Thursday, April 17, 2014
hamka-ulama-mumpuni-penyejuk-hati

M. Nurul Amin

Ayah, itu pikiran di benakku ketika membeli buku Mengenang 100 Tahun Haji Abdul Malik Karim Amrullah, HAMKA, di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, pertengahan Ramadhan kemarin. HAMKA bukan ayahku, juga bukan guruku, sehingga harus kupanggil guru atau ayah. Tapi HAMKA mengingatkan akan almarhum ayah.

Ya, dari ayah akhirnya aku tahu siapa HAMKA. Betapa tidak, setiap membangunkan aku untuk sholat subuh, di masa kanak-kanak,  ayahku selalu memperkeras suara radio yang saat itu tengah menyampaikan ceramah kuliah subuh. Kudengar suara itu begitu lembut, halus dan santun, membuat damai di hati. Meski kantuk merona dan dingin mengelana di sekujur jiwa, suara itu membangunkanku.  Ya, suara itu membangunkanku, suara HAMKA.

Dari  ayah, aku juga akhirnya tahu, kalau HAMKA itu ulama yang alim, mumpuni, sekaligus tokoh bangsa yang ikhlas,  intelektual yang berkualitas dan  pujangga sekaligus pejuang lewat karya sastranya.  Aku tahu itu semua dari buku-buku tulisan HAMKA yang dibaca ayahku. Aku juga akhirnya tahu, kalau HAMKA itu ahli tafsir. Aku tahu itu, setelah ayahku meminta tolong  padaku untuk membelikan seri buku Tafsir Al Azhar di toko buku langganan ayahku di kawasan Tanjung Priok.

Almarhum ayahku memberikan warisan yang  berharga, ilmu dan kearifan.  Dan,  ilmu itu, kearifan itu,  ada pada diri HAMKA!

Kini, sulit untuk ditemui  seseorang yang mempunyai kearifan dan keihklasan sekaliber HAMKA.  Soekarno,  sosok yang  dikaguminya di masa awal perjuangan kemerdekaan Indonesia, kawan dalam suka dan derita, di puncak kekuasaannya memenjarakan HAMKA selama 2,5 tahun, hanya karena fitnah yang disebar kepada sosok HAMKA. Saat Soekarno terbujur kaku, lepas lunglai segala kekuasaannya, terpisah nyawa dari badan, HAMKA menjadi imam sholat jenazahnya. HAMKA memaaafkannya.

Pramoedya Ananta Toer, sastrawan yang  banyak dipuji karena tulisannya, tak kunjung usai menyerang dan memojokkan HAMKA lewat tulisan-tulisan  di harian berhaluan kiri di masa demokrasi terpimpin. Tercorenglah citra HAMKA. Saat Pram meminta calon menantunya, Daniel,  untuk belajar Islam kepada HAMKA, keikhlasan HAMKA tersembul.  Ia hanya tersenyum dan menuntun Daniel belajar agama Islam.

Saat banyak orang mendesak HAMKA menuntut balik semua orang yang memenjarakannya, HAMKA menyatakan mereka semua orang yang berjasa pada dirinya.  Karena merekalah, Tafsir Al Azhar tercipta, dari balik jeruji penjara, tempat ia merenungkan keagungan ayat-ayat Tuhan.  HAMKA memaafkan mereka.

Saat pemerintah Orde Baru meminta HAMKA mencabut pernyataannya, soal perayaan natal  bersama,  HAMKA memilih meletakkan jabatan sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia. HAMKA rela, demi sebuah kata yang telah diucapkannya.

Kini, mudah ditemui orang berilmu, tetapi sulit ditemui orang  yang  mengamalkannya. HAMKA, melaluinya, di pagi hari tak lekang waktunya untuk memimpin sholat subuh berjamaah di masjid sepanjang tahun, mengisi ceramah sejak pagi hingga malam,  hampir setiap hari di manapun ia berada. Semuanya dilakukan dengan ikhlas dan santun.

