Wednesday, May 22, 2013

Mati Syahid

November - 9 - 2008

Jarot Suprayitno

Definisi syuhada atau mati syahid, adalah orang yang berjuang karena Allah dan untuk kepentingan agama. Kalau dalam kondisi damai, lalu membunuh, termasuk suhadakah amrozi cs yang minggu dini hari ditembak mati karena terlibat pengeboman bali yang menewaskan 202 jiwa?

Sebuah pesan pendek dari Bali terbaca getir. “Bli, para tamu batal datang. Mereka takut!” Dari sms yang datang berikutnya barulah saya mafhum, para tamu itu pelancong Australia yang batal berkunjung ke Pulau Dewata karena takut ancaman teror setelah Amrozi Cs tewas di depan regu tembak, (9/11).

Pesan pendek itu berasal dari Wayan Buana. Perjalanan hidupnya mirip ombak di Pantai Kuta. Ia pernah menjadi bartender, kemudian memiliki biro perjalanan wisata. Ketika Amrozi meledakkan Bali pada pertengahan Oktober 2002, Wayan Buana terpaksa merintis usaha dari nol sebagai guide.

Tapi tak hanya dia yang bangkrut, karena mereka yang tinggal di Pulau Dewata hampir sepenuhnya menggantungkan hidup dari bisnis pariwisata. Sari Club, yang menjadi target pengeboman Amrozi Cs, termasuk salah satu di antaranya.

Dulu, setiap akhir pekan, SC –nama populer Sari Club– sarat dengan pelancong. Tak hanya dari mancanegara, wisatawan domestik pun kerap menghabiskan liburannya di sini hingga dini hari. Taglinenya, “Jika lewat Legian, jangan lupa mampir ke SC!”

SC pun menjadi magnet sekaligus muara bisnis dalam pariwisata. Karenanya, sampai sekarang pun saya belum bisa memahami motif pengeboman Amrozi Cs. Benarkah SC simbol kekafiran yang harus dimusnahkan? Mungkinkah sebuah bom mampu memilah-milah mana wisatawan bule, pribumi serta pedagang asongan yang setiap minggu berjualan cinderamata di depan SC sekadar mencari uang receh wisatawan?

Dalam surat wasiatnya, Mukhlas alias Ali Gufron tetap meyakini tindakannya itu jihad, berperang di jalan Allah. “Wahai saudaraku kaum Muslimin. Ingat dan ketahuilah bahwasanya eksekusi mati terhadap seorang muslim karena Islamnya, karena imannya, dan terhadap mujahid karena jihadnya, adalah perbuatan kriminal yang maha jahat. Jadi para pelaku (eksekutor) serba rugi di dunia dan di akhirat.”

Ketiga terpidana mati itu merasa akan menjadi syuhada (mati sahid). Pemahaman jihad selama ini memicu perbedaan pendapat, cenderung salah kaprah. Definisi syuhada atau mati syahid, menurut Ketua MUI Umar Shihab, adalah orang yang berjuang karena Allah dan untuk kepentingan agama. Kalau dalam kondisi damai, lalu membunuh, termasuk suhadakah amrozi cs yang minggu dini hari ditembak mati karena terlibat pengeboman bali yang menewaskan 202 jiwa?

Dari tuntutan Al Quran maupun hadis yang menekankan berjihad melalui harta (ataupun jalan damai lainnya), saya meyakini Amrozi Cs adalah teroris!!! Penebar teror bagi sesama umat-Nya. Aksi mereka bukan untuk kemaslahatan umat, melainkan untuk kelompoknya sendiri.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

138 Komentar pada “Mati Syahid”

  1. wong islam says:

    inilah salah satu kurang berfungsinya para ulama yang seharusnya memegang peran atas segala ketentuan dalam hukum agama. kurang responnya para ulama dalam menyingkapi hal-hal yang bisa membuat kekeliruan. tentang amrizi cs orang beranggapan mereka jihad,mati syuhada hal tersebut tidaklah ada yang tahu hanya Alloh SWT,tetapi seharusnya para ulama bisa menerangkan pada para umatnya sebenarnya arti jihad bagi islam itu seperti apa???yang dikatakan mati syuhada itu bagaimana,jangan sampai seperti ini orang2 menyebut mereka pahlawan islam.kalau perbuatan seperti itu benar dan jika mati masuk langsung masuk surga saya pertama daftar.
    bagaimana tanggung jawab para pemimpin organisasi islam (NU, Muhamadiyah, MUI).adakan dialog atau apapun yang ditayangkan diTV yang menjelaskan tentang itu sehingga tidak terjadi persepsi yang salah.

