Moh Samsul Arifin
11 September 2001 adalah sejarah yang paling hitam dalam sejarah relasi Islam dan Barat. Di layar televisi, tampak terlihat sejumlah pesawat menghantam Gedung WTC di New York. Dari utara dan selatan. Dan buum…gedung itu roboh dan hancur. Ribuan jiwa (ada yang menyebut 3.000 orang) tewas. Pada saat sama, pesawat teroris juga menabrak Pentagon. Ada yang mencatat, ini serangan terbesar oleh orang non-Amerika pada AS sejak 1814.
Bulu kuduk berdiri…ada semacam luka yang terbuka. Saya tak percaya serangan semacam ini ada di sebuah dunia beradab ini. Tapi, serangan terhadap AS bukankah sesuatu yang wajar, begitu suara yang menyetujui tindakan teroris. Pasalnya, AS juga melakukan hal serupa di dunia Islam. Palestina adalah cacat yang tak pernah terselesaikan. Dan AS dituding punya saham atas nasib warga Palestina yang terbuang dari negerinya sendiri. Sekian contoh lain dibeberkan.
Saya masih lega…karena kebiadaban itu berpentas di sebuah negeri nun di sana, ratusan ribu kilometer dari kota tempat saya berpijak. Ada semacam pembenaran, kendatipun hal ini langsung bisa dipatahkan. Di mana pun kebiadaban atau perang terhadap kemanusiaan berpentas, hukum moralnya tetap tunggal. Setiap upaya mengaburkannya, sama dengan tindakan picik yang setara dengan negara (objek) yang dikritik memiliki dosa atas sekian tragedi di dunia Islam dan negara-negara berkembang.
Namun, sungguh pendek usia sebuah harapan. 12 Oktober 2002, atau setahun lebih 31 harian sejak tragedi WTC. Apa yang biadab itu berpentas di sini, di tepi pantai Kuta—pada sebuah tempat yang ramai dikunjungi turis, Paddys Cafe dan Sari Club. Lebih dari 200 nyawa, sebagian besar warga Australia tewas terpanggang. Juga warga Indonesia, meregang nyawa! Setelah itu, serangkaian bom seperti rutin dan jamak di negeri ini.
Sungguh, saya tak pernah percaya peristiwa mengerikan itu mengambil tempat di negeri ini. Kekerasan dengan dalih apa pun, sulit diterima akal sehat. Bom Bali 2002, berdampak banyak. Bahkan hubungan sosial di lingkungan kecil seperti desa, lalu dipenuhi prasangka. Orang-orang menutup diri, takut pada segala yang asing, pada semua yang tak dikenal. Senyum kini berganti menjadi getir. Luka membara, sendi-sendi pluralisme koyak. Kemanusiaan di tepi jurang.
Lalu, Pemerintahan Megawati Soekarnoputri menerbitkan Perppu antiterorisme. Asas retroaktif diberlakukan. Tujuannya, memberi bingkai hukum pada tindakan pidana terorisme—sesuatu yang dianggap kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra dijerat dengan UU tadi. Balasannya, majoritas menyebut setimpal, hukuman mati!
Ada suara sumbang atas hukum ini, terutama penerapan asas retroaktif. Hukum itu dinilai memasung hak asasi manusia tiga terpidana mati. Namun, ada yang lupa dengan akar dan pokok dari hukum. Keadilan, bukankah itu yang menggerakkan dan ikut menciptakan hukum. Dengan kalimat sederhana, ini bisa dirumuskan menjadi KEADILAN POKOK, HUKUM SEKUNDER. Maksudnya, hukum hanyalah instrumen yang dibuat untuk membikin keadilan tegak di muka bumi…
Soal kutukan terhadap terorisme (termasuk pelakunya) terkonfirmasi dari Gallup World Poll. Bayangkan, hanya 7 persen warga dunia yang menyebut serangan 11 September “sepenuhnya” dibenarkan dan memandang AS sebagai musuh. Mereka ini disebut John L. Esposito & Dalia Mogahed sebagai “kaum radikal politik”. Menurut keduanya, mereka merupakan sumber potensial untuk rekrutmen atau dukungan terhadap kelompok teroris! Kaum ini juga cenderung menganggap serangan terhadap penduduk sipil lain bisa dibenarkan.
Saya yakin, kita yang berada di negeri Pancasila ini, pastilah mayoritas kaum moderat. Sekumpulan anak bangsa yang mencintai kemanusiaan di atas segalanya, bahkan diatas agama. Sebab, tak satu agama pun yang membenarkan kekerasan. Yang ada teks dicomot dari kitab suci semata-mata untuk membenarkan tindakan. Merekalah para penumpang gelap…




















Ya udah V ga usah bingung2 lagi..Yg pasti nya ga semua Pemeluk Agama Islam Teroris!Kalo mereka mau jadi teroris ya mereka nya yg teroris..Pemeluk Agama Islam ada Billions people..kalo satu teroris bukan berarti semua teroris! tapi ga ada salahnya V baca lagi tulisan V sendiri dan nikmati lagi acara TV nya..bukan TV nya yg bilang kan? Islam tidak membenarkan dan mengajarkan untuk jadi teroris..tapi manusianya yg mau jadi teroris(perorangan atau kelompok). Saya Anti Teroris.
