Friday, April 18, 2014

Generasi Muda Penerus Bangsa?

November - 12 - 2008
generasi-muda-penerus-bangsa

Iskandar Siahaan

Sering kita mendengar atau membaca pernyataan begini: generasi muda adalah penerus bangsa. Pernyataan seperti ini sering keluar dari mulut seorang tokoh publik. Biasanya itu diucapkan ketika memperingati peristiwa sejarah berkaitan dengan peran generasi muda. Pertanyaannya: apa benar generasi muda penerus bangsa?

Kalau asumsinya bahwa generasi muda sekarang pastilah kelak berperilaku baik dan berkeinginan mempertahankan kelangsungan hidup berbangsa, pernyataan itu bisa jadi benar. Tapi, kenyataannya, yang disebut generasi muda itu tidaklah tunggal dan statis. Aspirasi dan keinginan mereka bisa saja berkembang seiring perjalanannya. Sikapnya terhadap bangsa pun bisa saja berubah. Misalnya, sebagai individu atau kelompok, ada bagian dari generasi muda sekarang yang merasa bangsa yang sekarang tak perlu diteruskan.

Tapi, kenapa hal itu bisa mungkin? Pertama, jika sebagian generasi muda merasa bahwa kebijakan pembangunan yang berlangsung sekarang telah menempatkan mereka pada posisi yang diperlakukan secara tidak adil, alias didiskriminasi. Kedua, sebagian generasi muda merasa bahwa hukum telah diberlakukan secara tidak sama. Buat orang kaya dan berpunya, hukum bisa terasa lunak. Sementara buat mereka yang miskin dan tak punya apa-apa hukum diperlakukan secara keras.

Dalam kaitan itu, sebagian generasi muda merasa hidup berbangsa dalam payung negara Indonesia ternyata bukan buat mereka. Negara ternyata hanya melayani sebagian anak bangsa, tapi bukan mereka. Generasi muda yang merasa seperti ini bisa jadi akan memilih sikap bahwa bangsa dan negara Indonesia ini tak layak dipertahankan. Mereka merasa lebih baik membuat atau membangun bangsa dan negara sendiri.

Sikap lebih lunak dari itu adalah melakukan tindak kriminal, mengganggu keamanan dan ketenangan masyarakat atau bahkan menjadi teroris.

Karena itu, pernyataan di atas sekadar retoris sifatnya bahkan omong-kosong jika tidak diikuti oleh perbuatan yang mengarah pada pengembangan hidup berbangsa dan bernegara yang berkeadilan. Pernyataan itu bisa jatuh sekadar menjadi ideologi untuk menutupi realitas ketidak-adilan yang terjadi dalam hidup berbangsa.

Pesan buat mereka yang suka mengumbar pernyataan-pernyataan semacam, baiklah kiranya jika perhatian dan kerja diarahkan pada pengembangan hidup bersama yang berkeadilan dan jauh dari diskriminasi. Mengulang-ulang sesuatu yang kosong bukan tidak mungkin malah memunculkan sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya rasa muak pada generasi muda melihat perilaku elite dan tokoh politik yang cuma bisa memprovokasi dan menghasut – tapi tidak melakukan sesuatu yang nyata.

Barangkali kata bijak “diam adalah emas” bisa dicoba. Tokoh dan elite politik sebaiknya diam saja. Tidak usah membakar-bakar rasa kebangsaan atau nasionalisme kalau ketimpangan dan ketidak-adilan sosial-ekonomi belum bisa dipecahkan, halah…

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

43 Komentar pada “Generasi Muda Penerus Bangsa?”

  1. andro says:

    YG MUDA PAST YG MENERUSKAN MENGISI HIDUP INI.
    PENDAPAT SESEORANG MEMANG BBDA APALAGI GENRASI MUDA DG YAG TUA.
    DLM KONTEKS KEBANGSAAN MENERUSKAN ADALAH MENGISI KEMERDEKAAN?
    MEMANG YG MUDA YG MERUBAH BAIK ATO BURUK

  2. andro says:

    PILIH PENERUS BANGSA YG MENJAGA BUDAYA, MENGEMBANGKAN BUDAYA, ATAU MERUBAH DAN MENCIPTAKAN BUDAYA SENDIRI.
    YG JELAS MENERUSKAN ADALAH MENGIKKUTI PERUBAHA ZAMAN.
    MEMBUDAYAKAN YG COCOK DG NURANI DAN MEMBUANG YG TK COCOK DG NURANI.
    MENERUSKAN TDK BISA MEMPERTAHANKAN YG ADA TANPA MEMPERHATIKAN SITUASI YG ADA.