Satu yang tak terlupakan oleh HAMKA,  tak ada waktu untuk tidak menulis, di manapun ia. Terciptalah mulai dari buku agama Lembaga Hidup, Tasauf Modern, novel Tenggelamnya Kapal Van Der WijkDi Bawah Lindungan Ka’bah, dan yang paling  fenomenal Tafsir Al Azhar. Ratusan buku ditulisnya, ribuan ceramah dilakukannya dan Masjid Al Azhar didirikannya. HAMKA mengamalkan apa yang dimilikinya.

Karyanya diakui.  Universitas Al Azhar Mesir bahkan memberikan gelar Doktor Honoris Causa yang belum pernah diberikan sebelumnya kepada orang asing  atas kegemilangan intelektual HAMKA.

****

Seabad usia HAMKA dikenang dalam sebuah buku, memuat banyak hal soal Ulama ini. Dikenang banyak orang, disayang  oleh kawan. Ilmu, kearifan dan keikhlasan adalah suri tauladan yang diberikan oleh pribadi nan sejuk, bak mata air kehidupan.

Seandainya kini,  Soekarno masih memimpin negeri, Pramoedya Ananta Toer masih ada, tajam dan bergigi, dan Universitas Al Azhar Mesir berdiri di sisi Fahri, pemuda alim dalam novel Ayat-ayat Cinta yang disuka muda-mudi,  HAMKA pasti masih kokoh berdiri, menyampaikan kebenaran sejati lewat ayat Tuhan dan kata penuh arti serta tulisan yang tak kunjung henti.

Kelok 44, berujung Danau Maninjau, Sumatera Barat, aku berhenti dari sebuah perjalanan, dari rantau, Pariaman, tempat ayahku menjejak kaki mencari ke-alim-an. Kelok itu sangat tajam, tapi Maninjau tempat HAMKA dilahirkan membuat hati tenteram dalam kemilau air danau yang menawarkan dahaga kedamaian.

Akankah  ada HAMKA lain di negeri ini…?

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

47 Komentar pada “HAMKA, Ulama Mumpuni, Penyejuk Hati”

  1. cakrawala says:

    mudah2an… saudaralah HAMKA itu di negeri ini,,, yang bersedia melahirkan HAMKA-HAMKA lain….
    amin….
    semoga negeri ini semakin tentram dan damai….

  2. izharhadi says:

    HAMKA & Quraisy shihab, orang yang berpengaruh dalam cara pandang pemikiran Islam saya…

  3. bunda says:

    sangat bagus tulisan ini,menyemangati saya melakukan segala aktifitas hari ini.

    Jadi pengen baca tafsir Al Azhar ni…

  4. asep says:

    Ah, menyejukkan… spirit baca buku lagi nih..

  5. alpan says:

    sudah lama saya ingin tahu biografi tentang Tokoh HAMKA, orang tua saya sangat mengaggumkan HAMKA, tapi dimana saya mendapatkan buku-buku tersebut, kalo kami sekeluarga menamakan Buya HAMKA (orang yang sangat alim)

  6. Starwrite says:

    Sosok hamka memang tokoh yang mendatangkan hujan disaat kemarau..

  7. roevly says:

    Saya orang payakumbuh asli orang minang, tapi baru kali ini saya tahu kalau nama HAMKA itu singkatan dari HAJI ABDUL MALIK KARIM AMRULLAH, karena nenek dan orang tua saya kalau bercerita dan memberi contoh akan kepribadian dalam menjalankan kehidupan selalu menyebut seperti BUYA HAMKA, terima kasih uda Nurul Amin

  8. didiet says:

    Pak HAMKA..kami rindu sosok seperti engkau menemani kami, menjelaskan banyak hal kepada kami, kenapa bangsa kita bisa terpuruk seperti saat sekarang ini..