Mas Ihwan,setahu saya tidak ada ayat Quran yg menyuruh kita untuk melakukan terorisme.Jangan jauh2, Allah swt pernah memperingatkan kaum muslimin di bawah pimpinan Ar-Rasul saw (mungkin beliau saw sempat terprovokasi oleh sebagian pengikut beliau,wallahu a’lam)yg memilih menyerang kafilah dagang Abu Sufyan yang pulang dari Syria ketimbang menghadapi pasukan bersenjata Quraisy yg jelas2 menuju Madinah di bawah pimpinan Utbah dan Abu Jahal.Mungkin rencananya akan digunakan sbg ostaggio (ini bhs italinya,inggrisnya sy lupa abis ga pernah praktek,hehe..).Tindakan pengecut ini dimurkai Allah walau tidak sampai membunuh dan Abu Sufyan itu jelas2 kafir kok Allah melarang Nabi saw dan kaum muslimin untuk menyanderanya (Alhamdulillah ketemu kosa katanya,maklum 15 tahun di LN jd agak pikun saya tapi alif ba ta ngga pikun karena saya guru ngaji di Rome)??
Kalo tidak salah di surat Al-Anfal.(bacalah semua Al Quran dan pahami alurnya,jangan ambil sepotong-sepotong!!) Selama tidak memusuhi kita,kita bahkan dilarang meledek ketika mereka menyembah berhala mereka karena,masih menurut al Quran (lg2 saya lupa ayatnya di surat apa) mereka jg akan meledek Tuhan kita Allah Azza wa Jalla.
Segini dulu ya, assalamu ala manittaba’al hudaa..
Oh iya, kalo anda membaca ayat-ayat keras di surat At-Taubah anda harus bijak karena Allah swt memang sedang murka-murkanya sampai-sampai Dia sendiri melarang kita untuk memulai membaca surat ini dengan menyebut nama-Nya yang Maha Pengasih-Penyayang.Dalam pandangan saya surat ini pengecualian karena kaum muslimin saat itu pasif saja menghadapi bahaya dari orang kafir Quraisy yang bersekongkol dgn Yahudi.Kafir yang harus diperangi “di manapun kau temui ini” bukan kafir biasa yg hanya bermaksiat tapi kuffar yg benar2 membahayakan umat Islam.Apalagi saat itu Rasul saw dan sahabat2nya memang generasi pertama umat Islam.Kalo mereka pasif dan mati semua,agama ini tak akan sampai ke kita semua.Jadi ini soal amanah Allah agar agama ini sampai ke generasi mendatang dan oleh karena itu Allah menjanjikan kemenangan.
Cerita ttg Abu Sufyan tadi terjadi sebelum perang Badar dan mereka tidak jadi melaksanakan keinginannya menyandera atau membunuh kafilah dagang Abu Sufyan.Walaupun saya tidak hafal kitab2 (yg penting paham) bukan berarti saya tidak baca kitab tafsir dan saya setidaknya pernah dipaksa menelan kitab2 tafsir Ar-Razy,al-Manar dll dlm bahasa Arab selama 5 thn lho mas Ihwan.Dulu saya S1 Ushuluddin (10 tahun yll) di negara Muslim tapi takdir membawa saya mengajar Islam di sini,apa boleh buat? Barusan saya juga punya santri bule baru yg keras spt anda tp semoga Allah memberi kekuatan pada saya untuk membawanya ke wawasan Qurani yang lain,insyaallah.
V.. Nyambung dkit nech..Skedar bwt Knowledge/Pengetahuan V aja sbagai garis besarnya tentang “Islam” okeh.. Islam di Turunkan Allah melalui Nabi Muhammad(Peace Be Upon Him). Dari awal nya terjadi dua ideologi yg berbeda oleh para Pemeluk(pengikut) Agama Islam pada saat itu…Yg satu dsebut Sunni dan satu nya lagi disebut Syi’ah yg keduanya selalu beda pendapat,terkadang sampai jotos2an bahkan sampai saling membunuh sperti yg terjadi di Irak yg mayoritas nya Sunni dan Iran mayoritasnya Syi’ah..Pada kduanya terdapat lagi kelompok aliran2 yg masing2 kelompok bernaung dlm bendera Islam…mirip dgn Penganut Jesus(Peace Be Upon Him)di bawah Bendera Kristen.. Katolik bilang kalo bukan Katolik bukan Kristen yg padahal di dlmnya ada Presbiterian ada Pantekosta,Baptis,Mormon and so on.. Di Indonesia pun ada penganut Sunni dan Syi’ah dmana diantara kedua nya beda pendapat itu pasti akan selalu ada tapi dulu2nya tidak pernah di Media kan.
