Yus Ariyanto
Oktober silam, kabar tak sedap menerpa Milan Kundera. Czech Institute for Studies of Totalitarian Regimes menyitir laporan kepolisan bahwa penulis terkenal itu menjadi informan bagi penangkapan Miroslav Dvoracek, bekas pilot yang dituduh bekerja untuk kepentingan Amerika Serikat. Dvoracek akhirnya dihukum 21 tahun penjara.
Kejadian itu berlangsung pada 1950 dan Kundera baru berusia 21. Saat itu, ia belum lagi menghasilkan monumen-monumen sastra seperti The Unbearable Lightness of Being, The Book of Laughter and Forgetting, atau Immortality. Delapan belas tahun kemudian, tank-tank Uni Soviet masuk ke kampung halamannya dan mengoyak demokrasi di sana. (more…)
M. Nurul Amin
Akrobat partai politik jelang pemilu semakin menjadi-jadi. PKS mendapat sorotan, Demokrat fokus dalam tatapan, Golkar tak kehabisan jalan, dan PDI-P tak lekang oleh harapan. Sisanya, berupaya bangkit dan berjalan.
Iklan politik PKS menuai kecaman, hasil survey LSI, Demokrat terdepan, Golkar revisi anggaran, kader utama pengisi tabungan, kesulitan keuangan, dan PDI-P beriklan, Megawati berjanji 100 hari kerja kedepan. Sisanya, konsolidasi (atau ribut sendiri ) tak berkesudahan. (more…)
Syaiful Halim
Ayu melenggokkan pinggulnya ke kiri dan kanan. Matanya menyapu pemandangan di kiri-kanannya; semua penari itu juga mencoba mengikuti hentakan kendang. Para tetamu di depan masing-masing penari tak kalah gesitnya. Dengan mulut masih menghisap rokok, mereka kerap memandang genit sang penari.
Tiba-tiba seorang tamu meraih tubuh Ayu dan pasangannya hingga berpelukan. Ia tertawa terbahak-bahak. Juga pasangan Ayu. Entah karena lucu atau karena merasa asyik tubuhnya bisa berhimpitan dengan penari yang di”booking”nya itu. Seketika rona merah membedaki wajah Ayu. Ia berusaha meronta. Tapi, sia-sia. Dekapan itu begitu kuat dan membuatnya sulit bernafas. (more…)
Alexander Wibisono
Menonton film terbaru James Bond, Quantum of Solace, membuat saya terkesan. Meski beberapa aksinya memang sedikit tidak masuk akal, tapi agen rahasia Inggris itu tampil lebih manusia.
Bond tampil sebagai pria yang berpenampilan dingin, kekar dan kasar. Bukan juga manusia yang sempurna atau selalu benar dalam bertindak. Terbukti, ia malah kena masalah karena membunuh pengawal Guy Haines, penasihat perdana menteri Inggris, yang sedang menyamar. Selain itu Bond juga dipenuhi perasaan dendam untuk membalas kematian kekasihnya, Vesper.
(more…)
Haryo Dewanto
Andai berlangganan blackberry terlalu mahal bagi teman-teman, ini ada yang murah dan tentunya jika telepon genggam Anda mendukungnya. Email yang kita miliki bisa diakses lewat telepon genggam dengan mudah, semudah menerima dan mengirim SMS. Untuk mendapatkan fasilitas ini, perlu setting dulu di telepon genggam. Dan jangan takut semua operator kini telah mendukung. Mau tahu caranya?
Walau belum bisa bersaing dengan SMS, Email di telepon genggam semakin populer saja. Padahal jika dihitung-hitung fasilitas yang mengandalkan internet ini bisa lebih murah. Namanya “Push Mail”. Jika ada pesan baru akan langsung masuk ke ponsel layaknya SMS. Bagi teman-teman yang menggunakan email di Gmail.com, Yahoo.co.id dan email perusahaan/pribadi bisa menggunakan fasilitas ini dengan gratis, asal email Anda mendukung layanan POP3/SMTP. (more…)
Moh. Samsul Arifin
Ini bukan kisah soal iklan politik Partai Keadilan Sejahtera. Atau sepak terjang PKS dalam pilkada sepanjang 2005-2008, yang sebagian besar berbuah manis. Melainkan sodokan yang mengejutkan dari partai yang baru nongol 9 September 2001 lalu. Sedikitnya dua hal istimewa diukir Partai Demokrat. Popularitasnya terdongkrak, melewati Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Popularitas Demokrat sudah mencapai 16,8 persen—sedikit lebih tinggi dari target pada Pemilu tahun depan. Ini berarti lebih dua kali lipat dari angka elektoral yang diraup mereka pada Pemilu 2004, yang hanya 7,45 persen. Sedangkan Golkar 15,9 persen dan PDIP 14,2 persen.