  3. Abduh says:

    Generasi muda penerus bangsa, yang menyampaikan adalah kalangan tua sekarang. Persoalannya, yang kalangan tua sekarang memperlihatkan hal yang buruk kepada generasi muda makanya jangan heran kalo yang muda meneruskan hal-hal yang buruk dari yang sebelumnya. seperti beberapa kasus korupsi yang sebenarnya adalah kasus lama yang masih berjalan sampai sekarang

  4. andre says:

    yg penting sekarang ini bukan ngomong sana ngomong sini apalagi ngomongin orang yg penting sekarang apa dan tindakan yg sudah kita lakukan untuk membangun negara ini jangan kayak para politikus cuman bisa ngomong doang

  5. adi purwo says:

    Bangsa dan negara Indonesia sebagai warisan para pendiri bangsa harus tetap diteruskan. Tapi generasi muda sebagai penerusnya mesti punya visi dan missi baru yang disesuaikan dengan perkembangan jaman. Mental korup, lamban berpikir, arogan dan tak punya malu yang dimiliki generasi sebelumnya harus dibuang jauh-jauh. Tapi sayangnya mencari generasi muda yang seperti itu sulit.

  6. karodalnet says:

    Generasi muda akan semakin gigih dalam memperjuangkan dan mempertahankan serta memajukan bangsa kita, bila itu semua didukung sepenuhnya oleh para orang tua.

    Anak Muda punya tenaga yang energik, tapi biasanya tidak begitu banyak memiliki biaya atau modal, sebaliknya orang tua memiliki biaya atau modal, namun sudah mempet dalam hal tenaga.

    Bila kedua hal tersebut di sinergikan dengan tepat, maka bukan tidak mungkin suatu perubahan mengarah kepada kemajuan negeri ini, akan segera terwujud.

    Begst Regarts
    http://www.karodalnet.blogspot.com

  7. fahri says:

    INDONESIAKU…HARAPAN ITU MASIH ADA

  8. mardi says:

    sebenarnya indonesia saat ini sangat rapuh karna tidak adanya rasa saling bahu membahu / persatuan. karna disetiap pilkada atau pilpres yg kalah tidak pernah mengakui kekalahannya.jadi program2 yg akan dijalankan akan sulit terwujud.alankah lebih baiknya yg kalah mendukung yg menang .mulai lah dari diri sendiri melakukan apa yg bisa diberikan untuk bangsa ini.walaupun hal sekecil apapun.

  9. Dayat Aulia says:

    “DIAM IS GOLDEN” tidak bisa diterapkan pada masalah yg ada..Tambah Kita Diam? Tambah Merajalela Para Pemimpin nya.Sudah terbukti dari sejak Reformasi Generasi Angkatan ’66 (KAMI-KAPPI)hingga Generasi yg ada saat ini..Koruptor dan Kemiskinan serta Anarkis masih saja membelenggu jalan nya Kepemerintahan yg ada guna Kpentingan Rakyat untuk dapat bisa hidup sesuai standart(?)Bebas dari Kemiskinan dllsbnya.
    Jawaban yg sangat “Kronis” untuk bisa kita dapatkan dlm mencari Generasi Muda yg bisa Merubah System yg ada..Jadi masalah Diam is Golden? tidak akan bisa digunakan disini!!
    Generasi Muda dan yg Tua2 harus bisa memilih PEMIMPIN yg benar2 mau dan bisa merubah System yg ada guna Kpentingan Bangsa dan Rakyat nya.
    Apakah Kita Mampu Untuk Menjadi Generasi Penerus Bangsa? Jawab nya KITA Sendiri yg HARUS BISA MEMBUKTIKAN NYA…………..

  10. rudi hermawan says:

    ya sekali lagi,BANGKIT INDINESIA KU..HARAPAN ITU MASIH ADA,BERJUANGLAH BANGSAKU..JALAN MASIH TERBENTANG
    isu kepemimpinan pemuda harus terus dikobarkan..
    dan saya setuju pendapat mas andre..