  9. a-an says:

    Bangsa ini membutuhkan sosok teladan seperti beliau, apalagi ketika krisis menghantam tak kunjung usai…
    Semoga Allah menerima almarhum disurgaNya…

  10. Amna says:

    Mudah-mudahan Allah memberikan Ulama bangsa seperti Buya Hamka kepada negeri kita, yang bisa menyejukan dan memberikan inspirasi kepada umat Islam Indonesia, Amiin

  11. towip says:

    HAMKA, sosok yang penomenal
    Memang pribadi HAMKA sudah tiada, akan tetapi karya satra, ilmu yang telah ditularkan tak akan pernah sirna. Manusia mati meninggalkan amalnya. Akankah ketika Kita mati ada yang terkenang dari diri Kita? Berapa banyak amal yang telah Kita lakukan untuk umat?
    Membaca artikel ini, jadi semangat untuk bisa memberikan karya terbaik untuk agama, bangsa dan negara ini. Keep semangat!!
    Saudara ku, agama dan bangsa ini menunggu Karyamu! keep semangat!!

  12. peris says:

    Subhanallah. Insyaallah akan ada HAMKA-HAMKA yang lain.
    Jadi semangat untuk membaca buku karangan Buya HAMKA
    tq

  13. JHONY SAMAWA says:

    Semoga HAMKA HAMKA yang lain segera bermunculan di negeri ini dngan demikian krisis moral bangsa bisa teratasi.

  14. mita says:

    awal mula tahu HAMKA dari ortu, karena beliau sangat kagum dengan HAMKA, dan waktu mampir ke mesjid Al-Azhar pas lihat buku 100 tahun HAMKA, langsung teringat ortu dan membelinya, tapi karena ortu masih berada di sumatera barat jadi buku itu saya baca dulu..subhanallah setelah membaca buku itu sangat terkesan dengan pribadi beliau yg sangat kharismatik…kapan negara ini akan punya pemimpin seperti beliau…semoga keinginan itu bisa terwujud, walau entah kapan…amin

  15. aan says:

    Al maghfurllah Buya Hamka merupakan orang yg bewawasan luas dalam ke ilmuan, walaupun keluarga kami dari kalangan NU, kami tetap kagum kepada beliau karena keluasan ilmu yg di miliki.

  16. Novi. Z says:

    Kuliah subuh buya Hamka sangat menyejukan hati dengan suaranya yang khas dan lembut membangunkan aku dari tidur ku, itulah cara ayah ku membangunkan aku, semoga Negeri ini melahirkan Hamka baru.

  17. zahra says:

    semoga negeri ini melhirkan banyak HAMKA. yang bisa menyelesaikan masalah dinegeri ini dengan kepala dingin. dan semoga salah satu HAMKA terlahir dari rahimku. amiiiiin.

  18. Ahmad says:

    Teringat massa kecilku, setiap Malam Jumat saya kerumah tetangga untuk Menonton TV Ceramah Alm HAMKA.
    terus terang sy lebih tergugah dgn penyampaian ceramah spt yg Buya Hamka sampaikan, tenang, bersahaja, dan menggugah hati.
    Kemudian jaman berubah dgn cara penyampaian Ceramah yg santai dan bergurau.
    Sangat berbeda sekali kesannya.

  19. khalik says:

    Org tuaku lahir dari bumi Hamka, Maninjau.
    Kalau aku rindu mandi di danau itu, aku datang mesti jaraknya ribuan kilo.
    Subhanallah … dari pinggir danau itu ada sosok manusia besar lahir yang di kenang jaman.
    Tapi kini, tepian danau Maninjau itu sudah kering oleh cahaya keilmuan, keagamaan dan kearifan …
    Meski kini ada sekolah insan cendekia di tepian danau itu
    aku belum melihat cikal bakal Hamka di sana …
    Tugas ninik mamak dan cerdik pandai di bumi Maninjau
    untuk melahirkan sosok Hamka baru
    dari negeri elok tempat ibuku lahir itu.

