Klub Buku dan Film SCTV bekerja sama dengan Penerbit Kompas
menggelar diskusi buku:
“Bencana Finansial”
karya A. Prasetyantoko
Dunia tak pernah sepi dari sejumlah krisis. Apalagi pada periode pasca liberisasi sektor finansial yang terjadi pada 1980-an yang memunculkan hegemoni finansial. Tiga arus besar, yaitu liberisasi finansial di tingkat global, deregulasi pada level nasional, serta inovasi produk-produk finansial pada level korporasi, berujung pada tingginya instabilitas finansial. Karena itu, stabilitas finansial menjadi hal teramat penting.
Buku ini mengulas berbagai fenomena krisis di dunia. Mulai dari krisis “Tulip Mania” (1636-1637), Depresi Besar (1930), Krisis di Asia (1997-1998), hingga Krisis Subprime Mortgage di AS (2007-2008). Dampak dan nilai pembelajarannya bagi Indonesia diuraikan di sana.
Pembicara:
A. Prasetyantoko (penulis dan staf pengajar Universitas Atma Jaya Jakarta)
M. Ikhsan Modjo (INDEF)
Arianto Patunru (LPEM Universitas Indonesia)
Fab Cafe, Grand Indonesia, Lantai 3
Jl MH Thamrin Jakarta Pusat
Jumat, 14 November 2008
Pukul 16.00 WIB – Selesai




















ini dia biang kerok ‘krisis-krisis’ di atas itu…..; )
http://home.iae.nl/users/lightnet/world/moneygame.htm
http://video.google.com/videoplay?docid=2757717349905894095&hl=en
dig deeper and spread the knowledge…
pada dasarnya manusia itu takut lapar takut miskin dan takut mati.celaknya manusia tidak dapat melawan ketakutan ketakytan ini sehingga dalam berindak cenderung menjadi anarkis.
wah,,serem bahasa scorpion