  2. mlmscript says:

    Hanya Allah yang Maha Tahu segalanya…
    Semoga tidak terjadi lagi aksi teror di Indonesia Tercinta ini…Amin

  3. monyet item says:

    YANG SAYA INGIN KATAKAN HANYA APAKAH SEMUA MASALAH INI HARUS DI SELESAIKAN DENGAN KEKERASAN,APAKAH TIDAK BISA DENGAN JALAN LAIN. KARENA ALLAH MENGAJARKAN KEDAMAIAN BAGI KAMU SEMUA UMAT MANUSIA DIDUNIA. KASIHILAH SESAMA-MU MANUSIA SEPERTI ENGKAU MENGASIHI DIRIMU SENDIRI. BIARKAN ALLAH MASUK DI HATIMU DAN MEMBERI ENGKAU PENGHARAPAN YANG BARU.
    ALLAH = KASIH BUKAN ALLAH = BOM

  4. monyet item says:

    OIIII PAK JANGAN EGOIS PAK,MO PAKE SYAIRAT ISLAM SEGALA DITERAPIN DI INDONESIA. SADAR PAK INDONESIA INI BANYAK ISINYA BUKAN CUMA ORANG ISLAM DOANG. APAKAH ISLAM MENGAJARKAN KE-EGOIS BAPAK TERSEBUT…..?????????

  5. OneNeo says:

    Woiii….
    Ini bukan negara Islam, jadi jgn seenaknya untuk buat negara ini untuk menegakkan Syariah Islam..

    Ini negara Bhineka Tunggal Ika
    Ini negara Ketuhanan Yang Maha Esa
    Ini negara Hukum

    Mari kita bangun negara ini sesuai dengan pesan perjuangan para pahlawan kita dari Sabang sampai Merauke. Jangan kita rusak tatanan indah bangsa kita, hukum dan peraturan negara kita sebenarnya sudah cukup jelas, hanya saja orang kita terlalu pintar untuk memutarbalikkannya untuk kepentingan sendiri-sendiri.

    Mari kita pertegas hukum dan peraturan di negara kita untuk tujuan bersama dan kemajuaan bangsa, bukan kepentingan pribadi, ras, agama dan kelompok tertentu.

    Sampai seluruh dunia tahu bangsa ini, adalah bangsa yang luar biasa aman, terkendali, kaya, ramah dan indah. Hidup Indonesia Raya

    Wassalam…

  6. Firman says:

    Janganlah kita memperuncing permasalahan yg ada dengan mencoba menganalisa apakah amrozi cs jihad atau tidak.Karena ini mengakibatkan kesalahan persepsi dan pembentukan pola pikir yg selanjutnya membuat permanennya pola berpikir tadi menjadi mental yg salah.Ketika seseorang dihukum maka pastilah karena dia salah,itu kalau kita mengakui negara kita adalah negara hukum (kalau tidak setuju silahkan pindah kewarganegaraan.
    Jadi dengan alasan apapun amrozi cs memang harus dihukum.Jangan dikaitkan dengan jihat,atau apapun juga.Mari berbicara dengan hati nurani dan kejujuran.STOP MEMBAHAS TENTANG AMROZI CS,KARENA BISA MENIMBULKAN PERPECAHAN.MARI BERBUAT KEBAIKAN

  7. Ridwan says:

    intinya adalah mereka mati dengan memegang teguh keyakinan…..Amrozi CS adalah muslim yg sangat faham dengan ajaran agama….mereka pernah berjuang tuk membantu sesama muslim yg ditindas di Ambon, Poso dan Afganistan…..sebelum memberikan penilaian atas tindakan mereka…sebaiknya tanyalah pada diri kita sendiri sebagai seorang muslim…..sudah benar kah sholat kita…sudah benar kah ibadah kita….apakah ibadah kita lebih baik dari mereka????? apakah pemahaman kita tentang Islam lebih dari mereka???? benar atau salah tindakan Amrozi CS…..syahid atau tidak mereka……bukan hak kita manusia tuk menilai…..kita serahkan kepada Allah Sanga Maha Tau……..Insya Allah mereka telah mendapatkan apa yg mereka cari…mati dengan memegang teguh keyakinan…..walaupun sebagian orang menganggap tindakan mereka salah dan bukan jihad…..tapi mereka mati sebagai muslim yang ta’at dalam menjalankan ajaran Islam….wassalam

  8. BeSmart says:

    saya sih gak setuju sama tindakan Amrozi cs. tp yg jd pertanyaan saya apa benar sehebat itu mereka bisa menciptakan bom berdaya ledak dahsyat shg membentuk cendawan. menurut yg pernah saya baca cuma ada 3 negara di dunia ini yg bs bikin bom kayak gitu. jd gmn donk?