  20. usep soleh safaat says:

    Ketika satu jendral angkatan bersenjata meninggal besok pagi pemerintah bisa melantik sepuluh perwira tinggi untuk naik pangkat menjadi jendral tapi ketika seorang ulama meninggal dunia bisakah pemerintah mencetak ulama baru sekaliber ulama yang meninggal…inilah keunikan ulama, yang tidak segampang membalikan telapak tangan untuk memberikan gelarnya.Namun sayang,kadang ketika ulamanya masih hidup, fatwanya ataupun kata katanya dianggap menghambat kemajuan jaman,kadang disingkirkan,atau didatangkan ulama yang menjual ilmunya untuk kepentingan pribadi untuk menentang ulama yang benar benar menyampaikan yang haq, akhirnya diasingkan difitnah,bahkan dipenjarakan.HAMKA 100 tahun, akankah negeri ini melahirkan kembali ulama seikhlas HAMKA….1 tahun 10 tahun 100 tahun atau bahkan 1000 tahun lagi atau mungkin saat inipun sudah ada…kita berdo’a saja semoga negeri ini dibanjiri ulama ulama yang penuh keikhlasan yang tidak mementingkan pribadi dan golongan tapi bersama sama mengatasi segala macam krisis di negeri ini,satu lagi fatwa dan kata katanya didengar bukan didebat bahkan ditolak.Ulama tidak akan sembarangan berfatwa kalau tidak dibarengi dengan ilmunya,kalau merasa masih dangkal dengan ilmu agama yang paling aman ikuti ulama.

  21. ABID,DUBAI says:

    Saya jadi ingat di thun 1998 sy beli bku buya hamka satu dari isi bku itu adalah tentang buya jika ditanya cara mmeilih pasangan.Buya menerangkan 4 pokok yaitu 1.agama 2.kturunan 3.rupa 4.bawaan/harta/pangkat. buya menerangkan agama itu nilainya satu sedangkan yang lain itu nilainya 0.jadi jika yang anda pilih adalah dia cantik/ganteng,dia baik kturunan atau pnnya banyak harta maka nilainya ytetap 0,tapi bila ada agama jadi bernilai. misalnya agamanya bagus dan ia cantik nilainya 10, bila ia baik agamanya,cantik,kturunannya baik mka nilainya 100.atau jika keempatnya didapat maka nilainya 1000.jadi btapa agama memegang peranan penting dalam memilih pasangan hidup. Tiada tempat yang pantas untuk ulama kami ini ya Allah selain SurgaMu…amin

  22. ABID,DUBAI says:

    Saya jadi ingat di thun 1998 sy beli bku buya hamka satu dari isi bku itu adalah tentang buya jika ditanya cara mmeilih pasangan.Buya menerangkan 4 pokok yaitu 1.agama 2.kturunan 3.rupa 4.bawaan/harta/pangkat. buya menerangkan agama itu nilainya 1 sedangkan yang lain itu nilainya 0.tiga angka 0 berjejer tetap saja nilainya 0,tapi akan berbeda jika mempunyai angka 1.jadi jika yang anda pilih adalah dia cantik/ganteng,dia baik kturunan atau pnnya banyak harta maka nilainya tetap 0,tapi bila ada agama jadi bernilai. misalnya agamanya bagus dan ia cantik nilainya 10, bila ia baik agamanya,cantik,kturunannya baik mka nilainya 100.atau jika keempatnya didapat maka nilainya 1000.jadi btapa agama memegang peranan penting dalam memilih pasangan hidup. Tiada tempat yang pantas untuk ulama kami ini ya Allah selain SurgaMu…amin

  23. revi says:

    Subhanallah! Ranah Minang dan negeri Indonesia ini benar2 diberkahi Allah. Salah satunya adalah dengan keberadaan Buya Hamka. Semoga Allah senantiasa memberkahi kita dengan melahirkan Buya-buya Hamka lainnya. Amin!

  24. Sarkosih says:

    Saya jadi teringat Ucapan beliau ketika sedang sakit, “Saya lebih baik sakit atau bahkan mati sekalipun tapi tetap dalam keadaan tauhid kepada Allah, dibandingkan dengan saya sehat tapi dalah keadaan syirik. Kenyataan sekarang di televisi banyak pangkal kemusyrikan, Naudzubillah. Insya Allah Semangat Buya HAMKA masih bersinar di hati generasi muda ulama kita. Fastabiqul khairat.