  11. Najib says:

    Generasi Muda pasti PENERUS BANGSA.
    Soalnya yang TUA pasti segera MATI.
    Tapi kualitas penerusan apa yang disuguhkan?
    KEMAJUAN atau KEHANCURAN……..?????
    Kalau rajin belajar, kerja keras, jujur maka kemajuan.
    Kalau malas, korup, narkoba, tawuran, demo anarkis, judi, kekerasan tentu kehancuran
    INDONESIA adalah NEGARA No. 4 terbesar di dunia (jumlah penduduk).
    Tapi koq no. >100 di dunia dalam ekonomi?
    Harusnya banyak penduduk lebih banyak yang pintar memikirkan kemakmuran negara, tapi koq yang terkenal adalah kemiskinan dan korupsi???

  12. alfi says:

    kalau ingat kata GENERASI MUDA ADALAH PENERUS BANGSA,
    saya sangat miris sekali sebab apa?
    generasi muda sekarang terutama di kalangan remaja bila di amati dengan seksama ternyata sudah jauh sekali dengan pada masa lalu.
    remaja sekarang sudah mulai meninggalkan nilai-nilai etika moral jadilah mereka bergelut pergaulan bebas, free sex, narkoba. Tapi ada juga yang masih memegang teguh etika moral namun itupun cuma sedikit bila dibandingkan dengan jumlah pemuda-pemudi yang ada negeri ini. Kedisiplinan sebagai kunci keberhasilan sudah mulai ditinggalkan, semangat belajar dan etos kerja juga menurun, mereka senangnya semua serba instan. Nah bagaimana…apakah bisa pemuda sebagai pererus bangsa?

  13. budi says:

    Memang bener generasi muda adalah penerus perjuangan, dlm arti perjuangan yg baik baik bukan penerus korupsinya.. Kl generasi yg tua2 masih kita pertahankan, jangan harap kita akan bisa sejajar dgn bangsa lain. AYO PEMUDA, pilih pemimpin yg muda, berjiwa energik, kreatif, inovatif, visioner.. Jalan masih terbentang luas di hadapan kita.

  14. Tito says:

    Pemuda penerus bangsa tapi bukan pemuda penghancur bangsa. Seperti yg kita ketahui skrng pemuda mudah terhasut dengan hasutan yg berlatarbelakang kepentingan golongan, knp? Karena pemuda d perlakukan tidak adil dan sebagian orang/golongan memanfaatkan kesempatan ini buat menghasutnya. Dan aku yakin sebian pemuda di indonesa kurang mendapatkan pendidikan yg layak di karenakan background ekonomi mereka yang di bawah garis kemiskinan.

  15. marcel says:

    sebagai generasi muda selau optimis akan ada perubahan.karena kamu muda merupakan sebagai agent of change,Jadi saatnya negara harus mengakomodir dan memperdayakan kamu muda melalui segala bidang.agar menciptakan kaum muda yang punya kebribadian kebangsaan dan mandiri.

  16. Kayaknya terlalu repot membahas masalah ini, yang pasti siapa yang masih hidup dibumi pertiwi saat ini, baik yang muda, yang tua, laki-laki atau perempuan harus membangun bangsa yang kondisinya sudah seperti sekarang ini

  17. valya says:

    honestly,sy sgt sedih melihat,n mendengar generasi muda skrang utamanya yg namanya MAHASISWA.ko’ ya tngkh lakunya g ubhnya org2 dwsa yg – b’pnddkn.Tawuran antr fklts pdhl 1 prgruan tnggi.mmg tdk bs d generalisir tp tetap tdk pd tmptnya.mgkn budaya kekerasan sdh mndrh daging pd anak bangsa so tiap ada sdkt mslh solusinya hny HAJAR,SERANG,atau bahkan BUNUH.tolong bpk2 pejabat terutama pejabat d DEPDIKNAS pikirkan solusi terbaik bt ank2 bangsa dgn tdk mengebiri kreatifitas tp tetap memegang teguh etika.