  9. bakhrie_18 says:

    lha sampean kuwi kepriben, apa dah ngrasa jadi orang paling bener. ngomongin kesalahan orang aja,,,,,,,,,,,
    pikir aja diri ente sendiri,

    manusia wajar melakukan salah, tapi ingat!!!! sebaik-baik’y orang adl orang yang mau memaafkan orang lain tanpa orang yang berbuat salah meminta ma’af dulu. memang saya ngga merasakan sakit si korban ato keluarga’y……..
    doain aja yang baik-2…… insya 4jJI anda bukan korban selanjut’y. ikhlaskan saja semua yang terjadi & inget baik buruk’y sikap manusia, toh hanya 4jJI lah yang tau betul hal itu. ALLAHU AKBAR………….

  10. JONDI KAWUT says:

    Selamat Jalan Amrozi, Muklas & Imam Samudra, ente bertiga selamat ketemu ama Soekarno, Pang. Soedirman, Diponegoro, Imam Bonjol n Pahlawan-2 yg laennya.
    Mereka (almarhum & Alamrhumah) lebih tahu n lebih ngerti dari ente bertiga mengenai PAHLAWAN, n selamat dikerjain ente bertiga di Alam sono. semoga ente kuwat n gak balik ke dunia ini ye. aaaaaaaaaaammmmmin..

  11. Feth says:

    Melabeli “Syahid” pada Person Tertentu

    Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

    Soal:
    Apakah boleh menggunakan kata “Syahid” atas seseorang, dikatakan, “Asy-Syahid fulan”?

    Jawaban:
    Kita tidak boleh memberi kesaksian bagi siapapun bahwa ia syahid, hingga walaupun orang tersebut terbunuh secara zhalim atau terbunuh karena membela diri. Kita tidak boleh mengatakan fulan syahid. Ini berbeda dengan orang-orang pada hari ini. Mereka mudah memberi kesaksian. Mereka menyebut setiap orang yang terbunuh hingga walaupun seseorang terbunuh karena fanatisme jahiliah, mereka menyebutnya syahid. Ini haram; karena perkataan kamu tentang seseorang yang terbunuh bahwa ia syahid merupakan kesaksian yang kelak akan dipertanggungjawabkan pada hari kiamat. Kamu akan ditanya apakah kamu memiliki bukti bahwa ia terbunuh dengan syahid? Karena itu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Tidaklah seorang terluka di jalanAllah –Wallahu a’lam dengan orang yang terluka di jalan Allah- kecuali ia akan datang pada hari kiamat sedang lukanya mengalirkan darah, warnanya warna darah, dan wanginya wangi misk”

    Perhatikan perkataan Nabi “Wallahu a’lam dengan orang terluka di jalan Allah”. Sesungguhnya sebagian orang terkadang secara lahir memang berperang agar kalimat Allah menjadi tinggi, akan tetapi Allah mengetahui apa yang tersembunyi dalam hatinya. Apa yang tersembunyi di hatinya kadang berbeda dengan apa yang nampak dari perbuatannya. Karena itu Imam Al-Bukhari membuat bab tentang masalah ini dalam kitab shahihnya, ia berkata, “Bab tidak boleh dikatakan fulan syahid” sebab pusat kesaksian ada dalam hati dan tidak seorangpun yang mengetahui apa yang ada dalam hati kecuali Allah ‘azza wa jalla. Niat adalah perkara besar. Berapa banyak dua orang yang mengerjakan satu perbuatan yang sama namun antara keduanya seperti langit dan bumi disebabkan karena niat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّياَتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلىَ دُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَر إِلَيْهِ

    “Sesungguhnya amal-amal tergantung niatnya, sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Barang siapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrah kepada dunia yang ingin ia dapatkan atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia inginkan”

    Soal:
    Apa hukum ungkapan “fulan syahid”?

    Jawaban:
    Memberi kesaksian kepada seseorang bahwa ia mati syahid terjadi pada dua bentuk:

    Pertama, diikat dengan sifat seperti ungkapan “Setiap orang yang terbunuh di jalan Allah adalah syahid, orang yang terbunuh mempertahankan hartanya adalah syahid , orang yang mati terkena wabah tha’un adalah syahid dan yang serupa ini. Maka kesaksian dalam bentuk ini hukumnya boleh, seperti yang terdapat dalam nash-nash, karena dengan begitu kamu bersaksi dengan sesuatu yang diberitakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang kami maksud dengan boleh adalah tidak terlarang, walaupun padahal bersaksi dengan hal itu sebetulnya wajib dalam rangka membenarkan kabar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