  25. Dayat Aulia says:

    Sejak saya duduk disekolah dasar ber tahun2 saya tidak pernah absen mengikuti Kuliah Subuh Buya Hamka di Masjid Agung Al-Azhar..Saat mendapatkan calon istripun saya perkenalkan pada Buya Hamka agar direstui pernikahan kami..Segala wejangan yg diberikan Buya Hamka menjadikan modal dlm perjalananku menempuh hidup ini..
    Kuliah Subuh Buya Hamka selalu terngiang membawa alitku dlm kedamaian..Semoga Allah menempatkan Hamka di Taman Firdaus Nya,Amin.

  26. yanto riyanto says:

    Buya HAMKA adalah sosok yang sungguh mulia dalam perjuangannya. nilai-nilai pengabdiannya yang telah diaktualisasikan tidak akan pernah padam bahkan akan semakin menggelora dan terus berkobar selama-lamanya. kita yakin akan hal tersebut. walaupun Engkau telah tiada namun saya percaya akan hadir figur seperti dirinya suatu saat nanti.

  27. inot says:

    hamka…
    ya negeri ini butuh sosok hamka-hamka baru pa’
    bukan hanya sekadar ulama idol yang keseringan muncul di tv , atau ulama yang hobbynya bikin kontroversi, marah-marah, ribut sama sodara sendiri lalu di ekploitasi tv ehmm,
    atau ulama yang berubah haluan jd politisi demi satu kursi di dewan terhormat, dan rada lupa sama ummat karena keseringan rapat..ehm

    kita, terutama saya..generasi muda bangsa ini, mungkin ga begitu mengenal Beliau.., tapi baca dr tulisan diatas, sungguh menakjubkan.

    MOga smua amal kebaikan buya Hamka, diterima diSisiNya..amien

  28. keiza says:

    bener2 bagus rangkaian kata yg disampaikan, sosok HAMKA yg sangat saya kagumi ternyata memang ulama yg sangat bermoral dan berwawasan luas.mudah2han Allah swt. selalu memberikan rahmat dan hidayahnya. NamaMu akan selalu saya kenang sampai akhir hidupku Bung HAMKA.

  29. Raka says:

    Walaupun saya baru lahir pada tahun 1994, tapi tidak tahu mengapa saya begitu menginginkan sosok yang seperti HAMKA untuk mengurus negari tercinta ini! Padahal saya hanya tahu beliau hanya sebatas dari buku2 yg saya baca, tapi saya merasa yakin orang seperti beliau pasti bisa mengangkat negeri ini dari keterpurukan!

  30. Dwi says:

    Subhananallah, Sungguh menakjubkan semoga akan lahir HAMKA HAMKA baru. tulisannya sangat bagus

  31. ujang says:

    subhanallah….sungguh membuat hati ini merinding mendengar kisah hidup hamka yang luas akan ilmu, kepribadian yang bersahaja, pemaaf, tawadhu dan kuat memegang prinsip waaupun harus menghadapi penguasa lalim sehingga harus dipenjara…kurindukan saat ini ulama-ulama seperti hamka…

  32. faisal says:

    Buya HAMKA adalah ulama yang kharismatik, istiqomah, toleran, namun tegas dalam hal menjaga aqidah umat Islam. Namun hati2 belakangan ini kaum JIL, sekuler dan Pluralis sedang gemar2nya mencatut nama HAMKA.

  33. slm says:

    Kalau boleh sy bilang, dulu sumatra barat adalah gudangnya ilmu dienul islam. Krn disanalah tempat belajarnya para mubalig2 yg kemudian mereka mendirikan pondok2 pesantren yg cukup terkenal di pulau jawa, yg salah satunya yaitu Ponpes Modern GONTOR (alhamdulillah skrg kurikulumnya sdh disesuaikan,tdk liberal lagi).Tp kini sumatra barat tdk seperti dulu lagi, mala sebaliknya, justru pemuda/pemudi sumatra barat yg kini belajar ke mubalig2 di P jawa.
    SUBHANALLOH, mudah2an sumatra barat bisa seperti dulu lagi, bisa melahirkan Buya HAMKA2 yg baru, Aamiiinnn…