  18. marsyam says:

    sebagai pemuda indonesia sy ikut prihatin dengan keadaan negara yg semakin terpuruk, seharusnya yg tua menjadi teladan bagi yg muda,mendidik anak2 kita dengan menjunjung tinggi moral dan etika, saya teringat dengan sabda nabi SAW yg mengatakan bahwa “kaum wanita adalah tiang negara” memang benar kaum ibu sangat berperan memajukan peradaban negara sebab merekalah yg pertama kali menanamkan prinsip2 hidup pada jiwa putra & puterinya dan dari didikannya mampu memanusiakan mereka..
    semangat nasionalisme tak lagi dijumpai pada penghuni negeri seribu pulau ini, yg nampak hanyalah sifat ego yg berlebihan sehingga tidak aneh lg ketika para pejabat sibuk memperkaya diri & keleuarga mereka masing2, para tokoh agama sibuk dengan hal-hal keduniaan , pemuda pemudi kita diperbudak oleh westernisasi yg mereka idolakan dsb..
    olehnya itu persoalan negara yg sekarang begitu kompleks kita tidak bisa hanya berharap pada pemimpin negara tapi harus bersatu muali dari tokoh agama,pemikir,cendikiawan,guru,LSM,pemuda,wartawan dan seluruh rakyat indonesia untuk menyelesaikan realita yg dihadapi negara kita saat ini..
    perlu kita ketahaui bahwa untuk mewujudkan suatu peradaban kita hanya memerlukan 3 unsur yaitu =
    1.manusia 2.wilayah 3.waktu
    ketiga unsur tersebut bisa terwujud bila disertai dengan zat perekat yaitu AGAMA.. indonesia memiliki ketiga unsur tadi jg memiliki zat perekat namun apa yg salah dari negara kita???
    jawabannya ada pada zat perekat tadi agama hanya sebatas formalitas dan melupakan substansi dari ajarannya, islam hanya dijadikan sebagai agama myoritas dan tidak dipahami apalagi diamalkan, tepatnya negara kita dilanda krisis iman dan moral,
    jikalau iman telah terpatrih pada jiwa maka akan membuahkan etika dan moral sehingga negara kita terbebas dari korupsi, anarki, tindak kriminal dan lain sebagainya…
    wallahu a’laa wa a’lam

  19. runi says:

    Gini pak. Menurut saya, generasi muda hancur itu karena pada waktu kecil mereka kurang mendapat pendidikan tentang akhlaq. nah. makanya gedenya mreka brutal and gak tau aturan.
    untuk itu, bagi siapa aja yang punya anak, tolong, didiklah merek dgn akhlak.
    jangan dibiarin kayak ayam.

  20. TAMI says:

    iaphhhhhh……….
    bener bngt generasi muda spt saya ini emg penerus bangsa…….
    tp,, saya khawatir dg anak muda zaman skrng ini udah bnyk yg rusak……….
    teman saya aja yang masih kelas 2 smp sudah hamil dia seumuran sama saya tp itu semua karena pergaulan bebas…….
    pakaian yg kekurangan dasar masih aja d’pke ga’ nyadar apa itu aurat kebuka……….
    tp mnrut pendapat saya itu semua berasal dr vigur publik,,iah spt para artis……..
    coba kalo misalkan para artis pakaiannya lebih sopan pasti warganya jg bakalan berpakaian sopan………
    iah ga’ pak????????????????

  21. Muh.Taufik says:

    Kayax penerus bangsa sekarang inie ,kurang pedulie banget dgn daerah sekitarx,,,itu karena kurangx dari bimbingan orang tua……

  22. mella says:

    Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh saudara marsiyam. sesungguhnya semua itu kembali pada dirinya sendiri dan agama yang di anutnya.

  23. poetry luo says:

    emang masih ada generasi itu ? kalau masih ada semoga menjadi generasi rabbani saya ykin dengan islam itu pasti BISA.

  24. Megha says:

    Bner bgeT enTu . . .

  25. NUMPANG LEWAT says:

    TOP DEH GAN INI NGE BANTU GW NGERJAIN TUGAS GAN !!!
    NGAAHAHA

    PERTAMAX !!!

  26. aal says:

    AKU BANGGA DENGAN INDONESIAKU………..
    BERRBANGGALAH ANDA YG TINGGAL DI INDONESIA…..

  27. muaznam says:

    generasi muda sudah pasti sebgai penerus bangsa ini,,,tapi apakah bangsa yang korup yang harus kita teruskan,, tentu tidak. kita teruskan bangsa ini menjadi bangsa yang dipandang oleh dunia,disegani karana hukumannya,keamanannya,kemakmurannya,sikap gotong royongnya ramah-tamah yang sudah terkenal di seluruh dunia ini yang kita teruskan. bukan bangsa yang boborok moral,suka demon tak karuan,

  28. ryne says:

    that true……..