    Kedua, diikat dengan seorang tertentu seperti kamu berkata bahwa seseorang tertentu mati syahid. Ini tidak boleh kecuali bagi orang yang telah diberi kesaksian oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau sesuai dengan kesepakatan ummat. Imam Al-Bukhari rahimahullah membuat bab, “Bab tidak dikatakan fulan syahid”. Berkata dalam Fathul Bari (6/90) “Maksudnya dengan kepastian, kecuali hal itu telah ditetapkan oleh wahyu” sepertinya beliau memberi isyarat kepada hadits Umar, suatu hari ia berkhutbah, kalian mengatakan dalam peperangan kalian fulan syahid, dan meninggal fulan dengan syahid, mungkin saja ia telah menindas tunggangannya. Sekali-kali tidak, janganlah kalian mengatakan itu! Akan tetapi katakanlah seperti apa yang dikatakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Barang siapa yang mati di jalan Allah atau terbunuh maka ia syahid”. Hadits ini hasan dikeluarkan Imam Ahmad, Sa’id bin Manshur dan yang lainnya dari jalan Muhammad bin Sirin dari Abu Al-’Ujfa’ dari Umar.

    Kesaksian terhadap sesuatu dilakukan atas dasar ilmu. Syarat seseorang mati dalam keadaan syahid adalah ia berperang dengan niat meninggikan kalimat Allah, dan ini adalah niat batin yang tidak bisa diketahui, karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi isyarat kepada hal itu dengan sabdanya, perumpamaan seorang mujahid di jalan Allah, dan Allah lebih mengetahui dengan orang yang berjihad di jalan-Nya” . Juga bersabda,

    وَالَّذِي نَفْسِيْ بِيَدِهِ لاَ يَكْلُمُ أَحَدٌ فِي سَبِيْل اللهِ وَاللهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يَكْلُمُ فِي سَبِيْلِهِ إِلاَّ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالْلَوْنُ لَوْنُ الدَّمِ وَالِّريْحُ رِيْحُ الْمِسْكِ

    “Demi yang jiwaku berada ditangan-Nya, tidaklah seseorang terluka di jalan Allah, dan Allah mengetahui siapa orang yang terluka di jalan-Nya, kecuali ia akan datang pada hari kiamat sedang lukanya mengalirkan darah warnanya warna darah dan wanginya wangi misk” diriwayatkan Al-Bukhari dari hadits Abu Hurairah.

    Kemudian orang-orang yang secara lahir memang memiliki niat yang benar, kita hanya bisa berharap ia syahid namun kita tidak memberi kesaksian bagi orang tersebut dan kita juga tidak berburuk sangka.
    Berharap adalah keistimewaan di antara dua keistimewaan, akan tetapi kita memperlakukan orang yang mati tersebut di dunia berdasarkan hukum para syuhada. Jika ia terbunuh ketika berjihad di jalan Allah, ia dikuburkan dengan darah yang berlumuran pada pakaiannya dan tanpa dishalatkan. Sedangkan para syuhada karena sebab yang lain selain jihad, maka ia harus dimandikan, dikafani dan dishalatkan.

    Jika kita memberi kesaksian bagi pribadi tertentu bahwa ia syahid, berarti kita telah memberinya kesaksian bahwa ia akan masuk surga; dan masalah ini menyelisihi apa yang diyakini oleh Ahlus Sunnah. Mereka tidak memberi kesaksian dengan surga kecuali orang yang diberi kesaksian oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam baik dengan sifat atau orang tertentu, dan sebagian Ahlus Sunnah berpendapat boleh memberi kesaksian orang yang disepakati mendapat pujian ummat. Ini pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullahu ta’ala.

    Dengan semua penjelasan di atas, jelaslah bahwa kita tidak diperkenankan memberi kesaksian bagi seseorang pun bahwa ia mati syahid, kecuali berdasarkan nash dan kesepakatan. Akan tetapi orang yang secara lahir memiliki niat yang benar, kita hanya bisa berharap ia mendapatkan syahid sebagaimana penjelasan yang lalu, ini sudah cukup sesuai bagi kedudukan yang dimilikinya sedangkan ilmu tentangnya ada di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

    (Sumber: Al Manahy Allafzhiyah karya Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin).