  34. Dayat Aulia says:

    Ta gamang kampuang nan jo bangso, Kahilangan lumaih sa Agamo..
    Samaso buya bacarito manangiah tuo jo modo..Sagalo pituah Agamo marasuak manyintuah raso,barasuak tarang nan galo salamoko.
    Marapi jo Singgalang luluah manangiah ta tahan..Danau Maninjau ditingga buya nyo..
    Oh Tuhan carikan gantinyo..iyo..iyo……

  35. Memang pribadi HAMKA sudah tiada, akan tetapi karya satra, ilmu yang telah ditularkan tak akan pernah sirna.

  36. Semoga semua itu memberikan keteladanan bagi kita semua di zaman yang berbeda ini.

  37. TIA says:

    Sebelumnya,,, Assalamu’alaikum semua!!!
    Subhanallah,, kini aku sedikit lebih tau tentang PROF.DR BUYA HAMKA.Begini: dulu waktu aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar tepatnya Kelas 6,aku dan teman2 ditugaskan u/ membuat gambar pahlawan.Saat itu aku ingin menggambar sosok BUYA HAMKA.Tp,, karna bakat menggambarku agak buruk,aku jadi menggambar Ir.soekarno. Inginya aku tahu banyak tentang bapak HAMKA,soalnya kedua orang tuaku ga pernah menceritakan tokoh2 istimewa seperti bapak HAMKA.Tp paling tidak kini aku sudah menjadi sedikit tahu mengenai bapak HAMKA. TERIMA KASIH, pak Nurul Amin

  38. Dony Akhja Suwita says:

    Assalaamu’alaiku Warahmatullah..

    Tidak sengaja si anak rantau dari negeri minangkabau(Padang Panjang)ini membaca tulisan Bapak Nurul Amin tentang Buya HAMKA. Meskipun saya lahir setelah wafatnya Beliau.. namun kemasyhuran namanya, kearifannya, sering terdengar dari orang tua-tua..

    Sungguh saya adalah salah seorang pemuda minang yang mengagumi beliau.. Intelektualitas yang disertai dengan idealismenya yang kokoh sulit untuk dicari tandingannya.

    Tulisan anda juga membuat saya jadi termenung, menyentuh hati terdalam karena teringat kisah-kisah lama tentang beliau. Tak kuasa saya untuk menahan tetesan air mata ini.

    Negeri ini memang sungguh merindukan sosok penyejuk seperti Beliau.. Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan melahirkan sosok-sosok yang arif, bijaksana seperti beliau..

    Jazakumullah Khairan…

    Wassalaamu’alaikum WW.

  39. riduwan says:

    buku tasauf Hamka sangat menyentuh, semoga bangsa indonesia banyak belajar dari buku tasauf Hamka

  40. HAMKA saya sangat mengaguminya secara pribadi dan karya-karyanya, semoga ada HAMKA yang lain di bumi Indonesia ini.

  41. ieda says:

    Alhamdulillah. Tulisan tentang Buya Hamka ini menyadarkan bahwa kita telah diwarisi buah pikiran ulama besar yang sangat inspiratif. Begitu banyak yang saya petik dari pelajaran beliau. Saya mau berbagi 2 hal dari sekian banyak wejangan beliau yang saya dengar dalam kehidupan saya. (!) pada acara pernikahan saya di Masjid Sunda Kelapa Jakarta, beliau menyampaikan bahwa tiadalah kebahagiaan yang begitu besar bagi seorang ayah dari kemampuan mengantar anak perempuannya ke gerbang perkawinan MELALUI PINTU DEPAN. Air mata saya bercucuran, benak saya terisi penuh oleh perjuangan saya bersama ayah untuk bisa sampai ke titik itu dengan selamat. Sepotong kalimat yang sungguh dalam maknanya. (2) Jawaban beliau di Majalah Panji Masyarakat untuk pertanyaan pembaca, “Buya, ada seorang yang sangat baik sehingga dia dicintai semua orang di kampungnya tetapi dia tidak sholat. Lalu, ada seorang haji yang kelakuannya sangat kasar sehingga banyak orang yang tidak suka kepadanya. Bagaimana pendapat Buya tentang kedua orang itu?” Jawab Buya, “Orang yang baik tetapi belum sholat itu tentulah akan lebih baik lagi kalau dia sholat. Orang yang sudah berhaji tetapi berperilaku seperti itu, bayangkan betapa kelakuannya kalau dia belum berhaji” Subhanallah. Benar-benar terasa keluar dari seorang ulama besar. Semoga kita mampu meneladani beliau dalam berpendapat, sejuk, menenangkan.