  29. ryne says:

    segelintir remaje kini mmg tdk hargai diri…kes2 kruntuhan akhlak jga berpunce dari diri sendri…saye walaupun remaje jua tp saye sangat simpati dgn ape yg mreke buat…insaf lah awal2….

  30. ahnaf says:

    generasimuda harus kreatif,seaasuai bakat dan kemampuan

  31. wayan ani p says:

    kita harus bisa membuktikan semua perkata’n kita, jangan sampai kita menjadi sandungan bi2r orang lain

    jangan hanya bisa ceramah j y????????

  32. ali mursal says:

    Amanah bangsa bisa di terima oleh generasi muda. Tapi generasi muda yang mana yang pantas menerima amanah bangsa itu.

  33. anas says:

    Hanya IBADAH>>> GITU AJA KOK REPOT>>>>>

  34. christy says:

    this is a verry verry good

  35. Nyonya Rheza says:

    Generasi muda,generasi indonesia…………………………….

    Semangat Muda…………….

    Juga boleh KAWIN MUDA…………………………………………..

    bY. nOKOMDEN FOREFER of tooooooooooooo Youuuuuuuuu,,

  36. al-ansor says:

    generasi muda berperan penting untuk memajukan bangsa ini, tapi itu haruslah ada kombinasi di antara generasi muda dan tua.
    seperti halnya kita memperoleh kemerdekaan ini, itu karna adanya sinkron antara yang tua dan yang muda.
    tidak adanya perbedaan.
    dan tujuan yang sama yaitu bangsa yang makmur sentosa dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan..

  37. hotel kuta says:

    anak muda jika diberikan kesempatan maka kesempatan itu akan di gunakan sebaik-baiknya, tapi sampai sekarang masih saja komunitas orang tua tetap meremehkan anak muda yg cikal bakal nya meneruskan generasi orang tua, terbukti zaman sekarang orangtua tidak bisa mmengikuti kemajuan modernisasi tapi orang muda, BISA!! tapi, orang tua tetap menahan dengan keKOLOTANnya!!

  38. leonhy221172 says ; says:

    well…. generasi masa depan berada pada generasi muda yg sekarang .

    aku bangga jadi anak Indonesia .

  39. Scor Wang. says:

    ~ Yang pintar bekerja di negeri orang (?).
    Di kontrak orang bagaikan pemain bola kaki mahal (?).

    Yang bodoh bodoh justru bertebaran dan menjamur (?).
    Aneh? ; Tidak!.

    Ada kesalahan di negeri ini (?).

    Yaitu : Halah,,, Tst ( ‘Tahu sama tahu’ saja dech ).

  40. awan vhaelandra says:

    jadilah generasi muda yang berguna untuk smua…
    jgn sia2in msa mudamu,, jdikan masa mudamu sbagai pondasi d msa tuamu.. oke guys….

  41. Yunita Apry says:

    i like your coment mr. najib.
    sya sndri adlh ptri dr bngsa ni, insyallah gnerasi pemudi. sya jga sdkit heran, dgn prkmbngan negara lmbat laun jdi kcau. dri pmimpin,anggtanya, smpe kmsyrkatnya trmsk generasi sprt bbrpa dr kwn2 sya smua nya brubh dan ni adalah jman yg skrg, bkn jman orang tua dlu. jdi sya rsa qta hrus mncptkan gnerasi muda yg bnr2 bsa mnjdi leader in the era future. dgn cra mningktkan SDM pemuda/i bangsa. bnyk loh, yg lulusn universitas tp ingn bkrja dprushaan.pdahal klau qta mmbka lpngan krja bgi yg muda, itu sdah trmsuk slah satu alternatif utk meningkatkan lapangan krja,srta mnuju kemajuan ekonomi di indonesia.

    trims.

  42. Kayanya penerus bangsa sekarang ini,masih kurang peduli dan mengerti banget dgn daerah sekitarx,,, Harus dibimbing lebih dalam lagi..

  43. bagus dwi a says:

    thank for resensi di atas

Tinggalkan Komentar