Semoga gambaran yg ada bermanfaat buat Knowledge nya V.tentang Islam…..GBU.
Dari kasus Bom Bali ini ada sebuah statement yang menarik dari Ibu Amrozi yang pernah diliput oleh liputan 6 sebelumnya (kalau tak salah). Ia meminta kepada Polisi bagaimana sesungguhnya Bom yang dirakit oleh anaknya tersebut. Sebab ada sebuah keanehan dari Bom Bali ini yang memiliki daya ledak sangat besar. Ada berita seliweran di Internet mengatakan bahwa ada Bom lain yang mendompleng. Tetapi dari kesemuanya, saya justru tertarik darimana Amrozi CS ini mendapat bahan peledak C4 dalam jumlah besar. Dan anehnya lagi, pabrik C4 ini katanya diproduksi oleh Amerika. So.. memang banyak yang gelap untuk hal ini
He..he.., saya malah kuatir kalau Amrozi Cs ini Agennya Amerika agar Indonesia masuk kedalam kategori negara yang menyimpan Teroris (baca Islam Fundamentalis) yang oleh agen diatasnya dijadikan martir. Atau jangan2 Amrozi memang telah dikadali (baca:diperalat) oleh Amerika, agar kita, Indonesia, juga punya masalah teroris. Dan Megawati sebelum terjadinya Bom Bali pernah sesumbar bahwa Indonesia aman dari Serangan Terorisme. Kasihan juga Amrozi, Bukan mati syahid malah mati sengit. Salam,
12 orang penyebar islamofobia paling top di amerika versi FAIR…check them out…
http://www.smearcasting.com/
Mas…mas… kasih comment koq eskrim sekali sih. Kita itu tau apa?? Yang kena bom sudah mati ya sudah, mungkin memang masa kontraknya di dunia sudah habis dgn cara yg seperti itu. Yang dituduh nge-bomb (Amrozi cs) jg sudah mati, kl ada yg pcaya mati syahid ya doakan. keluarga yg jadi korban bom bali jg sdh terima (puas) dengan di eksekusi nya Amrozi dkk As-Syahid. jadi kita mau apa lagi..? berantem? bisa2 malah kita yg jadi korban berikutnya… Kalo kita berantem, sendiri kan ga ada untungnya. Yang untung ya Amerika dan antek2nya termasuk Israel si anak nakal. Ingat… Indonesia adalah negara yg pemeluk islamnya pelaing besar. Amerika sangat ketakutan sama Islam, jadi kita diobok2 dan diadu domba sama mrk. Kayak ngga tau aja gaya si kafir…. Dr dulu bisanya cuma gitu. Akur ya…! mari bersatu..!
Yang mengeksekusi Amrozi as-Syahid, Imam Samudra as-Syahid, dan Ali Gufron as Syahid Insya Alloh…., hidupnya tidak akan tenang. Krn sebenarnya dia cuma pion yang disuruh Raja, dan raja diraja nya adlh Amerika, lihat saja balasan apa yg akan diterima mrk.
Mari Pak SBY.. berfikirlah jernih..! Kita hidup tdk lama.., kita mengaku agama islam, tp kenapa kita tidak berhukum dengan islam..? Semoga bapak mendapat Hidayah agar dapat memimpin negar ini dengan hukum
Alloh. menyesal adalah salah satu sikap yang baik krn telah berbuat salah dgn mengeksekusi mrk. Taubat Pak!
mas…mas, jangan berantem sendiri lah! Tugas kita sangat berat. tidak hanya bertengkar maslah Amrozi yg Insya Alloh malah sekarang hidup enak di alam Kubur krn memang ya Insya Alloh mati Syahid. Yang bersorak-sorak kalo kita berantem pasti Amerika dan antek2nya lah. kita pada tau kl mrk tuh takut sama islam. indonesia sendiri pemeluk Islamnya paling besar, walopun gampang diadu domba. ngga usah terpancing, tenang saja… pertolongan Alloh pasti datang. memang ini fase yg paling sulit. Tp dengan kita bersatu, baik sesama muslim ataupun sesama warga Indonesia yg baik, pasti ada jalan.
i’m agree ma Yuta.yg pntg bg yg mrs MUSLIM,tunjukkan bhw agama qt adalah rahmatan lil’alamiin.mo ada yg blg teroris,or whatever yg jls Innaddiina ‘indallohil Islam.btw,trully teror thdp islam byk yg implisit.lht sinetron2 d TV{kdg iseng lht sntrn g mutu},infotmnt yg mojokin tokoh Islam etc..etc,tp qt bs b’bwt apa???lha wong yg py dwt n sta.TV bkn dr qt2.we just konsumen tok.
setuju ma yuta.
yang jelas, yang salah harus dihukum dan dituntaskan sampai ke akar2nya
thx
Assalamu’alaikum wr wb
setuju dgn ahmad yuta….yang meyakini amrozi mati syahid..ya tinggal didoakan saja…mudah2an as-syahid amrozi cs mendapatkan tempat yang mulia disisi Alloh SWT amien