  42. wawan says:

    BukuNy sangat meyentuh jiwa
    sebaikNya dikembangkan di Negara kita

  43. maman says:

    Saya pernah mendengarkan ceramah nya tenatang tasyawuf. wah…. bagus banget….

  44. qantatataqwa says:

    HAMKA…HAMKA…HAMKA..Al Fatikha…!Beliau adalah lautan imlu.
    Takkan pernah kering dunia ini oleh buah fikirannya.Beliaulah anugerah ter baik yang Tuhan berikan kepada kita.
    Semoga ALLLAH melimpahinya dengan segala kebaikan sehingga kelak di hari kebangkitan…Amiiin.

  45. Ikhsan Nasution says:

    HAMKA…Ulama Besar yang sangat dirindukan. Ketika waktu senggang,naik kendaraan, Saya selalu menyempatkan mendengar ceramah Beliau dalam format Mp3. Ketinggian Ilmu yang sarat dengan filsafat disampaikan secara mudah dengan bahasa sederhana sehingga dapat dicerna dengan baik. Terima kasih Saudaraku yang telah menuliskan kata-kata Indah diatas. Semoga di Indonesia bisa hadir kembali Ulama yang menjadi panutan kaum Muslimin yang diterima semua kalangan. Amin.

  46. boby says:

    ass semua,saya mungkin sangat terlambat dalam memberikan komentar ini karena sudah berbilang cukup tahun tulisan ini dibuat.namun sejujurnya hanya pada ALLAH lah senja ini saya sesak menahan dada dan saya mohon izin menuangkan nya dalam syair berikut,;

    dalam senja dibatas kota,dalam mega di kemuning angkasa
    dalam diam yag menyiksa asa,dalam doa yang tak kunjung binasa
    inilah jerit si anak bangsa,dalam kalutnya di tengah hingar bingarnya ibukota.

    memang hadirmu kini tiada,beribu haripun tak mampu mencipta
    berbilang masa telah terlaksana,tetap engkau wahai buya semakin jauh terasa.

    jauhmu bukan karena usia,jauhmu bukan lantaran tuanya dunia
    namun jauhmu adalah karena si anak bangsa semakin tenggelam dalam syahwat kebinatangannya.

    buya di negeri keabadian,ananda rindu ingin bersua
    ananda letih berharap pada dunia
    yang selalu menipu kami si anak bangsa,sampai ajal tiba.

    buya di negeri yang teduh,kami semua disini selalu rusuh
    dada kami selalu bergemuruh,kami dicengkeram kuku2 kemunafikan yang membuat kedua tangan dan kami lumpuh.

    buya sayang di alam syahadah,sungguh derita kami tak sudah
    pemimpin2 kami banyak berdusta,ulama kami banyak yang tak kuat menahan penjara karena fatwa.

    oh buya yang bijaksana,kiranya demikian lah kali titipkan
    sebuah pesan yang terlalu kelam
    dari jiwa2 yang rindu dendam
    dalam untaian azan maghrib menara2 yang bercahaya menembus kabut kecewa yang kelam…..

  47. rudy says:

    melalui ceramah, bahkan cerita aku dapat tentang hamka, seseorang ulama yang amat baik dan berilmu tinggi, saya sangat kagum…tapi sayang aku tdk ketemu dengan beliau.

Tinggalkan Komentar