  12. Dheeta says:

    Udah jelas jelas salah kok masih ajah di belain yah??Heran dech Gw,mau jadi apalah generasi2 bangsa ini nantinya.Mari kita semua bercermin diri, jgn mau di rasukin opini2 palsu yang g masuk akal.Gunakan logika

  13. undercover says:

    sabar pak, bu….waduh, kok comentnya pada menghakimi yah???? tolong bpk2 dan ibu2 yang terpelajar, buka mata hati kalian, sejahat apapun manusia, yang berhak menentukan mati adalah TUHAN bukan manusia. Sama seperti tibo cs, sebejat apapun dia, tidak ada satupun manusia yang berhak menentukan mati dan hidupnya seseorang. hukuman mati seharusnya tidak ada lagi di muka bumi ini. jangan kita merasa benar, jangan merasa paling bersih. kalau amrozi cs melakukan taubat nasuhah dan langsung diterima oleh Tuhan bagaimana???? kalau nanti seandainya hari kiamat dan semua kita dipertemukan, dan kita melihat amrozi cs ternyata masuk surga, bagaimana???? apa bpk2 dan ibu2 ngga malu??? jangan menghakimi orang hanya dari berita2 atau kabar2 saja. kita tidak tau bagaimana yang sesungguhnya terjadi. saya tidak setuju dengan kekerasan yang mengkambing hitamkan agama dan yang pasti saya sangat tidak setuju dengan hukuman mati.

  14. ara says:

    mas slm.. kayanya tidak bisa menhghadapi kenyataan.. nyatanya begini .. mas slm ini tinggal di negara yang dari dulunya sebelum mas slm lahir, adalah negara hukum bukan negara agama. jadi kalo sekiranya gak nyaman tinggal di negara ini jangan memaksakan kehendak untuk mengubah ideologi, karena negara ini bukan milik anda sendiri atau golongan tertentu..
    ah belum tentu juga negara dengan syariat islam akan menjamin masyarakatnya hidup makmur..
    liat pakistan… tiap minggu ada ledakan bom yang menewaskan puluhan orang, kondisi seperti ini sudah menjadi habit, sesama muslim kok ya saling membunuh..
    pemimpinnya saja hampir semua tewas menggenaskan.. ali bhuto digantung, zia ulhaq hancur berkeping2 akibat pesawat yang ditumpanginya meledak di udara, terakhir benazir bhuto tewas akibat ledakan bom.. dalam krisis global ini saja, pakistan salah satu negara yang memohon-mohon IMF untuk diberi bantuan dana… kok ya gak gengsi minta sama pihak yang dianggap gak islami… kenapa bukan negara islam yang dimintai bantuannya… mana solidaritasnya…
    agfanistan juga demikian… rasanya jauh dari hidup damai, padahal islam itu sungguh indah yang menjujung tinggi perdamaian… peace man!! and please man dont be angry… hehe…

  15. Bisto says:

    Saya Bukan Pendukung Hukuman Mati, Karena Pada Hakikatnya Manusia Punya Hak untuk Bertobat.
    Tapi Yang Udah Terjadi Ya Udah Lah..
    Semoga Ga Ada Lagi Yang Namanya Teror, Dalam Bentuk Apapun!!
    Damai Negeriku, Damai Duniaku!
    GBU!

  16. Free Spirit says:

    BUAT SUNARDI, ABU BAKAR DAN SLM: Kalian ini berfikir pakai logika gak yaa?
    Jelas2 mereka meneror hidup kita, meneror rasa damai kita. gak usah repot2 bawa bule ke dalam masalah ini. Amrozi CS telah membunuh orang2 Indonesia yg sedang mencari nafkah demi keluarga. Bagaimana dengan korban yg selamat tapi cacat seumur hidup, menderita, putus kaki dan tangan karena Amrozi CS. Hidup mereka menderita karena Amrozi CS. kok ya masih dibela toh si Amrozi CS?

  17. kikie says:

    apapun perbuatan manusia janganlah merasa paling benar, kita tdk berhak mengatakan itu benar dan yg itu salah,karena kebenaran adalah mutlak milik Allah,jadi yg harus kita renungkan sekarang bisakah kita mengimani perbuatan baik dan perbuatan buruk?,bisakah kita mengimanai kehidupan setelah mati?bisakah kita mengimani diri kita utk bertemu dengan Tuhannya dan bisakah kita mengenali nafsu2 kita?dan bisakah kita mengendalikan nafsu2 kita?,karena pada dasarnya manusia itu kosong maka sucikanlah jiwamu agar kembali kepada NYA tidak kesasar

  18. saryo says:

    pengetahuan saya yang terbatas, syuhada adalah orang yang mati demi sebuah cita-cita. Bagi saya, cita-cita besar adalah pembelaan terhadap rasa cinta, rasa kasih, nilai-nilai kemanusiaan universal. Dalam pandangan saya, motivasi Amrozi dkk bukan cinta. Bukan kasih. Juga bukan kemaslahatan kemanusiaan universal. Motivasi mereka, membela sudut pandangnya sendiri, satu diantara ribuan sudut pandang lainnya di bumi ini. Bagi saya, sangat sombong bila kita merasa benar sendiri, lalu mengorbankan orang lain, mengorbankan ribuan sudut pandang lain. Bagaimana kita bisa yakin kita paling benar? Dengan demikian, dari kacamata saya, Amrozi dkk jelas bukan syuhada.