PKS? Partai dakwah ini adalah meteor dalam Pemilu 2004. Mereka menangguk 7,34 persen suara yang setara 45 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Alhasil, PKS berubah menjadi partai Islam yang paling serius mengincar partai-partai nasionalis yang selama ini selalu memenangkan pemilu, sejak 1955 hingga 2004. Namun, jajak pendapat terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI), PKS jeblok. Apabila pemilihan anggota DPR diadakan saat survei LSI digelar, hanya 4,9 persen responden yang memilihnya. Jelas, ini lampu kuning bagi PKS yang kini bergerak ke tengah—atau lebih tepatnya lagi mengincar massa nasionalis dan Islam mainstream Indonesia (baca: NU, Muhammadiyah dan Masyumi)—seperti yang ditunjukkan pada iklan menyambut Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan. (more…)
Iskandar Siahaan
Seorang wanita hamil menulis surat pembaca di sebuah harian Ibu Kota. Isinya berisi keluhan tentang sikap seorang sopir taksi yang ia nilai tidak punya empati pada seorang wanita hamil. Peristiwanya demikian: bersama dua kawannya, sang wanita yang duduk di sebelah sopir muntah. Spontan si sopir panik dan berucap, ”Aduh muntah, awas jangan kena jok”.
Pastilah dalam benak si wanita hamil ini, si sopir tidak semestinya bicara seperti itu. Ia adalah wanita, sedang hamil pula. Muntah bukanlah keinginannya, tapi bawaan orok. Atau, lebih jauh, mungkin si wanita hamil itu beranggapan bahwa bayi yang sedang ia kandung itu adalah penerus bangsa. Boleh jadi kelak anak itu menjadi presiden. Atau, macam-macam lainnyalah. Tak terpikir olehnya, anak itu juga kelak bisa jadi teroris. (more…)
Yus Ariyanto
Apakah berita begitu berkuasa atas pikiran khalayak? Sri Rumiyati alias Yati bercerita kepada wartawan, ”Saya memutilasi Pak Hendra karena meniru Ryan, terutama dari tayangan televisi selain dari koran yang saya beli di angkot (angkutan kota). Daripada repot, untuk menghilangkan jejak jenazahnya, saya potong-potong saja Pak Hendra seperti dilakukan Ryan.”
Ingatan saya menjulur jauh ke belakang, saat “berkarier” sebagai santri ilmu komunikasi. Dalam sebuah buku teks kuliah, dikisahkan bahwa kepanikan melanda kawasan New Jersey, Amerika Serikat, pada 30 Oktober 1938. Sekitar satu juta warga meninggalkan rumah secara hampir bersamaan, membuat macet jalanan. (more…)
M. Nurul Amin
Salam,
Sebelumnya saya ucapkan selamat atas terpilihnya Tuan sebagai Presiden Amerika Serikat. Saya senang Tuan terpilih, karena Tuan membawa harapan baru bagi dunia.
Maafkan saya karena menggunakan Bahasa Indonesia dalam surat ini. Saya malu untuk menggunakan Bahasa Inggris, karena selain Bahasa Inggris saya tidak bagus, juga karena saya tak mungkin memiliki kata-kata seindah dan sehebat kalimat yang Tuan ucapkan dalam pidato-pidato yang Tuan sampaikan, hingga membuat orang terlena dan takjub atas Bahasa yang Tuan tuturkan. Lagipula, bukankah Tuan pernah sekolah di negeri kami, jadi mungkin Tuan bisa juga berbahasa Indonesia, ya setidaknya ada staf Tuan yang bisa menerjemahkan surat ini ke Bahasa Inggris. Maaf. (more…)
Boy Bakamaro
Sekian banyak Pilgub yang telah digelar, bisa jadi Pilgub Jawa Timur adalah yang teralot. Alotnya persaingan mulai terasa saat sejumlah media menggelar debat cagub-cawagub. Debat-debat yang digelar menggambarkan, paling tidak kelima pasangan kandidat pada putaran pertama, menguasai benar janji-janji yang mereka anggap paling manis.
Persaingan menjadi gubernur Jatim pertama yang pilih langsung warganya pun semakin panas, saat putaran kedua harus digelar karena dari kelima calon tak ada satupun yang meraih suara minimal 30% sebagai syarat pemenang. (more…)