah dan cepat. Publikasi seperti ini masih terasa kurang di berbagai media.
Masih menyangkut publikasi polisi, aksi pemberantasan preman hanya mempublikasikan preman yang membutuhkan sesuap nasi ketimbang preman berdasi atau preman oknum polisi hanya disebar dari mulut ke mulut. Padahal preman-preman seperti itu lebih membahayakan karena mempunyai uang yang banyak dan jaringan yang lengkap. Mungkin adanya publikasi saat ini, sebagian masyarakat hanya menilai polisi beraninya hanya dengan “wong cilik”, sementara dengan preman berdasi atau pun oknum polisi nanti-nanti dulu.
Bagi warga pemberantasan terhadap preman di jalanan belum cukup, polisi juga harus bertindak yang sama terhadap preman yang berdasi dan berani mempublikasikan. Seperti mafia di departemen-departemen pemerintahan, mafia pengadilan, mafia proyek, mafia yang mengatasnamakan ormas-ormas, dan lain-lainnya. Mungkin juga preman-preman di perumahan yang suka mengganggu pembangunan rumah atau membayar jasa angkut. Untuk itu polisi tidak bertindak tebang pilih dalam menindak preman serta berani dalam mempublikasikan.
Aksi pemberantasan preman saat ini cukup kita acungkan jempol untuk Kepolisian, berbagi sudut wilayah dan laporan dari masyarakat langsung ditanggapi pihak kepolisian. Menurut kepolisian pemberantasan ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menurunkan tindak kejahatan di jalan. Namun setelah ditangkap polisi sayangnya hanya diberi himbauan, namun tidak memberi solusi yang jelas atas nasib mereka kedepan.
Ada bisa bayangkan tahun lalu dan sekarang, mungkin ribuan penjahat yang telah ditangkap polisi dengan mudah mendapat remisi bebas dari DEPKUMHAM karena pemerintah kekurangan dana untuk memberi makan para tahanan, sehingga para mantan napi kini kembali di kejar-kejar polisi. Lalu dimana mata pemerintah saat ini, pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat ternyata tidak peka dalam menentaskan kemiskinan dan menjamin warganya hidup layak walau publikasi kejahatan secara besar-besar sudah terjadi saat ini.




















POLISI = PREMAN, MENURUT KAMU ???!!!
Ikatan pertalian antara aparat dengan preman bak sepasang kekasih yang saling mencinta, yang satu sama lain saling mendukung untuk memnuhi kebutuhan diri mereka sendiri.
Entah angin apa yang memberanikan aku untuk menulis narasi ini kepadamu, aku tidak tahu. Yang jelas, saat demokrasi mulai berjalan pada lintasannya, aku memberanikan diri menayampaikannya.
Polisi ataukah preman, bagai pinang yang tak terbelah, dalam suatu simbiosis mutualisme. Antara mereka hanya terbatas legalitas setinggi pundak kita. Sebagai pihak keamanan, mereka bersama sama-sama berada di antara kita, tembok berlapis baja tebal dan kuat saling melapisi, saling dukung-menduung sehingga kita sebagai masyarakat kecillah yang di rugikan. Andai kata kerbau, burung jalak adalah penegak hukumnya.
“Aku kan tetap siap sedia disana sekalipun engkau tak membutuhkanku.” mungkin itulah kiasan polisi yang membekingi illegal logging Jambi. Mengintip ke depan, perjudian Riau, menyeret enam jendral besar. Dan apabila hati masing-masing ( polisi dan preman) mulai berdengan kasih, dengan mata saling berkedipan, mereka mengisyaratkan code cinta melegalkan perjudian.
Terserah mereka!! aku tak bisa berbuat banyak. Namun aku akan sangat senang apabila jalinan kasih diantara mereka terputus.
“Cinta palsu berbaju kepura-puraan, berhias muslihat, dan terlihat penuh kebusukan”
harapku, semoga ini menjadi cambuk bagi kepolisian untuk bekerja lebih baik lagi.
sumber : http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com
weleh..weleh..weleh..polisi skrg tuh guanteng2,keren2,macho2 tpi jgn di tanya kejahatan POLISI skrg,..rata2 smuanya PREMAN jd kasihan klo ada segelintir hati yg baik jd ikut tanggung..aku percaya ndk semua polisi itu jahat,tapi yg selalu aku temui BANGSAT semua..apakah ndk brpikir seluruh klrga mkan dari uang haramnya,apa ndk berpikir hari tua nantinya…lihatlah smua polisi yg udh tua rata2 mereka sakit lumpuh,..percuma aja keruk harta byk dr jabatan polisi mrangkap PREMAN nantinya ndk di bawa mati,jgn TAUBAT setelah mau ajal,..PERCUMA..TAUBATLAH sekarag,kasihan org yg di tindas.L
command for Rifan :
>>YG JADI PREMAN KARENA KEMISKINAN!!!.
PREMAN YA PREMAN… MISKIN BUKAN ALASAN UTK JADI PREMAN, COY !
ORANGNYA AJA YG KURANG AJAR.
PREMANISME HRS DIBERANTAS.. G SETUJU BANGET.
PREMAN2 DI PASAR YG SUKA MINTA2IN DUIT KEAMANAN, TUH…
KURANG AJAR SEMUA! YG SUKA PALAKIN ORANG…
ITU BUKAN KARENA DIA PREMAN MISKIN, TAPI PEMALAS.
BIAR ORANG LAIN AJA YANG KERJA, ENTAR G TINGGAL ANCEM AJA..
DUITNYA PINDAH KE TANGAN GUE… WKWKWKWK…
poLisi TAngkap preman…!!!!
paLing cuma seBentar itu preman masuk bui..
AsaL ada Uang seMua bisa diatur..!!
dAn preman pun dapat keluar tanpa ada sidang..???
POLISI TEBANG PILIH BERANTAS PREMAN,sisi mata koin yang rumit untuk dapat dibilang tebang pilih atau tidak. banyak masyarakat setuju dan mencitakan rasa aman di tiap wilayah yang dilintasi.Dan perlu keberanian dari seorang reformis polisi yang berani membuat langkah nyata memperbesar dan membuat solid mata comando di perwira penyidik agar kekuatan penegakan hukum pidana dapat terjamin.sejarah penumpasan G 30 S PKI di wilayah jakarta Timur yang sangat berperan aktif adalah kekuatan polisi dalam mengedepankan fungsi serse dan intel serta brimob dan perintis.
masalahnya tuh Pak…
habis ditangkep pulisi..tuh preman dikemanaiiin…??
payung hukumnya itu looh…??
masukin penjara..penjara ga mau nampung..
taruh di depsos..depsos juga ga mau…
ya akhirnya pulisi cman kasih efek jera dan sdikit rasa aman buat masyrkt toooh…
masih untung pulisi mau brgerak walopun pekerjaan yg lain mati 1 tumbuh 1000.
Klo bapak mau tau brp salarynya pulisi dibanding pekerjaanya… pasti akan acungin jempol deh…
Jia you Polisi Indonesia…!!
makanya, kalao mau polisi tidak tebang pilih, buang dong indang undang peninggalan penjajah yang sampai saat ini masih digunakan dinegeri kita ini. biar rakyatnya makmur.
asal kalian tau preman yang paling berbahaya itu ya polisinya itu sendiri
yang sulit adalah kalo preman itu atasan yang lagi razia,..nah lho?????
harus ya sih sampe ke akra ya jgan asal ya sih kalu buat peraturan sebaik ya sih jagan di langgar kali ya gak mau lu tuh makan duit haram cape deh ya