  19. ananda says:

    Syuhada itu sebuah pencapaian kemuliaan manusia, dan itu urusan atau rahasia Illahi. Kalau membunuh begitu banyak orang seperti dilakukan Amrozi cs, mending gak usahlah. Mereka jahat!!!! Bukan syuhada…

  20. iwan says:

    INSYA ALLAH, AMROZI CS SYAHID. SUNGGUH BERUNTUNG MEREKA KARENA MEMPEROLEH KEMULIAAN DI SISI ALLAH SWT.

  21. agus says:

    Wahai kaum muslimin…
    tahukah kalian bahwa bom yg meledak di bali adalah mikro nuklir dan berbahan C4. C4 cuma ada di Amerika.
    C4 mempunyai daya ledak tinggi. ini hasil penyidikan ahli bom dari inggris. Amrozi cs cuma berbahan TNT ato karbit yang mempunyai daya ledak rendah. sebelum ngomong pikir2 dulu lah saudaraku….
    Bacalah surat At-Taubah ayat 123….
    disaat pemekaman amrozi.. muncul 3 ekor burung. 1 ekor dari barat dan 2 ekor dari timur. mereka berputar2 diatas rumah amrozi… ini tanda2 sesuai dengan sabda Rasulullah.

    Hadits Berkaitan dengan Arwah Syuhada

    وعن ابن مسعود رضي الله عنه أن أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم سألوه عن هذه الآية : (( و لا تحسبن الذين قتلوا في سبيل الله أمواتاً بل أحياء عند ربهم يرزقون )) سورةآل عمران : 169 . فقال صلى الله عليه وسلم : (( أرواحهم في جوف طير خضر لها قناديل معلقة بالعرش تسرح من الجنة حيث شاءت ثم تأوي إلى تلك القناديل ، فاطلع إليهم ربهم إطلاعة فقال : هل تشتهون شيئاً قالوا : أي شيء نشتهي و نحن نسرح من الجنة حيث شئنا ففعل ذلك بهم ثلاث مرات ، فلما رأوا أنهم لن يتركوا من أن يسألوا قالوا : يا رب نريد أن ترد أرواحنا في أجسادنا حتى نقتل في سبيلك مرة أخرى ، فلما رأى أن ليس لهم حاجة تركوا )) أخرجه مسلم
    Dari Ibnu mas’ud.ra. bahwa murid beliau menanyakan tentang tafsiran ayat “Jangan kalian mengira bahwa orang terbunuh dijalan Alloh adalah mati. Namun mereka tetap hidup disisi Tuhan mereka dan berlimpah rizqi”(Qs.Ali imran:169). Lalu beliau menjawab, bahwa Rosululloh.saw. telah bersabda: “Roh-roh para syuhada’ berada dalam perut-perut burung hijau, memiliki sarang yang bergelatungan dibawah ‘Arsy. Mereka berputar didalam syurga sekehendak burung-burung tersebut, lalu kembali sarangnya. Lantas Robb mereka(Alloh.swt) melihat sembari menawarkan: “adakah kalian menginginkan sesuatu (nikmat lain)?”, mereka menjawab: apalagi yang kami inginkan, sedang kami bebas berkeliling didalam surga?. Lalu Alloh.swt. mengulangnya 3kali, dan merekapun menjawab dengan jawaban serupa.dan ketika mereka putus asa untuk lepas dari pertanyaan Alloh, maka mereka menjawab: Wahai Tuhan kami, kami ingin agar Engkau berkenan mengembalikan arwah kami dalam jasad kami, agar kami terbunuh dijalanMu sekali lagi. Saat Alloh tidak mendapati dari mereka sesuatu yang dibutuhkan, maka Ia membiarkan mereka.(HR. Muslim)

  22. andrea says:

    ***yaaah, mereka Amrozi Cs sebenernya dulu pingin jadi TNI tapi karena kebodohanya tidak bisa diterima maka jadilah mereka laskar dibalik layar
    ***Sebenarnya mereka pingin terkenal seperti artis artis ganteng dan gagah yang lain tapi karena ketidakmampuanya jadilah artir teroris bangsa…
    ***Sebenarnya mereka kepingin jadi Da,i terkenal seperti Zainudin Mz, atau A,A Gym, tapi kanera pengetahuan agamanya yg dangkal jadilah mereka da,i buat golongan nya sendiri
    ***Sebenarnya Mereka pingin mati dalam berperang melawan musuh, tetapi karena Indonesia negara yg damai maka dibuatlah gara gara supaya dia bisa mati DITEMBAK dan bukan tertembak karena membela kebenaran
    ***Tetapi mereka telah mati dan tercapai apa yg dicita citankan meskipun ini semua adalah sandiwara dari ketiga pribadi tersebut.

  23. slm says:

    Kaciaaan yg nggak mau syariat islam.
    Kalau mencuri ,tangannya takut dipotong yaaa…
    Kalau berzina, takut di rajam yaaa…
    Takut di cambuk yaaa…
    Makanya LOH suka maksiat sich..
    Jgn kawatir, kalau LOH nggak ngelanggar syariat, LOH nggak di apa2in kok…
    OK BRURR..
    Pahammm…
    Thanks brurr…

  24. khalik says:

    Dari sekian banyak komentar, hanya satu sikap saya. Andai di negeri ini ada banyak Amrozi Cs … besar kemungkinan negeri ini akan mendapat berkah dari langit dan bumi … Sayang hanya mereka bertiga yang berani berjuang, yang lain cuma orang-orang yang banyak bicara, tapi tak pernah kerja. Wahai kaum perempuan Indonesia … berdoalah agar kalian melahirkan keturunan-keturunan yang berjuang seperti Amrozi Cs. Bukan berkomentar mencela seperti orang-orang yang tak mengerti betapa pentingnya arti berjuang … Syhada itu mahal, tak sembarang orang bisa mendapat titel seperti itu. Apalagi terhadap orang yang pandai mencela tapi tak berbuat apa-apa untuk agamanya.

  25. anas says:

    ika kamu ditampar pipi kirimu berikanlah pipi kananmu.. tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, saat tangan kanan memberi jangan sampai tangan kiri tau, dsb..ada banyak pelajaran tentang kasih.. seandainya jihad itu sama dengan cinta kepada Allah.. kenapa tidak dilakukan dengan penuh kasih sayang dan cinta kepada sesama manusia tanpa batas.. tidak memandang apa agamanya, apa sukunya, apa jabatannya.. peace and luv guys..

  26. burhan says:

    islam itu adalah rahmat dan kasih sayang, bukan menggunakan agama untuk bertindak membunuh.

  27. senno says:

    salam, SESUNGGUHNYA BILA ANDA SEMUA IKUT MENGUBURKAN JENAZAH MEREKA. PASTILAH KALIAN AKAN IRI PADA MEREKA BERTIGA. HARUM TUBUH MAYAT MEREKA, DATANG 3 EKOR BURUNG CANTIK PERTANDA SYAHID SEPERTI HADITS NABI SAW, LANGIT MEMBENTUK ALLOH SAAT 3 BURUNG TADI DATANG,ALLOHU AKBAR ALLOHU AKBAR ALLOHU AKBAR. BUKTI NYATA MEREKA ADALAH PEJUANG ALLOH SWT. ALLOHU AKBAR 3X

  28. senno says:

    ALLOHU AKBAR… TERBUKA LAH HATI KALIAN WAHAI UMAY ISLAM INDONESIA…..

  29. Arin says:

    Aneh juga yaaa, udah jelas-jelas membunuh saudara sendiri, kok bisa bisanya dibilang jihad..? Jihad atau jahat..?
    Yang pro dengan Amrozi cs, tidakkah anda melihat bagaimana akibat kebiadaban amrozi cs yang memakan korban luka-luka seumur hidup? Cacat seumur hidup hingga sulit mencar nafkah? belum lagi anak-anak kecil yang telah menjadi yatim? Itukah esensi dari jihad yang anda kagumi?
    Subhanallah….!!
    Untuk orang-orang yang terus bela amrozi cs dengan berkeinginan melakukan teror dan pengemboman lagi, hendkang aja deh dari Indonesia. Bikin negara sendiri,
    Kita di Indonesia cinta damai dengan kerukunan umat beragama.

  30. Arin says:

    yup, saya setuju dengan ulasan Saudara Feth….
    Kita tidak berhak memberri gelar Asy Syahid Fulan.
    Apalagi niatnya mencelakakan saudara sendiri.
    Kalo emang berani, harusnya Amrozi CS ngebom langsung ke gedung putih di Amerika atau ke Israel. Eh…ini kok malah saudara-saudara kita sendiri.
    Aneh, aneh bin ajaib….!!

  31. boyoh says:

    Umar Shihab telah menandingi Allah SWT.
    Hey Umar, belajar lagi hadist & Al-Quran ya.

    Orang yg keluar rumah bila berniat jihad, maka bila seandainya mati, itu adalah jihad di jalan Allah.

    Hey Umar, Indonesia memang tidak sedang berperang, tapi Ummat Islam dunia sedang dibantai oleh Amerika & Israel (apakah Umar tidak pernah membaca berita atau melihat tayangan pembantaian manusia di Palestina (anak2, orang tua, wanita, laki2 & perempuan dibantai. Bahkan bayi2 Ummat Islam)

    Apakah Umar mendambakan sebuah jabatan…? Boleh, tapi jangan Engkau menafikan keadaan & mendustakan kedzaliman terhadap Ummat Islam di dunia.

    Masa ini, adalah masa perang melawan kedzaliman Amerika, Israel & antek2nya.

    Umaar…Umar…!

  32. bambang says:

    Setiap orang-orang itu keluar (Amrozi cs) mereka selalu mengepalkan tangan ke atas dan mengatakan “ALLOH HU AKHBAR”. Saya membayangkan mereka membela Alloh yang Maha Besar. Bukannya terbalik? Mestinya yang besar membela kita. Allohlah yang membela manusia. Kalau manusia yang penuh dosa ini membela Tuhan, itu terbalik. Jangan sok sucilah. Wong, Maha Besar kok di bela!!

  33. Berton purba says:

    Saya setuju untuk pemerintah dan MUI dan DEPAG untuk meninjau ulang ajaran – ajaran agama di Indonesia, dari pada tambah banyak lagi yang salah cara berfikirnya tentang Mati Sahid

  34. JONATHAN says:

    Menurut saya, apapun agama kita atau bahakan tidak beragama sekalipun kalau slama hidup kita selalu mangamalkan nilai2 hidup yang humanis saya yakin upah yang diterima di akhirat kelak pun adalah kebaikan.
    Apapun agama kita, yang baik tetap lah baik…yang jahat tetaplah jahat…apapun motif kekrasan, pemusnahan, pembunuhan, fitnah terhadap sesama manusia itu dilakukan tentu Tuhan yang maha bijak tidak membenarkan.Semuanya itu adalah dosa…Jadi kalau ada agama yang membenarkan kejahatan…perlu dipertanyakan agama tersebut…Be a smart people..

  35. ki-yuk says:

    Wallohu a’lam.
    Sy yakin n sangat percaya bahwa semua orang tidak tau secara pasti mereka itu syahid atau tidak. Yang jelas, selama kita gak tau ilmu tentang itu, TOLONG JANGAN MUDAH MENGHAKIMI ORANG tanpa tau kebenaran yang sebenar-benarnya. Gak usah berspekulasi mereka syahid atau tidak. Saya sendiri tidak tau. Tapi yang jelas, saya gak setuju dan gak ikhlas mereka selalu dikecam oleh semua orang. Padahal saya yakin, orang-orang yang mengecam mereka tidak tahu secara pasti, tanpa mendalami kasus itu, atau lebih parahnya lagi, ada yang mengecam karena ikut-ikutan aj. Ada 3 burung cantik yang berada di dekat kuburnya. Berdasarkan sabda Rosul, mereka insyaAlloh Sahid… ALANGKAH BAHAGIANYA MEREKA. SEMOGA ALLOH SWT MEMBERIKAN KARUNIA YANG BEGITU BESAR KEPADAKU, SEPERTI ALLOH MEMBERIKAN KARUNIA YANG BEGITU DAHSYAT ITU KEPADA MEREKA,DUNIA DAN AKHIRAT… KUATKAN HAMBA DI JALAN DA’WAH INI YA, ROBB!!!

  36. ki-yuk says:

    UNTUK ANDREA !!!
    JANGAN ASAL KOMENTAR…
    SUNGGUH SABDA ROSULULLAH SAW, JUNJUNGAN KITA, JELAS TERBUKTI PADA MEREKA BERTIGA.
    ALLOHU AKBAR!!!!
    BEGITU BESAR KUASA-MU….
    aku sama sekali gak ikhlas kamu komentar seperti itu!!

  37. Cahyo says:

    Mungkin orang beragama itu kalo enak saja, kalo difatwa jihad itu bukan perang, mereka senang dan ikut MUI. Tapi kalo difatwa rokok itu haram untuk ibu yang sedang menyusui, anak-anak, dan di tempat umum, nanti MUI diteriaki tidak usah berfatwa aneh-aneh.
    MUI itu ulama kita di Indonesia, kalo muslim tidak ikut pengajaran agama dari ulama’nya, mau ikut siapa lagi?

  38. mimi says:

    buat ki-yuk: klo anda membela amrozi-cs, tolong carikan pekerjaan untuk saudara2 setanah air kita yang menjadi korban bom bali. dan tolong kembalikan citra pariwisata di bali setelah bom bali. kalau anda tidak bisa melakukan 2 hal itu, jangan membela amrozi-cs.
    terima kasih

Tinggalkan Komentar